Pengertian Turnover Karyawan dalam Bisnis dan Cara Mengatasinya

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Dalam dunia bisnis, istilah turnover menjadi kata yang cukup sering disebutkan. Khususnya bagi beberapa perusahaan yang mengalami pergantian karyawan dengan cepat. Pada dasarnya, turnover karyawan adalah aktivitas pergantian karyawan di dalam perusahaan secara cepat dan dalam jangka waktu yang kecil.

Hal ini bisa saja disebabkan karena dari pihak karyawannya sendiri, pihak perusahaan yang merasa kurang puas dengan kinerja karyawan tersebut, atau mungkin dari pihak luar. Pergantian karyawan ini ada yang bersifat sukarela dan ada yang tidak. Dalam hal bisnis, kegiatan turnover karyawan adalah hal yang wajar.

Bahkan dalam beberapa kasus, hal ini bisa menguntungkan perusahaan tersebut. Karyawan merupakan aset terpenting di sebuah perusahaan. Akan tetapi, diperlukan kandidat yang memang memiliki kinerja bagus untuk membuat perusahaan terus beroperasi. Lalu, bagaimana cara mengatasi turnover karyawan ini?

BACA JUGA: Apa Itu Notice Period? Ini Peraturan, Tujuan, & Batas Waktunya

Apa itu Turnover Karyawan?

Apa itu turnover karyawan

Apa itu turnover karyawan? Pada dasarnya, pengertian turnover karyawan adalah pergantian karyawan pada suatu perusahaan yang terjadi karena beberapa faktor penentu. Pergantian karyawan ini bisa dilakukan secara sukarela maupun tidak.

Lalu ada juga istilah tingkat turnover karyawan yang menggambarkan intensitas perputaran karyawan di dalam sebuah perusahaan. Umumnya, pengukuran tinggi atau tidaknya tingkat tersebut berdasarkan jumlah karyawan yang berhenti kerja dalam periode waktu tertentu.

Singkatnya, turnover karyawan adalah sebuah sebutan bagi perusahaan yang mengalami pergantian karyawan secara cepat dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu tertentu. Ada beberapa faktor penentu yang menjadi penyebab hal ini terjadi. Bisa dari karyawan, perusahaan, atau pihak luar.

Meskipun merupakan hal yang wajar terjadi, turnover karyawan bisa memberikan perusahaan keuntungan dan kerugian. Salah satu keuntungannya adalah perusahaan bisa mengurangi karyawan yang tidak berpotensi dengan mudah dan bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi.

Sedangkan kerugiannya adalah tingkat produktivitas perusahaan menjadi menurun dan bisa berpengaruh pada pendapatan perusahaan yang ikut menurun. Hal ini bisa terjadi jika angka turnover karyawan cukup tinggi.

Jenis-jenis Turnover Karyawan

Jenis turnover karyawan

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa, pergantian karyawan ini bisa dilakukan secara sukarela maupun tidak. Berikut beberapa jenis turnover karyawan pada umumnya:

1. Sukarela

Jenis turnover karyawan yang pertama adalah sukarela. Artinya, karyawan dengan secara sukarela mengundurkan diri dari perusahaan. Umumnya, alasan pengunduran diri dikarenakan masalah pribadi, mendapat kesempatan yang lebih baik, ingin melanjutkan pendidikan, dan lainnya.

2. Terpaksa

Jenis yang kedua adalah terpaksa. Artinya, karyawan yang bersangkutan terpaksa meninggalkan perusahaan karena faktor internal. Seperti lingkungan kerja yang tidak mendukung, internal manajemen yang tidak baik, pemutusan hubungan kerja, dan lainnya.

3. Fungsional

Fungsional merupakan jenis turnover karyawan yang tidak mempengaruhi kualitas perusahaan. Artinya, hal ini akan menguntungkan perusahaan dari keluarnya karyawan yang bersangkutan. Umumnya, karyawan yang keluar adalah mereka yang memiliki kinerja buruk atau tidak memiliki potensi di bidang yang dikerjakan. Sehingga perusahaan akan mencari pengganti yang lebih baik lagi.

4. Disfungsional

Satu lagi yang termasuk jenis turnover karyawan adalah disfungsional. Kebalikan dari fungsional, jenis ini akan merugikan perusahaan. Seperti mempertahankan karyawan yang memiliki kinerja buruk namun dibutuhkan secara fungsional.

Faktor Penyebab Turnover Karyawan

Turnover karyawan adalah

 Sebelumnya sudah disebutkan bahwa, faktor penyebab turnover karyawan bisa terjadi dari karyawan itu sendiri, perusahaan, atau pihak luar. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Faktor Individu

Faktor penyebab turnover karyawan yang pertama adalah faktor individu atau dari karyawan itu sendiri. Umumnya beberapa hal yang menjadi alasan adalah kepuasan kerja, beban kerja yang tidak sesuai, durasi kerja yang sudah terlalu lama, hingga masalah mentalitas karyawan.

2. Faktor Perusahaan

Faktor perusahaan meliputi sistem kerja yang tidak stabil dan tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan, sistem gaji yang tidak transparan, tidak adanya program pelatihan dan pengembangan SDM, sistem kerja yang terlalu monoton, dan tidak adanya transparansi dengan karyawan.

3. Faktor Luar

Faktor penyebab turnover karyawan yang dari luar biasanya karena jarak tempuh antara rumah dan kantor yang terlalu jauh atau lokasi kantor yang tidak strategis. Sehingga menyebabkan karyawan tersebut merasa lelah setiap perjalanan pulang pergi ke kantor.

Proses Turnover Karyawan

Proses turnover karyawan

Turnover karyawan tidak terjadi begitu saja. Ada serangkaian proses yang harus dilewati terlebih dulu oleh karyawan dan perusahaan. Berikut penjelasan lengkapnya terkait proses turnover karyawan:

1. Evaluasi

Proses turnover karyawan yang pertama harus melewati tahap evaluasi. Artinya, perusahaan akan mengevaluasi karyawan selama mereka bekerja. Mulai dari kinerja, kerjasama tim, sistem kerja yang diberikan, rutinitas kerja, hingga hubungan antara atasan.

2. Keputusan

Jika dari hasil evaluasi tersebut memberikan hasil yang kurang memuaskan, maka perusahaan bisa memberikan pilihan kepada karyawan untuk melanjutkan kerja atau tidak. Disini juga perusahaan akan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mencari tempat kerja baru jika mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak kerja.

3. Pengajuan Keluar

Proses terakhir dari turnover karyawan adalah pengajuan keluar. Pada proses ini yang memegang kendali penuh adalah divisi HRD untuk melakukan exit interview dan komunikasi internal divisi. 

 

Mengatasi Turnover Karyawan

Jika sebuah perusahaan mengalami lonjakan angka turnover karyawan yang tinggi, maka hal itu perlu dievaluasi lebih lanjut. Hal-hal seperti, “apakah perusahaan merekrut karyawan yang tidak sesuai dengan harapan?”, “apakah perusahaan belum memberlakukan karyawannya secara layak?” dan lain sebagainya.

Terlebih di zaman sekarang, yang dimana para pekerja baru rata-rata adalah kaum muda generasi millennial, yang berganti-ganti pekerjaan. Sebuah perusahaan haruslah memiliki rencana untuk mengatasi turnover karyawan ini. Berikut beberapa cara yang bisa Anda gunakan:

1.       Rekrut Kandidat Tepat Sejak Awal

Sebagai recruiter, Anda harus mampu melihat kinerja dan bakat pelamar saat sedang mewawancarainya. Jangan sampai Anda tidak terburu-buru dalam memberikan penilaian. Pastikan kandidat yang dipilih memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan sehingga mereka bisa bekerja sesuai dengan beban kerja yang diberikan.

2.      Atur Kompensasi dan Tunjangan

Salah satu cara memperlakukan karyawan yang baik adalah dengan memberikan gaji dan tunjangan yang sesuai. Fasilitas-fasilitas penunjang untuk mempermudah pekerjaan mereka.

3.      Perhatikan Kebutuhan Karyawan

Hal ini adalah salah satu cara HR atau manajer sebagai bentuk medium interaksi antara karyawan dan perusahaan. Anda bisa melakukannya pada saat meeting mingguan atau bulanan untuk menyampaikan hal-hal atau feedback agar menjadi perhatian bersama.

4.      Libatkan Karyawan Agar Bisa Berkembang

Anda bisa melibatkan karyawan dalam suatu proyek penting dan sejenisnya. Pertukaran fungsi peran dalam perusahaan diklaim dapat membuat karyawan merasa tertantang dan dilibatkan, sehingga mereka bisa memberikan kinerja yang lebih baik lagi secara individu maupun di dalam tim.

5.      Ciptakan Lingkungan Kerja yang Positif

Lingkungan kerja yang positif menjadi salah satu kunci karyawan merasa betah di perusahaan. Hal ini juga dapat memuaskan karyawan dan merasa nyaman saat melakukan pekerjaannya di kantor. Salah satu hal paling sederhana adalah pemberian penghargaan bagi karyawan berprestasi.

6.      Jenjang Karir

Setiap karyawan tentulah menginginkan jenjang karir yang bagus dan baik. Terlebih jika karyawan tersebut sudah bekerja dalam jangka waktu yang lama di suatu perusahaan. Oleh karena itu, HR dan manajer harus bisa mendorong karyawan untuk berdiskusi mengenai karir mereka.

Cara-cara di atas bisa Anda lakukan untuk mengatasi turnover karyawan. Pada umumnya, turnover karyawan dalam bisnis adalah hal yang wajar. Akan tetapi jika suatu perusahaan mengalami peningkatan pergantian karyawan dalam waktu singkat, hal tersebut harus segera dievaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.

 

Dampak Turnover

Suatu perusahaan yang mengalami peningkatan dalam turnover karyawan, bisa saja mengalami hal-hal buruk. Seperti, kehilangan pelanggan, mengalami kerugian, perusahaan tidak bisa beroperasi secara optimal, berkurangnya sumber daya manusia atau karyawan dan lain sebagainya. Tentunya setiap perusahaan tidak menginginkan hal-hal tersebut terjadi.

Lalu bagaimana dengan dampak turnover pada karyawan? Dampaknya mencakup:

  1. Moral karyawan yang masih bekerja di perusahaan menjadi berkurang karena mereka melihat atau mengetahui bahwa ada sistem kerja yang salah.
  2. Jika ada karyawan yang resign, maka produktivitas dalam tim juga akan mengalami penurunan. Meskipun ada karyawan baru yang menggantikan, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan kerjanya.
  3. Karyawan lama yang terpaksa harus menanggung beban rekan kerja yang sudah resign bisa kehilangan motivasinya. Hal ini bisa saja disebabkan karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga karyawan tersebut merasa lelah dan keberatan.

Dampak turnover pada perusahaan mencakup:

  1. Angka turnover yang tinggi bisa menyebabkan perusahaan merugi secara finansial karena pengeluaran yang dikeluarkan tidak sebanding.
  2. Mengeluarkan biaya lagi untuk melakukan rekrutmen hingga pelatihan karyawan karena perusahaan membutuhkan karyawan dalam waktu cepat untuk mengganti yang resign.
  3. Ada peluang yang hilang karena perusahaan tidak memiliki cukup sumber daya manusia atau karyawan untuk mengambil peluang tersebut.
  4. Selain merugi dari segi finansial, dampak turnover pada perusahaan yang terlihat adalah merugi dari segi waktu. Hal ini dikarenakan perusahaan harus melakukan hiring untuk menggantikan karyawan yang resign dalam jangka waktu yang pendek. Padahal proses rekrutmen tidaklah cepat.

Jika Anda pemilik perusahaan, HR, atau manajer, hal penting yang harus diperhatikan adalah memastikan angka turnover karyawan agar tetap rendah. Hal ini tentunya akan menghemat biaya dan waktu. Selain itu, akan membantu mengurangi dampak turnover karyawan pada perusahaan tersebut.

Untuk menghindari angka turnover karyawan yang tinggi, Anda harus bisa menjalankan perusahaan sebaik mungkin. Salah satunya dengan mempekerjakan karyawan terbaik. Masih bingung mau mencari kandidat terbaik dimana?

Tidak perlu bingung, Anda bisa mencari kandidat terbaik di bidangnya melalui aplikasi KitaLulus. Selain mudah digunakan, pemasangan lowongan di KitaLulus juga tidak memakan waktu lama.

Bagi Anda yang sedang mencari kandidat, Anda bisa menaruh lowongan pekerjaan di aplikasi KitaLulus. KitaLulus beroperasi di beberapa kota besar seperti, Jabodetabek, Bandung, Makassar, dan Surabaya. Daftarkan diri Anda untuk memasang lowongan di KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik dengan #LebihMudah mulai dari sekarang!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd