Banyak pekerjaan mulai tergantikan otomatisasi dan AI, tapi profesi yang menuntut tenaga, insting, dan keberanian manusia tetap sulit digantikan.
Di tengah disrupsi teknologi, mencari pekerjaan yang hanya dilakukan laki-laki membantu kita melihat jenis profesi yang masih relevan saat ini.
Pekerja laki-laki di sektor seperti penerbangan, militer, konstruksi, hingga teknik lapangan masih jadi garda depan di era digital.
Fokus pada peningkatan keterampilan manusiawi seperti kepemimpinan, ketahanan fisik, dan pengambilan keputusan cepat yang tak bisa diotomatisasi.
KitaLulus membantumu menemukan pekerjaan khusus laki-laki di berbagai industri dengan akses lowongan terpercaya di seluruh Indonesia.
Saat dunia semakin dikuasai oleh mesin, pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah masih ada pekerjaan yang hanya dilakukan laki-laki? Faktanya, di tengah maraknya otomatisasi saat ini, ada sejumlah pekerjaan laki-laki yang tetap bertahan karena sulit digantikan oleh teknologi. Pekerjaan ini biasanya mengandalkan kekuatan fisik, insting cepat, dan keberanian.
Menurut survei World Economic Forum (2024), sekitar 40% tenaga kerja global merasa cemas pekerjaannya akan tergantikan AI, terutama di bidang administratif dan analisis data. Namun, sektor yang melibatkan aktivitas lapangan dan fisik tinggi justru menunjukkan tingkat otomatisasi paling rendah.
Deretan pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh laki-laki ini umumnya bertahan karena membutuhkan ketangguhan dan refleks manusia yang tidak bisa diajarkan ke robot. Lantas, apa saja daftar pekerjaan tersebut? Simak rangkuman informasinya berikut ini.
Mengapa AI Tidak Bisa Menggantikan Semua Pekerjaan?
Kecerdasan buatan memang dapat menggantikan banyak fungsi manusia, dari analisis data hingga layanan pelanggan. Namun, menurut laporan McKinsey Global Institute (2024), hanya sekitar 30% pekerjaan yang berisiko tergantikan otomatisasi sebelum 2030. Sementara 70% sisanya tetap membutuhkan campur tangan manusia.
Laporan PwC Future of Work menunjukkan bahwa pekerjaan dengan unsur fisik dan risiko tinggi, seperti konstruksi, transportasi berat, dan militer, memiliki tingkat otomasi di bawah 10%. Hal ini karena pekerjaan tersebut membutuhkan keterampilan adaptif dan pengambilan keputusan intuitif yang tidak dimiliki robot.
Beberapa pekerjaan laki-laki yang tidak bisa dilakukan perempuan maupun AI ini bertahan karena faktor biologis dan psikologis. Karena itu, pekerjaan yang menuntut fisik kuat, ketahanan stres tinggi, dan refleks cepat di lapangan masih jauh dari jangkauan mesin.
10 Pekerjaan Laki-laki yang Anti-AI
Pekerjaan khusus laki-laki ini bukan sekadar membutuhkan kekuatan fisik, tapi juga memerlukan keberanian, kecerdasan situasional, dan keahlian teknis yang sulit ditiru oleh mesin. Adapun 10 pekerjaan yang hanya dilakukan laki-laki adalah sebagai berikut:
Pekerjaan Berbasis Kekuatan dan Risiko Fisik
1. Pertambangan
Bertugas mengekstraksi mineral dan sumber daya dari dalam bumi. Ini adalah pekerjaan berat yang membutuhkan kekuatan, ketahanan, dan keberanian menghadapi lingkungan ekstrem.
Skill yang sulit digantikan AI: ketangkasan fisik, adaptasi cepat terhadap kondisi ekstrem, serta kerja sama tim dalam situasi berisiko.
Gaji rata-rata: Rp 8–20 juta/bulan (tergantung sektor dan lokasi).
Pekerjaan laki-laki ini memiliki tugas utama menyelamatkan nyawa dan memadamkan api di lokasi berisiko tinggi. AI bisa bantu deteksi kebakaran, tapi aksi lapangan tetap butuh manusia.
Skill yang sulit ditiru AI: pengambilan keputusan cepat, empati, dan keberanian dalam tekanan tinggi.
Pekerjaan Berbasis Teknologi dan Keterampilan Teknis Lapangan
4. Mekanik & Teknisi Otomotif
Tugas utamanya mencakup diagnosis kerusakan, perawatan rutin (seperti ganti oli), perbaikan mekanik dan elektrikal, serta memastikan kendaraan aman dan layak jalan.
Skill yang sulit ditiru AI: kemampuan diagnosa manual, improvisasi teknis, dan pengalaman sensorik.
Pekerjaan ini bertugas mengatur instalasi dan pemeliharaan jaringan digital serta kabel data, yang merupakan peran vital di era digital dengan konektivitas tinggi.
Skill yang sulit digantikan AI: analisis manual di lapangan, troubleshooting real-time, dan kerja fisik presisi.
Pekerjaan Berbasis Keterampilan dan Insting Lapangan
7. Insinyur Lapangan (Field Engineer)
Pekerjaan laki-laki ini bertugas mengawasi dan mengelola proyek teknis secara langsung di lokasi kerja, seperti konstruksi, instalasi, dan pemeliharaan
Skill yang sulit digantikan AI: koordinasi tim manusia, improvisasi teknis, dan adaptasi situasional.
Eksklusivitas di dunia kerja bukan soal membatasi gender, tetapi lebih pada mengakui fitur biologis dan psikologis orang yang berbeda-beda. Beberapa pekerjaan khusus laki-laki seperti pemadam kebakaran, teknisi, dan pekerja konstruksi, masih akan terus dibutuhkan karena AI belum mampu sepenuhnya menggantikan kemampuan manusia.
Seiring berjalannya waktu, pekerjaan yang hanya dilakukan laki-laki juga akan bertransformasi. Teknologi akan menjadi alat bantu untuk meningkatkan efektivitas, bukan sebagai pengganti pekerjaan manusia. Di dunia kerja masa depan, laki-laki perlu beradaptasi dengan skill baru agar tetap relevan dengan pekerjaan, tanpa kehilangan keunggulan manusiawinya.Ingin tahu profesi lain yang tahan otomatisasi dan punya prospek tinggi? Lihat daftar pekerjaan masa depan dan lowongan terbaru di KitaLulus sekarang juga.