Telkomsel Investasi Rp6,4 Triliun ke GoTo, Ini Fakta Terbarunya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Fakta investasi telkomsel ke goto
Isi Artikel

Investasi Telkomsel ke GoTo– Anak usaha PT Telkom Indonesia TBk (TLKM), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), melakukan investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) sebesar Rp6,4 triliun.

Langkah investasi Telkomsel ke GoTo ini mendapatkan banyak respon yang tidak terduga dari beberapa pakar ekonomi dan politik. Terutama dugaan adanya kepentingan pribadi antara Menteri BUMN Erick Thohir dan dewan komisaris GoTo.

BACA JUGA: Apa Itu Venture Capitalist? Kenali Cara Mereka Membantu Bisnis Anda

Investasi tsel ke goto

Bahkan, saking ramainya diperbincangkan, investasi Telkomsel ke GoTo ini sampai dibawa ke Rapat Panitia Kerja Komisi VI DPR RI, pada pertengahan bulan Juni lalu. Tetapi, apa sebenarnya tujuan dari investasi ini?

Dilansir dari laman kontan.co.id, Fendi Susiyanto, selaku CEO Finvesol Consulting, menjelaskan bahwa langkah investasi Telkomsel ke GoTo bisa dijadikan langkah untuk berkonvergensi dalam bisnis telekomunikasi dengan menyasar pasar yang sesuai.

Langkah investasi Telkomsel ke GoTo ini dinilai bisa menjadi hal baik untuk Telkomsel. Sebab selain dapat berkembang, Telkomsel juga mendapatkan keuntungan dengan rekan bisnis yang sudah sesuai dengan tujuan perusahaan.

Semua keputusan terkait investasi Telkomsel ke GoTo sudah melalui proses ketat. Artinya, investasi tersebut sudah sesuai dengan penerapan prinsip tata kelola yang benar atau good corporate governance (GCG). Mulai dari perancangan usulan, kajian, uji tuntas, pengambilan keputusan, hingga pada proses pelaksanaannya.

Selain itu, pihak Telkomsel juga melakukan pengawasan yang ketat dengan melibatkan banyak pihak dalam investasi ini. Fendi menegaskan bahwa kontrol utama berada di pemegang saham. Artinya, komisaris tidak bisa melakukan apa-apa jika tidak ada perintah langsung dari pemegang saham.

Perlu diketahui bahwa, 65% saham Telkomsel dimiliki oleh perusahaan BUMN Telkom, dan 35% sisanya dimiliki oleh Singapore Telecom Mobile TTE (Singtel Mobile) yang merupakan perusahaan milik pemerintah Singapura.

BACA JUGA: Contoh Etika Bisnis, Tujuan, dan Penerapannya di Perusahaan

Telkomsel investasi ke goto

Nyatanya, investasi Telkomsel ke GoTo ini sudah lama direncanakan bahkan sejak tahun 2018. Dengan pertimbangan utama bahwa, Telkomsel harus melakukan investasi di bisnis digital sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan industri telekomunikasi global.

Berikut beberapa fakta terkait investasi Telkomsel ke GoTo yang tidak jadi terlaksana di tahun 2018:

  • Bisnis Gojek dinilai belum proven. Pada tahun 2018, Gojek baru menyandang status unicorn atau perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar di atas US$ 1 miliar. Lalu di tahun 2019, status Gojek berubah menjadi decacorn dan memiliki kapitalisasi pasar senilai US$ 10 miliar. Hal ini tentu mengubah pandangan Telkomsel ke Gojek yang sudah jatuh hati sejak tahun 2018.
  • Regulasi transportasi online belum jelas. Sayangnya di tahun 2018 regulasi terkait transportasi online belum memiliki kejelasan. Hal ini membuat Telkomsel berpikir dua kali untuk melakukan investasi. Terlebih Gojek juga menghadapi resistensi dari para pemain industri yang sudah lebih lama ada, yaitu tukang ojek pengkolan.
  • Belum membayangkan sinergi yang akan terjadi. Di tahun 2018, Telkomsel melihat Gojek hanya sebatas capital gain saja. Barulah di tahun 2019, ketika regulasi terkait transportasi online sudah jelas dan status Gojek berubah menjadi decacorn, Telkomsel memberanikan diri untuk melakukan investasi dengan tujuan peluang kerjasama bisnis yang bisa disinergikan dengan ekosistem Gojek.

Fakta utama dari langkah investasi Telkomsel ke GoTo ini adalah sudah direncanakan dari 2018, bahkan sebelum Erick Thohir menjabat sebagai Menteri BUMN. Sehingga tudingan kepentingan konflik ditepis begitu saja.

Dalam rapat Panja, Telkomsel menegaskan bahwa investasi yang dilakukan bukan untuk mencari cuan dalam jangka waktu pendek. Melainkan karena ingin melakukan sinergi bisnis yang menghasilkan nilai tambah. Bahkan hingga kini per kuartal I-2022, nilai sinergi dua perusahaan raksasa ini sudah mencapai Rp150 miliar.

Apabila Anda membutuhkan karyawan di perusahaan, maka Anda bisa menaruh informasi lokernya di KitaLulus. Saat ini, KitaLulus sudah beroperasi di di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Segera daftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan pekerjaan di KitaLulus secara gratis. Dapatkan karyawan terbaik dan berpotensi dan terbaik di bidangnya dalam hitungan hari, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok