Kumpulan Contoh Soal Silogisme CPNS 2023 & Kunci Jawaban

Redaksi KitaLulus
Redaksi KitaLulus merupakan content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
contoh soal silogisme cpns
Kumpulan Contoh Soal Silogisme CPNS 2023 & Kunci Jawaban

Silogisme adalah salah satu materi yang akan diujikan pada seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS. Materi ini masuk ke dalam kategori soal tes intelegensi umum (TIU). Kamu bisa berlatih contoh soal silogisme CPNS di artikel berikut.

Dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS sendiri, peserta akan dihadapkan pada tiga jenis soal, yaitu tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP). Kamu harus mempelajari ketiganya agar lebih lancar dalam mengerjakan ujian.

Apa Itu Silogisme?

silogisme
Sumber: Kompas

Silogisme dapat diartikan sebagai penarikan kesimpulan secara deduktif berdasarkan pernyataan-pernyataan (premis) yang diberikan.

Tujuan diadakannya tes ini adalah untuk menguji kemampuan seseorang dalam menarik kesimpulan berdasarkan logika. Selain itu juga bisa mengukur kemampuan seseorang dalam berpikir logis untuk mencari kebenaran sesuai fakta silogisme.

Rumus Silogisme

Umumnya, silogisme terdiri dari tiga pernyataan, yaitu dua premis dan satu kesimpulan. Biar kamu lebih paham, simak rumusnya berikut.

1. Silogisme Hipotesis

Ciri silogisme hipotesis adalah mengandung pernyataan bersyarat. Maksudnya, dalam premis-premisnya pasti ada kata ‘jika-maka’ atau ‘bila-maka’.

Bentuk silogisme ini ada 4 macam, berikut rumusnya.

Tipe 1

Rumus: [(p => q) ⋀ p] => q

Contoh:

Premis 1: Jika Galih belajar, maka dia lulus ujian

Premis 2: Semalam Galih belajar

Kesimpulan: Jadi, Galih lulus ujian

Tipe 2

Rumus: [(p => q) ⋀ q] => p

Contoh: 

Premis 1: Jika Galih belajar, maka dia lulus ujian

Premis 2: Galih bilang dia lulus ujian

Kesimpulan: Jadi Galih sudah belajar

Tipe 3

Rumus: [(p => q) ⋀ ~p] => ~q

Contoh: 

Premis 1: Jika Galih belajar, maka dia lulus ujian

Premis 2: Galih tidak belajar

Kesimpulan: Jadi Galih tidak lulus ujian

Tipe 4

Rumus: [(p => q) ⋀ ~q] => ~p

Contoh: 

Premis 1: Jika Galih belajar, maka dia lulus ujian

Premis 2: Galih tidak lulus ujian

Kesimpulan: Jadi Galih tidak belajar

2. Silogisme Kategoris

Silogisme kategoris memiliki ciri khas yaitu penyamaan premis dan simpulan yang dibuat. Silogisme ini sangat mudah dipahami ketika semua premis mengandung kata “semua” sebab kesimpulannya juga pasti “semua”.

Namun, ada beberapa rumus lainnya yang akan mengandung kata “sebagian”, “beberapa”, “ada” atau terdapat penyangkalan seperti “tidak” dan “bukan”. 

Meskipun ada banyak jenis soal pada silogisme tipe ini, rumus utama yang harus kamu pahami adalah:

Rumus: [(p = q) ⋀ (q = r) ] => p = r

Simak beberapa contoh berikut.

Tipe 1:

Premis 1: Semua murid kelas 3 akan melaksanakan ujian

Premis 2: Semua anak Teater adalah murid kelas 3

Kesimpulan: Semua anak Teater akan melaksanakan ujian

Tipe 2: 

Premis 1: Semua benda di kamar Anik berwarna kuning

Premis 2: Jam dinding adalah benda di kamar Anik

Kesimpulan: Jam dinding Anik berwarna kuning

Tipe 3:

Premis 1: Semua sayur berklorofil berwarna hijau

Premis 2: Sebagian sayuran berwarna kuning

Kesimpulan: Sebagian sayuran tidak mengandung klorofil

Tipe 4: 

Premis 1: Sebagian ikan tidak bersisik

Premis 2: Beberapa hewan air adalah ikan

Kesimpulan: Beberapa hewan air tidak bersisik atau ‘Tidak sah’

Tipe 5: 

Premis 1: Semua preman tidak disenangi

Premis 2: Sebagian anak jalanan adalah preman

Kesimpulan: Sebagian anak jalanan tidak disenangi

Tipe 6: 

Premis 1: Kertas bukan kain

Premis 2: Botol bukan kain

Kesimpulan: Tidak ada kesimpulan

3. Silogisme Alternatif

Ada kata khas yang menandai silogisme alternatif, yaitu “atau”. Rumus dari silogisme ini adalah:

Rumus: [(p v q) ⋀ p] => ~q

Meskipun begitu, terdapat 2 tipe silogisme alternatif, yang tipe sempit dengan premis yang kontradiktif sehingga menghasilkan simpulan yang serupa dengan premis; dan tipe perluasan dengan simpulan yang berbeda dari premis.

Berikut contohnya:

Tipe sempit, artinya premis mayor memiliki alternatif kontradiktif.

Premis 1: Rozi jujur atau berbohong

Premis 2: Ternyata Rozi jujur

Kesimpulan: Jadi, Rozi tidak berbohong

Tipe luas, artinya premis mayor mempunyai alternatif bukan kontradiktif.

Premis 1: Galih adalah mahasiswa UPN atau UI

Premis 2: Ternyata Galih bukan mahasiswa UPN

Kesimpulan: Jadi, Galih mahasiswa UI

Baca Juga: Cara Ikut Simulasi CAT BKN Seleksi CASN 2023, Ini Jadwalnya

Contoh Soal Silogisme CPNS 2023

Berikut beberapa contoh soal silogisme CPNS yang bisa kamu pelajari lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya.

1. Sepatu merah lebih bagus dari sepatu hitam. Sepatu yang lebih bagus harganya lebih mahal dan banyak dibeli orang.

  1. Ada sepatu hitam yang lebih mahal dan lebih banyak dibeli orang.
  2. Sepatu merah yang tidak lebih bagus dari sepatu hitam harganya murah.
  3. Sepatu yang lebih banyak dibeli orang belum tentu lebih bagus.
  4. Sepatu merah lebih banyak dibeli orang walaupun harganya lebih mahal.

Jawaban: D

Pembahasan: Dapat disimpulkan, sepatu merah lebih banyak dibeli orang walaupun harganya lebih mahal. 

2. Semua atlet pandai melompat dan atlet yang pandai melompat gemar berenang. Atlet yang gemar berenang tidak pandai memasak.

  1. Atlet yang tidak pandai memasak, gemar berenang dan tidak pandai melompat.
  2. Atlet yang tidak pandai memasak, pandai melompat dan tidak pandai berenang.
  3. Atlet yang tidak pandai memasak, tidak pandai melompat dan tidak pandai berenang.
  4. Atlet yang tidak pandai memasak, pandai melompat.

Jawaban: D

Pembahasan: Kalimat pertama terdiri dari dua anak kalimat, yaitu atlet pandai melompat dan atlet gemar berenang = pandai melompat. Lalu kalimat kedua menyatakan bahwa atlet gemar berenang =/= tidak pandai memasak. Maka, terdapat atlet yang tidak pandai memasak, tetapi tetap pandai melompat.

3. Teman yang baik adalah yang dapat menerima keadaan kita. Sebagian teman dari desa C tidak dapat menerima keadaan kita.

  1. Semua teman di desa C adalah teman yang tidak baik
  2. Semua teman di desa C adalah teman yang baik
  3. Sebagian teman di desa C adalah teman yang baik
  4. Sebagian teman yang baik berasal bukan dari desa C

Jawaban: C

Pembahasan: Sebagian teman di desa C adalah bukan teman yang baik, artinya sebagiannya yang lain adalah teman yang baik.

4. Semua gunung berbatu dan menjulang. Anda berada di tempat yang tidak berbatu dan tidak menjulang.

  1. Anda berada di gunung berbatu.
  2. Anda berada di gunung yang tidak menjulang.
  3. Anda bukan berada di gunung.
  4. Anda berada di gunung yang tidak berbatu dan tidak menjulang.

Jawaban: C

Pembahasan: Syarat seseorang berada di gunung adalah bahwa tempat itu berbatu dan menjulang. Oleh karena berada di tempat yang tidak berbatu dan tidak menjulang, maka anda berada di bukan gunung.

5. Semua bunga di taman Keputren berwarna merah. Semua putri suka bunga. Leny Ana membawa bunga biru.

  1. Taman Keputren ada bunga birunya.
  2. Bunga yang dibawa Leny Ana bukan dari Keputren.
  3. Leny Ana tidak suka bunga.
  4. Putri tidak suka bunga merah.

Jawaban: B

Pembahasan: Terdapat 3 kalimat yang harus kita bahas untuk ditarik simpulannya. Kalimat pertama menyatakan keberadaan bunga di taman Keputren yang semuanya berwarna merah. Lalu kalimat kedua menyatakan bahwa semua putri suka bunga. Lalu muncul kalimat ketiga tentang Leny Ana yang membawa bunga, tetapi warna biru. Perlu diketahui, soal ini tidak berhubungan dengan preferensi Leny Ana suka atau tidak dengan bunga. Maka, sudah pasti C bukan jawabannya. Dengan begitu, simpulannya adalah bunga yang dibawa Leny Ana bukan dari taman Keputren karena bukan warna merah.

6. Semua penerima beasiswa mempunyai prestasi istimewa. Beberapa siswa menerima beasiswa.

  1. Semua siswa berprestasi istimewa menerima beasiswa
  2. Tidak ada siswa yang tidak berprestasi istimewa tidak menerima beasiswa
  3. Beberapa siswa mempunyai prestasi istimewa
  4. Ada siswa penerima beasiswa yang tidak mempunyai prestasi istimewa

Jawaban: C

Pembahasan: Dapat disimpulkan bahwa beberapa siswa memiliki prestasi istimewa. 

7. Semua radio memakai baterai. Sebagian radio tidak memakai antena panjang.

  1. Ada radio yang tidak memakai baterai, memakai antena.
  2. Ada radio yang tidak memakai antena panjang, tidak memakai baterai.
  3. Ada radio yang memakai antena panjang, tidak memakai baterai.
  4. Ada radio yang tidak memakai antena panjang, memakai baterai.

Jawaban: D

Pembahasan: Kunci utama adalah di kalimat pertama, yaitu semua radio memakai baterai. Lalu diperkuat dengan fakta bahwa ada radio yang tidak memakai antena panjang. Dengan begitu, berarti ada pula radio yang tidak memakai antena panjang, tetapi tetap memakai baterai.

Baca Juga: Kisi-kisi Soal SKD CPNS 2023 Terbaru dari Kemenpan RB

8. Bahan katun lebih baik daripada bahan nilon. Bahan yang lebih baik, lebih tahan lama dan lebih mahal. Kesimpulan yang tepat adalah ….

  1. Bahan nilon lebih tahan lama dan lebih mahal daripada bahan katun
  2. Bahan nilon tidak lebih tahan lama, tetapi lebih mahal daripada bahan katun
  3. Bahan nilon tidak lebih tahan lama dan tidak lebih mahal daripada bahan katun
  4. Bahan nilon sama tahan lama dan sama mahalnya dengan bahan katun

Jawaban: C

Pembahasan: Bahan yang lebih baik lebih tahan lama dan lebih mahal.

Bahan katun lebih baik daripada bahan nilon.

Maka bahan nilon tidak lebih tahan lama dan tidak lebih mahal daripada bahan katun.

9. Semua tenda beratap dan tinggi. Andi berada di tempat yang tidak beratap dan tidak tinggi. Kesimpulan yang tepat adalah …..

  1. Andi berada di tenda beratap.
  2. Andi berada di tenda tinggi.
  3. Andi berada di bukan tenda.
  4. Andi berada di tenda bukan beratap dan bukan tinggi.

Jawaban: C

Pembahasan: Syarat berada di sebuah tenda ada 2 (dua), yaitu beratap dan tinggi. Jika salah satu syarat saja tidak dipenuhi, maka tempat itu bukanlah tenda.

10. Korban yang memiliki tabungan kurang dari tiga juta rupiah mendapat bantuan dan hadiah. Yusuf menerima bantuan, tetapi tidak menerima hadiah. Kesimpulan yang tepat adalah …..

  1. Yusuf adalah korban yang tabungannya lebih dari tiga juta rupiah.
  2. Yusuf adalah korban yang berhak menerima hadiah.
  3. Yusuf adalah bukan korban yang berhak menerima hadiah.
  4. Yusuf adalah korban yang tabungannya tiga juta rupiah.

Jawaban: A

Pembahasan: Seseorang disebut korban yang memiliki tabungan kurang dari tiga juta rupiah ada 2 (dua), yaitu mendapatkan bantuan dan hadiah. Jika hanya menerima salah satu saja, maka dia bukanlah seorang korban yang tabungannya kurang dari 3 juta.

11. Semua pohon di kebun Pak Deni berdaun hijau. Semua anak Pak Deni suka menanam pohon. Tara membawa tangkai pohon berdaun kuning.

  1. Tara bukan anak Pak Deni.
  2. Tara tidak suka pohon hijau.
  3. Anak Pak Deni suka pohon kuning.
  4. Tangkai pohon yang dibawa Tara bukan dari kebun Pak Deni.

Jawaban: D

Pembahasan: Ketika semua pohon di kebun Pak Deni berdaun hijau lalu ada pohon berdaun kuning, suka pasti pohon dengan daun kuning itu bukan dari kebun Pak Deni.

12. Di rumah sakit semua dokter berbaju putih dan membawa stetoskop. Anton ada di rumah sakit, ia tidak berbaju putih dan tidak membawa stetoskop.

  1. Anton seorang dokter yang tidak berbaju putih
  2. Anton bukan seorang dokter yang berbaju putih
  3. Anton seorang dokter yang tidak membawa stetoskop
  4. Anton bukan seorang dokter

Jawaban: D

Pembahasan: Syarat dokter yang berada di rumah sakit adalah berbaju putih dan membawa stetoskop. Oleh karena Anton tidak berbaju putih dan tidak membawa stetoskop, maka Anton bukanlah seorang dokter, meskipun berada di rumah sakit.

13. Semua murid pandai berhitung dan sopan. Dani tidak sopan, tetapi pandai berhitung.

  1. Dani adalah seorang murid yang tidak sopan.
  2. Dani adalah seorang murid yang pandai berhitung.
  3. Dani adalah bukan seorang murid meskipun pandai berhitung.
  4. Dani adalah seorang murid yang pandai berhitung dan tidak sopan.

Jawaban: C

Pembahasan: Kata kunci dari soal adalah semua pada kalimat pertama. Ketika ada syarat yang tidak menyatakan semua itu, berarti hal tersebut terbatalkan. Maka, saat Dani tidak sopan, maka dia bukan murid meskipun dia pandai berhitung.

14. Bila naik kereta api, harus membayar kontan atau memakai tiket abonemen. Badu naik kereta api padahal tidak membayar kontan. Kesimpulan yang tepat adalah …..

  1. Badu tidak membayar untuk naik kereta api.
  2. Badu membayar kontan untuk naik kereta api.
  3. Badu membayar dengan tiket abonemen.
  4. Badu tidak mempunyai uang kontan.

Jawaban: C

Pembahasan: Untuk naik kereta api dapat menggunakan salah satu dari 2 (dua) cara, yaitu membayar kontan atau memakai tiket abonemen. Jika Badu tidak membayar kontan, berarti dia membayar dengan tiken abonemen.

Baca Juga: Kumpulan Contoh Soal CPNS 2023 TIU, TKP, TWK dan Pembahasannya

15. Semua negara berkembang masih bermasalah dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi. Indonesia adalah negara berkembang.

  1. Indonesia tidak bermasalah dengan tingkat pengangguran yang tinggi tapi bermasalah dengan kemiskinan.
  2. Indonesia bermasalah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi tetapi tidak dengan tingkat pengangguran.
  3. Bisa jadi Indonesia masih bermasalah dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi.
  4. Indonesia masih bermasalah dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi.

Jawaban: D

Pembahasan: Sesuai hukum silogisme, maka kesimpulannya ad alah Indonesia masih bermasalah dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi.

Itulah 15 contoh soal silogisme CPNS yang bisa kamu pelajari untuk bekal tes SKD CASN 2023. Pelajari soal-soal lainnya di aplikasi KitaLulus. Ada ribuan contoh soal tryout SKD CPNS yang bisa kamu kerjakan dengan sistem CAT, lho! Daftar sekarang, yuk!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top