Premi Asuransi adalah: Definisi, Cara Menghitung, dan Besarannya

Rabbani Haddawi
Seorang penulis dan editor profesional dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Memiliki keahlian dalam penulisan konten bidang keuangan, investasi, serta asuransi.
premi asuransi
Premi Asuransi adalah: Definisi, Cara Menghitung, dan Besarannya

Premi asuransi adalah konsep sentral dalam dunia perlindungan finansial. Bagi setiap nasabah yang ingin melindungi diri dan asetnya, pemahaman mengenai premi asuransi sangat penting. Premi asuransi mengacu pada jumlah uang yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi sebagai bagian dari kontrak perlindungan. 

Melalui pembayaran premi ini, nasabah mendapatkan jaminan bahwa jika terjadi risiko atau kerugian di masa depan, perusahaan asuransi akan memberikan dukungan finansial sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. 

Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang arti premi asuransi, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta cara menghitungnya, serta besaran premi yang sesuai dengan keuangan masing-masing orang.

Apa Itu Premi Asuransi?

Premi asuransi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi sebagai bentuk pembayaran perlindungan. Jumlah premi ini ditetapkan oleh perusahaan asuransi berdasarkan kondisi nasabah. 

Fungsinya adalah untuk memberikan pengembalian keuangan kepada nasabah jika mengalami kerugian di masa mendatang. Sebagai contoh, premi asuransi kesehatan membantu biaya perawatan saat nasabah sakit.

Beberapa faktor yang mempengaruhi besaran premi asuransi kesehatan antara lain:

  • Jenis Produk Asuransi: Produk asuransi kesehatan berbasis investasi umumnya memiliki premi lebih tinggi daripada produk biasa.
  • Tanggungan Klaim: Besar premi dipengaruhi oleh jenis layanan dan tanggungan klaim yang ditawarkan perusahaan asuransi.
  • Risiko yang Ditanggung: Premi akan lebih besar jika nasabah memiliki risiko kesehatan tinggi, seperti penyakit bawaan, merokok, atau kelebihan berat badan.

Pilihan asuransi kesehatan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan pendapatan bulanan. Pendapatan yang lebih tinggi memungkinkan akses ke layanan yang lebih baik. Hindari hanya mempertimbangkan premi, tapi juga periksa track record perusahaan dan proses klaim.

Baca Juga: 15 Asuransi Terbaik di Indonesia: Kesehatan, Jiwa, Mobil

Cara Menghitung Premi Asuransi 

Dalam menghitung premi asuransi, sebenarnya semuanya bergantung pada beberapa faktor dari asuransi yang hendak dibeli. Namun, secara garis besar, rumus cara menghitung premi asuransi adalah berikut ini:

Jumlah Premi = Tarif Premi x Total Harga Pertanggungan

Lalu, rumus tersebut bisa disesuaikan lagi dengan faktor-faktor seperti di bawah ini.

1. Menghitung Berdasarkan Nilai Pertanggungan

Langkah pertama dalam menghitung premi asuransi adalah dengan mempertimbangkan nilai pertanggungan. Nilai pertanggungan adalah jumlah maksimal yang akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika terjadi klaim. 

Premi cenderung meningkat seiring dengan naiknya nilai pertanggungan. Ini memastikan bahwa semakin besar risiko yang dicakup, premi akan semakin tinggi.

2. Faktor Usia dan Kesehatan

Faktor lain yang berpengaruh dalam perhitungan premi adalah usia dan kesehatan tertanggung. Tertanggung yang lebih muda cenderung membayar premi yang lebih rendah karena dianggap memiliki risiko yang lebih kecil. Sebaliknya, orang yang lebih tua atau memiliki masalah kesehatan mungkin akan dikenakan premi lebih tinggi karena risiko klaim yang lebih tinggi.

3. Menentukan Jenis Asuransi

Ada berbagai jenis asuransi, seperti asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, dan lainnya. Setiap jenis asuransi memiliki cara perhitungan premi yang berbeda. Misalnya, dalam asuransi kendaraan, faktor seperti jenis mobil, tahun pembuatan, dan daerah tempat tinggal akan mempengaruhi besarnya premi. 

Penting untuk memahami jenis asuransi yang kamu butuhkan agar perhitungan premi menjadi lebih akurat.

4. Tingkat Deduksi dan Limit Klaim

Tingkat deduksi adalah jumlah uang yang harus kamu bayarkan sebelum polis asuransi mulai berlaku. Semakin tinggi tingkat deduksi yang dipilih, premi akan semakin rendah. 

Namun, kamu perlu siap dengan biaya deduksi tersebut jika terjadi klaim. Di sisi lain, ada juga limit klaim, yaite jumlah maksimal yang dapat kamu klaim. Semakin tinggi limit klaim, premi mungkin akan naik.

5. Keadaan Geografis dan Riwayat Klaim

Asuransi seringkali mempertimbangkan faktor risiko berdasarkan lokasi geografis. Jika kamu tinggal di daerah yang rawan bencana alam atau tingkat kejahatan tinggi, premi bisa jadi lebih tinggi. 

Selain itu, riwayat klaim juga akan mempengaruhi perhitungan premi di masa mendatang. Jika kamu pernah mengajukan klaim sebelumnya, premi bisa naik sebagai respons terhadap risiko yang teridentifikasi.

Baca Juga: Manfaat Asuransi Kesehatan, Jiwa, dan Syariah untuk Finansial

Berapa Premi Asuransi yang Sehat?

Biaya asuransi kesehatan per bulan dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, cakupan asuransi yang diinginkan, dan penyedia asuransi. Tidak ada jumlah yang “ideal” yang cocok untuk semua orang karena kebutuhan dan kemampuan finansial setiap individu berbeda-beda.

Namun, jika yang dibicarakan adalah premi asuransi yang sehat untuk kondisi finansial, maka jawabannya adalah premi bulanan asuransi seharusnya sekitar 10-15% dari pendapatan bulananmu. Tetapi, hal tersebut tidaklah mutlak dan dapat berubah tergantung beberapa faktor berikut ini.

  • Cakupan Asuransi: Semakin luas cakupan asuransi kesehatan yang kamu pilih, semakin tinggi premi bulanan yang harus dibayar.
  • Usia: Biasanya, premi asuransi kesehatan akan lebih rendah saat kamu masih muda dan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Jenis Kelamin: Beberapa perusahaan asuransi mungkin memiliki tarif berbeda berdasarkan jenis kelamin.
  • Kondisi Kesehatan: Kondisi kesehatan dapat mempengaruhi premi yang harus kamu bayar. Beberapa kondisi medis tertentu mungkin membuat premi menjadi lebih tinggi.
  • Riwayat Perokok: Jika kamu perokok, premi asuransimu mungkin lebih tinggi karena risiko kesehatan yang lebih tinggi.
  • Pilihan Jaringan Rumah Sakit: Beberapa asuransi memiliki jaringan rumah sakit dan dokter yang berbeda. Premi bisa bervariasi tergantung pada pilihan jaringan yang kamu pilih.
  • Deductible dan Co-payment: Deductible adalah jumlah uang yang harus kamu  bayar sebelum asuransi mulai menutupi biaya. Co-payment adalah sejumlah uang tetap yang kamu bayar setiap kali menerima perawatan medis. Premi lebih rendah mungkin berarti deductible dan co-payment yang lebih tinggi.
  • Rencana Asuransi Keluarga atau Individu: Jika asuransi yang kamu pilih mencakup anggota keluarga lain, premi akan lebih tinggi daripada asuransi individu.

Penting untuk melakukan riset menyeluruh dan membandingkan berbagai rencana asuransi kesehatan dari berbagai penyedia. Kamu dapat berbicara dengan agen asuransi atau menggunakan situs perbandingan asuransi untuk mendapatkan perkiraan premi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaranmu. Selalu pastikan untuk membaca dengan teliti semua ketentuan dan ketentuan dalam rencana asuransi sebelum membuat keputusan.

Jika kamu ingin melindungi diri dan orang-orang terkasih dari risiko finansial yang tak terduga, memiliki asuransi adalah langkah cerdas yang sebaiknya dipertimbangkan.

Jika kamu senang dengan artikel-artikel serupa, kamu bisa mendapatkan berbagai artikel edukasi finansial lainnya hanya di KitaMapan, lho! Yuk, baca dan kunjungi halaman artikel menarik lainnya.

Kamu juga bisa berlangganan newsletter-nya hanya dengan memasukkan alamat email. Yuk, mulai terapkan tips mengelola keuangan dari KitaMapan sekarang!

Share this article:
Share this article: Share Tweet
To top