Talent Acquisition: Pengertian, Skill, & Perbedaannya dengan Recruitment

Close Pop up
Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

Talent acquisition adalah
Isi Artikel

Dalam sebuah perusahaan, tentunya terdapat banyak posisi penting. Talent acquisition adalah salah satunya. Istilah ini tentunya tidak asing bagi Anda yang memang bekerja di divisi HRD.

Job desk talent acquisition adalah untuk mencari talenta terbaik bagi perusahaan. Namun, tidak sedikit orang yang masih belum paham mengenai perbedaan talent acquisition dan recruitment.

Padahal kedua posisi itu berbeda. Tapi pada dasarnya recruitment dan talent acquisition adalah istilah yang sering digunakan secara bergantian di dunia HRD. Namun, ada beberapa perbedaan antara talent acquisition dan recruitment.

Semuanya akan kita bahas di penjelasan bawah ini.

Apa Itu Talent Acquisition?

Apa itu talent acquisition

Sesuai namanya, akuisisi bakat atau talent acquisition adalah orang yang bertugas untuk mencari talenta terbaik bagi perusahaan. Mengingat sumber daya manusia adalah aset penting dari sebuah perusahaan, banyak perusahaan yang lebih membutuhkan posisi ini dibandingkan recruitment.

Sebab, job desk talent acquisition adalah untuk mengidentifikasi dan mengakuisisi karyawan yang memiliki talenta terbaik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Umumnya, seorang talent acquisition bisa ditemukan di pasar kerja yang kompetitif, tumbuh dan berkembang dengan cepat di dalam industri teknologi.

Talent acquisition adalah salah satu dari sekian banyak gerbang bagi calon karyawan yang ingin bergabung dalam sebuah perusahaan. Bahkan, kini banyak perusahaan yang membuka lowongan terkait job desk talent acquisition.

Singkatnya, job desk talent acquisition adalah untuk melakukan sebuah pendekatan yang dilakukan untuk menarik, hingga mengorientasi seseorang yang berbakat untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di perusahaan dengan efektif dan efisien.

Talent acquisition adalah bagian dari HRD, dan sering kali disamakan dengan recruitment. Padahal ada beberapa hal perbedaan talent acquisition dan recruitment di dalam sebuah perusahaan.

Lalu apa saja job desk talent acquisition?

BACA JUGA: Menemukan Karyawan Terbaik dengan Talent Mapping, Ketahui Tahapannya Di Sini!

Job Desk Talent Acquisition

Job desk atau tugas talent acquisition

Salah satu hal yang menjadi perbedaan talent acquisition dan recruitment adalah, job desk talent acquisition bertugas untuk menjalankan seluruh rangkaian proses perekrutan karyawan.

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang talent acquisition adalah mereka yang bisa membantu perusahaan untuk mengidentifikasi faktor kinerja utama, membangun sourcing pool, dan menetapkan kriteria karyawan.

Lima tugas utama yang menjadi job desk talent acquisition adalah:

1. Inbound Marketing

Hal pertama yang menjadi job desk talent acquisition adalah menarik perhatian para pencari kerja untuk melamar di perusahaan atau disebut dengan inbound marketing. Pada tahap ini, seorang talent acquisition berperan untuk membangun citra perusahaan.

Citra perusahaan yang dibuat ini nantinya akan menjadi alat untuk menarik perhatian para calon karyawan bahwa, bekerja di perusahaan tersebut adalah pilihan yang tepat.

Cara yang bisa dilakukan seorang talent acquisition adalah dengan membangun employer brand yang kuat, membuat recruitment marketing campaign, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan proses perekrutan.

2. Outbound Marketing

Jika sebelumnya job desk talent acquisition adalah fokus pada internal perusahaan, ditanggung jawab kedua ini mereka harus aktif mencari calon kandidat terbaik. Sebutanya adalah outbound marketing.

Pada tugas ini, hal yang bisa dilakukan oleh seorang talent acquisition adalah dengan memasang iklan rekrutmen yang menarik di salah satu situs pencari kerja seperti KitaLulus contohnya.

Lalu menyebarkan email lowongan pekerjaan, hingga mencari calon kandidat dari beberapa job site. Cara tersebut termasuk job desk talent acquisition adalah bagian dari outbound marketing.

3. Filtering and Selection

Job desk talent acquisition adalah untuk mengurasi beberapa kandidat yang melamar pekerjaan di perusahaan. Tahap ini disebut dengan filtering and selection. Dari sekian banyak pelamar, talent acquisition harus bisa menemukan yang terbaik dari yang terbaik.

Biasanya indikator dalam melaksanakan job desk talent acquisition adalah kualifikasi pendidikan kandidat, skill kandidat, kepribadian kandidat, tujuan karir kandidat, hingga culture fit kandidat di perusahaan.

Tidak sedikit perusahaan yang masih menjadikan indikator culture fit sebagai parameter yang paling penting. Sebab, banyak karyawan yang memilih untuk resign karena tidak cocok dengan budaya perusahaan.

Di proses inilah job desk talent acquisition adalah untuk melihat apakah kandidat akan merasa betah dan mampu beradaptasi dengan cara kerja perusahaan dan tim-tim yang terlibat.

4. Conversion and Onboarding

Selanjutnya, job desk talent acquisition adalah conversion and onboarding. Tidak hanya sampai memilih kandidat terbaik dari yang terbaik, seorang talent acquisition bertanggung jawab atas karyawan baru yang diterima di perusahaan.

Job desk talent acquisition adalah untuk melakukan negosiasi gaji, tunjangan, hingga karir karyawan di perusahaan. Selain itu, talent acquisition juga bertugas untuk memberikan program onboarding pada karyawan baru.

5. Continuous Improvement

Satu lagi job desk talent acquisition adalah untuk memastikan bahwa karyawan baru tersebut bisa merasa betah, nyaman, dan beradaptasi dengan baik di perusahaan. Hal inilah yang termasuk dalam continuous improvement.

Sebab, sebuah penelitian menyebutkan bahwa sebanyak 30% karyawan baru memilih untuk resign setelah 90 hari kerja di perusahaan baru. Oleh sebab itu, job desk talent acquisition adalah untuk terus melakukan continuous improvement.

Hal yang harus dilakukan oleh talent acquisition adalah menanyakan terkait hambatan atau rintangan yang dihadapi oleh karyawan baru, pengalaman bekerja di tempat baru, hingga umpan balik yang bisa membuat karyawan baru merasa semangat dan menjadi lebih baik lagi.

BACA JUGA: Onboarding Adalah: Pengertian, Manfaat, & 5 Cara Menerapkannya

Skill dan Gaji Talent Acquisition

Informasi gaji talent acquisition

Sebelum Anda memasang lowongan pekerjaan terkait posisi penting ini, ada beberapa skill yang harus diperhatikan. Sebab seorang talent acquisition adalah seseorang yang bertanggung jawab pada manajemen sumber daya manusia sebuah perusahaan.

Beberapa skill talent acquisition yang wajib dimiliki adalah:

1. Skill Komunikasi

Skill yang paling utama untuk dimiliki oleh seorang talent acquisition adalah komunikasi baik lisan maupun tulisan. Mengapa? Sebab hal ini akan berkaitan pada bagaimana seorang talent acquisition menulis dan menyusun deskripsi lowongan pekerjaan hingga menghubungi mereka.

Selain itu, talent acquisition adalah seorang yang juga akan berhubungan dengan banyak divisi di perusahaan. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika mereka akan berhubungan dengan pihak eksternal.

Tujuan seorang talent acquisition adalah untuk menyampaikan sesuatu yang bisa dipahami oleh orang lain, dan berlaku sebaliknya.

2. Skill Empati

Skill lainnya yang harus dimiliki oleh talent acquisition adalah empati. Sama seperti HRD, banyak karyawan yang menceritakan keluh kesahnya pada seorang talent acquisition.

Tujuan skill empati yang dimiliki talent acquisition adalah untuk menemukan akar masalah karyawan tersebut dan membantunya. Empati juga bisa ditunjukkan saat talent acquisition melakukan interview kepada calon karyawan.

Selain itu, tuntutan pada seorang talent acquisition adalah untuk bisa memahami tantangan, motivasi dan emosi kandidat. Maka dari itu, skill empati ini sangat penting dimiliki.

3. Skill Problem Solving dan Perencanaan

Setiap karyawan dalam perusahaan, harus bisa dan memiliki skill problem solving. Tidak terkecuali seorang talent acquisition. Dalam menjalankan job desk talent acquisition adalah banyak masalah atau tantangan yang dihadapi.

Maka dari itu, seorang talent acquisition harus bisa mencari jalan keluar terbaik dan solusinya dari masalah tersebut. Tidak hanya problem solving, seorang talent acquisition adalah orang yang bisa melakukan perencanaan yang tepat.

4. Skill Menganalisis dan Rasa Ingin Tahu

Satu lagi skill yang harus dimiliki seorang talent acquisition adalah kemampuan untuk menganalisis. Kemampuan ini dibutuhkan untuk menganalisis data dan menerapkannya untuk meningkatkan kualitas dari strategi proses rekrutmen.

Selain itu, seorang talent acquisition adalah seseorang yang memiliki rasa ingin tahu. Mereka harus mampu untuk belajar secara proaktif agar bisa beradaptasi di situasi berbeda dan untuk mendorong orang melakukan hal yang sama.

5. Skill Menggunakan Media Sosial

Di zaman dengan teknologi canggih dan modern ini, seseorang harus mampu menggunakan media sosial dengan baik. Tidak terkecuali talent acquisition.

Sebab salah satu job desk talent acquisition adalah membuka saluran komunikasi untuk melakukan promosi brand employer dengan efektif dan membuka perekrutan secara langsung.

Dari sekian skill yang harus dimiliki, tentunya Anda berpikir berapa gaji talent acquisition? Pada dasarnya, setiap perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing terkait penerimaan gaji karyawannya.

Namun jika dilihat secara umum, gaji talent acquisition adalah sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulannya. Tentunya hal ini bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial perusahaan untuk memberikan upah kepada karyawannya.

Perbedaan Talent Acquisition dan Recruitment

Perbedaan talent acquisition dan recruitment

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak sedikit orang yang menganggap talent acquisition adalah recruitment. Padahal ada perbedaan talent acquisition dan recruitment.

Perbedaan talent acquisition dan recruitment yang pertama terletak pada job desknya. Job desk talent acquisition adalah lebih mengacu pada proses pemikiran strategis dalam mendapatkan kandidat.

Biasanya meliputi strategi jangka panjang untuk membangun relasi, syarat-syarat proses rekrutmen di masa mendatang, hingga membangung kelompok kandidat yang berkelanjutan. Sedangkan recruitment adalah bagian dari program talent acquisition.

Perbedaan talent acquisition dan recruitment selanjutnya adalah objek yang direkrut. Job desk talent acquisition adalah untuk merekrut orang-orang terbaik dengan tipe tertentu yang memiliki bakat dan kualifikasi untuk pekerjaan di perusahaan.

Sedangkan recruitment bertugas untuk merekrut beberapa kandidat untuk bekerja di perusahaan dalam berbagai kapasitas. Artinya, karyawan yang direkrut bisa saja mendapatkan pekerjaan di bidang lain dalam perusahaan yang sama.


Demikianlah penjelasan mengenai talent acquisition, job desk, skill yang dibutuhkan dan perbedaannya dengan recruitment. Talent acquisition adalah salah satu pekerjaan di bidang HR terpenting bagi perusahaan. Jika seorang talent acquisition berhasil merekrut tim-tim yang hebat, progresif, dan sesuai culture, maka artinya ia berhasil memberikan kontribusi jangka panjang bagi perusahaan.

Anda seorang talent acquisition specialist, dan sedang mencari orang-orang hebat untuk mengisi tim tangguh Anda? Yuk, pasang lowongan kerja di KitaLulus, platform penyalur kandidat dengan skill dan karakter berkualitas!


Dapatkan konten Kitalulus

Terima Kasih telah berlanggan pada newsletter Kitalulus!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok