Disposable Income adalah: Definisi dan Cara Perhitungannya

Rabbani Haddawi

Seorang penulis dan editor profesional dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Memiliki keahlian dalam penulisan konten bidang keuangan, investasi, serta asuransi.

Isi Artikel

Disposable income adalah salah satu konsep penting dalam keuangan personal yang seringkali menjadi topik pembicaraan yang banyak dibahas oleh para ahli keuangan. Lalu, apa itu disposable income?

Jika kamu penasaran, tak perlu bingung mencari informasi lengkapnya. Dalam artikel ini, mari lakukan pembahasan mengenai definisi disposable income, rumusnya, serta contoh cara menghitungnya, yuk!

Apa Itu Disposable Income?

apa itu disposable income

Disposable income adalah pendapatan yang tersedia untuk konsumsi dan investasi setelah pajak dan biaya-biaya rutin dibayarkan. Secara sederhana, disposable income dapat diartikan sebagai uang yang tersisa setelah semua biaya hidup dan tagihan dibayarkan.

Perlu diingat bahwa disposable income berbeda dengan total income. Total income adalah jumlah pendapatan sebelum pajak dan biaya-biaya rutin dibayarkan, sementara disposable income adalah jumlah pendapatan yang tersedia setelah pajak dan biaya-biaya rutin dibayarkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi disposable income antara lain tingkat pajak, hutang, dan inflasi. Semakin tinggi tingkat pajak, semakin kecil disposable income yang dimiliki. Begitu pula dengan hutang, semakin besar hutang yang harus dibayarkan, semakin kecil juga disposable income yang tersedia. 

Sementara itu, inflasi dapat mempengaruhi disposable income karena dapat menyebabkan harga barang dan jasa naik, sehingga biaya hidup yang harus dibayar juga menjadi lebih mahal.

Baca Juga: 10 Cara Menjadi Kaya Raya di Masa Depan yang Pasti Berhasil

Rumus Disposable Income

rumus disosable income

Disposable income memiliki rumus sederhana yang bisa diterapkan. Berikut merupakan rumusnya yang perlu kamu ketahui.

Disposable Income = Total Income - Pajak - Biaya-biaya rutin

Untuk menghitung rumus disposable income, pertama-tama kamu perlu mengetahui jumlah total income yang diterima dalam satu periode waktu. Selanjutnya, kamu harus menghitung jumlah pajak yang perlu dibayarkan, yang biasanya dapat dihitung dengan mengacu pada tarif pajak yang berlaku di negara atau wilayah tempat tinggalmu.

Setelah itu, kamu perlu menghitung biaya-biaya rutin seperti biaya hidup, tagihan, dan cicilan hutang. Biaya-biaya ini harus dibayarkan terlebih dahulu sebelum disposable income dapat dihitung.

Setelah semua biaya dibayarkan, jumlah disposable income dapat dihitung dengan mengurangi pajak dan biaya-biaya rutin dari total income. Jumlah yang tersisa adalah disposable income yang dapat digunakan untuk konsumsi dan investasi.

Contoh Cara Menghitung Disposable Income

Misalkan seseorang memiliki total income sebesar Rp10.000.000 per bulan. Tarif pajak yang berlaku adalah 10% dari total income. Biaya hidup dan tagihan setiap bulan adalah sebesar Rp 5.000.000. Cicilan hutang yang harus dibayarkan setiap bulan adalah sebesar Rp3.000.000.

Maka, contoh cara menghitung disposable income yang tersedia adalah sebagai berikut:

  • Total Income = Rp10.000.000
  • Pajak = Rp1.000.000 (10% dari Rp10.000.000)
  • Biaya-biaya Rutin = Rp8.000.000 (Rp5.000.000 + Rp3.000.000)
  • Disposable Income = (Rp10.000.000 - Rp1.000.000 - Rp8.000.000) = Rp1.000.000 

Faktor yang Mempengaruhi Disposable Income

Banyak faktor yang mempengaruhi disposable income, seperti pajak, utang, dan inflasi. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk membeli barang dan jasa serta menabung. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi disposable income agar dapat mengelola keuangan dengan lebih baik dan mencapai tujuan keuangan. Berikut merupakan faktor yang mempengaruhi nilai disposable income.

1. Pengaruh Pajak Terhadap Disposable Income

Pajak adalah salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap disposable income. Semakin tinggi tarif pajak yang dikenakan, semakin kecil disposable income yang tersedia. Pajak dapat mengurangi jumlah uang yang diterima oleh individu atau keluarga, sehingga dapat mempengaruhi kemampuan untuk membeli barang dan jasa serta menabung.

2. Pengaruh Hutang Terhadap Disposable Income

Hutang juga dapat mempengaruhi disposable income. Jika seseorang memiliki hutang yang harus dibayarkan setiap bulannya, maka jumlah disposable income yang tersedia akan berkurang. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berinvestasi untuk masa depan.

3. Pengaruh Inflasi Terhadap Disposable Income

Inflasi juga dapat mempengaruhi disposable income karena dapat menyebabkan harga barang dan jasa naik. Semakin tinggi tingkat inflasi, semakin mahal biaya hidup yang harus dibayar. Hal ini dapat mengurangi jumlah disposable income yang tersedia dan mempengaruhi kemampuan untuk membeli barang dan jasa.

Baca Juga: 7 Cara Mencapai Financial Freedom di Usia Muda, Coba Yuk!

Pentingnya Menghitung Disposable Income

Menghitung disposable income merupakan langkah awal yang penting dalam mengelola keuangan personal dengan lebih baik. Disposable income mengacu pada pendapatan yang tersedia untuk dikonsumsi atau diinvestasikan setelah pajak dan biaya-biaya rutin dibayarkan. 

Dengan mengetahui jumlah disposable income yang tersedia, seseorang dapat membuat rencana pengeluaran dan investasi yang lebih baik serta menentukan prioritas pengeluaran. 

Selain itu, menghitung disposable income juga dapat membantu seseorang untuk memantau dan mengontrol pengeluaran, menghindari hutang yang berlebihan, serta menabung untuk keperluan di masa depan.

Disposable income dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk membeli barang dan jasa serta menabung. Jika jumlah disposable income yang tersedia cukup besar, seseorang dapat membeli barang dan jasa yang diinginkan serta menabung untuk keperluan di masa depan. 

Sebaliknya, jika disposable income terbatas, seseorang harus lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting.

Baca Juga: 7 Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Cerdas, Simak Yuk!

Dapat ditarik kesimpulan bahwa disposable income adalah pendapatan yang tersedia untuk konsumsi dan investasi setelah pajak dan biaya-biaya rutin dibayarkan. Perhitungan disposable income sangat penting dalam perencanaan keuangan personal karena dapat membantu seseorang membuat rencana pengeluaran dan investasi yang lebih baik. 

Faktor-faktor seperti tingkat pajak, hutang, dan inflasi dapat mempengaruhi disposable income dan harus dipertimbangkan dalam perencanaan keuangan. Dengan mengelola disposable income dengan baik, seseorang dapat mencapai tujuan keuangan dan meningkatkan kesejahteraan finansial.

Demikianlah artikel mengenai informasi seputar disposable income. Semoga artikel di atas bermanfaat, ya!

Jika kamu tertarik dengan tips dan informasi seputar keuangan seperti artikel di atas, selalu kunjungi laman KitaMapan untuk mendapatkan update terbarunya.

Kamu juga bisa berlangganan newsletter-nya hanya dengan memasukkan alamat email. Yuk, mulai terapkan tips mengelola keuangan dari KitaMapan sekarang!

Jangan Sampai Ketinggalan!
Subscribe info dan berita financial dari kami sekarang.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.