Cara Membuat Surat Perjanjian Kerjasama dan Contoh Lengkapnya

Close Pop up
Putri Prima
Putri Prima

Bermimpi hidup di dunia Harvest Moon. Senang menulis tentang seputar karir dan bisnis.

surat perjanjian kerjasama
Isi Artikel

Dalam sebuah bisnis, sudah jadi hal umum bila perusahaan melakukan perjanjian kerjasama. Kerjasama ini banyak bentuknya, mulai dari kerjasama karyawan, memperbesar modal, menjaga kemampuan produksi, dan lainnya. Agar kerjasama dapat berlangsung langgeng, hal penting yang perlu diperhatikan adalah memastikan bahwa semua disertai dalam aturan jelas dan tertulis. Artinya sangat penting untuk menyusun surat perjanjian kerjasama yang baik dan benar. 

Surat perjanjian kerjasama atau MoU sifatnya mengikat kedua belah pihak berisikan hak dan kewajiban masing-masing. Lantas, bagaimana cara membuat surat kerjasama yang terstruktur? Temukan jawabannya di sini!


Apa Itu Surat Perjanjian Kerjasama

Surat perjanjian kerjasama adalah dokumen formal yang menjadi bukti tertulis antara dua belah pihak atau lebih yang menjalin kerjasama secara resmi dan legal. Dokumen ini menjadi bukti tentang adanya kesepakatan antar pihak dalam tujuan tertentu, baik urusan bisnis atau lainnya. 

Surat kerjasama ini harus disepakati dengan segala konsekuensi dan risiko yang ada dan akan dihadapi kedepannya. Selain itu, surat perjanjian kerjasama juga mendukung adanya sinergi antara dua bisnis dalam meningkatkan produktivitas dan mendapatkan perlindungan hukum yang jelas.


Fungsi Surat Perjanjian Kerjasama

Dalam dunia bisnis, surat perjanjian sangatlah penting dan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

1. Menjadi bukti legal dalam kerjasama baik komersial atau bisnis.

2. Alat yang sah dalam melakukan kegiatan bisnis.

3. Memberikan penjelasan deskripsi tentang hak dan tanggung jawab antar pihak dalam kerjasama.

Berdasarkan fungsi-fungsinya, kita bisa tahu bahwa surat perjanjian punya kekuatan hukum yang cukup kuat. Terutama untuk bisnis yang didirikan melalui kerjasama bisnis, surat perjanjian menjadi hal penting. Yang perlu dibuat dan ditandatangani di depan notaris.


Kapan Surat Kerjasama Butuh Dibuat?

Ada saat-saat dimana surat perjanjian sangat penting harus dibuat. Bahkan saking pentingnya tidak jarang perusahaan-perusahaan besar menggelar konferensi pers dengan mengundang media saat penandatanganan surat perjanjian. Ada dua kondisi yang mengharuskan surat perjanjian dibuat. 

Pertama, saat pemilik bisnis ingin berkolaborasi dengan pihak lain. Kedua, ketika pengusaha atau pebisnis ingin bekerjasama dengan bisnis atau usaha yang kita jalankan. Dalam surat perjanjian, biasanya kesepakatan dibuat dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.


BACA JUGA: Informasi Seputar Contoh Proposal Usaha yang Perlu Diketahui

Aspek dalam Surat Perjanjian

Di dalam surat perjanjian, setidaknya harus ada tiga aspek di dalamnya, tiga aspek ini yang harus Anda pastikan ada ketika membuat surat perjanjian kerjasama.

1. Unsur Perbuatan

Aspek ini berkaitan dengan tindakan atau perbuatan oleh pihak yang terkait dalam perjanjian akan mempunyai konsekuensi yang ditentukan.


2. Pelaku

Berisi siapa saja yang terlibat dalam perjanjian. Perjanjian dapat dilaksanakan setidaknya oleh 2 pihak. Kedua pihak ini bisa berupa perorangan atau juga badan usaha.


3. Unsur Pengikat

Surat perjanjian memiliki sifat mengikat semua pihak di dalamnya. Oleh karena itu, di dalamnya harus terdapat konsekuensi hukum atas segala perbuatan dari masing-masing pihak.



Jenis-jenis Surat Perjanjian Kerjasama

Ada dua jenis surat kerjasama yang umumnya digunakan dalam dunia bisnis. Hal ini wajib Anda ketahui sebelum menulis surat agar bisa tahu mana surat perjanjian yang tepat untuk kerjasama yang akan dilakukan. 

  • Surat perjanjian autentik, yaitu surat perjanjian yang dibuat dan dihadiri atau diketahui pejabat pemerintah sebagai saksi.
  • Surat perjanjian di bawah tangan, yaitu surat perjanjian yang dibuat tanpa ada saksi dari pejabat pemerintah.

Perlu Anda ketahui, penggolongan surat kerjasama tidak akan berdampak pada keabsahan perjanjian yang dibuat. Maksudnya, surat perjanjian tanpa notaris juga tetap sah selama memenuhi syarat sah sebuah surat perjanjian kerjasama.  


Syarat Sah Surat Perjanjian

Seperti yang sudah disinggung di atas, walaupun tanpa notaris, surat perjanjian tetap dinyatakan sah, selama ia memenuhi syarat sah. Lalu apa yang menjadi syarat sah sebuah perjanjian? Menurut Undang-undangan Hukum Perdata Pasal 1.320, sebuah perjanjian dikatakan sah jika memenuhi empat syarat yang masing-masing dibagi dalam syarat subjektif dan objektif sebagai berikut: 


Syarat Subjektif

1. Disepakati Semua Pihak

Setiap poin yang ada dalam surat perjanjian harus memperoleh kesepakatan dari pihak yang melakukan kerjasama. Jika untuk memperoleh kesepakatan ditemukan unsur paksaan, maka surat perjanjian tersebut bakal menjadi tidak sah.


2. Dilakukan oleh Pihak yang Cakap

Pihak-pihak yang menandatangani surat perjanjian harus memiliki kecapakan di mata hukum. Maksud kecakapan di sini adalah pihak yang melakukan kerjasama harus telah masuk usia dewasa dan tidak di bawah perwalian. 



Syarat Objektif

1. Suatu Hal Tertentu

Perjanjian dapat dibuat bila ada objek tertentu yang diperjanjikan. 


2. Kausa Halal

Kekuatan hukum dalam surat perjanjian berlaku ketika di dalamnya ada kausa halal yang tidak memiliki pertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan. 

Sebuah surat perjanjian bisa dibatalkan apabila tidak memenuhi syarat subjektif dan bisa dibatalkan demi hukum bila tidak memenuhi syarat objektif.


Struktur Surat Perjanjian Kerjasama

Surat kerjasama tergolong surat formal, oleh karena itu ia memiliki susunan yang jelas sebagaimana surat resmi lainnya.Saat Anda menyusun surat kerjasama, pastikan bagian-bagian berikut ini tercantum di dalamnya:


1. Judul Surat Perjanjian

Pertama adalah judul perjanjian, ini adalah identitas utama dari surat yang dibuat. Judul ini menjadi representasi dari apa isi perjanjian.


2. Identitas Pihak yang Membuat Perjanjian

Bagian ini mencakup informasi tentang data pribadi pihak yang terlibat di dalam perjanjian. 


3. Premis Perjanjian

Premis merupakan keterangan singkat tentang perjanjian. Di dalamnya tercantum latar belakang pembuatan perjanjian.


4. Isi Perjanjian

Isi perjanjian biasanya dibuat dalam bentuk per butir, disusun secara urut dan memiliki kesatuan.


5. Penutup

Bagian akhir ini digunakan untuk menerangkan bahwa surat perjanjian dapat dipergunakan sebagai alat hukum yang sah dimata hukum.


6. Tanda tangan

Terakhir, sebagai bentuk sah, surat perjanjian disertai dengan tanda tangan dari pihak yang terlibat termasuk juga para saksi.



Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Agar Anda memiliki gambaran yang jelas tentang bentuk dari surat perjanjian kerjasama, berikut ini beberapa contoh surat perjanjian kerjasama yang umum digunakan dalam dunia bisnis.


1. Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Usaha

2. Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Perdagangan

3. Contoh Surat Kerjasama Supplier


4. Contoh Surat Kerjasama Perorangan

5. Contoh Surat Kontrak Kerja Karyawan

Untuk membuat surat perjanjian kerjasama, dibutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan dan pengalaman dibidang administrasi. Oleh karena itu, pastikan perusahaan atau bisnis Anda sudah memiliki orang-orang yang kompeten di bidang administrasi. Jika belum atau Anda sedang mencarinya, aplikasi KitaLulus bisa membantu Anda untuk menemukan talenta terbaik secara tepat dan cepat. Mari langsung daftarkan perusahaan Anda untuk membuka lowongan di KitaLulus!

Dapatkan konten Kitalulus

Terima Kasih telah berlanggan pada newsletter Kitalulus!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok