Panduan Perhitungan Pesangon 2022, Peraturan, & Rumusnya

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Perhitungan pesangon– Perhitungan pesangon karyawan baru bisa dilakukan oleh perusahaan ketika adanya pemutusan hubungan kerja atau PHK. Pesangon PHK adalah uang terakhir yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan untuk bekal menyambung kehidupan.

Perhitungan pesangon pun ada aturannya dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Peraturan tersebut sudah ditetapkan pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Selengkapnya tentang panduan perhitungan pesangon karyawan, rumus, dan contohnya bisa Anda simak di bawah ini.

Apa Itu Uang Pesangon?

Apa itu pesangon

Pada dasarnya, uang pesangon adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawannya dengan nama dan dalam bentuk apapun terkait dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja, termasuk pada uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.

Uang pesangon berbeda dengan uang pensiun. Menurut peraturan perundang-undangan, uang pesangon diberikan kepada karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja, baik karena pensiun atau faktor lain.

Sementara itu, uang pensiun adalah uang yang hanya bisa dicairkan saat seorang karyawan mencapai usia pensiun. Uang pensiun dapat diberikan oleh perusahaan atau melalui lembaga penjamin seperti BPJS Ketenagakerjaan.

Perlu Anda ketahui, ada tiga komponen yang akan didapatkan oleh karyawan yang terkena PHK, yaitu uang pesangon (UP), uang penghargaan masa kerja (UPMK), dan uang penggantian hak (UPH).

Perusahaan juga sebaiknya berlaku adil kepada karyawan mengenai perhitungan pesangon yang diterima oleh karyawan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jangan sampai karyawan yang sudah di PHK merasa perusahaan tidak berlaku adil.

Undang-Undang yang Mengatur Perhitungan Pesangon

Undang undang tentang pesangon

Seperti yang sudah disebutkan sebelum bahwa, pemerintah sudah menetapkan perhitungan pesangon pada Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 dan UU Cipta Kerja. Namun ada beberapa poin di dalam peraturan tersebut yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat (1)

Dalam hal terjadinya pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayarkan uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima

2. UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 150

Pasal 150 berbicara tentang pengusaha yang memiliki kewajiban untuk memberikan pesangon kepada buruh atau karyawan jika terjadi pemutusan hubungan kerja. Pengusaha di sini bisa dari swasta, BUMN/BUMD, atau milik negara, perseorangan atau badan, badan hukum, perusahaan yang mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

3. UU Cipta Kerja Pasal 40 ayat (2)

Peraturan perundang-undangan selanjutnya yang berkaitan dengan pesangon adalah UU Cipta Kerja pasal 40 ayat 2. Sebelumnya pada pasal 163 ayat 1 UU No. 13 tahun 2003, perusahaan diwajibkan membayar uang pesangon 2 kali dari peraturan perhitungan masa kerjanya. Sebagai contoh, jika seseorang berhak atas uang pesangon 5 bulan, maka pembayaran uang pesangon tersebut dikalikan 2.

Akan tetapi, peraturan tersebut diubah pada UU Cipta Kerja. Menurut peraturan terbaru, karyawan hanya berhak menerima uang pesangon 1 kali dari peraturan perhitungan masa kerja. Bahkan apabila perusahaan harus melakukan PHK akibat bangkrut atau efisiensi biaya, karyawan dapat diberi uang pesangon sebanyak 0,5 kali lipat atau 50% dari perhitungan masa kerja.

Peraturan Perhitungan Pesangon

Peraturan perhitungan pesangon

Peraturan terkait perhitungan pesangon dibahas pada Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat (2) dan UU Cipta Kerja Pasal 40. Di dalam pasal tersebut disebutkan cara menghitung pesangon karyawan dan cara menghitung pesangon PHK.

1. Perhitungan Uang Pesangon (UP)

Komponen dalam perhitungan pesangon yang harus dimasukkan adalah jumlah gaji pokok yang sudah ditambah dengan tunjangan tetap. Seperti tunjangan jabatan, transportasi, makan, kesehatan, dan tunjangan lainnya.

Berikut cara menghitung pesangon karyawan dan cara menghitung pesangon PHK berdasarkan masa kerjanya, yaitu:

  • Masa kerja kurang dari 1 tahun, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 1 bulan upah
  • Masa kerja 1 tahun atau lebih dan kurang dari 2 tahun, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 2 bulan upah
  • Masa kerja 2 tahun atau lebih dan kurang dari 3 tahun, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 3 bulan upah
  • Masa kerja 3 tahun atau lebih dan kurang dari 4 tahun, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 4 bulan upah
  • Masa kerja 4 tahun atau lebih dan kurang dari 5 tahun, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 5 bulan upah
  • Masa kerja 5 tahun atau lebih d.an kurang dari 6 tahun, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 6 bulan upah
  • Masa kerja 6 tahun atau lebih dan kurang dari 7 tahun, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 7 bulan upah
  • Masa kerja 7 tahun lebih dan kurang dari 8 tahun, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 8 bulan upah
  • Masa kerja 8 tahun atau lebih, maka uang pesangon yang didapatkan sebesar 9 bulan upah

2. Perhitungan Uang Penghargaan

Selain mendapatkan uang pesangon, karyawan juga berhak mendapatkan uang penghargaan masa kerja dari perusahaan. Perhitungan pesangon ini diluar upah bulanan yang diterima oleh karyawan.

Berikut cara menghitung pesangon karyawan dan cara menghitung pesangon PHK berdasarkan masa kerjanya, yaitu:

  • Masa kerja 3 tahun atau lebih dan kurang dari 6 tahun, maka uang penghargaan masa kerja yang didapatkan sebesar 2 bulan upah
  • Masa kerja 6 tahun atau lebih dan kurang dari 9 tahun, maka uang penghargaan masa kerja yang didapatkan sebesar 3 bulan upah
  • Masa kerja 9 tahun atau lebih dan kurang dari 12 tahun, maka uang penghargaan masa kerja yang didapatkan sebesar 4 bulan upah
  • Masa kerja 12 tahun atau lebih dan kurang dari 15 tahun, maka uang penghargaan masa kerja yang didapatkan sebesar 5 bulan upah
  • Masa kerja 15 tahun atau lebih dan kurang dari 18 tahun, maka uang penghargaan masa kerja yang didapatkan sebesar 6 bulan upah
  • Masa kerja 18 tahun atau lebih dan kurang dari 21 tahun, maka uang penghargaan masa kerja yang didapatkan sebesar 7 bulan upah
  • Masa kerja 21 tahun atau lebih dan kurang dari. 24 tahun, maka uang penghargaan masa kerja yang didapatkan sebesar 8 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 24 tahun, maka uang penghargaan masa kerja yang didapatkan sebesar 10 bulan upah

3. Perhitungan Uang Penggantian Hak

Masih pada peraturan yang sama, yaitu Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, perusahaan juga berhak memberikan uang penggantian hak kepada karyawan.

Berikut beberapa peraturan mengenai cara menghitung pesangon PHK yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Biaya transportasi karyawan termasuk keluarga ke tempat di mana mantan karyawan tersebut diterima kerja. Uang transportasi yang diberikan adalah ketika mantan karyawan harus berpindah kerja ke lokasi yang jauh dan sulit dijangkau. Maka perusahaan berhak memberikan uang ganti transportasi.
  • Cuti tahunan yang belum sempat diambil dan/atau belum gugur
  • Biaya penggantian perumahan, pengobatan, perawatan yang sudah ditetapkan sebesar 15% dari uang pesangon atau uang penghargaan masa kerja jika memenuhi syarat.
  • Uang pengganti lainnya yang sudah ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama saat pertama kali bergabung.

Contoh Cara Menghitung Pesangon Karyawan

Cara menghitung pesangon karyawan

Cara menghitung pesangon karyawan dan cara menghitung pesangon PHK menggunakan rumus:

Total uang yang diterima = uang pesangon + uang penghargaan masa kerja + uang penggantian hak

Misalkan karyawan A di PHK oleh perusahaan dengan total masa kerja selama 3 tahun 6 bulan dan menerima upah bulanan sebesar Rp7.500.000,00. Maka cara menghitung pesangon PHK karyawan A adalah sebagai berikut:

Uang pesangon yang diterima: 4 bulan x Rp7.500.000,00 = Rp30.000.000,00

Uang penghargaan masa kerja 2 kali upah = 2 x Rp7.500.000,00 = Rp15.000.000,00

Uang pesangon + uang masa kerja = Rp45.000.000,00

Uang pengobatan dan perumahan sebesar 15% dari total jumlah uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja = Rp75.000.000,00 x 15% = Rp11.250.000,00

Maka karyawan A mendapatkan:

Rp30.000.000,00 + Rp15.000.000,00 + Rp11.250.000,00

= Rp56.250.000,00

Demikianlah penjelasan terkait perhitungan pesangon, peraturan, dan cara menghitung pesangon karyawan dan cara menghitung pesangon PHK yang perlu Anda ketahui. Adanya peraturan yang memberlakukan perhitungan pesangon ini, diharapkan perusahaan bisa berlaku adil kepada karyawan dan mantan karyawan terkait pesangon yang diterima.

Perusahaan Anda sedang membutuhkan karyawan untuk melakukan perhitungan pesangon? Ayo pasang lowongan kerja Anda di KitaLulus dan dapatkan anggota tim bertalenta dengan #LebihMudah!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd