Offshoring ideal untuk membangun tim internal di negara lain dengan kontrol penuh, berbeda dari outsourcing yang menyerahkan pekerjaan ke pihak ketiga.
Kombinasi antara biaya tenaga kerja yang kompetitif, akses talenta digital yang besar, dan dukungan infrastruktur menjadikan Indonesia pilihan menarik bagi perusahaan global.
Rekrutmen adalah kunci dari offshoring yang efektif. Tim yang tepat hanya bisa dibentuk jika proses rekrutmen dilakukan dengan strategi yang sesuai konteks lokal, termasuk pemahaman terhadap budaya kerja, ekspektasi gaji, dan preferensi kandidat.
Gunakan KitaLulus untuk menjangkau dan merekrut talenta terbaik di Indonesia. Dengan jangkauan ke 11+ juta pelamar aktif dan fitur AI screening, KitaLulus membantu perusahaan membangun tim offshore secara cepat, efisien, dan sesuai target. Cocok untuk bisnis yang ingin ekspansi tanpa ribet.
Banyak bisnis mulai melirik offshoring sebagai cara untuk memangkas biaya dan mengembangkan tim secara global.
Namun, kenyataannya, memindahkan sebagian fungsi kerja ke negara lain bukan perkara simpel, apalagi kalau tujuannya ingin menjaga kualitas dan efisiensi.
Dalam artikel ini, KitaLulus akan mengupas tuntas apa itu offshoring, mengapa Indonesia jadi pilihan menarik, dan strategi menjalankannya dengan tepat agar membawa hasil yang optimal.
Apa itu Offshoring dalam Bisnis Modern?
Offshoring adalah praktik memindahkan sebagian pekerjaan perusahaan ke luar negeri, baik dengan merekrut tim baru di sana atau memindahkan fungsi tertentu dari kantor pusat.
Banyak perusahaan global memilih offshoring untuk menekan biaya, memperluas akses talenta, atau masuk ke pasar baru.
Indonesia sendiri kini jadi lokasi offshoring yang populer karena jumlah talenta digital yang besar, biaya operasional yang kompetitif, dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang.
Perbedaan Offshoring dengan Model Rekrutmen Lainnya
Berikut perbedaan antara offshoring dan model-model serupa:
Offshoring: Memindahkan fungsi kerja ke negara lain dengan membentuk tim internal atau anak perusahaan, tetap dalam kendali penuh perusahaan induk.
Outsourcing: Menyerahkan fungsi tertentu kepada pihak ketiga (vendor), baik di dalam maupun luar negeri. Perusahaan tidak langsung mempekerjakan karyawan.
Nearshoring: Offshoring ke negara tetangga atau wilayah dengan zona waktu serupa, untuk meminimalkan hambatan komunikasi dan budaya.
Remote Hiring (konvensional): Mempekerjakan individu secara jarak jauh tanpa membentuk struktur tim atau entitas khusus di negara tersebut. Biasanya digunakan untuk kebutuhan freelance atau peran fleksibel.
Jika ingin membangun tim yang sustainable di Indonesia, offshoring menjadi pendekatan yang lebih strategis dibanding sekadar rekrutmen jarak jauh atau outsourcing biasa.
Perbedaan Offshoring dan Outsourcing bagi Perusahaan
Meski sering dianggap sama, offshoring dan outsourcing sebenarnya dua strategi bisnis yang berbeda. Keduanya memang bertujuan meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan sumber daya, tapi cara kerjanya sangat berbeda.
Dimensi
Offshoring
Outsourcing
Lokasi Kerja
Di luar negeri
Bisa di dalam negeri atau luar negeri
Kepemilikan Tim & Kontrol Proses
Tim direkrut langsung dan dikelola oleh perusahaan (in-house)
Dikelola oleh vendor pihak ketiga, perusahaan tidak terlibat langsung
Struktur Biaya
Butuh modal awal lebih besar, tapi bisa hemat dalam jangka panjang
Biaya lebih fleksibel dan langsung sesuai kontrak layanan
Keterlibatan Manajemen Internal
Tetap aktif mengelola operasional
Minim, karena proses diserahkan ke pihak layanan
Skala Operasi
Umumnya digunakan untuk fungsi besar atau strategis, seperti R&D, manufaktur, atau support center
Umumnya digunakan untuk fungsi support seperti IT support, HR, atau customer service
Akses Talenta
Menghemat biaya tenaga kerja dan memperluas jangkauan bisnis
Fokus ke efisiensi proses dan mengandalkan keahlian vendor
Fleksibilitas & Skalabilitas
Kurang fleksibel karena memerlukan pengelolaan internal
Lebih fleksibel dan cepat disesuaikan sesuai kebutuhan bisnis
Efisiensi biaya jangka pendek, efisiensi proses, fokus pada kompetensi inti
Contoh Kasus
Perusahaan teknologi membangun tim software engineering di Indonesia
Perusahaan e-commerce menyerahkan layanan pelanggan ke perusahaan call center lokal
Risiko
Kompleksitas hukum, perizinan, dan budaya kerja lintas negara
Risiko kualitas layanan atau ketergantungan tinggi pada vendor
Singkatnya, keduanya bisa saling melengkapi, tergantung kebutuhan dan strategi perusahaan.
Offshoring cocok untuk perusahaan yang ingin membangun kapabilitas jangka panjang di lokasi strategis seperti Indonesia, dengan kendali penuh atas proses dan budaya kerja.
Outsourcing lebih ideal untuk tugas-tugas non-strategis yang bisa diserahkan ke spesialis luar, dengan tujuan efisiensi waktu dan biaya tanpa perlu rekrutmen langsung.
Untuk perusahaan yang ingin membangun tim global tanpa kehilangan kontrol kualitas, Indonesia menawarkan kombinasi faktor yang sulit ditemukan di negara lain.
1. Penghematan Biaya Tenaga Kerja & Operasional
Salah satu alasan terkuat perusahaan memilih Indonesia sebagai lokasi offshoring adalah efisiensi biaya.
Upah tenaga kerja di Indonesia lebih rendah dibanding negara-negara Barat atau premium market seperti Singapura.
Biaya sewa kantor, utilitas, dan operasional harian juga relatif murah.
Perusahaan bisa menjalankan tim berkualitas tanpa mengorbankan anggaran.
2. Akses ke Talent Pool yang Lebih Luas dan Beragam
Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja muda yang besar dan terus bertumbuh.
Banyak lulusan dari bidang teknologi, bisnis, dan digital dengan skill terkini.
Cocok untuk membentuk tim dari level junior hingga middle management.
Kombinasi ini memudahkan perusahaan global menemukan talenta berkualitas, baik untuk peran entry-level sampai mid-level, tanpa harus bersaing langsung dengan pasar tenaga kerja mahal.
3. Fleksibilitas Operasional & Kemampuan Layanan Hampir 24/7
Perbedaan zona waktu antara Indonesia dan negara-negara Barat sering kali menjadi keuntungan.
Perbedaan zona waktu mendukung model kerja follow-the-sun.
Proyek bisa dikerjakan di luar jam kantor pusat, mempercepat hasil.
Layanan pelanggan bisa lebih cepat dan mencakup waktu global.
Dengan beban operasional di Indonesia, tim di negara asal dapat fokus pada inovasi dan pengembangan bisnis.
4. Skalabilitas Tim yang Cepat
Indonesia memungkinkan perusahaan membangun tim dalam waktu singkat karena ukuran pasar talent yang besar dan beragam.
Mudah merekrut dan menambah tim sesuai kebutuhan bisnis.
Tidak perlu investasi besar untuk ekspansi tim operasional.
Cocok untuk perusahaan yang ingin tumbuh cepat dengan hemat biaya.
Strategi Menerapkan Offshoring Bisnis di Indonesia
Untuk berhasil menjalankan strategi offshoring ke Indonesia, perusahaan perlu melalui tahapan terstruktur: mulai dari memilih fungsi yang akan dipindahkan, menentukan model kerja, hingga membangun sistem koordinasi dan rekrutmen yang tepat.
1. Menentukan Fungsi yang Cocok untuk Dikerjakan dari Indonesia
Tidak semua pekerjaan cocok untuk dipindahkan ke luar negeri. Umumnya yang paling cocok:
Pekerjaan rutin dan repetitif: Cocok untuk proses yang bisa didokumentasikan dan diukur. Contoh: software development, IT maintenance, QA, payroll, dan customer support.
Fungsi dengan kesenjangan talenta: Jika negara asal kekurangan SDM tertentu, Indonesia bisa jadi solusi karena punya pool talenta luas, terutama di sektor digital dan layanan.
Fungsi yang butuh fleksibilitas waktu: Misalnya dukungan 24 jam untuk network monitoring atau layanan global, memanfaatkan zona waktu Indonesia untuk rotasi shift.
2. Menyusun Model Kerja: Captive, Vendor, atau Hybrid
Model kerja akan menentukan seberapa besar kontrol, efisiensi biaya, dan kompleksitas yang dihadapi:
Model
Kelebihan
Kekurangan
Captive (Bangun tim sendiri)
Kontrol penuh atas budaya kerja, keamanan data, dan SDM
Biaya tinggi, perlu entitas legal dan tim lokal sendiri
Vendor (BPO)
Cepat dijalankan, hemat legal-operasional, fleksibel
Kontrol terbatas, risiko kualitas dan komunikasi
Hybrid
Kombinasi efisiensi vendor & kontrol captive
Manajemen lebih kompleks karena mengelola dua sistem kerja
3. Menyiapkan Struktur Organisasi, Alur Koordinasi, dan Tools Kolaborasi
Koordinasi lintas negara membutuhkan sistem kerja yang rapi:
Struktur organisasi: Tetapkan jalur pelaporan yang jelas antar tim. Tunjuk liaison manager antara tim offshore dan kantor pusat.
Alur komunikasi: Jadwalkan pertemuan reguler seperti daily stand-up dan weekly check-in. Gunakan protokol respons cepat untuk isu yang kritikal.
Tools kolaborasi: Gunakan platform terpadu agar semua tim terhubung secara real-time, supaya kerja tetap lancar walau beda negara dan waktu.
4. Merekrut Karyawan melalui Platform Rekrutmen Lokal yang Tepat
Rekrutmen yang tepat adalah pondasi keberhasilan offshoring. Selain keahlian teknis, pastikan kandidat sesuai dengan nilai dan budaya kerja perusahaan. Selain itu, menawarkan gaji yang sesuai standar pasar lokal jadi faktor besar untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik.
Nah, kalau Anda ingin menjangkau lebih banyak talenta lokal secara cepat dan tepat sasaran, perusahaan perlu menggunakan platfrom yang sudah dikenal dan banyak digunakan oleh pekerja di Indonesia, salah satunya KitaLulus.
Platform ini sudah digunakan jutaan pencari kerja aktif di Indonesia dan dirancang khusus untuk memudahkan proses rekrutmen, mulai dari pasang lowongan gratis hingga filter kandidat yang sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Checklist Persiapan Offshoring untuk HR & Manajemen
Berikut adalah daftar hal-hal penting yang sebaiknya diperiksa sebelum membangun tim offshore di Indonesia:
1. Perencanaan Strategi
Sebelum merekrut atau membentuk tim, perusahaan harus memastikan bahwa strategi offshoring sudah matang dan selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang.
Menentukan tujuan utama offshoring: Apakah untuk menekan biaya operasional, memperluas akses ke talenta terampil, menyediakan layanan 24 jam, atau kombinasi semuanya? Tujuan yang jelas akan menentukan strategi eksekusi.
Memilih fungsi dan role yang dipindahkan ke tim offshore: Sudah memilih unit atau fungsi yang paling cocok untuk dipindahkan. Pastikan role-nya bisa bekerja remote dan memiliki SOP yang dapat ditransfer.
Menetapkan model kerja: Tiga model utama:
Captive team: membangun tim internal di Indonesia (lebih cocok untuk kontrol penuh).
Vendor/BPO: menyerahkan ke pihak ketiga (cocok untuk efisiensi awal).
Hybrid: gabungan captive dan vendor sesuai kebutuhan.
2. Operasional & Keuangan
Setelah strategi disiapkan, tahap berikutnya adalah memastikan operasional dan pembiayaan dapat mendukung tim offshore.
Menyiapkan anggaran dan kompensasi: Termasuk gaji pokok, tunjangan, pajak tenaga kerja, dan potensi biaya retensi. Perlu riset pasar tenaga kerja Indonesia agar penawaran kompetitif dan sesuai ekspektasi lokal.
Memilih platform rekrutmen relevan: Gunakan platform yang relevan dan populer di pasar tenaga kerja Indonesia seperti KitaLulus untuk menjangkau kandidat dengan cepat dan tepat. Platform lokal memahami preferensi kandidat dan jalur distribusi yang efektif.
Menyediakan SOP, KPI, dan alur reporting: Pastikan tim offshore memiliki panduan kerja, indikator performa, dan sistem pelaporan yang jelas agar kualitas kerja tetap terjaga meski dari jarak jauh.
3. Legal, Risiko, dan Kepatuhan
Mendirikan operasi offshore juga berarti harus memahami aspek hukum ketenagakerjaan dan risiko yang mungkin muncul dalam proses rekrutmen dan pengelolaan tim.
Analisis aspek hukum dan ketenagakerjaan: Termasuk jenis kontrak kerja, sistem payroll, hak-hak karyawan Indonesia, cuti, jam kerja, serta kewajiban perusahaan sebagai pemberi kerja asing.
Antisipasi keamanan data: Apalagi jika tim offshore akan mengakses sistem internal atau data klien. Terapkan standar keamanan seperti NDA, akses terbatas, dan kebijakan data protection.
Menyiapkan kontrak jika menggunakan vendor: Untuk model BPO, pastikan ada kontrak yang mengatur lingkup kerja, tanggung jawab, SLA (Service Level Agreement), dan mekanisme pelaporan serta terminasi.
Offshoring Butuh Persiapan Matang, Rekrutmen Harus Jadi Prioritas
Offshoring bukan sekadar memindahkan pekerjaan ke lokasi lain. Strategi ini menuntut kesiapan dari sisi tujuan bisnis, struktur tim, sistem kerja, hingga aspek legal dan budaya kerja. Agar berhasil, proses rekrutmen harus menjadi perhatian utama sejak awal.
KitaLulus bisa menjadi solusi terbaik untuk perusahaan yang ingin membangun tim offshore di Indonesia. Sebagai platform rekrutmen berbasis AI yang mudah digunakan, perusahaan bisa:
Pasang lowongan gratis dan langsung menjangkau lebih dari 11 juta pelamar aktif di seluruh Indonesia
Gunakan fitur penyaringan CV berbasis AI untuk temukan kandidat terbaik dalam hitungan menit
Kelola seluruh proses rekrutmen dari dashboard terpadu
Promosikan lowongan agar tampil lebih menonjol di aplikasi
Kirim undangan wawancara dan lakukan background check langsung dari sistem
Yuk, mulai rekrut talenta terbaik Indonesia hari ini di KitaLulus.