Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual Perusahaan, Simbol, & Jenis

Close Pop up
Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

Hak kekayaan intelektual perusahaan adalah
Isi Artikel

Tidak sedikit pengusaha yang menyadari bahwa ada hak kekayaan intelektual perusahaan di dalam setiap produk ciptaan mereka. Mulai dari nama barang, merek, hingga ke resep atau cara unik dalam memasarkan produk atau layanannya.

Dikarenakan ketidaktahuan itulah, akhirnya banyak pengusaha mengalami kerugian. Ada yang brand-nya ditiru hingga resep produknya dicuri. Hanya gara-gara tidak memperhatikan HAKI (singkatan dari “Hak Kekayaan Intelektual”), bisnis Anda bukan hanya terancam rugi, tapi juga berpotensi bangkrut.

Tapi sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan hak kekayaan intelektual perusahaan? Seberapa penting HAKI bagi keseluruhan aspek operasional bisnis? Apa saja jenis hak kekayaan intelektual yang bisa Anda pakai guna melindungi perusahaan Anda? Berikut ini pembahasan lengkapnya.

BACA JUGA: Wajib Tahu! Begini Cara Daftar Merk Usaha Dagang Anda

Apa itu Hak Kekayaan Intelektual Perusahaan?

Gambar tentang hak kekayaan intelektual

Secara definisi, hak kekayaan intelektual adalah sebuah hak eksklusif yang berasal dari hasil kegiatan intelektual yang memiliki manfaat ekonomi di dalamnya. Bisa berupa ciptaan atau karya yang berasal dari buah pemikiran manusia.

Menurut Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian, hak kekayaan intelektual atau HAKI adalah hak atas kekayaan ekonomi yang lahir karena kemampuan intelektual seseorang ditambah pengorbanan tenaga, waktu, dan biaya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hak kekayaan intelektual perusahaan adalah segala jenis aset intelektual yang diproduksi oleh dan/atau atas nama perusahaan, mulai dari nama brand, sistem operasional, penemuan, hingga resep.

Seberapa Penting Hak Kekayaan Intelektual Bagi Perusahaan?

Pentingnya hak kekayaan intelektual perusahaan

Hak kekayaan intelektual perusahaan adalah salah satu intangible assets (aset tak benda) yang sangat krusial bagi kehidupan ekonomi perusahaan. Semakin besar potensi bisnisnya, peran HAKI perusahaan jadi semakin penting. Namun demikian, bukan berarti bisnis kecil bisa abai begitu saja terhadap HAKI produknya.

Salah satu contoh kasus pelanggaran HAKI terbesar di dunia adalah kasus Apple versus Microsoft yang terjadi tahun 1988. Pada masa tersebut, Steve Jobs dan rekan-rekannya di Apple baru saja merilis Macintosh, komputer dengan visual cantik pertama.

Dikarenakan Macintosh adalah penemuan baru yang belum pernah terpikirkan perusahaan manapun, Apple lengah dan tidak mendaftarkan desain industri Macintosh ke pemerintah. Sampai suatu hari, Microsoft merilis program Windows dengan visual cantik yang sama (walau berbeda, tapi konsepnya sama).

Setelah memperjuangkan HAKI selama 7 tahun, pada tahun 1995 tuntutan Apple terhadap Microsoft ditolak pengadilan, sebab sebelumnya Apple tidak mendaftarkan paten terhadap ide visual Macintosh maupun desain industrinya.

Andaikan Apple mengurus HAKI-nya untuk Macintosh, Microsoft mungkin tidak akan menjadi sebesar sekarang. Meski tetap menjadi market leader, Apple kehilangan banyak pendapatan karena porsi pangsa pasarnya harus dibagi dengan Microsoft.

Jenis Hak Kekayaan Intelektual Perusahaan

jenis jenis hak kekayaan intelektual

Setelah membahas pengertian hak kekayaan intelektual, kali ini kita akan membahas jenis hak kekayaan intelektual yang paling banyak dimiliki perusahaan. Menurut SMESCO, ada dua jenis HAKI perusahaan paling besar, yaitu:

1. Hak Cipta

Hak cipta adalah hak khusus yang dimiliki pencipta atau pemilik sah untuk mengumumkan suatu karya sebagai miliknya sekaligus hak memperbanyak karya tersebut untuk tujuan ekonomi.

Dalam konteks bisnis, beberapa jenis karya yang dapat memiliki hak cipta misalnya nama brand, musik, suara rekaman, drama, lukisan, kerajinan tangan, dan pertunjukan seni (offline maupun melalui media tertentu seperti TV, internet, dan sebagainya)

2. Hak Kekayaan Industri

Jenis hak kekayaan intelektual perusahaan berikutnya adalah hak kekayaan industri. Apabila didefinisikan, hak kekayaan industri adalah hak khusus yang menempel pada suatu konsep, proses, atau sistem yang digunakan industri tertentu untuk memproduksi karya/barang jadi.

Beberapa jenis hak kekayaan intelektual yang termasuk dalam kekayaan industri adalah:

  • Paten, yaitu hak eksklusif yang dipegang inventor atau penemu metode, konsep, atau sistem baru. Contoh: Elon Musk adalah pemegang utama paten sistem mobil Tesla.
  • Desain industri, yaitu hak eksklusif terhadap suatu kreasi bentuk, desain, komposisi garis dan warna, atau gabungan ketiganya dalam bentuk produk 2D atau 3D yang menjadi nilai jual utama produk.
  • Indikasi geografis, adalah hak eksklusif sebuah tempat mengakui produk sebagai hasil produksinya. Contoh penerapan hak indikasi geografis misalnya penempatan tulisan “Made in Indonesia” dalam produk-produk asal Indonesia.
  • Desain tata letak sirkuit terpadu (DTLST), yaitu hak eksklusif terhadap desain sistem/sirkuit yang menjadi fundamen/bahan dasar suatu produk teknologi. Contoh produk yang dapat dikategorikan sebagai DTLST misalnya sistem Android, algoritma machine learning Google, dan sebagainya.
  • Rahasia dagang, yaitu hak eksklusif terhadap racikan atau olahan informasi yang menjadi nilai ekonomi utama sebuah bisnis. Contoh hak kekayaan industri berupa rahasia dagang misalnya resep makanan milik franchise.

Simbol-Simbol dalam Hak Kekayaan Intelektual Perusahaan

Simbol hak kekayaan intelektual dan artinya

Supaya masyarakat tahu sebuah produk dilindungi oleh hak kekayaan intelektual, biasanya perusahaan akan memasang simbol-simbol tertentu di bagian luar produk. Masalahnya, simbol yang digunakan bisa berbeda-beda. Apa saja simbol hak kekayaan intelektual tersebut dan apa artinya?

1. TM (TradeMark)

TM atau trademark merupakan salah satu simbol khusus dalam hak kekayaan intelektual perusahaan. Arti dari simbol ini adalah menunjukkan bahwa produk atau merek tersebut sedang dalam proses perpanjangan masa HAKI atau dalam proses pengajuan kepemilikan.

2. SM (Service Mark)

Simbol khusus kedua dalam hak kekayaan intelektual perusahaan adalah SM atau service mark. Simbol ini merupakan kepemilikan HAKI yang digunakan untuk menandai suara tertentu. Misalnya seperti suara tertentu di sebuah film.

3. R (Registered Mark)

Selanjutnya ada simbol khusus R atau registered mark pada hak kekayaan intelektual perusahaan. Artinya suatu produk atau merek sudah terdaftar HAKI-nya.

4. C (Copyright)

Simbol khusus C atau copyright pada hak kekayaan intelektual perusahaan menunjukkan suatu kepemilikan hak cipta. Artinya, pihak manapun yang ingin menggunakan atau mempublikasikan produk atau layanan dari sebuah perusahaan, mereka harus mencantumkan nama pemilik hak ciptanya.

BACA JUGA: Apa yang Harus Anda Ketahui tentang Company Branding?

Fungsi Hak Kekayaan Intelektual Perusahaan

Fungsi HAKI bagi perusahaan

Memahami dan mengerti penggunaan hak kekayaan intelektual perusahaan terhadap produk atau layanan dari perusahaan Anda, akan membawa banyak sekali keuntungan dan fungsinya. Di antaranya sebagai berikut:

1. Sebagai Perlindungan Hukum

Jika Anda mendaftarkan produk atau layanan ke HAKI, maka secara langsung Anda dan apa yang didaftarkan akan mendapatkan perlindungan hukum. Sebagai pemilik dari hak kekayaan intelektual perusahaan, Anda bisa dengan leluasa untuk memanfaatkan nilai ekonomis dari produk atau layanan yang sudah didaftarkan tadi.

2. Sebagai Bentuk Antisipasi Pelanggaran

Pendaftaran produk atau layanan dari perusahaan ke HAKI juga akan memberikan Anda dasar yang kuat untuk melawan pihak-pihak yang menggunakan karya Anda secara ilegal.

Sehingga apabila nanti hak kekayaan intelektual perusahaan Anda digunakan tanpa izin, Anda bisa menggugat pihak tersebut secara pidana. Sebab Anda sudah mendaftarkan produk atau layanan perusahaan Anda ke HAKI.

3. Meningkatkan Kompetisi dan Memperluas Jangkauan Pasar

Harus diakui, tidak semua orang bisa mengeluarkan ide kreatifnya untuk membuat karya hak kekayaan intelektual perusahaan. Namun dengan adanya HAKI, hal ini bisa membuat banyak orang untuk berkarya dan terus berinovasi.

Maka secara tidak langsung akan ada banyak orang dan/atau perusahaan saling berlomba untuk menghasilkan karya hak kekayaan intelektual perusahaan terbaik.

4. Memiliki Hak Monopoli

Sebagai informasi, sistem pendaftaran hak kekayaan intelektual perusahaan hanya diberikan kepada pihak pertama yang mendaftar ke Direktorat Jenderal HAKI. Maka dari itu, jika dirasa produk atau layanan perusahaan Anda masih baru dan memiliki potensi, segera daftarkan ke HAKI. Dengan mendaftarkan hak kekayaan intelektual perusahaan, Anda bisa memiliki hak monopoli untuk melarang pihak lain yang ingin menggunakan HAKI Anda tanpa izin.

Demikian penjelasan terkait hak kekayaan intelektual perusahaan. Jadi, jangan lupa untuk segera mendaftarkan karya yang Anda buat ke Direktorat Jenderal HAKI, ya!

Tidak punya SDM yang mumpuni untuk mengurus legalisasi HAKI dan tindakan-tindakan hukum lainnya? Yuk, cari SDM Legal dan HRD Anda melalui platform KitaLulus! Sebagai perekrut, Anda tidak perlu khawatir soal kualitas SDM pelamar di KitaLulus, karena semuanya dijamin berkualitas dan terbukti mumpuni di bidangnya.

Cara memasukkan lowongan kerja di KitaLulus juga sangat mudah, lho! Cukup kunjungi laman pasang loker di situs KitaLulus dan masukkan kriteria anggota tim yang Anda impikan!

Dapatkan konten Kitalulus

Terima Kasih telah berlanggan pada newsletter Kitalulus!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok