5 Alasan KPI Rekrutmen Gagal Tercapai & Cara Meningkatkannya

Ditulis oleh: Lutfi Maulida
Key Takeways
  • Banyak perusahaan gagal mencapai KPI rekrutmen karena deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, proses seleksi yang terlalu lama, rekrutmen manual, kurangnya kolaborasi, serta keputusan yang tidak berbasis data.
  • Setiap tantangan tersebut dapat diatasi dengan strategi yang lebih terstruktur dan dukungan teknologi.
  • Untuk membantu perusahaan mencapai target KPI dengan lebih cepat dan tepat, gunakan aplikasi rekrutmen KitaLulus yang menawarkan fitur pasang loker gratis, jangkauan luas, dashboard terpadu, serta opsi Premium dengan screening CV berbasis AI, promosi lowongan, hingga background check kandidat.

KPI rekrutmen adalah metrik atau cara mengukur efektivitas rekrutmen. Walaupun banyak perusahaan sudah menetapkan KPI rekrutmen yang jelas, pada realitanya, mereka sering kali gagal mencapai target. 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apa saja faktor yang membuat KPI rekrutmen sulit tercapai, dan bagaimana cara memperbaikinya agar proses hiring lebih optimal? Baca selengkapnya dalam artikel ini.

5 Penyebab KPI Rekrutmen Gagal Tercapai dan Cara Meningkatkannya

Beragam faktor dapat membuat target KPI rekrutmen sulit dicapai. Berikut beberapa di antaranya.

1. Job Description Tidak Jelas atau Terlalu Umum 

Job description yang rancu dan kurang spesifik membuat calon pelamar bingung mengenai kualifikasi dan tanggung jawab yang diharapkan. Akibatnya, jumlah pelamar yang tidak sesuai meningkat, proses seleksi menjadi lebih lama, dan tingkat keberhasilan kandidat yang lolos menurun. 

Studi dari Gallup mengungkapkan bahwa 31% pencari kerja akan melewatkan sebuah lowongan jika deskripsi pekerjaannya tidak jelas.

Contoh: 

Deskripsi pekerjaan hanya menuliskan ‘’Menguasai Microsoft Office’’ tanpa detail aplikasi apa yang digunakan, level kemampuan yang diharapkan, atau kaitannya dengan pekerjaan sehari-hari. 

Cara Meningkatkan: 

  • Gunakan bahasa yang spesifik dan hindari istilah ambigu.
  • Bedakan antara kriteria utama (must-have skills) dan tambahan (nice-to-have skills).
  • Tulis tanggung jawab harian, target kinerja, serta budaya kerja perusahaan.
  • Tambahkan informasi mengenai benefit dan peluang pengembangan karier.

2. Proses Rekrutmen Terlalu Lama 

Studi dari Talenta Board menunjukkan bahwa 17% kandidat membatalkan lamaran mereka karena proses seleksi yang terlalu panjang. Bila proses rekrutmen terlalu lama, perusahaan bisa kehilangan kandidat berkualitas yang lebih dulu menerima tawaran dari kompetitor. 

Contoh: 

Proses seleksi di suatu perusahaan berlangsung 1,5 bulan, sedangkan kompetitor hanya membutuhkan 2 minggu untuk merekrut kandidat yang sama. 

Cara Meningkatkan: 

  • Tetapkan SLA (Service Level Agreement) untuk setiap tahap, misalnya screening CV maksimal 3 hari, wawancara maksimal 1 minggu.
  • Manfaatkan Applicant Tracking System (ATS) untuk mempercepat administrasi dan komunikasi.
  • Bangun talent pool agar kandidat potensial sudah tersedia sebelum kebutuhan mendesak muncul.

3. Tidak Menggunakan Platform Rekrutmen Online

Proses rekrutmen manual menyita banyak waktu dan tenaga. Tanpa bantuan aplikasi rekrutmen, prosesnya jadi lebih lama, jangkauan kandidat terbatas, dan screening juga lebih sulit.

Survei dari Apollo Technical menemukan bahwa 42% pencari kerja lebih memilih melamar secara online ketimbang cara konvensional.

Contoh: 

HR harus memilah ratusan CV cetak secara manual, menghubungi kandidat satu per satu melalui telepon, dan mengatur wawancara tatap muka yang memakan waktu berminggu-minggu.

Cara Meningkatkan: 

Gunakan platform rekrutmen online seperti KitaLulus yang memiliki fitur screening CV dengan AI, undang wawancara, dan tracking status pelamar dalam 1 dasbor terpusat.

4. Kurangnya Kolaborasi dengan Hiring Manager

Apabila HR dan hiring manager tidak sepaham sejak awal, kriteria sering berubah di tengah proses. Hal ini menyebabkan proses seleksi menjadi berulang dan menghambat pencapaian KPI. 

Contoh: 

Hiring manager awalnya meminta kandidat dengan pengalaman minimal 2 tahun, tetapi setelah wawancara mengubah kriteria menjadi 5 tahun. Akibatnya, HR harus memulai proses pencarian dari awal.

Cara Meningkatkan: 

  • Lakukan kick-off meeting sebelum lowongan dibuka untuk menyamakan kriteria dan prioritas.
  • Gunakan form persetujuan job requisition yang jelas dan disetujui kedua pihak.
  • Berikan update berkala tentang status kandidat kepada hiring manager melalui ATS.

5. Tidak Menggunakan Data untuk Mengoptimalkan Rekrutmen

Mengambil keputusan rekrutmen hanya berdasarkan intuisi, tanpa analisis dari data sebelumnya. Hal ini membuat HR kesulitan mengidentifikasi bottleneck, channel yang tidak efektif, atau strategi sourcing yang kurang tepat.

Contoh: 

HR terus menggunakan channel platform yang sama walaupun data menunjukkan hanya 5% kandidat yang benar-benar lolos seleksi.

Cara Meningkatkan: 

  • Pantau KPI rekrutmen seperti source of hire, time-to-hire, dan offer acceptance rate.
  • Lakukan evaluasi bulanan untuk melihat channel atau metode mana yang paling efektif.
  • Gunakan dashboard rekrutmen untuk memantau performa secara real time.

Capai KPI Rekrutmen dengan Aplikasi Rekrutmen KitaLulus

KPI rekrutmen pada dasarnya bukan sekadar angka yang harus dicapai, melainkan cerminan kualitas proses hiring sebuah perusahaan. Jika target KPI belum terpenuhi, artinya ada bagian dari proses rekrutmen yang masih perlu ditingkatkan. 

Untuk membantu mencapainya, Anda bisa memanfaatkan aplikasi rekrutmen KitaLulus yang menyediakan berbagai fitur:

  • Pasang loker gratis: Cocok bagi perusahaan yang baru memulai rekrutmen atau ingin menghemat anggaran.
  • Basis kandidat luas: Menjangkau lebih dari 11 juta pelamar di 350+ kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
  • Dashboard terpadu: Memantau dan mengelola seluruh proses seleksi dalam satu tempat yang praktis dan mudah digunakan.
  • Screening CV & pencocokan kandidat cepat: AI menyaring 100+ CV hanya dalam 2 menit dan menampilkan kandidat paling relevan.
  • Pasang lowongan tanpa batas: Mendukung kebutuhan mass hiring tanpa limit jumlah lowongan.
  • Promosi lowongan: Menempatkan iklan di posisi strategis dalam aplikasi untuk menjangkau lebih banyak kandidat berkualitas.
  • Undang wawancara langsung: Jadwalkan wawancara dari dashboard tanpa perlu berpindah aplikasi.
  • Background check: Memastikan kredibilitas kandidat dengan pemeriksaan riwayat hukum dan keuangan sejak awal.

Yuk, coba pasang loker di KitaLulus untuk rekrutmen yang lebih cepat dan tepat!

  • Effective Job Descriptions: A Key Ingredient in Candidate Sourcing, diakses pada 21 Agustus 2025, https://www.eurobrussels.com/article/686/effective-job-descriptions-a-key-ingredient-in-candidate-sourcing
  • 5 Proven Ways to Speed Up Your Hiring Process, diakses pada 21 Agustus 2025,  https://iaml.com/blog/5-proven-ways-to-speed-up-your-hiring-process/
  • 55 Essential Recruiting Statistics for Astute Hiring Managers, diakses pada 21 Agustus 2025, https://www.apollotechnical.com/recruiting-statistics-for-hiring-managers/
Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top