Apa Itu Outsourcing? Hal-hal Seputar Outsourcing yang Harus Anda Ketahui

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

outsourcing
Isi Artikel

Dalam dunia kerja dan aturan ketenagakerjaan Indonesia, istilah outsourcing bukanlah hal yang baru dan asing. Di era modern seperti sekarang ini, outsourcing merupakan salah satu solusi yang digunakan oleh beberapa perusahaan untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia atau karyawan.

Menggunakan jasa outsourcing juga bisa membuat sebuah perusahaan dapat menjalankan semua sektor operasionalnya. Bagi sebuah perusahaan yang tidak memiliki cukup sumber daya manusia atau karyawan untuk melakukan semua pekerjaan, maka outsourcing bisa manjadi jalan keluarnya.

Merekrut pekerja atau karyawan dari outsourcing bisa menjadi salah satu strategi perusahaan dan pelaku usaha untuk memangkas biaya operasional. Lalu, apakah Anda sudah paham dengan arti outsourcing yang sebenarnya? Berikut rangkuman mengenai apa itu outsourcing.

Pengertian Outsourcing

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 atau Undang-undang Ketenagakerjaan, outsourcing artinya penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain (subkon). Penyerahan pekerjaan ini dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui perjanjian pemborongan pekerjaan dan/atau melalui penyediaan jasa pekerja atau buruh.

Pada umumnya, outsourcing artinya penggunaan tenaga kerja dari pihak ketiga untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertentu di dalam perusahaan. Outsourcing pertama kali dikenal sebagai salah satu strategi bisnis pada tahun 1988 dan sepanjang tahun 1990 mulai menjadi bagian integral dari ekonomi bisnis.

Di Indonesia sendiri, pada awalnya outsourcing merupakan pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan di mana pekerjaan tersebut dialihkan ke pihak lain. Pada umumnya karyawan atau pekerja outsourcing bukan merupakan bagian langsung pada perushaan inti.

Selain itu, pekerjaan outsourcing juga tidak memiliki jenjang karir yang pasti dan panjang. Dalam aturan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, outsourcing tidak boleh digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan langsung dengan proses produksi. Outsourcing hanya boleh digunakan untuk jasa penunjang saja.

Contohnya adalah pekerjaan sebagai operator call center, petugas kebersihan, petugas keamanan, transportasi, katering makanan, dan lain-lain. Outsourcing artinya perusahaan atau pelaku usaha tidak perlu repot-repot untuk menyediakan fasilitas penunjang.

Outsourcing artinya, gaji yang diterima para karyawan atau pekerja terkadang dipotong oleh perusahaan inti. Bahkan beberapa karyawan atau pekerja outsourcing tidak mengetahui berapa besaran gaji yang mereka terima.

Hal ini dikarenakan dalam sistem kerja outsourcing, perusahaan penyedia jasa melakukan pembayaran kepada karyawan, lalu menagih ke perusahaan pengguna jasa mereka. Outsourcing artinya semua hal yang berkaitan dengan kontrak kerja, gaji, sistem kerja, posisi dan lain-lainnya diurus dan diatur oleh perusahaan penyedia jasa outsourcing.

Outsourcing artinya para karyawan atau pekerja berstatus sebagai pekerja dari perusahaan penyalur tenaga kerja. Dengan kata lain, perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing ini tidak memiliki kewajiban untuk mensejahterakan karyawan yang bersangkutan.

Sistem perekrutan outsourcing pun tidak jauh berbeda dengan perekrutan pada umumnya. Para pelamar juga akan menjalani tes tertulis, wawancara, dan berbagai jenis proses lainnya yang diminta oleh perusahaan pengguna jasa.

Jenis-jenis Outsourcing

Karena kemudahan yang ditawarkan, kini banyak perusahaan penyedia jasa outsourcing yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membuat semakin banyak perusahaan yang menggunakan jasa ini karena dinilai lebih praktis dalam melakukan perekrutan.

Dalam pengaplikasiannya, outsourcing dibagi menjadi beberapa jenis dan peranan. Perusahaan dan para pelaku usaha pun akan mencari jasa penyedia outsourcing sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Berikut beberapa jenis-jenis outsourcing:

1. Personal Employment Outsourcing (PEO)

Jenis outsourcing ini berperan untuk membantu mengurus urusan administrasi sebuah perusahaan. Seperti mengurus gaji, asuransi kesehatan, administrasi, serta kepatuhan undang-undang tenaga kerja. PEO juga sangat bermanfaat dalam produktivitas kerja, sehingga perusahaan bisa lebih fokus pada produksi dan mengembangkan usahanya.

2. Business Process Outsourcing (BPO)

Business Process Outsourcing atau BPO merupakan penyedia jasa pekerja sebagai pihak ketiga. Pada umumnya BPO dapat membantu perusahaan dalam penyusunan, pengisian dan pelaporan pajak, akuntansi dan pembukuan, rekrutmen, payroll, aktivitas terkait teknologi, pekerja kreatif, hingga berbagai keahlian yang tidak ada dalam suatu perushaan atau bisnis. Biasanya BPO menggunakan sistem kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan/atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

3. Information Technology Outsourcing (ITO)

Jenis-jenis outsourcing yang ketiga ini merupakan alih daya teknologi seperti proses atau fungsi teknologi perusahaan kepada penyedia jasa. Outsourcing dalam bidang teknologi seperti ITO mencakup pada pengerjaan desktop dan LAN, pusat data server dan mainframe, hosting aplikasi, pemeliharaan sistem aplikasi lama, pengembangan aplikasi baru, dan berbagai layanan teknologi lainnya.

4. Knowledge Process Outsourcing (KPO)

KPO menyediakan berbagai layanan outsourcing seperti entri data, konversi data, manajemen data, pengembangan dan design web, dan sebagainya. Pada umumnya pekerja yang bekerja di bidang KPO ini merupakan orang-orang yang memiliki keahlian dalam analitis tinggi, profesional, dan dengan kualifikasi yang baik.

Sementara dalam Pasal 65 ayat (2) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan, beberapa jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh pekerja outsourcing adalah:

  1. Pekerjaan yang dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama
  2. Pekerjaan yang dilakukan atas perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi kerja
  3. Pekerjaan yang merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan
  4. Pekerjaan yang tidak menghambat proses produksi secara langsung

Selain itu, pemerintah juga hanya mengizinkan lima bidang pekerjaan yang diperbolehkan menggunakan jasa atau tenaga outsourcing. Yaitu:

  1. Cleaning Service
  2. Petugas Keamanan
  3. Transportasi
  4. Katering Makanan
  5. Pemborongan Pertambangan

Pada intinya, karyawan atau pekerja outsourcing hanya bisa direkrut untuk mengerjakan pekerjaan di luar pekerjaan inti perusahaan pengguna jasa. Dan tentunya outsourcing seperti ini memiliki kelebihan dan kekurangan dalam praktiknya.

Kelebihannya adalah perusahaan bisa memangkas biaya operasional, selain itu perusahaan juga tidak perlu menyediakan fasilitas penunjang untuk mensejahterakan para pekerjanya, dan yang paling utama adalah perusahaan bisa fokus pada aktivitas bisnis utama.

Sementara itu kekurangan dari outsourcing adalah jenjang karir yang tidak jelas dan tidak panjang, informasi data cenderung tidak aman, jika kontrak pekerja dalam jangka waktu pendek maka butuh waktu untuk merekrut yang baru, dan tidak adanya fasilitas penunjang yang diberikan.

Namun, semua itu balik lagi ke Anda sebagai rekruter dan penyedia kerja. Apakah perusahaan Anda membutuhkan jasa outsourcing untuk mencari karyawan tambahan atau tidak. Semua tergantung kebijakan masing-masing perusahaan atau pelaku usaha.

Pasang Iklan Lowongan Pekerjaanmu di KitaLulus

Tidak mau menggunakan jasa outsourcing untuk mencari kandidat terbaik? Tenang, Anda bisa memasang iklan lowongan pekerjaan di aplikasi KitaLulus. Pemasangannya pun tidak membutuhkan waktu lama dan dijamin aman.

Bagi Anda yang sedang mencari kandidat, Anda bisa menaruh lowongan pekerjaan di aplikasi KitaLulus. KitaLulus beroperasi di beberapa kota besar seperti, Jabodetabek, Bandung, Makassar, dan Surabaya. Daftarkan diri Anda untuk memasang lowongan di KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik mulai dari sekarang!

Pasang Lowongan Kerja di Kitalulus
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok