Apa Itu Mark Up, Manfaat, Rumus, dan Contoh Cara Hitungnya

Nisa Maulan Shofa
Penulis profesional sejak tahun 2017. Berspesialisasi dalam penulisan di bidang karir dan seputar dunia kerja.
mark up adalah
Apa Itu Mark Up, Manfaat, Rumus, dan Contoh Cara Hitungnya

Mark up adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menaikkan harga produk sehingga pengusaha mendapatkan untung. Jika Anda sedang mempelajari bagaimana cara menghitung mark up harga sehingga penetapan harga akhir sesuai kebutuhan pembeli, artikel ini bisa membantu Anda.

KitaLulus telah merangkum infomasi tentang mark up mulai dari pengertian, manfaat, rumus, hingga contoh penghitungannya. Jadi, mari kita simak hingga akhir!

Apa Itu Mark Up?

Sesuai penjelasan di awal artikel ini, Anda dapat mengartikan mark up sebagai kenaikan harga produk sehingga suatu perusahaan mendapatkan keuntungan dalam proses penjualannya.

Sedangkan mark up pricing adalah cara penetapan harga produk tersebut, agar tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi dibanding kompetitor. Dengan begitu, harga masih di kisaran angka yang bisa dijangkau oleh pembeli.

Mark up harga produk tidak bisa dilakukan dengan begitu saja. Terdapat metode yang harus diikuti sehingga perusahaan tidak rugi.

Baca Juga: Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) dan Simulasinya

Manfaat Mark Up Bagi Perusahaan

Manfaat Mark Up Bagi Perusahaan

Penetapan mark up harga produk tentu saja bertujuan supaya perusahaan mendapatkan keuntungan maksimal. Hal tersebut dikarenakan penetapan nilai mark up adalah berbanding lurus dengan pendapatan perusahaan terhadap penjualan produk dan berbanding terbalik dengan harga pokok pembuatan (HPP).

Selain itu, manfaat mark up bagi perusahaan adalah:

  1. Menghasilkan keuntungan maksimal karena biaya produksi hingga operasional sudah tertutupi dari nilai penambahan harga saat mark up.
  2. Penetapan harga yang akurat sehingga pembeli bisa menilai bahwa lebih untung ketika membeli produk dari perusahaan Anda dibanding dari kompetitor dengan produk serupa.
  3. Penyesuaian harga yang fleksibel sehingga tidak merusak harga pasar.
  4. Harga produk tetap konsisten jika Anda ingin mengeluarkan produk serupa nantinya dengan kualitas yang lebih bagus.

Tips Penetapan Harga Mark Up

Penetapan harga mark up produk tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Anda harus melakukan beberapa riset sehingga nantinya diperoleh harga yang sesuai kebutuhan konsumen dan tidak merusak harga pasar.

Nah, berikut beberapa tips dalam penetapan harga mark up yang bisa Anda terapkan untuk bisnis.

  1. Ketahui harga produk kompetitor, pelajari kualitas produknya apakah memang sesuai dengan harga tersebut.
  2. Ketahui target market produk Anda apakah harga produk yang Anda tetapkan sudah sesuai atau masih di bawah harga pasar atau justru terlalu mahal dibanding kemampuan ekonomi target market Anda.
  3. Hitung seluruh biaya operasional dari produk Anda, jangan sampai harga jual yang ditetapkan justru membuat Anda rugi.
  4. Ketahui target pengembangan produk apakah nantinya kualitas produk bisa ditingkatkan atau tidak sehingga penetapan harga produk sekarang bisa lebih ditekan supaya ketika dilakukan pengembangan bisa lebih dipilih oleh konsumen.

Baca Juga: Laba Kotor: Pengertian, Cara Hitung, Bedanya dengan Laba Bersih

Rumus Mark Up

Rumus Mark Up

Berikut rumus mark up yang bisa Anda gunakan untuk menghitung harga akhir suatu produk yang Anda jual sehingga mendapatkan keuntungan maksimal.

Harga Jual = Biaya Beli Produk + Mark Up

Nilai mark up harga produk juga bisa disajikan dalam persentase, yaitu menggunakan rumus:

Persentase Mark Up = harga mark up  x 100%

Contoh Menghitung Mark Up

Untuk lebih memahami cara menghitung mark up, Anda dapat menyimak contoh kasus berikut ini.

Contoh: 

Bu Tuti pandai membuat kerajinan tangan dari kain perca. Suatu hari, untuk pertama kalinya Bu Tuti mendapatkan pesaran dalam jumlah besar dari luar kota. Bingung melakukan penetapan harga, Bu Tuti akhirnya memutuskan untuk hanya mendapatkan keuntungan 20% saja sebagai rasa terima kasih dari pelanggan pertamanya ini, supaya nantinya berlangganan juga. 

Bu Tuti kemudian menghitung berbagai biaya operasional hingga ongkos kirim. Biaya produksi sekitar Rp10.500.000 untuk bahan kerajinan dan sebesar Rp5.000.000 untuk proses produksinya. Jika ongkos kirim akan memakan biaya Rp500.000, maka berapa harga yang bisa Bu Tuti tetapkan untuk pembeli?

Cara menghitung harga jual dengan mark up harga:

Biaya pesanan total = Rp10.500.000 + Rp5.000.000 + Rp500.000

= Rp16.000.000

Harga jual barang dengan mark up sesuai persentase untuk 20%:

Persentase mark up = ((Harga jual – harga pesanan total) / harga pesanan total) x 100

20% = ((Harga jual – Rp16.000.000) / Rp16.000.000)) x 100

Harga Jual = Rp19.200.000

Dengan begitu, dari seluruh harga operasional dan keuntungan yang ingin didapatkan oleh Bu Tui dan tim, harga jual yang harus ditetapkan kepada klien setelah mark up pricing adalah Rp19.200.000 dan klien tidak perlu membayar ongkos kirim pesanan lagi.

Baca Juga: Mengenal Jurnal Penjualan, Contoh, dan Cara Mencatatnya

Itulah penjelasan mengenai apa itu mark up. Karena mark up adalah kegiatan yang penting dalam penetapan harga, maka penetapannya harus dilakukan hati-hati. Dengan begitu, pelajari secara jelas dengan baik rumus di atas, ya.

KitaLulus memiliki banyak tips dalam pengelolaan bisnis. Anda dapat mengeceknya di blog KitaLulus. KitaLulus juga punya fitur pasang loker gratis sehingga perusahaan Anda lebih terbantu dalam proses rekrutmen karyawan.

Pasang lowongan kerja Anda dengan mengisi formulir di website KitaLulus. Lowongan Anda akan kami bantu sebarluaskan melalui berbagai channel profesional yang KitaLulus miliki, mulai dari website, media sosial, partner media, hingga aplikasi KitaLulus yang telah memiliki lebih dari 3 juta users aktif.

Share this article:
Share this article: Share Tweet
To top