Jam Kerja Fleksibel: Manfaat, Kekurangan, Cara Mengatasinya

Admin Kitalulus
Admin KitaLulus adalah content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
jam kerja fleksibel
Jam Kerja Fleksibel: Manfaat, Kekurangan, Cara Mengatasinya

Saat ini, semakin banyak perusahaan yang tidak lagi memberlakukan office hours nine to five. Sebagai gantinya perusahaan menggunakan aturan jam kerja fleksibel. Di mana karyawan diberikan kebebasan untuk masuk kantor di jam berapapun, selama tidak menyalahi aturan perusahaan.

Penerapan flexi hour ini dikatakan mendatangkan banyak manfaat bagi perusahaan namun juga punya kekurangan. Seperti apakah itu? Untuk mengetahuinya, mari simak artikel KitaLulus berikut!

Apa Itu Jam Kerja Fleksibel

apa itu jam kerja fleksibel

Jam kerja fleksibel adalah model kerja yang di mana pekerja diberikan kebebasan dalam menentukan jam kerja sesuai dengan keinginan mereka.

Artinya ketika sebuah perusahaan menerapkan jam kerja fleksibel, karyawan bisa secara mandiri menentukan jam berapa ia masuk kantor dan pulang kantor. Tidak lagi mengikuti jam kerja pada umum kerjanya 08.00-17.00 atau 09.00-18.00.

Ketentuan flexitime sendiri cenderung bervariasi tergantung pada persyaratan pekerjaan, bagaimana bisnis beroperasi, dan preferensi atau kebutuhan khusus karyawan.

Misalnya, seorang karyawan dapat mengatur jam kerja mereka dari jam 11 siang sampai jam 7 malam, jam 7 sampai jam 4 sore, atau juga waktu lainnya yang sesuai dengan keinginan karyawan.

Namun, walau jam masuk karyawan fleksibel, karyawan tetap harus memenuhi ketentuan jam kerja yang telah ditetapkan perusahaan.

Jenis Jam Kerja Fleksibel

Saat ini, setidaknya ada tiga jenis jam kerja fleksibel yang diterapkan oleh beberapa perusahaan, yaitu sebagai berikut:

1. Fleksibel Harian

Jenis flexitime ini memberikan kebebasan kepada karyawan untuk memilih jam masuk dan pulang kantor sesuai keinginan mereka. Namun, syaratnya karyawan tetap harus bekerja delapan jam dalam sehari.

2. Fleksibel dengan Pemadatan Hari Kerja

Di skema ini, perusahaan akan memberlakukan empat hari kerja dengan jam kerja 10 ham dalam sehari. Nantinya, karyawan akan memiliki tiga hari libur yang dapat mereka pilih, apakah itu pada hari Minggu, Senin, Selasa, atau hari lainnya.

3. Fleksibel Sepenuhnya

Perusahaan yang menerapkan jenis flexitime ini akan memperbolehkan karyawan untuk bekerja di kantor selama dua jam di kantor. Mereka juga bebas menentukan kapan untuk datang ke kantor.

Sisa jam kerja bisa dilakukan dengan bekerja jarak jauh. Dengan syarat pekerjaan harus tetap selesai.

Manfaat Jam Kerja Fleksibel

Saat ini, semakin banyak perusahaan yang menerapkan flexi hour, bahkan memasukan peraturan ini ke dalam informasi lowongan yang mereka buat dengan tujuan menarik talenta-talenta terbaik.

Hal ini memang tidak mengherankan karena ada banyak sekali manfaat jam kerja fleksibel, terutama bagi perusahaan seperti berikut ini:

1. Menghemat Pengeluaran Perusahaan

Manfaat jam kerja fleksibel yang pertama adalah metode ini dapat menghemat pengeluaran perusahaan. Perusahaan bisa menghemat biaya penggunaan internet, listrik, serta ruang kantor.

Hal ini karena karyawan tidak akan sepenuhnya akan bekerja di kantor, mereka bisa bekerja di rumah, di cafe, atau di manapun.

2. Meningkatkan Retensi

Memberikan kebebasan jam kerja kepada karyawan ternyata bisa menjadi cara yang efektif bagi perusahaan untuk mempertahankan karyawan dan meningkatkan employee retention.

Ini karena karyawan melihat jam kerja fleksibel menjadi suatu fasilitas yang menguntungkan yang mungkin tidak mereka dapatkan di perusahaan lain.

Berdasarkan hasil survei pada 2018 bahwa 80% pekerja akan memilih pekerjaan yang memberikan mereka flexi hour daripada tidak. Dan 35% mengatakan bahwa pekerjaan yang fleksibel sangat penting bagi mereka dibandingkan dengan posisi yang bergengsi.

3. Menarik Top Talent

Saat ini para top talent menjadikan jam kerja fleksibel sebagai pertimbangan mereka dalam menerima tawaran pekerjaan. Maka tidak mengherankan bila saat Anda menerapkan flexitime akan sangat mudah bagi Anda menarik top talent ke perusahaan.

4. Meningkatkan Produktivitas

Dengan memberikan kebebasan jam berapa mereka masuk, perusahaan dapat mendorong karyawan untuk lebih produktif dalam menggunakan waktu mereka.

Ini karena karyawan mampu untuk memprioritaskan tugas mereka berdasarkan fokus atau tingkat energi mereka saat ini, sehingga mereka dapat bekerja lebih cepat sekaligus mengoptimalkan kualitas kinerja mereka.

Produktivitas yang lebih tinggi sering kali mengarah pada peningkatan kinerja perusahaan.

5. Mengatasi Masalah Kehadiran

Ketika diberi pilihan untuk memilih jam kerja yang fleksibel atau bekerja dari rumah, karyawan mungkin akan mengambil lebih sedikit cuti atau izin.

Misalnya, seorang karyawan yang memiliki janji temu medis di jam kerja, mereka hanya perlu menyesuaikan jam kerja tanpa perlu mengajukan cuti. Dengan begini, perusahaan pun dapat mengatasi ketidakhadiran dan menjaga produktivitas.

6. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Employee engagement adalah hal yang penting, ketika karyawan ingin terlibat di dalam perusahaan artinya mereka memahami peran mereka dan bagaimana mereka seharusnya berkontribusi untuk kesuksesan perusahaan.

Menerapkan jam kerja fleksibel adalah salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan employee engagement. Memberikan jam kerja fleksibel akan membuat karyawan merasa dihargai dan membuat mereka merasa perusahaan mempercayai mereka untuk mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cara mereka.

Baca Juga: 10 Indikator Kinerja Karyawan dan Cara Menyusunnya

Kekurangan Jam Kerja Fleksibel

Namun, terlepas dari manfaat yang diberikan, terdapat beberapa kekurangan jam kerja fleksibel. Berikut ini beberapa kekurangan dari penerapan flexi hour.

1. Tidak Cocok untuk Beberapa Peran Karyawan

Beberapa peran karyawan tidak cocok dengan jam kerja fleksibel. Terutama untuk posisi yang berhadapan langsung dengan pelanggan atau klien. Ini karena posisi tersebut haruslah punya jam kerja yang konsisten.

Contohnya, resepsionis yang punya peran menyambut tamu, mengarahkan panggilan telepon, dan mengontrol akses di lingkungan kerja, maka resepsionis haruslah memiliki jam kerja yang konsisten.

2. Masalah Komunikasi

kekurangan jam kerja fleksibel yaitu masalah komunikasi

Ketika karyawan bekerja dengan jadwal yang berbeda, menjadwalkan rapat dan berkomunikasi tentang proyek bisa menjadi sulit. Seiring waktu, ketidaksesuaian jadwal dan kurangnya komunikasi dapat memperlambat proyek dan mengakibatkan hilangnya peluang perusahaan.

Selain itu, karyawan mungkin akan mengalami kesulitan karena tidak mampu bekerja secara kolaboratif dengan rekan kerja yang tidak berada di kantor dan sulit dihubungi.

3. Kurangnya Akuntabilitas

Beberapa jam kerja fleksibel memberikan kebebasan yang besar kepada karyawan untuk memilih jadwal kerja yang sesuai untuk mereka.

Dalam beberapa kasus, karyawan yang datang dan pulang pada waktu yang berbeda dapat menyulitkan manajer dan supervisor untuk menentukan apakah pekerja benar-benar memenuhi jam kerja yang diwajibkan.

Hal ini dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, serta merusak moral di tempat kerja.

4. Memicu Kerja Lembur

Terkadang, penjadwalan yang fleksibel dapat secara tidak sengaja menyebabkan karyawan bekerja lembur, sehingga mengharuskan perusahaan untuk mengeluarkan upah lembur yang tidak direncanakan.

Cara Mengatasi Masalah Jam Kerja Fleksibel

Menerapkan jam kerja fleksibel bisa menjadi opsi terbaik untuk perusahaan Anda, bila Anda takut dengan beberapa masalah yang mungkin akan timbul, Anda bisa mengikuti beberapa cara berikut untuk mengurangi dan mengatasi masalahnya.

1. Buatlah kebijakan yang mengatur ketentuan jam kerja fleksibel. Di dalam pembuatan peraturan ini pastikan Anda mengajak para karyawan, manajer, supervisor untuk meninjau kebijakan yang diberikan. Minta juga mereka untuk merekomendasi jenis program yang paling sesuai.

2. Berikan edukasi kepada karyawan tentang penjadwalan yang fleksibel dan cara menggunakannya dengan tepat. Perusahaan harus memperjelas ekspektasi tentang transparansi penjadwalan dan meminta pertanggungjawaban karyawan untuk mematuhi jadwal yang telah mereka tetapkan sendiri.

3. Tetapkan konsekuensi bagi karyawan yang menyalahgunakan penjadwalan fleksibel, seperti menyurati karyawan tersebut dan mewajibkannya untuk menaati jadwal standar sebagai bagian dari rencana kinerja.

4. Sediakan alat bantu bagi karyawan untuk tetap terhubung bahkan ketika mereka tidak berada di kantor, seperti Slack, atau Zoom.

Itulah penjelasan mengenai jam kerja fleksibel yang menjadi salah satu tren di dunia kerja.

Jika perusahaan sudah menerapkan flexible work hour,  ada baiknya Anda memasukkannya dalam iklan lowongan yang Anda buat. Dengan begitu iklan lowongan Anda bisa lebih unggul dari yang lainnya.

Anda juga dapat mempercepat proses rekrutmen di perusahaan Anda dengan Premium Recruitment KitaLulus. Ini karena Premium Recruitment KitaLulus adalah software rekrutmen yang sudah dilengkapi dengan teknologi AI yang dapat membantu proses screening kandidat 92% lebih cepat.

Selain itu, dengan menggunakan Premium Recruitment KitaLulus, Anda akan mendapatkan akses tanpa batas untuk membuat lowongan serta kandidat yang lebih luas.

Ayo, segera nikmati kemudahan rekrutmen bersama Premium Recruitment KitaLulus!

Share this article:
Share this article: Share Tweet
To top