Apa Itu Insentif? Ini Arti, Jenis, Manfaat, Cara Menghitung, & Tips Memberikannya

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Apa itu insentif– Sebagai HRD atau pemberi kerja, tentu Anda familiar dengan istilah insentif, bukan? Salah satu tujuan insentif adalah untuk meningkatkan performa setiap karyawan.

Tidak hanya itu, insentif juga merupakan salah satu cara perusahaan mensejahterakan karyawannya untuk kontribusinya. Akan tetapi, ingat bahwa pemberian insentif yang tidak proporsional justru akan mengganggu keseimbangan perusahaan.

Simak selengkapnya tentang apa itu insentif, aturan, manfaat, risiko, cara hitung, dan tips memberikan insentif dengan tepat kepada karyawan di bawah ini.

Apa Itu Insentif?

Apa itu insentif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian insentif adalah tambahan penghasilan seperti uang, barang, dan sebagainya yang diberikan untuk meningkatkan gairah kerja karyawan.

Ketika kita membahas mengenai apa itu insentif, maka bentuk yang diberikan adalah kompensasi untuk meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Pemberian insentif ini dilakukan atas dasar pertimbangan sesuai dengan kondisi finansial perusahaan dan juga pencapaian karyawan tersebut.

Sebagai informasi, pemberian insentif tidak bersifat wajib. Pertimbangan untuk memberikan insentif kepada karyawan adalah ketika karyawan tersebut bisa mencapai target pekerjaan yang diberikan atau melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk perusahaan.

Perbedaan Insentif dan Bonus dalam Perusahaan

Perbedaan insentif dan bonus

Perbedaan insentif dan bonus dalam perusahaan yang paling mendasar adalah rencana pemberiannya. Pada umumnya, pemberian insentif sudah direncanakan dan sudah disepakati bersama dalam perjanjian kontrak kerja.

Sedangkan pemberian bonus tidak direncanakan dan lebih seperti ucapan terima kasih kepada karyawan. Pemberian bonus juga bisa diartikan sebagai kejutan kepada karyawan dan bisa diberikan secara acak.

Perbedaan insentif dan bonus dalam perusahaan selanjutnya adalah bentuk kompensasi yang diberikan. Pemberian insentif tidak selalu dalam bentuk uang. Contoh insentif yang diberikan bisa dalam bentuk penggantian uang medis, pelatihan kerja, promosi kerja, tambahan cuti, dan hal lainnya.

Sedangkan pemberian bonus biasanya dalam bentuk uang yang diberikan secara bulanan atau tahunan, serta di kesempatan lainnya. Ada beberapa tipe bonus yang diberikan kepada karyawan sesuai dengan momen yang terjadi.

Misalkan pada saat karyawan memberikan kontribusi yang lebih, atau pada saat menolak tawaran kerja yang lebih baik, atau ketika karyawan memberikan rujukan kandidat yang berpotensi untuk perusahaan.

Manfaat Insentif Diberikan

Setelah mengetahui apa itu insentif, kini saatnya kita membahas mengenai manfaat insentif bagi karyawan dan perusahaan, yaitu diantaranya:

1. Karyawan akan Bekerja dengan Giat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tujuan insentif adalah untuk meningkatkan performa dan produktivitas kerja karyawan. Sehingga manfaat insentif bagi perusahaan adalah karyawan akan bekerja dengan lebih giat.

Karyawan akan berlomba-lomba untuk meningkatkan performa kinerjanya dengan lebih giat, semangat, dan bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.

2. Karyawan akan Disiplin

Manfaat insentif bagi perusahaan berikutnya adalah bisa membuat karyawan lebih disiplin lagi. Ketika karyawan sudah memiliki etos kerja yang baik, maka mereka akan bersaing secara sehat untuk mendapatkan insentif.

Jenis-jenis Insentif

Jenis jenis insentif

Masih di pembahasan mengenai apa itu insentif, ada jenis-jenis insentif yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, insentif dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Insentif Finansial

Jenis insentif yang pertama adalah insentif finansial. Jenis insentif ini diberikan dalam bentuk uang diluar gaji pokok karyawan. Tidak hanya itu, kompensasi ini juga diberikan untuk hal-hal yang menyangkut tingkat kesejahteraan karyawan. Contohnya insentif kesehatan, insentif hiburan, jaminan hari tua, dan lainnya.

2. Insentif Non-Finansial

Jenis insentif yang kedua adalah insentif non-finansial. Jenis insentif ini diberikan tidak dalam bentuk uang. Contoh insentif jenis ini misalnya promosi jabatan, lingkungan kerja yang mendukung, hubungan kerja yang baik dengan anggota perusahaan lainnya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya pada pembahasan apa itu insentif, pemberian insentif tidak selalu dalam bentuk uang. Selain itu, insentif bisa diberikan kepada individu atau tim yang sudah berkontribusi.

3. Insentif Sosial

Satu lagi jenis insentif yang perlu Anda ketahui adalah insentif sosial. Contoh insentif jenis ini misalnya hubungan antara sesama rekan kerja atau dengan atasan yang baik.

Risiko Pemberian Insentif

Risiko kebijakan insentif

Meskipun tujuan insentif adalah untuk meningkatkan produktivitas dan performa karyawan, ada risiko pemberian insentif yang perlu Anda perhatikan. Terlebih jika Anda memberikan insentif secara keliru.

Pada dasarnya, risiko pemberian insentif adalah standar kompensasi yang sulit diukur dan terkadang bisa menimbulkan rasa tidak adil bagi karyawan. Hal ini bisa menyebabkan lingkungan kerja menjadi tidak efektif dan juga ada karyawan yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya secara benar.

Selain itu, risiko pemberian insentif lainnya adalah adanya faktor internal dan eksternal yang bisa menyebabkan pemberian insentif menjadi tidak maksimal. Misalnya seperti ada kerusakan pada mesin produksi, atau permintaan pasar yang sedang berkurang.

Contoh Perhitungan Insentif

Contoh perhitungan insentif

Ketika kita membahas apa itu insentif, maka Anda juga perlu mengetahui contoh perhitungan insentif. Pada umumnya, ada empat cara menghitung insentif karyawan. Setiap jenis perhitungan harus dilakukan secara detail dan akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Berikut beberapa cara dan contoh perhitungan insentif yang perlu Anda ketahui:

1. Straight Peacework Plan

Cara dan contoh perhitungan insentif yang pertama adalah straight peacework plan. Cara ini paling umum digunakan oleh perusahaan di Indonesia karena sistem hitung yang sederhana dan semua dihitung secara proporsional.

Berikut rumus yang digunakan:

Tarif upah per potong x kelebihan produktivitas di atas standar rata-rata

Maka contoh perhitungan insentifnya adalah:

  • Produksi standar per jam: 30 unit
  • Jumlah yang diproduksi per jam: 40 unit
  • Tarif upah per jam: Rp40.000,00
  • Tarif insentif per jam: Rp20.000,00
  • Total jumlah upah per jam: Rp40.000,00 + Rp20.000,00 = Rp60.000,00
  • Biaya tenaga kerja per unit: Rp60.000,00 / 60 = Rp1.500,00

2. One Hundred Percent Bonus Plan

Cara dan contoh perhitungan insentif selanjutnya adalah one hundred percent bonus plan. Sistem hitung yang digunakan adalah satuan waktu per unit. Rumus perhitungan intensif yang digunakan adalah:

Kinerja aktual / (kinerja standar x upah per jam)

Maka contoh perhitungan insentifnya adalah:

  • Jam kerja normal: 8 jam
  • Unit produksi: 300 unit
  • Produksi standar: 250 unit
  • Rasio efisiensi: 300 unit / 250 unit = 1,2
  • Tarif upah per jam: Rp40.000,00
  • Tarif upah per jam x rasio efisiensi: Rp40.000,00 x 1,2 = Rp48.000,00
  • Total upah: (8 jam x Rp40.000,00) + Rp48.000,00 = Rp368.000,00
  • Total upah per unit produksi: Rp368.000,00 / 300 unit = Rp1.226

3. Taylor Peacework Plan

Cara dan contoh perhitungan insentif yang ketiga adalah taylor peacework plan. Sistem perhitungan yang digunakan dibagi menjadi dua, yaitu pada karyawan yang menghasilkan di bawah rata-rata dan yang menghasilkan di atas rata-rata.

Maka contoh perhitungan insentifnya adalah:

Tarif yang ditentukan untuk jumlah unit produksi per jamnya adalah Rp1.000,00 bagi yang berhasil menyelesaikan sebanyak 20 unit. Sedangkan untuk karyawan yang berhasil menyelesaikan sebanyak 30 unit per jamnya akan dikenakan tarif Rp1.500,00.

Maka untuk karyawan yang berhasil menyelesaikan sebanyak 30 unit upah per jamnya adalah: 30 x Rp1.500,00 = Rp45.000,00. Sedangkan untuk karyawan yang menyelesaikan di bawah 20 unit upah per jamnya adalah: 20 x Rp1.000,00 = Rp20.000,00.

4. Group Peacework Plan

Cara dan contoh perhitungan insentif yang keempat adalah group peacework plan. Sistem perhitungan yang dikenakan adalah tarif upah per potong dalam kelompok kerja. Pemberian insentif ini ditujukan kepada satu tim, bukan per individu.

Maka contoh perhitungan insentifnya adalah:

  • Unit produksi: 250 unit
  • Jam kerja normal: 13 jam
  • Jam kerja sebenarnya: 10 jam
  • Upah tim: Rp30.000,00
  • Bonus tim: Rp10.000,00
  • Total upah tim: Rp30.000,00 + Rp10.000,00 = Rrp40.000,00
  • Total upah per unit produksi: Rp40.000,00 / 250 = Rp160

Tips Memberikan Insentif Bagi Karyawan

Tips memberikan insentif pada karyawan

Saat membahas apa itu insentif, rasanya tidak lengkap tanpa ada tips memberikan insentif bagi karyawan. Ada beberapa indikator yang harus diperhatikan saat ingin memberikan insentif kepada karyawan.

Berikut beberapa indikator yang perlu diperhatikan adalah:

  • Prestasi karyawan: pemberian insentif berdasarkan prestasi yang dicapai oleh karyawan
  • Efisiensi karyawan: pemberian insentif berdasarkan seberapa cepat karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya
  • Jabatan: pemberian insentif berdasarkan masa bakti karyawan di sebuah perusahaan
  • Keadilan dan kelayakan: pemberian insentif berdasarkan keadilan dan kelayakan hidup karyawannya

Demikianlah penjelasan terkait apa itu insentif, jenis, manfaat, contoh perhitungan, dan tips memberikannya.

Pemberian insentif kepada karyawan harus diperhatikan dan dilakukan dengan benar. Jangan sampai ada karyawan yang merasa cemburu dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan kerja dan juga kegiatan operasional perusahaan.

Jika perusahaan Anda sedang mencari karyawan baru, maka Anda bisa menaruh informs lokernya di KitaLulus. Kini, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya, dan Gowa.

Hanya perlu mendaftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja secara gratis di KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik dan berpotensi dalam hitungan hari, dengan #LebihMudah mulai dari sekarang!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd