Close Pop up

UMK Cimahi 2023 Naik Hingga 7,37%, Cek Besarannya

Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

Ditinjau oleh
Isi Artikel

Tepat pada 7 Desember 2022, SK Gubernur bernomor 561.7/Kep.776-Kesra/2022 tentang Penetapan UMK 2023 dikeluarkan. Dalam SK tersebut, secara sah seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat mengalami kenaikan upah minimum, termasuk UMK Cimahi 2023.

Akan tetapi, kenaikan UMK Cimahi 2023 meleset sedikit dari nominal yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota Cimahi pada 1 Desember 2022 lalu. Kamu bisa membaca penjelasan lengkap tentang besaran kenaikan UMK Cimahi di artikel ini.

UMK Cimahi 2023

Sebelumnya, pada 1 Desember 2022 lalu, Dikdik S. Nugrahawan, Pj. Walikota Cimahi, mengumumkan bahwa UMK Cimahi tahun 2023 akan naik 10%. Besaran tersebut telah diusulkan kepada Gubernur Jawa Barat melalui surat rekomendasi yang Pemkot Cimahi kirimkan kepada Pemprov.

Saat itu Dikdik mengungkapkan berita tersebut di hadapan para buruh yang sedang melakukan demonstrasi di gedung Wali Kota Cimahi. Dengan begitu, berarti upah minimum Cimahi akan naik menjadi Rp3.599.935 dari yang sebelumnya Rp3.272.668.

Akan tetapi, seperti kejadian di tahun lalu, rekomendasi kenaikan upah minimum Cimahi tidak disetujui. Untungnya, perbedaan nominal akhir tidak terlalu meleset dibanding rekomendasi dari Pemkot Cimahi sehingga nominal akhir UMK Cimahi 2023 adalah Rp3.514.093.

Artinya, UMK Cimahi 2023 mengalami kenaikan sebesar 7,37% atau sekitar Rp241.425 dibanding tahun sebelumnya. Dengan kenaikan itu, Kota Cimahi tetap mempertahankan posisinya di peringkat 9 UMK tertinggi di Jawa Barat.

Nominal upah minimum baru ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2023 untuk karyawan dengan masa kerja di bawah 12 bulan.

Baca juga: UMK Bandung 2023 dan Wilayah Lainnya di Jawa Barat

Kenaikan UMK Cimahi 2023 Tidak Sesuai Tuntutan Buruh

Tidak hanya berbeda dengan nominal rekomendasi Pemkot Cimahi, nominal final UMK Cimahi 2023 juga jatuh dari harapan para buruh. Aliansi buruh yang diwakili oleh Siti Eni sebagai Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Cimahi, menuntut kenaikan upah minimum sebanyak 12%.

Tuntutan besaran tersebut bukan tanpa alasan. Eni menyatakan bahwa buruh meminta kenaikan sebesar itu berdasarkan survei lapangan terhadap KHL atau Kebutuhan Hidup Layak.

Aliansi buruh memang dilibatkan dalam diskusi bersama Pemkot Cimahi, Dewan Pengupahan Daerah Cimahi, dan aliansi pengusaha. Tuntutan dari buruh tersebut tidak diwujudkan dikarenakan dari Kemenaker tidak menghendaki kenaikan upah minimum melebihi 10%.

Khusus tahun ini, penentuan upah minimum baik UMP maupun UMK tidak lagi menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Hal tersebut dikarenakan formulasi penghitungan di aturan tersebut dirasa tidak sesuai dengan kondisi perekonomian di Indonesia.

Sesuai dengan penilaian aliansi buruh, ketika menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021, maka kenaikan upah minimum sangat rendah dan itu tidak adil untuk pekerja.

Maka dari itu, pada 16 November 2022, Kemenaker mengeluarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan UMP 2023. Di aturan tersebut akan diberlakukan penghapusan faktor pertumbuhan ekonomi dalam formulasi penghitungan upah minimum jika memang nilai hitungnya menjadi negatif.

Dengan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022, diharapkan bahwa kenaikan upah minimum di provinsi maupun kabupaten/kota akan adil, baik untuk buruh maupun pengusaha.

Baca juga: UMK Cikarang 2023 Tertinggi ke-3 di Jawa Barat! Naik Rp345.732

UMK Cimahi dalam 5 Tahun Terakhir

Nominal Gaji UMR Cimahi 5 Tahun Terakhir

Cimahi adalah salah satu kota di Jawa Barat yang mempunyai bermacam bidang industri yang menunjang kota ini. Ada beberapa industri yang menyerap banyak tenaga kerja di Cimahi, seperti tekstil, industri makanan, industri buah, farmasi, dan lainnya.

Oleh karena itu, wajar jika kota ini menjadi salah satu kota dengan UMR tertinggi di Jawa Barat. Nominal gaji di Cimahi juga konsisten meningkat tiap tahunnya.

Jika tidak percaya, di bawah ini KitaLulus punya data nominal UMR Cimahi 5 tahun terakhir, dari 2017 hingga 2022.

  • 2022: Rp3.272.668 kenaikan 0,95% dari UMK 2021
  • 2021: Rp3.241.929 kenaikan 3,27% dari UMK 2020
  • 2020: Rp3.139.274 kenaikan 8,51% dari UMK 2019
  • 2019: Rp2.893.074 kenaikan 8,3% dari UMK 2018
  • 2018: Rp2.678.028 kenaikan 8,71% dari UMK 2017
  • 2017: Rp2.463.461 kenaikan 8,25% dari UMK 2016

Apakah kamu merasa bekerja di Cimahi cocok untukmu? Jika iya, aplikasi KitaLulus bisa membantumu menemukan lowongan terbaik di Bandung dan sekitarnya. Cukup install aplikasi KitaLulus di smartphone, isi data diri, kamu sudah bisa melamar ribuan lowongan. 

Dengan fitur filter KitaLulus, kamu juga bisa mencari lowongan yang paling sesuai berdasarkan lokasi, gaji, pendidikan, dan sebagainya. Tunggu apalagi,temukan lowongan di KitaLulus sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!