Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang, Jenis, & Komponennya

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Surat perjanjian hutang piutang– Tahukah Anda bahwa, dalam urusan hutang piutang ada yang namanya surat perjanjian hutang piutang? Dokumen ini sangat penting untuk dibuat dengan tujuan meminimalisir adanya perselisihan antara kedua belah pihak.

Jika ada hitam di atas putih seperti surat perjanjian hutang piutang, maka Anda sebagai pihak yang dihutangi bisa menagih dengan cara yang benar. Namun sayangnya, tidak semua orang bisa membuat hal ini, termasuk surat pinjaman uang.

Lalu bagaimana cara membuat surat perjanjian hutang piutang yang baik dan benar? Simak penjelasan lengkap sekaligus contoh surat perjanjian hutang piutang di bawah ini.

BACA JUGA: 11 Jenis Pinjaman Modal Usaha Terpercaya dan Mudah, Cocok untuk Pemula!

Pengertian Surat Perjanjian Hutang Piutang

Pengertian surat perjanjian hutang piutang

Surat perjanjian hutang piutang merupakan sebuah dokumen tertulis dan resmi yang dibuat oleh pemberi dan penerima pinjaman. Tujuannya adalah untuk meminimalisir dan menghindari hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak di masa mendatang.

Pada umumnya, isi dari surat perjanjian hutang piutang seputar kesepakatan peminjaman dan jangka waktu untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Selain itu, informasi ketentuan terkait pinjaman hutang, nominal pinjaman, hingga syarat-syaratnya pun juga harus ada di dalam surat perjanjian hutang piutang.

Dengan dibuatnya surat ini, maka kedua belah pihak sudah menyepakati isinya secara hukum. Tujuan lain dari adanya surat perjanjian hutang piutang adalah untuk meminimalisir adanya hal buruk atau kerugian pada salah satu pihak selama masa hutang piutang berjalan. Terutama untuk surat pinjaman uang dengan nominal yang besar.

Dalam membuat surat perjanjian hutang piutang, Anda harus memasukkan kartu identitas yang valid. Termasuk mengetahui dengan siapa Anda berurusan. Meskipun dengan saudara atau orang yang sudah Anda kenal, kartu identitas diperlukan untuk kelengkapan berkas surat perjanjian. Jika perlu, hadirkan saksi.

Pada dasarnya, surat perjanjian hutang piutang dan surat pinjaman uang merupakan hal yang sama. Pada KUHPerdata, ada dua jenis surat pinjaman uang yang umum digunakan, yaitu:

  • Surat perjanjian autentik: surat pinjaman uang yang proses pembuatannya melibatkan pemerintah atau pejabat sebagai saksi
  • Surat perjanjian di bawah tangan: surat pinjaman uang yang proses pembuatannya tidak melibatkan pemerintah atau pejabat sebagai saksi

Jenis Surat Perjanjian Hutang Piutang

Jenis surat perjanjian hutang piutang

Ada beberapa jenis surat perjanjian hutang piutang yang harus Anda tahu, yaitu diantaranya:

1. Surat Perjanjian Hutang Piutang dengan Jaminan

Jenis surat perjanjian hutang piutang satu ini digunakan untuk menghindari adanya hal buruk atau kerugian di kemudian hari, ada jaminan yang dituliskan dalam surat perjanjian hutang piutang. Jika Anda mewajibkan adanya jaminan, maka poin ini harus ditulis.

Tujuannya adalah agar kedua belah pihak tidak ada yang menyalahgunakan jaminan tersebut. Sebab semua aturan sudah tertulis jelas dalam surat perjanjian hutang piutang dan sudah disepakati kedua belah pihak.

2. Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan

Selanjutnya adalah jenis surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan. Jenis surat ini berlaku jika Anda atau di antara kedua belah pihak tidak ada yang memiliki atau memberikan jaminan.

Maka tidak ada poin tambahan yang harus ditulis dalam surat perjanjian hutang piutang ini. Namun hal yang harus Anda perhatikan adalah, tidak ada sanksi yang mengikat jika di suatu hari ada hal buruk atau kerugian yang terjadi.

Mau memberikan pinjaman dengan atau tanpa jaminan adalah hak Anda sebagai pihak yang memberikan pinjaman. Adanya surat perjanjian hutang piutang bertujuan agar kedua belah pihak saling mempercayai satu sama lain.

Pada praktiknya, surat pinjaman uang membutuhkan jaminan, terutama jika nominal yang dipinjam besar.

Tujuan dan Manfaat Surat Perjanjian Hutang Piutang

Tujuan surat pinjaman uang

Perlu diperhatikan, dengan adanya surat perjanjian hutang piutang, hal ini bisa memberikan jaminan rasa tenang antara kedua belah pihak yang terlibat.

Selain itu, adanya surat ini juga memberikan kekuatan hukum. Artinya, jika di masa mendatang ada hal buruk atau kerugian yang terjadi, maka bisa diselesaikan secara legal sesuai dengan hukum yang berlaku. Lebih lengkapnya, berikut tujuan surat perjanjian hutang piutang:

  • Untuk mengkonfirmasi pihak-pihak yang terlibat
  • Untuk mengonfirmasi besarnya hutang dan waktu transaksi dilakukan
  • Untuk menghindari kemungkinan hal buruk dan kerugian atau risiko lainnya yang bisa terjadi
  • Untuk menghindari perselisihan antara kedua belah pihak

Sedangkan manfaat dari adanya surat perjanjian hutang piutang adalah untuk:

  • Meningkatkan kepercayaan di antara kedua belah pihak
  • Memberikan perlindungan legal
  • Memberikan jaminan rasa tenang

BACA JUGA: Cara Mendapatkan Bantuan UMKM Usaha Mikro Bagi Pelaku UMKM

7 Komponen Surat Perjanjian Hutang Piutang yang Wajib Ada

Komponen surat perjanjian hutang piutang

Agar surat perjanjian hutang piutang bisa dinyatakan sah, maka ada beberapa komponen yang wajib dimasukkan dan diperhatikan proses input datanya dengan seksama, yaitu antara lain:

1. Data Diri Kedua Belah Pihak

Data diri kedua belah pihak adalah komponen pertama yang wajib ada di dalam surat perjanjian hutang piutang. Tidak hanya data diri si peminjam, tetapi juga data diri Anda sebagai pihak yang meminjamkan.

Data diri yang harus ada di dalam surat perjanjian hutang piutang mencakup nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan pekerjaan.

2. Jumlah dan Tujuan Pinjaman

Selanjutnya komponen yang harus ada di dalam surat perjanjian hutang piutang adalah jumlah dan tujuan pinjaman. Besaran nominal yang dipinjamkan dan apa tujuannya jangan lupa dituliskan.

3. Mekanisme dan Jangka Waktu Pengembalian

Mekanisme dan jangka waktu pengembalian juga tidak boleh lupa dituliskan dalam surat perjanjian hutang piutang. Jika perlu, cantumkan juga masa tenggang pengembalian. Pastikan semua informasi ini sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

4. Jaminan Pinjaman

Jika Anda membuat surat perjanjian hutang piutang dengan jaminan, maka jangan lupa untuk mencantumkan apa yang menjadi jaminannya. Jaminan di sini bisa berupa aset dari si peminjam, seperti mobil, rumah, atau barang berharga yang akan diserahkan jika pihak peminjam tidak bisa membayarkan hutangnya.

5. Kompensasi Pinjaman

Besaran kompensasi pinjaman juga merupakan bagian yang tidak boleh dilupakan dalam membuat surat perjanjian hutang piutang. Hal ini juga harus didasari atas kesepakatan kedua belah pihak.

6. Kwitansi Peminjaman

Kwitansi pinjaman uang merupakan barang bukti bahwa Anda sebagai pihak yang meminjamkan sudah memberikan sejumlah uang kepada pihak peminjam. Jadikan kwitansi pinjaman uang sebagai bukti lampiran di dalam surat pinjaman uang.

7. Penyelesaian Perselisihan

Komponen surat perjanjian hutang piutang terakhir yang harus tercantum adalah penyelesaian perselisihan. Hal ini meliputi bagaimana cara jika sewaktu-waktu ada perselisihan atau perbedaan pendapat di antara kedua belah pihak.

Contoh Surat Perjanjian Hutang dan Penjelasannya

Setelah Anda mengetahui apa itu surat perjanjian hutang dan hal apa saja yang harus ada di dalamnya, sekarang Anda bisa mengetahui bagaimana contoh surat perjanjian hutang yang baik dan benar.

Perlu diperhatikan bahwa, setiap poin yang sudah disebutkan di atas harus ada dan dituliskan dengan lengkap dan benar di dalam surat perjanjian hutang piutang atau surat pinjaman uang.

Berikut contoh surat perjanjian hutang yang bisa Anda gunakan:

Contoh surat perjanjian hutang piutang

Ada beberapa poin penting dalam isi surat perjanjian hutang piutang atau surat pinjaman uang ini, yaitu:

  • Pasal 1: berisi tujuan dari peminjaman uang dan waktu transaksi dilakukan
  • Pasal 2: berisi jangka waktu yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak beserta tenggat waktunya
  • Pasal 3: berisi jaminan dan kompensasi yang sudah disetujui
  • Pasal 4: berisi jangka waktu atau masa berlakunya surat perjanjian hutang piutang ini
  • Pasal 5: berisi cara penyelesaian perselisihan

Demikianlah penjelasan terkait surat perjanjian hutang piutang atau surat pinjaman uang yang perlu Anda tahu. Terlepas dari kenal atau tidak dengan pihak yang ingin meminjam uang dari Anda, lebih baik jadikan surat ini sebagai pegangan Anda.

Butuh notaris untuk membantu Anda membuat surat perjanjian hutang piutang yang benar dan sah di mata hukum? Yuk, pasang lowongan kerja Anda di KitaLulus sekarang! Dimanapun dan kapanpun Anda berada, KitaLulus siap membantu Anda mendapatkan kandidat notaris terbaik. Cukup daftar sebagai pemasang lowongan secara gratis dan pasang loker Anda.

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd