3 Cara Membuat Struktur Skala Upah, Fungsi, & Contohnya

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Struktur skala upah— Struktur skala upah merupakan sebutan untuk perbedaan jumlah upah yang diterima oleh setiap karyawan di perusahaan. Karyawan dengan jabatan yang lebih tinggi tentu akan menerima upah yang berbeda dengan karyawan yang memiliki jabatan lebih rendah.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 1 Tahun 2017 menyebutkan bahwa setiap perusahaan wajib memiliki struktur skala upah. Tujuannya adalah untuk mendorong produktivitas karyawan dan mewujudkan upah yang transparan.

Apakah perusahaan Anda sudah menetapkan struktur skala upah? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini terkait struktur skala upah, contoh struktur skala upah, cara membuat skala upah, dan skala upah perusahaan.

BACA JUGA: Begini Cara Menghitung Bonus Tahunan Karyawan & Pajaknya, Sudah Tahu?

Pengertian Struktur Skala Upah

Struktur skala upah adalah

Struktur skala upah adalah tingkatan upah dari terendah hingga tertinggi atau sebaliknya, yang memuat kisaran nominal upah dari yang terkecil sampai terbesar untuk setiap golongan jabatan.

Upah yang tercantum dalam struktur skala upah adalah gaji pokok yang merupakan bentuk imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan berdasarkan tingkat dan/atau jenis pekerjaan dengan besaran yang sudah disepakati.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 1 Tahun 2017 pasal 2 ayat (1) menjelaskan bahwa setiap pengusaha wajib menyusun struktur skala upah dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi pekerja.

Pada praktiknya, penetapan struktur skala upah ini hanya baru bisa diberlakukan untuk karyawan yang sudah bekerja lebih dari satu tahun. Besaran upah yang akan diterima merupakan kebijakan masing-masing perusahaan sesuai dengan kinerja atau jabatan karyawan tersebut.

Menurut keterangan dari Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri, menyebutkan bahwa dengan adanya penetapan struktur skala upah, perusahaan akan mendapatkan manfaat seperti kelangsungan usaha.

Hal ini dikarenakan perusahaan sudah memiliki acuan upah yang harus dibayarkan kepada karyawannya. Sedangkan manfaat struktur skala upah bagi karyawan adalah menjamin keadilan dengan tidak adanya diskriminasi dalam pemberian upah.

Fungsi Struktur Skala Upah

Fungsi struktur skala upah perusahaan

Penetapan struktur skala upah perusahaan menjadi hal penting. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, fungsi penetapan struktur skala upah tidak hanya berlaku bagi karyawan saja, tetapi juga perusahaan.

1. Fungsi Struktur Skala Upah bagi Perusahaan

Penetapan struktur skala upah perusahaan berfungsi sebagai bahan acuan atau pedoman untuk menetapkan upah karyawan berdasarkan satuan waktu. Selain itu, dengan adanya penetapan ini, perusahaan jadi lebih mudah menentukan anggaran untuk menggaji karyawannya.

2. Fungsi Struktur Upah bagi Karyawan

Sedangkan dari sisi karyawan, fungsi penetapan struktur skala upah perusahaan bisa memberikan rasa aman dan kepastian dalam pemberian upah. Hal ini juga untuk meminimalisir adanya kesenjangan sosial antara karyawan dengan upah rendah dan upah tinggi.

Perlu diketahui bahwa, dalam menyusun struktur skala upah, Anda dapat memberitahukan hal ini kepada karyawan dengan cara:

  • Struktur skala upah perusahaan berlaku bagi setiap karyawan yang memiliki hubungan kerja di perusahaan
  • Struktur skala upah digunakan sebagai bahan acuan atau pedoman untuk menetapkan upah berdasarkan satuan waktu

BACA JUGA: THR Karyawan Swasta (Tunjangan Hari Raya): Wajib atau Sekedar Kebijakan Perusahaan?

Cara Membuat Skala Upah Perusahaan

Cara membuat skala upah perusahaan

Sebelum menggunakan cara membuat skala upah perusahaan, Anda harus mengetahui tahapan dalam penyusunan struktur skala upah. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 1 Tahun 2017, yaitu:

  • Analisa jabatan: analisa jabatan merupakan bagian dari proses untuk mendapatkan dan mengolah data jabatan menjadi informasi jabatan yang dijabarkan dalam bentuk uraian jabatan
  • Evaluasi jabatan: evaluasi jabatan merupakan bagian dari proses menilai, membandingkan, dan membagi peringkat jabatan
  • Penetapan struktur skala upah: penentuan struktur skala upah biasa dilakukan oleh pengusaha dengan melihat kemampuan perusahaan dan memperhatikan upah minimum yang berlaku

Jika perusahaan Anda belum menetapkan struktur skala upah perusahaan, maka sebaiknya cepat dibuat.

Ada beberapa cara membuat skala upah yang bisa Anda gunakan, diantaranya:

1. Metode Rangking Sederhana

Cara membuat skala upah perusahaan yang pertama adalah dengan menggunakan metode rangking sederhana. Cara menggunakan metode ini adalah dengan menentukan jabatan dan uraian tugasnya masing-masing. Seperti:

  • Office boy: orang yang bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapian kantor, dan juga melakukan tugas yang diberikan oleh staf umum
  • Junior administrasi: orang yang bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran atau transaksi yang berhubungan dengan kebutuhan kantor, menjaga komunikasi melalui telepon, fax, atau email, dan juga menyimpan dan merekapitulasi semua berkas administrasi
  • Senior administrasi: orang yang bertanggung jawab atas bahan administrasi harian dan dokumen penting lainnya, menyiapkan dan mengatur rapat, seminar atau pelatihan, dan juga menyiapkan laporan per semester
  • Manajer: orang yang bertanggung jawab untuk memimpin, mengendalikan, dan mengembangkan kualitas organisasi, hingga membangung kepercayaan antar sesama karyawan
  • Chief Executive Officer (CEO): orang yang bertanggung jawab untuk menentukan arah perusahaan, menciptakan jaringan bisnis, hingga memberikan laporan terkait perkembangan perusahaan kepada dewan direksi

Setelah Anda menentukan jabatan dan menguraikan tugasnya masing-masing, maka langkah selanjutnya adalah membuat tabel struktur skala upah yang terdiri dari jabatan, golongan jabatan, upah terkecil, dan upah terbesar.

Lalu Anda bisa menentukan upah terkecil untuk jabatan terendah, dan upah terbesar untuk jabatan tertinggi. Masukkan data upah yang sudah ditentukan ke dalam tabel. Jika ada jabatan yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama, maka Anda bisa mengelompokkannya menjadi satu golongan jabatan.

Berikut contoh struktur skala upah perusahaan untuk metode ranking sederhana:

Contoh struktur skala upah metode ranking sederhana

2. Metode Dua Titik

Cara membuat skala upah perusahaan selanjutnya adalah dengan menggunakan metode dua titik. Metode ini menghubungkan dua titik dalam bidang koordinat sumbu X yang merupakan golongan jabatan, dan sumbu Y yang menggambarkan upah.

Nantinya, kedua sumbu tersebut akan membentuk garis lurus dengan persamaan Y=a+b(x). Garis lurus inilah yang akan menentukan struktur skala upah perusahaan. Selengkapnya tentang cara membuat skala upah dengan metode dua titik adalah sebagai berikut:

  • Pertama-tama, siapkan daftar yang berisikan nama jabatan dan upah dalam kolom nomor urut, nama, jabatan, dan upah
  • Kemudian urutkan upah terendah sampai upah tertinggi
  • Tentukan jumlah golongan jabatan
  • Selanjutnya buat tabel dengan format struktur skala upah yang terdiri dari golongan jabatan, upah terkecil, upah tengah, dan upah terbesar. Tentukan rentang untuk masing-masing golongan jabatan
  • Gunakan skala upah terendah sama dengan upah tengah terendah, dan upah tertinggi sama dengan upah tengah tertinggi
  • Lalu hitung upah tengah antara upah tengah terendah dengan upah tengah tertinggi dengan menggunakan persamaan garis lurus Y=a+b(x)
  • Hitung upah terkecil dan upah terbesar setiap golongan jabatan dengan menggunakan rumus: upah terkecil = 2 x upah tengah / (rentang+2); upah terbesar = (2 x upah tengah) x (rentang+1) / rentang+2

Berikut contoh struktur skala upah perusahaan dengan menggunakan metode dua titik:

Contoh struktur skala upah metode dua titik

3. Metode Point Factor

Satu lagi cara membuat skala upah perusahaan adalah dengan menggunakan metode point factor. Metode ini digunakan dengan menjadikan kemampuan perusahaan dan juga memperhatikan upah minimum yang berlaku.

Cara membuat skala upah dengan menggunakan metode point factor adalah:

  • Pertama-tama, lakukan analisa jabatan dengan mencari dan mengolah data jabatan menjadi informasi jabatan yang nantinya akan diuraikan
  • Kemudian evaluasi jabatan yang termasuk pada proses menilai, membandingkan, dan peringkat jabatan
  • Setelah melakukan evaluasi jabatan dan menentukan poin faktor, barulah Anda bisa menentukan struktur skala upah perusahaan

Berikut contoh struktur skala upah yang menggunakan metode point factor:

Contoh struktur skala upah metode point factor

Demikianlah penjelasan terkait struktur skala upah perusahaan, cara membuat skala upah, beserta contoh struktur skala upah yang perlu Anda tahu. Perlu diingat kembali bahwa penetapan struktur skala upah wajib dilakukan oleh perusahaan, mengingat sudah ada regulasi yang mengaturnya.

Sedang mencari HR administrative untuk menjadi rekan Anda dalam menghitung struktur skala upah perusahaan? Pasang lowongan kerja Anda di KitaLulus saja!

Hingga saat ini, KitaLulus telah membantu ribuan perusahaan mendapatkan kandidat tim terbaiknya. Selain proses pemasangan loker yang mudah, KitaLulus juga menyediakan support rekrutmen di berbagai kota, lho, dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Balikpapan, hingga Gowa.

Tunggu apalagi? Ayo dapatkan talenta HR berkualitas bersama KitaLulus sekarang juga! 

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd