Mengenal Hiring Freeze dan Strategi Menghadapinya

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Hiring freeze– Di masa pandemi dua tahun silam, menjadi masa-masa tersulit bagi beberapa perusahaan. Bahkan beberapa perusahaan melakukan hiring freeze untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk bisa bertahan.

Hiring freeze atau pembekuan perekrutan biasa dilakukan karena kondisi keuangan perusahaan sedang tidak stabil. Umumnya, perusahaan yang melakukan hal ini adalah startup.

Lalu apa pengertian hiring freeze? Apa yang sebaiknya dilakukan jika perusahaan menghadapi hal ini? Apa penyebab dan dampak dari pembekuan perekrutan ini? Simak pembahasan lengkapnya di sini.

BACA JUGA: 10 Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan Agar Loyal dan Produktif

Apa Itu Hiring Freeze?

apa itu hiring freeze

Jika diartikan secara bahasa, hiring freeze adalah pembekuan perekrutan. Dengan kata lain, perusahaan menghentikan perekrutan karyawan untuk sementara waktu demi menghemat dan/atau mengurangi biaya.

Dilansir dari Investopedia, penyebab utama dari hiring freeze adalah anggaran biaya perusahaan. Ketika finansial perusahaan tidak stabil, maka hal ini bisa memaksa perusahaan untuk berhenti merekrut karyawan baru. Atau bisa karena karyawan di perusahaan tersebut sudah melebihi kapasitas yang seharusnya.

Hiring freeze bisa dilakukan dengan jangka waktu pendek atau panjang, tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing. Selain itu, hal ini juga bisa meminimalisir pemutusan hubungan kerja besar-besaran.

Akibatnya, ada beberapa posisi kosong karena kebijakan hiring freeze ini. Tidak hanya itu, selama kondisi ini berlangsung, perusahaan juga dilarang untuk membuat atau menambah posisi baru.

Perlu diketahui bahwa, kebijakan hiring freeze bisa Anda lakukan sebagai salah satu strategi untuk menekan atau menghemat anggaran perusahaan. Selain itu, kondisi ini juga mengharuskan perusahaan mengosongkan posisi yang dianggap tidak efektif.

Sehingga nantinya setelah kebijakan ini berakhir dan anggaran perusahaan sudah kembali stabil seperti semula, manajemen terutama HRD bisa mengatur kembali untuk meningkatan efisiensi posisi yang dibutuhkan perusahaan.

Strategi Menghadapi Hiring Freeze

Strategi menghadapi hiring freeze

Lalu, apakah perusahaan diam begitu saja ketika hal ini terjadi? Tentu saja tidak. Perusahaan harus tetap berjalan meskipun sedang memberlakukan kebijakan hiring freeze.

Salah satu dampak dari hiring freeze adalah adanya penambahan beban kerja bagi beberapa karyawan. Lalu apa yang bisa lakukan? Berikut strategi menghadapi hiring freeze yang bisa Anda coba:

1. Mencegah Penurunan Produktivitas dengan Kejelasan Informasi

Setelah Anda mengumumkan bahwa perusahaan akan melakukan kebijakan hiring freeze, karyawan pasti jadi merasa lebih waspada. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak tahu langkah yang akan diambil oleh manajemen.

Tentunya sebagian dari mereka akan merasa khawatir jika merekalah yang terkena pemutusan hubungan kerja. Ketidakpastian informasi ini bisa menyebabkan penurunan produktivitas dan bisa menghambat kegiatan operasional perusahaan lainnya.

Maka dari itu, usahakan untuk memberi tahu informasi yang jelas seputar kebijakan hiring freeze yang akan dilakukan. Tujuannya untuk mengatasi atau mengurangi rasa kekhawatiran karyawan.

2. Ciptakan Tujuan Bersama

Strategi selanjutnya yang bisa Anda terapkan adalah dengan menciptakan tujuan bersama. Umumnya, kebijakan hiring freeze ikut merubah beberapa tujuan perusahaan. Anda masih bisa memberikan motivasi kepada seluruh karyawan dengan membuat tujuan yang bisa diraih bersama-sama.

Pada umumnya, ketika kebijakan ini berakhir perusahaan akan mencapai target tertentu yang berkaitan dengan produktivitas, pendapatan, dan juga profitabilitas. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda mengkomunikasikan dan meminta karyawan untuk ikut andil mencapai tujuan tersebut.

3. Berikan Dukungan Moral

Strategi yang ketiga adalah dengan Anda memberikan dukungan moral kepada seluruh anggota perusahaan Anda. Artinya, setelah seluruh anggota perusahaan menyadari betapa gentingnya situasi tersebut, mereka membutuhkan sosok pemimpin yang bisa memberikan contoh, dorongan, dan motivasi.

Sehingga nantinya, karyawan akan merasa "tertular" dengan dukungan tersebut dan akan meningkatkan produktivitas kinerja mereka. Sebagai seorang pemimpin, Anda juga harus memberikan contoh baik yang bisa diikuti oleh seluruh anggota perusahaan.

4. Sesuaikan Target yang Ingin Dicapai

Tidak hanya tujuan saja yang ikut berubah dari kebijakan hiring freeze ini. Tetapi juga beberapa target perusahaan. Anda bisa menyesuaikan kembali target tersebut agar ada pembaruan dan penyegaran tim. Sebab, perusahaan tetap harus berjalan untuk terus berkembang, bukan?

BACA JUGA: Apa Itu Handover? Ini Arti, Prosedur, dan Contoh Surat Serah Terima Pekerjaan

Penyebab Hiring Freeze

penyebab hiring freeze

Kebijakan hiring freeze hanya bisa dilakukan di waktu-waktu tertentu dan pada kondisi tertentu. Bukan berarti ketika Anda ingin melindungi kondisi finansial perusahaan, Anda langsung menerapkan kebijakan ini.

Berikut beberapa penyebab hiring freeze yang perlu Anda ketahui:

1. Kondisi Finansial Perusahaan

Penyebab hiring freeze yang pertama adalah kondisi finansial perusahaan. Seperti yang disebutkan diatas, ketika kondisi finansial perusahaan sedang tidak stabil atau menurun, hal ini bisa mengarah ke pembekuan perekrutan.

Dalam hal ini, perusahaan merasa tidak mampu mengeluarkan biaya untuk proses rekrutmen dan menggaji karyawan barunya. Maka dari itu, kebijakan hiring freeze pun dilakukan.

2. Krisis Global

Krisis global menjadi salah satu penyebab hiring freeze dari faktor eksternal. Misalnya seperti krisis moneter, pandemi global, perang, dan lain sebagainya. Jika faktor eksternal terjadi, umumnya perusahaan akan memberlakukan kebijakan ini untuk bisa terus bertahan.

Seperti pandemi dua tahun lalu yang mengharuskan beberapa perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran, hingga hiring freeze. Dampak ini tidak hanya berlaku bagi perusahaan saja, tetapi juga untuk para pencari kerja.

3. Melebihi Kapasitas Budget

Penyebab selanjutnya adalah melebihi kapasitas budget rekrutmen dalam satu periode. Jika sudah melebihi kapasitas, maka perusahaan akan memberlakukan kebijakan hiring freeze untuk jangka waktu yang pendek.

4. Restrukturisasi

Satu lagi penyebab hiring freeze adalah perusahaan hendak melakukan restrukturisasi. Dalam kondisi ini, perusahaan akan menghentikan proses rekrutmen dan melakukan peninjauan terhadap posisi yang masih ada.

Kemudian nanti manajemen perusahaan, terutama HRD akan melakukan evaluasi pada posisi tertentu. Apakah posisi tersebut masih dibutuhkan atau tidak. Umumnya, proses restrukturisasi ini bisa menyebabkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran.

Demikianlah penjelasan terkait hiring freeze, strategi menghadapinya, hingga penyebab dan dampak yang ditimbulkan, yang perlu Anda ketahui. Apapun keputusan dibalik kebijakan ini, ada baiknya untuk tidak menerapkannya dalam jangka waktu yang lama. Tujuannya untuk menghindari penurunan produktivitas kinerja karyawan perusahaan.

Jika Anda ingin mempekerjakan pekerja lepas atau sementara, Anda bisa menaruh info lokernya di KitaLulus. Sebagai salah satu komunitas pencari kerja terbesar, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Surabaya, Gowa, dan Semarang.

Memasang iklan lowongan di KitaLulus tidak dipungut biaya. Anda hanya perlu mendaftarkan diri dan mengisi formulir yang disediakan. Selanjutnya, tinggal menunggu kandidat terbaik dan berpotensi dalam hitungan hari untuk perusahaan Anda, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd