Evaluasi Kerja: Tujuan dan Manfaatnya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

evaluasi kerja
Isi Artikel

Perusahaan bisa terus beroperasi karena didukung oleh belasan, puluhan, ratusan, bahkan ribuan karyawan. Maka dari itu, evaluasi kerja karyawan menjadi hal yang penting di dalam sebuah perusahaan.

Bersama-sama menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing untuk mencapai tujuan dan kesuksesan perusahaan. Namun tidak sedikit karyawan yang memiliki bentuk kinerja berbeda. Ada yang kinerjanya baik, dan ada yang tidak. Oleh karena itu, evaluasi kerja dibutuhkan untuk menilai kinerja karyawan.

Biasanya, evaluasi kerja dilakukan oleh pihak manajemen yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi karyawan tersebut. Apakah karyawan yang dinilai patut untuk dipertahankan, atau tidak. Lalu, apa manfaat penilaian kinerja bagi perusahaan? Berikut penjelasannya.

Pengertian Evaluasi Kerja

Evaluasi kerja merupakan bentuk penilaian dan peninjauan yang dilakukan secara berkala terhadap karyawan di tempat kerja. Pada umumnya, penilaian ini dilakukan setiap tahun atau pada periode-periode tertentu secara reguler.

Salah satu manfaat penilaian kinerja bagi perusahaan adalah untuk mengukur keberhasilan karyawan dalam bekerja. Informasi yang didapatkan dari evaluasi kerja ini nantinya dapat membantu dalam pengambilan keputusan terkait kenaikan gaji, promosi, dan pemutusan hubungan kerja.

Beberapa perusahaan memiliki sistem evaluasi kerja tersendiri bagi karyawannya. Evaluasi kerja yang dilakukan secara berkala dan teratur dapat membantu mengingatkan para karyawan kembali terkait harapan dan tuntutan perusahaan kepada mereka.

Pada umumnya yang melakukan penilaian evaluasi kerja ini adalah manajer. Nantinya manajer akan menilai kinerja karyawan, tingkah laku karyawan, loyalitas, kejujuran, kepemimpinan, teamwork, dedikasi dan juga partisipasi karyawan di dalam perusahaan.

Manfaat Penilaian Kinerja Bagi Perusahaan

Mengapa evaluasi kerja sangat penting bagi perusahaan? Pada dasarnya setiap karyawan perlu dinilai terkait kinerja mereka. Apakah mereka sudah bekerja secara produktif atau belum, sejauh apa karyawan bisa mengembangkan dirinya selama bekerja di perusahaan, apakah karyawan tersebut pantas diberi apresiasi atau reward atau mungkin sebuah teguran, dan lain-lain.

Selain itu, evaluasi kerja juga dapat mengidentifikasi kemajuan kinerja karyawan, pencapaian, kolaborasi, dan bahkan hambatan yang sedang mereka hadapi. Banyak manfaat penilaian kinerja bagi perusahaan, di antaranya adalah:

  • Dapat meningkatkan komunikasi antara manajer dan karyawan
  • Dapat meningkatkan kepuasan dan retensi kerja
  • Dapat meningkatkan kinerja dan profitabilitas
  • Dapat mengidentifikasikan kandidat untuk promosi
  • Dapat memberikan bantuan bagi karyawan yang membutuhkan pelatihan
  • Dapat meningkatkan budaya perusahaan

Meski memiliki banyak manfaat penilaian kinerja bagi perusahaan, ternyata tidak sedikit dari mereka yang merasa takut dengan evaluasi kerja ini. Pada umumnya yang menjadi ketakutan karyawan adalah ketidaksiapan mereka untuk menerima kritik dari manajer.

Padahal seperti yang kita ketahui bersama, kritik yang membangun merupakan bahan bakar atau amunisi bagi kita untuk dapat menjadi lebih baik lagi. Selain itu, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam memberikan evaluasi kerja karyawan. Yaitu:

1. Hasil Kerja Kuantitatif

Faktor pertama yang harus diperhatikan adalah menilai hasil kerja karyawan secara kuantitatif. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menghitung berapa banyak goal yang diselesaikan dalam satu hari kerja.

Selain itu, Anda juga bisa membandingkan dengan rentang waktu yang diberikan. Apakah karyawan tersebut dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu atau tidak. Penilaian ini tidak kalah penting dengan kualitas hasil kerja.

2. Tanggapan Internal Perusahaan

Jika Anda merasa tidak yakin pada karyawan yang akan dinilai, tidak ada salahnya untuk bertanya atau meminta pendapat karyawan lain. Anda bisa bertanya kepada supervisor tim, teman satu tim, atau pun atasan lain yang pernah bekerja dengan karyawan tersebut.

Hal ini nantinya dapat membantu dalam melakukan evaluasi kerja. Tapi perlu diingat bahwa tanggapan tersebut bersifat subjektif. Jadi Anda tetap harus logis, masuk akal, dan bersikap adil dalam melakukan penilaian.

3. Tanggapan Pelanggan

Tanggapan pelanggan akan sangat berpengaruh untuk melakukan evaluasi kerja karyawan. Hal ini bisa dilakukan jika perusahaan bergerak di bidang jasa atau yang berhubungan dengan masyarakat.

Untuk melakukan evaluasi kerja karyawan, manajemen bisa membuat beberapa survey yang nantinya akan disebarkan ke pelanggan. Sehingga manajemen bisa mengetahui tanggapan pelanggan terhadap karyawan yang bersangkutan.

4. Efektivitas Waktu

Faktor penting lainnya dalam melakukan evaluasi kerja adalah efektivitas waktu. Anda bisa mengukur dengan melihat seberapa lama atau berapa banyak waktu yang dibutuhkan karyawan dalam menyelesaikan tugasnya.

Manajemen juga bisa menilai kegiatan apa yang dilakukan karyawan pada saat jam kosong. Sehingga manajemen bisa mengetahui sejauh mana karyawan menggunakan waktunya dengan bijak.

5. Antusiasme Karyawan

Antusiasme karyawan bisa menjadi faktor penilaian pada saat melakukan evaluasi kerja. Anda bisa mengukur dengan melihat sejauh mana antusiasme karyawan terhadap tugas yang diberikannya atau terhadap perusahaan. Jika sikap antusiasmenya tinggi, maka akan semakin tinggi pula kinerjanya. Dan berlaku sebaliknya.

Untuk mengukur faktor penting ini, Anda bisa melihat dari efektivitas waktu karyawan saat menyelesaikan pekerjaan dan tugasnya. Jika mereka bisa menyelesaikanya dalam tepat waktu, maka besar kemungkinan mereka memiliki antusiasme yang tinggi. Dan berlaku sebaliknya.

6. Gunakan Metode yang Tepat

Saat melakukan evaluasi kerja, gunakanlah metode yang tepat. Anda bisa melakukan evaluasi kerja dengan menyesuaikan tipe karyawan di perusahaan. Misalnya, jika perusahaan Anda berisikan karyawan yang terdiri dari orang-orang muda, maka Anda bisa melakukan evaluasi kerja dengan menyenangkan dan tidak kaku.

Berbeda jika perusahaan Anda berisikan orang-orang yang sudah memiliki pengalaman banyak dan usia matang. Maka evaluasi kerja dilakukan dengan formal. Oleh karena itu, penyesuaian yang tepat akan menghasilkan penilaian kerja yang benar dan sesuai.

7. Lakukan Secara Teratur

Faktor penting berikutnya adalah dengan melakukan evaluasi kerja secara teratur. Jika Anda melakukan penilaian secara teratur dan konsisten, maka karyawan pun akan terbiasa dengan adanya evaluasi kerja.

Dan sebaliknya, jika Anda jarang melakukannya, maka kemungkinan besar karyawan tidak siap dalam melakukan evaluasi kerja. Salah satu kunci utama dari kemajuan perusahaan adalah dengan melakukan evaluasi kerja secara teratur.

8. Bertatap Muka, Bahasa yang Positif, Bersikap Netral dan Jujur

Metode tatap muka adalah salah satu cara evaluasi kerja yang baik. Sehingga pihak manajemen bisa menjelaskan secara langsung terkait penilaian karyawan yang bersangkutan. Selain itu, gunakanlah bahasa yang baik dan positif. Terutama jika Anda sedang memberikan kritikan terkait kinerja karyawan tersebut.

Bahasa dengan muatan kata yang negatif, akan memperburuk suasana dan membuat karyawan merasa dihakimi. Selanjutnya adalah dengan bersikap netral dan jujur. Meskipun di luar perusahaan semua karyawan berteman, akan tetapi di dalam perusahaan semua harus bersikap profesional. Sehingga karyawan bisa mengetahui apa kekurangan dan kelebihan mereka.

Faktor Apa Saja yang Bisa Menjadi Evaluasi Kerja?

Semua hal yang dilakukan karyawan mulai dari masuk kerja sampai pulang kerja, bisa menjadi penilaian untuk evaluasi kerja. Contoh evaluasi kerja yang sederhana adalah tentang ketepatan waktu masuk dan pulang kerja.

Kehadiran karyawan yang rajin dan konsisten bisa menunjukkan bahwa karyawan tersebut patuh pada peraturan perusahaan terkait jam kerja. Selain itu, kesadaran akan kewajibannya sebagai pekerja juga akan meningkat. Jika karyawan sering terlambat, maka hal itu akan berdampak buruk pada produktivitas kerjanya.

Contoh evaluasi kerja selanjutnya adalah sikap karyawan. Anda bisa menilai bagaimana karyawan bersikap kepada rekan kerja, atasan, dan pada saat menerima tugas. Bagi perusahaan, sikap merupakan faktor penilaian evaluasi kerja yang tidak bisa diabaikan.

Bahkan beberapa perusahaan menjadikan sikap yang sesuai dengan budaya perusahaan syarat nomor satu dalam menilai dan mempertahankan karyawannya. Karyawan dengan sikap positif maka akan membentuk lingkungan kerja yang positif. Hal ini nantinya akan menjaga produktivitas karyawan dan juga perusahaan.

Contoh evaluasi kerja berikutnya adalah kejujuran karyawan. Perusahaan yang menjunjung tinggi integritas, maka akan menjadikan kejujuran sebagai syarat utama yang harus dimiliki setiap karyawannya.

Misalnya perusahaan yang bergerak di bidang media. Untuk dapat memiliki reputasi dan kredibilitas yang kuat di mata publik, maka mereka harus mengutamakan kejujuran dalam mengutarakan berita dan juga dalam bekerja.

Tujuan Evaluasi Kerja Bagi Perusahaan dan Karyawan

Lalu, apa tujuan evaluasi kerja sebenarnya? Melalui penilaian evaluasi kerja, perusahaan dan karyawan akan mendapatkan keuntungan yang sama sebagai berikut:

1. Memberikan Penghargaan bagi Karyawan dengan Kinerja Terbaik

Pada umumnya, evaluasi kerja menjadi ajang penilaian manajer untuk mengukur kinerja individu karyawan atau di dalam tim selama jangka waktu tertentu. Nantinya hasil penilaian akan menunjukkan apakah karyawan tersebut pantas untuk diberikan apresiasi atau tidak.

2. Mengetahui Aspek yang Harus Diperbaiki

Evaluasi kerja juga bisa menunjukkan berbagai aspek atau kelemahan yang harus diperbaiki oleh karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Misalnya, ada karyawan yang tidak cakap dalam satu bidang, maka perusahaan harus menjadikan kesempatan ini untuk memberikan pelatihan.

3. Melindungi Perusahaan Secara Hukum

Perusahaan memiliki hak untuk melakukan pemutusan hubungan kerja apabila karyawan melakukan kesalahan fatal, tidak mampu memenuhi kewajiban, atau memiliki dampak negatif bagi perusahaan. Semua hasil penilaian evaluasi kerja akan dikumpulkan menjadi dokumen. Nantinya, dokumen ini bisa dijadikan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu ada mantan karyawan yang menggugat perusahaan.

4. Menentukan Pelatihan Karyawan

Setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan karyawan dari hasil evaluasi kerja, maka perusahaan bisa merancang program pelatihan yang tepat. Hal ini dilakukan untuk dapat mendorong kemajuan dan meningkatkan produktivitas karyawan. Program pelatihan yang tepat akan meningkatkan keahlian untuk pengembangan karir dan kontribusi maksimal bagi perusahaan.

Penilaian kinerja karyawan merupakan proses dari evaluasi kerja, penyusunan rencana pengembangan, dan mengkomunikasikan hasil tersebut kepada karyawan. Lakukan secara berkala dan konsisten, maka akan memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Bagi Anda yang sedang mencari kandidat terbaik untuk perusahaan, bisa memasang lowongan pekerjaan di aplikasi KitaLulus. Tidak hanya beroperasi di Jabodetabek, KitaLulus juga beroperasi di kota-kota besar. Seperti Bandung, Makassar, dan Surabaya.

Daftarkan diri Anda sekarang juga untuk memasang lowongan di aplikasi KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik sekarang juga dengan KitaLulus.


Pasang Lowongan Kerja di Kitalulus
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok