Manajemen Kinerja: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Siklusnya

Admin Kitalulus
Admin KitaLulus adalah content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
manajemen kinerja
Manajemen Kinerja: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Siklusnya

Sebuah perusahaan tidak akan berjalan baik tanpa karyawan yang bekerja dengan optimal. Maka dari itu, dibutuhkan adanya manajemen kinerja atau performance management.

Hal ini tidak hanya memastikan karyawan selalu bekerja dengan performa terbaiknya, melainkan juga memastikan bahwa tujuan perusahaan tercapai dan karyawan pun terus berkembang bersama perusahaan.

Untuk membantu Anda memahami lebih jauh tentang apa itu manajemen kinerja, mari simak artikel KitaLulus berikut ini!

Apa Itu Manajemen Kinerja?

Manajemen kinerja adalah proses tata kelola, perencanaan, pemantauan, serta peninjauan kinerja dan target agar mampu mencapai produktivitas perusahaan yang optimal.

Di dalam penerapannya, performance management bisa fokus pada kinerja organisasi, departemen, karyawan, atau juga proses produksi yang ada.

Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga konsistensi serta memenuhi kebutuhan perusahaan dalam menjaga kualitas produk.

Sedangkan pengertian manajemen kinerja menurut Amstrong (2004) adalah pendekatan strategi dan terpadu guna menyampaikan tujuan yang berkelanjutan di organisasi dengan memperbaiki kinerja karyawan di dalamnya.

Tujuan Manajemen Kinerja

Secara umum, tujuan dari manajemen kinerja adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Strategi

Tujuan ini berkaitan dengan target yang ingin dicapai perusahaan. Di mana target tersebut bisa dicapai dengan strategi yang matang. Di dalam strategi pun tercantum cara mengatur pola kerja mulai dari perilaku sampai karakteristik karyawan yang dibutuhkan.

2. Tujuan Administratif

Manajemen kinerja dapat digunakan untuk mengambil keputusan administratif terkait pengkajian, promosi, sampai pemberhentian karyawan.

3. Tujuan Pengembangan

Dari performance management, nantinya perusahaan bisa melakukan pengembangan kapasitas karyawan sesuai bidang kerjanya, memberikan pelatihan kepada karyawan yang memiliki kinerja tidak baik, dan menempatkan karyawan di posisi yang sesuai.

Baca juga: Pentingnya Strategi Performance Management & 4 Penerapannya

Manfaat Manajemen Kinerja

Performance management mendatangkan banyak manfaat yang bisa dirasakan tidak hanya untuk organisasi tapi juga individu yang ada di dalamnya. Berikut beberapa manfaat tersebut.

  • Adanya keselarasan tujuan organisasi dengan tujuan tim dan individu dalam memperbaiki kinerja
  • Memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik
  • Meningkatkan komitmen perusahaan dan karyawan
  • Proses pelatihan karyawan menjadi lebih baik
  • Peran karyawan dalam organisasi lebih jelas
  • Mendorong keterampilan karyawan untuk lebih baik

Perbedaan Manajemen Kinerja dan Penilaian Kinerja

Masih banyak yang mengartikan manajemen kinerja sama dengan penilaian kinerja. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

Secara penekanan, manajemen kinerja lebih fokus pada integrasi guna memastikan kinerja karyawan sesuai dengan tujuan perusahaan. Sedangkan penilaian kinerja lebih memprioritaskan masukan dan evaluasi untuk karyawan.

Tujuan dari kedua hal ini berbeda. Tujuan manajemen kinerja adalah mengevaluasi performa karyawan sehingga sesuai dengan cita-cita perusahaan.

Pada penilaian kinerja tujuannya adalah untuk mengembangkan performa karyawan serta menumbuhkan budaya perusahaan dalam diri karyawan.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan Agar Loyal dan Produktif

Komponen Manajemen Kinerja

Performance management memiliki berbagai komponen yang termasuk ke dalam sistem performance management, komponen tersebut antara lain:

  • Pembuatan job desk yang jelas sesuai dengan perencanaan perekrutan karyawan
  • Memilih calon kandidat yang paling memenuhi syarat wawancara
  • Melakukan wawancara kandidat untuk tahap seleksi selanjutnya
  • Berdiskusi apakah kandidat mampu mencapai tujuan dan memenuhi job desk yang ada
  • Melakukan seleksi kandidat dengan berbagai proses sesuai dengan kultur perusahaan
  • Memberikan offering kepada kandidat terpilih
  • Onboarding kandidat dengan melakukan orientasi, menunjuk mentor, dan mengenalkan budaya perusahaan
  • Memberikan pelatihan karyawan
  • Memberikan pembinaan karyawan
  • Diskusi pengembangan kinerja karyawan
  • Memberikan pengembangan karier dengan promosi, pergeseran posisi yang setara, atau transfer
  • Evaluasi karyawan resign dengan mencari tahu alasannya

Komponen ini bisa berbeda-beda di setiap perusahaan. Tapi, unsur dan prinsipnya secara umum tidak akan jauh berbeda.

Siklus Manajemen Kinerja

Ada 4 tahap dalam siklus performance management yang berlangsung secara terus menerus.

1. Perencanaan

Di tahap ini, manajemen dan direktur organisasi akan mendiskusikan tujuan yang hendak dicapai, baik itu secara keseluruhan atau juga dalam jangka waktu tertentu.

Penetapan tujuan menjadi panduan seluruh unit yang ada di perusahaan untuk dapat merancang goals yang lebih spesifik.

Tujuan ini tidak hanya berkaitan dengan strategi bisnis, tapi juga KPI karyawan dalam tim, seperti tujuan pengembangan, tugas, target, tindakan, dan lainnya.

Jika rencana pencapaian secara umum telah ditentukan, maka manajer yang berada di bawah dapat menetapkan tujuan untuk performance management karyawan.

2. Kontrol

Tahap ini dilakukan untuk memastikan apakah tujuan yang telah direncanakan bisa dicapai.

Bila ternyata karyawan menghadapi masalah, maka manajer bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Di tahap ini, tidak menutup kemungkinan manajemen menetapkan tujuan baru.

3. Pengkajian

Tahap pengkajian bersifat dua arah dan biasanya dilakukan di akhir tahun. Pada akhir tahun, manajemen dan karyawan akan mendiskusikan apakah tujuan yang telah ditetapkan di awal berhasil tercapai atau tidak.

Manajer pun bisa melakukan kolaborasi dengan karyawan. Keterlibatan karyawan akan mendorong loyalitas mereka pada perusahaan.

Manajemen dan karyawan akan menkaji seberapa realistis tujuan yang ditetapkan di awal, bagaimana karyawan mendapatkan skill dan pengalaman baru.

Selain itu, di sini juga akan terlihat bagaimana karyawan menyelesaikan pekerjaannya dan faktor apa saja yang memengaruhi kinerjanya. Lalu, apa yang bisa diperbaiki agar kinerja karyawan dan tujuan perusahaan bisa tercapai.

4. Penghargaan

Tahap berikut sangat penting untuk mendorong kinerja karyawan. Penghargaan akan memotivasi karyawan untuk terus memberikan hasil yang optimal.

Penghargaan yang bisa diberikan kepada karyawan antara lain kenaikan gaji, bonus, penambahan hak cuti, proyek tambahan, atau testimoni tertulis.

Baca juga: 10 Indikator Kinerja Karyawan dan Cara Menyusunnya

Cara Memaksimalkan Manajemen Kinerja

Agar performance management bisa maksimal, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Tinjau Kinerja yang Tidak Efektif

Cobalah lakukan penilaian kinerja tidak hanya setahun sekali. Hal ini karena penilaian tersebut kurang memberikan banyak kesempatan bagi karyawan untuk berkembang.

Anda bisa coba melakukan evaluasi kinerja lebih sering, misal dua atau tiga kali dalam setahun.

2. Identifikasi Karyawan Berkinerja Tinggi

Lakukan identifikasi karyawan yang memiliki kinerja baik, lalu susun strategi mempertahankannya. Pastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

3. Gunakan OKR

Ada baiknya Anda menggunakan OKR untuk dapat menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan perusahaan. Ini adalah salah satu cara paling efisien meningkatkan kinerja dan mempermudah pengelolaan karyawan dan perusahaan.

Dengan OKR, karyawan melihat sendiri bagaimana kinerja mereka berdampak pada pelaksanaan tujuan.  Hal ini juga membantu meningkatkan kinerja karyawan secara organik.

Selain itu, OKR menjadi cara yang terukur untuk melacak kemajuan sasaran, manajer dapat menilai kinerja secara berkelanjutan dan real time.

4. Kembangkan Feedback Berkelanjutan

Coba kembangkan feedback berkelanjutan antara karyawan. Hal ini bisa dilakukan dengan meeting mingguan atau juga dengan laporan kemajuan karyawan mingguan.

Di dalam laporan kemajuan karyawan, Anda dapat mengajukan pertanyaan tentang apa yang berhasil dicapai karyawan setiap minggu, apa hambatan yang mereka temukan, atau apa ada masalah mendesak yang dihadapi karyawan.

Itulah pembahasan mengenai manajemen kinerja. Dapat kita simpulkan bahwa ini adalah salah satu cara perusahaan untuk memastikan adanya keselarasan antara tujuan perusahaan dengan kinerja karyawan.

Salah satu yang paling menentukan dalam manajemen kinerja adalah individu-individu yang ada di dalam perusahaan. Individu yang kompeten akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya dengan mudah.

Untuk mendapatkan karyawan yang kompeten, tentu dibutuhkan proses rekrutmen yang berjalan dengan baik, terutama dalam proses screening. Tapi di satu sisi, proses rekrutmen juga harus dilakukan dengan cepat.

Beruntungnya, sekarang perusahaan Anda bisa mendapatkan kandidat potensial dengan memanfaatkan software rekrutmen. Kehadiran software rekrutmen memungkinkan HRD mempercepat pencarian kandidat.

Software tersebut adalah Premium Recruitment KitaLulus. Premium Recruitment KitaLulus dilengkapi dengan teknologi AI yang memungkinkan proses screening kandidat dilakukan 92% lebih cepat dari cara manual.

Dengan begitu, HRD tidak perlu susah-susah lagi menyeleksi lamaran kandidat satu per satu sehingga menyita waktu banyak. Yuk coba fitur-fitur Premium Recruitment KitaLulus sekarang!

Share this article:
Share this article: Share Tweet
To top