Masih Bingung Cara Menilai Karyawan yang Benar? Cek Di Sini Aja!

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

cara menilai karyawan
Isi Artikel

Pada umumnya perusahaan melakukan penilaian kinerja karyawannya secara berkala. Biasanya dilakukan setiap tiga bulan sekali, enam bulan sekali, atau satu tahun sekali. Setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing terkait cara menilai karyawan mereka.

Selain sebagai feedback kepada karyawan, penilaian karyawan juga bisa membantu perusahaan dalam mengambil keputusan manajemen. Akan tetapi, perusahaan tidak bisa sembarang dalam cara menilai karyawannya. Diperlukan beberapa indikator dan metode yang digunakan.

Lalu, bagaimana cara menilai karyawan yang tepat? Apakah ada sistem yang tepat menilai karyawan? Berikut penjelasannya yang dirangkum KitaLulus.

BACA JUGA: Evaluasi Kerja: Tujuan dan Manfaatnya

Apa itu Penilaian Karyawan?

Penilaian karyawan merupakan hal yang wajib dilakukan perusahaan. Hal ini dilakukan karena karyawan merupakan salah satu aset terpenting yang harus dijaga perusahaan jika ingin terus beroperasi dan sukses. Sehingga memerlukan cara menilai karyawan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Penilaian karyawan disebut juga dengan performance appraisal yang dilakukan perusahaan untuk memberikan feedback terkait kinerja mereka. Nantinya hasil dari penilaian ini akan dijadikan bahan pertimbangan untuk memberikan kenaikan gaji, promosi, atau mungkin diberhentikan.

Ada beberapa tujuan yang dicapai jika perusahaan menggunakan cara menilai karyawan yang tepat. Diantaranya adalah:

  • Untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas pencapaian atau kontribusi yang dilakukan karyawan
  • Merupakan kesempatan untuk menerima promosi dan/atau bonus
  • Untuk mengidentifikasi kebutuhan karyawan akan pelatihan atau pendidikan tambahan yang berkaitan dengan pengembangan karir
  • Untuk meningkatkan keterampilan
  • Untuk memotivasi karyawan dalam pengembangan karir dan membuat mereka merasa terlibat
  • Untuk membuka diskusi antara karyawan dan perusahaan mengenai target jangka panjang individu atau organisasi

Penilaian karyawan merupakan hal penting untuk pertumbuhan perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan bisa menyusun strategi bisnis yang tepat untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Lalu, bagaimana cara menilai karyawan yang tepat?

Elemen Penilaian Karyawan

Ada beberapa elemen yang harus diperhatikan sebagai cara menilai karyawan yang tepat. Yaitu:

1. Penilaian Target Kerja

Cara menilai karyawan yang tepat adalah dengan memperhatikan target kerja yang sudah dibebankan kepada karyawan. Hal ini akan sangat berpengaruh pada keberlangsungan produktivitas perusahaan. Selain itu, ada beberapa indikator yang berkaitan dengan penilaian target kerja. Yaitu:

  • Target kerja individual: lakukan penilaian kerja karyawan dengan target kerja per individu. Misalnya, berapa waktu yang dibutuhkan karyawan untuk membuat proposal penjualan untuk pelanggan,berapa jumlah produk atau jasa yang bisa dijual oleh satu karyawan, dan sebagainya.
  • Keterlibatan karyawan: sebagai bentuk dukungan langsung dan untuk memastikan bahwa karyawan memahami harapan yang diberikan padanya. Misalnya, segala bentuk masukan dan perhatian karyawan terhadap perusahaan dan apa yang dapat dicapai karyawan merupakan salah satu poin dari penilaian indikator ini.


2. Kualitas Kerja

Elemen selanjutnya adalah dengan menilai kualitas kerja karyawan. Cara menilai karyawan terbaik dapat dilakukan atasan langsung. Berikut beberapa indikator yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menilai kualitas kerja karyawan:

  • Manajemen berdasarkan tujuan: bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan menanamkan tujuan organisasi pada setiap individu karyawan. Indikator ini biasanya merupakan tujuan atau goal yang ditetapkan oleh karyawan dan manajer. Nantinya, jika karyawan bisa menyelesaikan tujuan atau goal yang ditentukan, manajer dapat membuat tujuan yang lebih jauh dan juga sekaligus membuat ulasan berdasarkan data yang ada.
  • Penilaian subjektif dari atasan: perusahaan yang menilai karyawannya secara berkala akan memasukkan penilaian atasan sebagai indikator. Pada umumnya yang menjadi bahan penilaian adalah performa dan potensi karyawan.
  • Kecacatan produk: indikator ini biasanya ditetapkan oleh industri manufaktur. Suatu produk yang rusak, cacat, atau tidak diproduksi secara benar merupakan indikasi performa kerja yang rendah.
  • Jumlah kesalahan: indikator ini juga bisa menjadi kesalahan fatal bagi perusahaan jika karyawan terus melakukan kesalahan. Terutama bagi perusahaan yang mengeluarkan produk atau jasa kepada pelanggannya.
  • Net promoter score: atau yang disingkat menjadi NPS, bisa menjadi indikator penilaian kualitas kerja karyawan. Hal ini bisa Anda lakukan dengan memberikan angka 1 sampai 10 sebagai penilaian klien kepada perusahaan. Biasanya skor ini digunakan secara berkala untuk menilai karyawan di bagian sales.


3. Kinerja Karyawan Tingkat Organisasi

  • Revenue per employee: indikator penilaian ini pada dasarnya akan memberikan estimasi terkait seberapa banyak karyawan menghasilkan revenue secara individu. Indikator ini juga bisa digunakan untuk menentukan benchmark perusahaan.
  • Profit per FTE (Full-Time Equivalent): memiliki indikator penilaian yang sama dengan revenue per employee, namun yang menjadi poin pentingnya adalah berfokus pada profit yang dihasilkan.
  • Absensi: kehadiran dan performa kerja adalah dua indikator yang saling berhubungan. Karyawan memiliki produktivitas kerja yang tinggi, cenderung jarang mengambil hari libur. Dan sebaliknya untuk karyawan yang minim produktivitas kerja, maka mereka lebih sering mengambil hari libur.
  • Lembur karyawan: karyawan yang bersedia memberikan usaha dan upaya ekstra cenderung lebih termotivasi dan jumlah pekerjaan yang diselesaikan lebih banyak.

BACA JUGA: Mengelola Sistem Manajemen Karyawan di Perusahaan Anda

4. Kemampuan Beradaptasi dan Kemandirian

Cara menilai karyawan berikutnya adalah dengan memperhatikan elemen ini. Kemampuan karyawan dalam menyesuaikan diri dan menilai tugasnya sendiri. Lalu bagaimana seorang karyawan bisa mandiri dalam menyelesaikan tugas individunya.

5. Komunikasi Antar Karyawan dan Teamwork

Elemen selanjutnya adalah dengan menilai karyawan berdasarkan kemampuan mereka berkomunikasi dengan sesama rekan kerja dan dalam tim. Hal ini juga termasuk kemampuan untuk memberikan ide atau menyampaikan pendapatnya.

6. Pengetahuan Seputar Pekerjaan

Sebagai cara menilai karyawan, pengetahuan merupakan hal terpenting yang tidak bisa dilupakan. Hal ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab atas pekerjaan yang menjadi tugasnya. Kualitas pekerjaan dan kecepatan dalam menyelesaikannya menjadi poin penting dalam elemen ini.

7. Kemampuan Mengatur Pekerjaan dan Pengembangan Diri

Dalam hal ini, cara menilai karyawan yang baik adalah dengan melihat kemampuan karyawan dalam mengatur pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Lalu bisa dilihat juga apakah karyawan tersebut memiliki kemauan untuk memperbaiki atau menambah kemampuan yang dimilikinya atau tidak.

8. Kepemimpinan dan Disiplin Ilmu

Karyawan yang memiliki bakat menjadi pemimpin dan menggerakan serta memotivasi rekan kerjanya, adalah poin penting dalam penilaian karyawan. Selanjutnya, cara menilai karyawan juga bisa dilihat dari apakah Anda sudah menempatkan karyawan sesuai dengan bidang dan kemampuannya? Apakah mereka bisa melakukan dan menyelesaikan pekerjaan dengan benar?

Jenis-jenis Sistem Penilaian Karyawan yang Bisa Anda Lakukan

Semua elemen di atas merupakan bagian dari cara menilai karyawan yang baik. Nah, setelah Anda mengetahui apa saja elemen dan indikator yang dibutuhkan, sekarang saatnya membahas mengenai sistem yang tepat menilai karyawan.

Berikut beberapa jenis sistem yang tepat menilai karyawan yang bisa Anda lakukan:

Penilaian Tradisional (Traditional Assessment)

Sistem yang tepat menilai karyawan yang pertama adalah dengan cara tradisional. Cara menilai karyawan dengan sistem ini dilakukan secara tatap muka. Biasanya yang melakukan penilaian adalah manajer atau atasan langsung.

Kedua belah pihak bisa mendiskusikan terkait hasil pekerjaan karyawan, tugas dan tanggung jawab yang dijalankan, dan target pekerjaan. Kelebihan dari sistem ini adalah sederhana dan mudah dilakukan. Akan tetapi penilaian subjektif yang hanya berdasarkan pengamatan satu pihak menjadi kekurangannya.

Management by Objectives (MBO)

Sistem yang tepat menilai karyawan selanjutnya adalah dengan berdasarkan tujuan yang ditentukan dalam periode waktu tertentu. Cara menilai karyawan dengan management by objective memiliki tiga tahap yang harus dilakukan, yaitu:

  • Planning, manajer dan karyawan sama-sama mengidentifikasi dan menentukan tujuan yang dicapai. Tujuan ini ditetapkan dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-sensitive)
  • Monitoring, tahap selanjutnya adalah dengan melakukan pengecekan pada tiap proses dan menilai sasaran kerja apakah sudah tercapai atau belum. Dalam tahap ini, manajer bisa memberikan feedback pada karyawan.
  • Reviewing, tahap terakhir adalah tahap dimana manajer dan karyawan mendiskusikan hasil akhir yang sudah dicapai. Kemudian karyawan akan diberikan nilai berdasarkan hasil kerja mereka dalam satu periode.

Metode ini bisa digunakan untuk membangun komunikasi antara manajer atau atasan dengan karyawan dalam menetapkan dan mencapai tujuan. Kekurangannya, sistem ini hanya menilai karyawan berdasarkan tujuan tanpa menghiraukan faktor penting lainnya.

360-Degree Feedback

Cara menilai karyawan dengan 360-degree feedback merupakan sistem yang tepat menilai karyawan untuk mendapatkan umpan balik dari orang-orang di sekitar karyawan. Dalam hal ini termasuk manajer, rekan kerja, pelanggan, dan laporan langsung yang masuk. Jika dibandingkan dengan sistem penilaian lainnya, sistem ini lebih komprehensif.

360-degree feedback memiliki lima indikator yang perlu diperhatikan. Yaitu:

  • Self-appraisal: karyawan dapat melihat kembali bagaimana kinerja mereka dalam satu periode waktu tertentu sehingga mereka bisa melihat kelebihan dan kelemahan sendiri.
  • Manager review: dalam hal ini manajer akan melakukan cara menilai karyawan dengan cara tradisional serta turut mengevaluasi tim.
  • Peer review: rekan kerja satu tim bisa memberikan penilaian pada individu karyawan dalam bekerja sama, pengambilan inisiatif, dan sejauh mana kontribusi yang diberikan untuk tim. Namun, jika karyawan Anda memiliki masalah dalam satu timnya, bisa jadi penilaian akan menjadi bias dan tidak objektif.
  • Subordinates appraising manager (SAM): manajer akan melakukan cara menilai karyawan dengan mengevaluasi berdasarkan laporan langsung yang masuk.
  • Customer/Client review: cara menilai karyawan dengan membiarkan para pelanggan yang berinteraksi langsung memberikan penilaian kepada karyawan secara teratur.

Kelebihan dari sistem ini adalah bisa meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya kinerja mereka sebagai bagian dari stakeholder.

Metode Pusat Penilaian atau Assessment Center Method

Sistem yang tepat menilai karyawan berikutnya merupakan penggambaran bagaimana orang lain mengamati dan menilai pengaruh karyawan dalam hal kinerjanya. Cara menilai karyawan ini dilakukan dengan metode partisipasi dalam simulasi sosial, diskusi informal, latihan pencarian fakta, pengambilan keputusan, dan permainan peran.

Kelebihannya adalah bisa memprediksi kinerja karyawan di masa depan, sementara itu kekurangannya adalah memakan waktu dan biaya.

Behaviour Anchored Rating Scale (BARS)

Cara menilai karyawan dengan melakukan pengukuran pekerjaan secara kualitatif dan kuantitatif. Sistem yang tepat menilai karyawan dengan menggunakan BARS akan menghasilkan perbandingan kinerja karyawan dengan contoh perilaku yang nantinya akan diberi rating angka.

Kelebihannya adalah menggunakan standar yang jelas dan konkret, analisis kerja yang akurat, dan evaluasi yang konsisten. Bahkan sistem ini bisa mengurangi penilaian bias.

Psychological Appraisal

Cara menilai karyawan dengan penilaian psikologis digunakan untuk melihat adanya potensi tersembunyi di diri karyawan. Sistem yang tepat untuk menilai karyawan yang satu ini berfokus pada analisis kerja masa depan individu karyawan itu sendiri.

Ada tujuh komponen utama yang digunakan untuk menganalisis kerja karyawan. Yaitu:

  • Keterampilan interpersonal
  • Kemampuan kognitif
  • Kemampuan intelektual
  • Kepemimpinan
  • Karakter kepribadian
  • Kecerdasan emosional
  • Keterampilan terkait

Sistem yang tepat menilai karyawan ini melibatkan psikolog untuk memberikan beberapa tes, wawancara, dan diskusi. Selain itu, cara menilai karyawan dengan sistem ini lebih rumit dan butuh waktu lama. Sementara hasilnya pun berdasarkan pada penilaian psikolog.

Human resource (cost) accounting method

Sistem yang tepat menilai karyawan yang terakhir adalah dengan menggunakan manfaat moneter yang dihasilkan untuk organisasi. Cara menilai karyawan dengan membandingkan biaya perusahaan untuk mempertahankan karyawan dan kontribusi karyawan (nilai moneter) yang diperoleh perusahaan.

Kelebihannya adalah Anda akan mendapatkan analisis biaya dan dapat mengukur secara efektif biaya dan nilai karyawan di perusahaan. Selain itu juga dapat mengukur implikasi kinerja karyawan terhadap laba perusahaan.

Itulah beberapa sistem yang tepat menilai karyawan yang bisa Anda gunakan sebagai cara menilai karyawan. Dengan adanya penilaian karyawan, diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat dan memberikan dampak baik bagi perusahaan.

Nah, bagi Anda yang sedang mencari karyawan terbaik untuk perusahaan, bisa menaruh lowongan pekerjaan di KitaLulus. Tidak hanya di Jabodetabek, KitaLulus juga beroperasi di kota besar seperti Bandung, Makassar dan Surabaya.

Tunggu apa lagi, daftarkan diri Anda sekarang juga untuk memasang lowongan pekerjaan di KitaLulus. Bersama KitaLulus, dapatkan karyawan terbaik untuk perusahaan Anda.

Dapatkan konten Kitalulus

Terima Kasih telah berlanggan pada newsletter Kitalulus!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok