Turnover Karyawan: Penyebab & 6 Cara Mengatasinya

Redaksi KitaLulus
Redaksi KitaLulus merupakan content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
turnover karyawan
Turnover Karyawan: Penyebab & 6 Cara Mengatasinya

Dalam dunia bisnis, istilah turnover menjadi kata yang cukup sering disebutkan. Turnover karyawan adalah aktivitas pergantian karyawan di dalam perusahaan secara cepat dan dalam jangka waktu yang kecil.

Kegiatan turnover karyawan atau employee turnover merupakan hal yang wajar. Bahkan dalam beberapa kasus, ini bisa menguntungkan dari sisi perusahaan. Namun, jika tingkat turnover tinggi tentu juga tidaklah baik.

Lalu, bagaimana cara mengatasi turnover karyawan ini?‍‍ Simak selengkapnya dalam pembahasan berikut.

Apa itu Turnover Karyawan?

Apa itu turnover karyawan

Pada dasarnya, pengertian turnover karyawan adalah pergantian karyawan pada suatu perusahaan yang terjadi karena beberapa faktor penentu. Pergantian karyawan ini bisa dilakukan secara sukarela maupun tidak.

Lalu ada juga istilah tingkat turnover karyawan yang menggambarkan intensitas perputaran karyawan di dalam sebuah perusahaan. Umumnya, pengukuran tinggi atau tidaknya tingkat tersebut berdasarkan jumlah karyawan yang berhenti kerja dalam periode waktu tertentu.

Singkatnya, turnover karyawan adalah sebutan bagi perusahaan yang mengalami pergantian karyawan secara cepat dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu tertentu.

Ada beberapa faktor penentu yang menjadi penyebab hal ini terjadi. Bisa dari karyawan, perusahaan, atau pihak luar.

Meskipun merupakan hal yang wajar, turnover bisa memberikan perusahaan keuntungan dan kerugian. Salah satu keuntungannya adalah perusahaan dapat mengurangi karyawan yang tidak berpotensi dan mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi.

Sedangkan kerugiannya adalah jika angka employee turnover cukup tinggi, tingkat produktivitas perusahaan jadi menurun dan bisa berpengaruh pada pendapatan perusahaan yang ikut menurun.

Baca juga: Apa Itu Employee Retention? Ini Pengertian, Fungsi, & Cara Meningkatkannya

Faktor Peyebab Turnover Karyawan

Faktor Penyebab Turnover Karyawan

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa faktor penyebab turnover karyawan bisa terjadi dari karyawan itu sendiri, perusahaan, atau pihak luar. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Faktor Individu

Penyebab turnover yang pertama adalah faktor individu atau dari karyawan itu sendiri. Umumnya beberapa hal yang menjadi alasan adalah kepuasan kerja, beban kerja yang tidak sesuai, durasi kerja yang sudah terlalu lama, hingga masalah mentalitas karyawan.‍

2. Faktor Perusahaan

Faktor perusahaan meliputi sistem kerja yang tidak stabil dan tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan, sistem gaji yang tidak transparan, tidak adanya program pelatihan dan pengembangan SDM, sistem kerja yang terlalu monoton, dan tidak adanya transparansi dengan karyawan.‍

3. Faktor Luar

Faktor luar biasanya berkaitan dengan jarak tempuh antara rumah dan kantor yang terlalu jauh atau lokasi kantor yang tidak strategis. Sehingga menyebabkan karyawan tersebut merasa lelah setiap perjalanan pulang pergi ke kantor.

Baca juga: Cara Menghitung Anggaran Rekrutmen (Cost per Hire) & Tips Menghematnya

Jenis-jenis Turnover Karyawan

Berikut beberapa jenis turnover pada umumnya:

1. Sukarela

jenis turnover karyawan

Jenis turnover karyawan yang pertama adalah sukarela. Artinya, karyawan dengan sukarela mengundurkan diri dari perusahaan. Umumnya alasan pengunduran diri ialah dikarenakan masalah pribadi, mendapat kesempatan yang lebih baik, ingin melanjutkan pendidikan, dan lainnya.

2. Terpaksa

Jenis yang kedua adalah terpaksa. Artinya, karyawan yang bersangkutan terpaksa meninggalkan perusahaan karena faktor internal. Seperti lingkungan kerja yang tidak mendukung, internal manajemen yang tidak baik, pemutusan hubungan kerja, dan lainnya.‍

3. Fungsional

Fungsional merupakan jenis employee turnover yang tidak mempengaruhi kualitas perusahaan. Artinya, hal ini akan menguntungkan perusahaan dari keluarnya karyawan yang bersangkutan.

Umumnya, karyawan yang keluar adalah mereka yang memiliki kinerja buruk atau tidak memiliki potensi di bidang yang dikerjakan. Sehingga perusahaan akan mencari pengganti yang lebih baik lagi.

4. Disfungsional

Satu lagi yang termasuk jenis turnover karyawan adalah disfungsional. Kebalikan dari fungsional, jenis ini akan merugikan perusahaan. Seperti mempertahankan karyawan yang memiliki kinerja buruk namun dibutuhkan secara fungsional.‍‍

Baca juga: Mengenal People Analytics, Manfaat, Peran, dan Cara Implementasinya

Proses Turnover Karyawan

Employee turnover tidak terjadi begitu saja. Ada serangkaian proses yang harus dilewati terlebih dulu oleh karyawan dan perusahaan. Berikut penjelasannya.

1. Evaluasi

Proses pertama adalah tahap evaluasi. Artinya, perusahaan akan mengevaluasi karyawan selama mereka bekerja. Mulai dari kinerja, kerjasama tim, sistem kerja yang diberikan, rutinitas kerja, hingga hubungan antara atasan.‍

2. Keputusan

Jika dari hasil evaluasi tersebut memberikan hasil yang kurang memuaskan, maka perusahaan bisa memberikan pilihan kepada karyawan untuk melanjutkan kerja atau tidak.

Di sini juga perusahaan akan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mencari tempat kerja baru jika mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak kerja.‍

3. Pengajuan Keluar

Proses terakhir dari turnover karyawan adalah pengajuan keluar. Pada proses ini yang memegang kendali penuh adalah divisi HRD untuk melakukan exit interview dan komunikasi internal divisi.

Cara Menghitung Tingkat Turnover Karyawan

Untuk mengetahui secara pasti seberapa besar tingkat employee turnover, dapat dilakukan perhitungan menggunakan rumus turnover bulanan maupun tahunan berikut ini.

1. Menghitung Tingkat Turnover Bulanan

Menghitung turnover rate atau tingkat turnover karyawan cukup mudah. Anda hanya perlu menghitung perbandingan jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan dengan rata-rata karyawan.

Cara menghitung jumlah rata-rata karyawan adalah menambahkan jumlah karyawan di awal bulan dengan jumlah karyawan di akhir bulan lalu membaginya dua.

Untuk lebih jelasnya, simak rumus berikut:

Turnover bulanan % = (Jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan / Rata-rata jumlah karyawan) x 100

Contoh:

Pada bulan Januari 2022, ada 20 orang yang mengundurkan diri dari perusahaan Anda. Jumlah karyawan Anda di awal Januari 2022 adalah 2520 sementara di akhir Januari adalah 2500. Maka, cara menghitung turnover-nya adalah sebagai berikut:

Turnover bulanan % = 50 / ((2520+2500) / 2) x 100

= 50 / 2510 x 100

=  1,99%

Jadi, tingkat turnover rate pada Januari 2022 adalah 1.99%.

2. Menghitung Turnover Tahunan

Pada prinsipnya, cara menghitung turnover rate tahunan sama dengan menghitung turnover rate bulanan. Namun, beberapa perusahaan lebih memilih menghitung secara tahunan dan menunggu angkanya besar untuk mendapat pola yang lebih jelas.

Berikut cara menghitung turnover rate tahunan:

Turnover tahunan % = (Jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan / ((Jumlah karyawan di awal tahun + akhir tahun) / 2) x 100

Untuk cara menghitungnya sama dengan menghitung turnover bulanan. Hanya saja jumlah karyawan rata-rata pada turnover rate tahunan dihitung dengan menambahkan jumlah karyawan di awal tahun dan jumlah karyawan akhir tahun lalu membaginya dengan dua.

Contoh:

Sebanyak 10 karyawan keluar dari perusahaan Anda selama tahun 2021. Jumlah karyawan Anda pada akhir tahun 2021 adalah 200 orang dan awal tahun 2022 adalah 200 orang. jadi, tingkat employee turnover perusahaan Anda pada tahun 2021 adalah sebagai berikut:

Turnover tahunan % = (Jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan / ((Jumlah karyawan di awal tahun + akhir tahun) / 2) x 100

= 10 / ((200 +200) / 2) x 100

= 10 / 200 x 100

= 5%

‍Baca juga: Proses Seleksi Karyawan, Tujuan, dan Berbagai Jenis Tesnya

Cara Mengatasi Turnover Karyawan

Cara Mengatasi Turnover Karyawan

Jika sebuah perusahaan mengalami lonjakan angka turnover yang tinggi, maka hal itu perlu dievaluasi lebih lanjut.

Hal-hal seperti “apakah perusahaan merekrut karyawan yang tidak sesuai dengan harapan?”, “apakah perusahaan belum memberlakukan karyawannya secara layak?” dan lain sebagainya.

Terlebih di zaman sekarang, di mana para pekerja baru rata-rata adalah kaum muda generasi millennial yang berganti-ganti pekerjaan.

Sebuah perusahaan haruslah memiliki rencana untuk mengatasi employee turnover ini. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai HRD.

1. Rekrut Kandidat Tepat Sejak Awal

Sebagai recruiter, Anda harus mampu melihat kinerja dan bakat pelamar saat sedang mewawancarainya. Jangan sampai Anda terburu-buru dalam memberikan penilaian.

Pastikan kandidat yang dipilih memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan sehingga mereka bisa bekerja sesuai dengan beban kerja yang diberikan.‍

2. Atur Kompensasi dan Tunjangan

Salah satu cara memperlakukan karyawan yang baik adalah dengan memberikan gaji dan tunjangan yang sesuai, serta fasilitas-fasilitas penunjang untuk mempermudah pekerjaan mereka.‍

3. Perhatikan Kebutuhan Karyawan

Memperhatikan kebutuhan karyawan adalah salah satu cara HR atau manajer sebagai bentuk medium interaksi antara karyawan dan perusahaan. Anda bisa melakukannya pada saat meeting mingguan atau bulanan untuk menyampaikan hal-hal atau feedback agar menjadi perhatian bersama.‍

4. Libatkan Karyawan Agar Bisa Berkembang

Anda bisa melibatkan karyawan dalam suatu proyek penting dan sejenisnya. Pertukaran fungsi peran dalam perusahaan diklaim dapat membuat karyawan merasa tertantang dan dilibatkan, sehingga mereka bisa memberikan kinerja yang lebih baik lagi secara individu maupun di dalam tim.‍

5. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Positif

Lingkungan kerja yang positif menjadi salah satu kunci karyawan merasa betah di perusahaan.

Hal ini juga dapat memuaskan karyawan dan merasa nyaman saat melakukan pekerjaannya di kantor. Salah satu hal paling sederhana adalah pemberian penghargaan bagi karyawan berprestasi.‍

6. Jenjang Karir

Setiap karyawan tentulah menginginkan jenjang karir yang bagus dan baik. Terlebih jika karyawan tersebut sudah bekerja dalam jangka waktu lama di suatu perusahaan.

Oleh karena itu, HR dan manajer harus bisa mendorong karyawan untuk berdiskusi mengenai karir mereka.

Cara-cara di atas bisa Anda lakukan untuk mengatasi turnover karyawan. Pada umumnya, employee turnover dalam bisnis adalah hal yang wajar. Akan tetapi jika suatu perusahaan mengalami peningkatan pergantian karyawan dalam waktu singkat, hal tersebut harus segera dievaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.

Dampak Turnover

Dampak Turnover

Suatu perusahaan yang mengalami peningkatan dalam employee turnover bisa saja mengalami hal-hal buruk. Seperti kehilangan pelanggan, mengalami kerugian, perusahaan tidak bisa beroperasi secara optimal, berkurangnya sumber daya manusia atau karyawan, dan lain sebagainya.

Tentunya setiap perusahaan tidak menginginkan hal-hal tersebut terjadi. Lalu bagaimana dengan dampak turnover pada karyawan? Dampaknya mencakup:

  • Moral karyawan yang masih bekerja di perusahaan menjadi berkurang karena mereka melihat atau mengetahui bahwa ada sistem kerja yang salah.
  • Jika ada karyawan yang resign, maka produktivitas dalam tim juga akan mengalami penurunan. Meskipun ada karyawan baru yang menggantikan, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan kerjanya.
  • Karyawan lama yang terpaksa harus menanggung beban rekan kerja yang sudah resign bisa kehilangan motivasinya. Hal ini bisa saja disebabkan karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga karyawan tersebut merasa lelah dan keberatan.

Sedangkan dampak turnover pada perusahaan di antaranya:

  • Angka turnover yang tinggi bisa menyebabkan perusahaan merugi secara finansial karena pengeluaran yang dikeluarkan tidak sebanding.
  • Mengeluarkan biaya lagi untuk melakukan rekrutmen hingga pelatihan karyawan karena perusahaan membutuhkan karyawan dalam waktu cepat untuk mengganti yang resign.
  • Ada peluang yang hilang karena perusahaan tidak memiliki cukup sumber daya manusia atau karyawan untuk mengambil peluang tersebut.
  • Selain merugi dari segi finansial, dampak turnover pada perusahaan yang terlihat adalah merugi dari segi waktu. Hal ini dikarenakan perusahaan harus melakukan hiring untuk menggantikan karyawan yang resign dalam jangka waktu yang pendek. Padahal proses rekrutmen tidaklah cepat.

Jika Anda pemilik perusahaan, HR, atau manajer, hal penting yang harus diperhatikan adalah memastikan angka turnover karyawan agar tetap rendah.

Untuk menghindari angka employee turnover yang tinggi, Anda harus bisa menjalankan perusahaan sebaik mungkin. Salah satunya dengan mempekerjakan karyawan terbaik. Masih bingung mau mencari kandidat terbaik di mana?

Jika ingin lebih mudah lagi, Anda bisa mencoba Rekrutmen Premium KitaLulus yang dilengkapi fitur rekomendasi AI dan pasang loker tanpa batas. Dengan begini, Anda bisa mendapatkan pelamar terbaik hanya dalam 24 jam saja! Yuk coba sekarang juga!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top