Pekerjaan kontraktor adalah profesi di bidang konstruksi yang bertanggung jawab dalam mengelola proyek dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga selesai.
Bekerja di bidang ini membutuhkan kombinasi antara skill teknis, manajerial, komunikasi, dan pengalaman lapangan untuk memastikan kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu proyek.
Gaji kontraktor sangat bervariasi, tergantung pada jenis pekerjaan, pengalaman, sertifikasi, skala proyek, hingga komponen pelengkap gaji lainnya, seperti tunjangan, lembur, dan bonus.
Saat akan memulai karier di bidang ini, penting untuk memiliki pendidikan relevan, sertifikasi, portofolio proyek, dan memanfaatkan platform KitaLulus untuk mencari peluang kerja.
Kamu mungkin sudah tidak asing dengan istilah pekerjaan kontraktor, terutama saat membahas proyek bangunan atau infrastruktur. Namun, tidak sedikit orang yang masing bingung dengan jenis pekerjaan ini, bahkan sering tertukar dengan profesi mandor atau pemborong.
Pekerjaan kontraktor adalah profesi yang bertanggung jawab untuk mengelola proyek konstruksi dari awal sampai selesai. Meski menantang, kerja di kontraktor dikenal menawarkan pengalaman lapangan yang kuat dengan gaji menggiurkan. Artikel berikut ini akan mengulas lebih jauh tentang pengertian dan cara kerja kontraktor.
Apa Itu Kontraktor?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kontraktor berarti pemborong atau anemer. Dalam konteks ini, kerja kontraktor adalah sebuah badan, lembaga, atau sekumpulan orang yang menyediakan jasa konstruksi dan bekerja berdasarkan kontrak dengan pemilik proyek.
Seorang kontraktor menjalankan pekerjaan pembangunan sesuai permintaan, spesifikasi, anggaran, dan waktu yang disepakati. Selain melakukan pembangunan, pekerjaan mereka juga mencakup renovasi, pembongkaran bangunan, jalanan, dan struktur bangunan lain.
Secara umum, ruang lingkup pekerjaan kontraktor dibagi dalam tiga bagian utama. Pertama, kontraktor terlibat dalam perencanaan dan persiapan proyek, termasuk membaca gambar kerja dan menghitung kebutuhan material.
Kedua, mereka bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek di lapangan, mulai dari pengerjaan struktur hingga finishing. Ketiga, kontraktor melakukan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan agar sesuai dengan standar teknis.
Selain itu, kontraktor juga turut bertugas untuk mengontrol waktu dan biaya proyek agar tidak ada keterlambatan yang bisa menyebabkan pembengkakan anggaran. Dalam menjalankan tugasnya, mereka bekerja sama dengan konsultan, mandor, dan pemborong pekerjaan atau kontraktor spesialis.
Tugas Kontraktor dan Tanggung Jawabnya
Kontraktor memiliki sejumlah tugas dan tanggung jawab yang berkaitan langsung dengan keberhasilan pembangunan proyek. Beberapa tugas utama tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengelola Proyek dari Awal hingga Selesai
Tanggung jawab utama seorang kontraktor adalah mengelola proyek dari tahap awal dan persiapan sampai selesai dan proyek diserahkan kepada pemilik proyek. Tahapan pengerjaan ini mencakup pengaturan jadwal kerja, koordinasi tim lapangan, dan pemantauan progres proyek.
Mereka harus memastikan pekerjaan dilakukan sesuai gambar teknis dan spesifikasi kontrak. Mereka juga harus bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat jika terjadi kendala di lapangan.
2. Menyediakan Sumber Daya Proyek
Tugas kontraktor juga meliputi penyediaan tenaga kerja, material bangunan, dan peralatan konstruksi. Semua kebutuhan harus disediakan tepat waktu agar pekerjaan tidak terhambat. Pengelolaan yang baik akan memengaruhi efisiensi pekerjaan.
3. Menjaga Keselamatan dan Kualitas Pekerjaan
Kontraktor wajib menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area proyek. Pengawasan ini perlu rutin dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan cacat konstruksi. Di samping itu, mereka harus tetap menjaga kualitas hasil pekerjaan agar sesuai standar mutu.
4. Administrasi, Kontrak, dan Laporan Proyek
Selain pengawasan di lapangan, kontraktor pun ikut mengurus administrasi proyek, termasuk dokumen kontrak, laporan progres, dan pencatatan biaya. Laporan ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pemilik proyek. Dokumentasi dan administrasi yang tertata rapi akan membantu menghindari sengketa di kemudian hari.
Jenis-Jenis Pekerjaan Kontraktor dan Bidang Spesialisasinya
Dalam dunia konstruksi, pekerjaan kontraktor bangunan bukan soal membangun sebuah bangunan. Bidang ini memiliki beragam spesialisasi yang berfokus pada keahlian dalam pengerjaan suatu konstruksi.
1. Kontraktor Umum dan Kontraktor Sipil
Kontraktor umum menangani keseluruhan proyek konstruksi, mulai dari struktur hingga finishing. Mereka berkoordinasi dengan subkontraktor lain di lapangan untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Sedangkan, kontraktor sipil lebih berfokus pada pengerjaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan drainase. Kedua bidang ini memiliki saling berhubungan dan berperan penting dalam proyek skala besar.
2. Kontraktor Arsitektural dan Interior
Jenis kontraktor ini menangani pekerjaan arsitektur, tampilan, bangunan, serta desain interior berdasarkan desain dari arsitek. Tugas utama mereka adalah mengerjakan fasad bangunan, tata ruang, hingga finishing interior dengan menekankan estetika dan fungsi ruang.
3. Kontraktor Elektrikal, Mekanikal, dan MEP
Kontraktor Mechanical, Electrical, dan Plumbing (MEP) bertanggungjawab untuk menangani sistem teknis bagunan, meliputi instalasi listrik, AC, plumbing, dan sistem mekanikal lain. Spesialisasi ini membutuhkan keahlian teknis tinggi karena kesalahan kecil bisa berdampak fatal pada bangunan.
4. Kontraktor Renovasi dan Perumahan
Bidang spesialisasi ini berfokus pada pembangunan rumah tinggal dan proyek renovasi. Skala proyeknya cenderung kecil hingga menengah, namun tetap membutuhkan tingkat ketelitian tinggi karena berhadapan langsung dengan kebutuhan klien.
Skill dan Kualifikasi yang Dibutuhkan untuk Kerja di Kontraktor
Dibutuhkan kombinasi skill teknis, manajerial, dan pengalaman lapangan untuk kerja di kontraktor. Bidang ini bukan soal kemampuan membangun saja, tapi juga harus bisa mengelola tim dan proyek. Berikut adalah beberapa skill dan kualifikasi yang dibutuhkan:
1. Latar Belakang Pendidikan dan Sertifikasi
Modal utama untuk terjun ke bidang ini adalah latar belakang pendidikan di bidang teknik sipil, arsitektur, atau teknik elektro. Sertifikasi keahlian konstruksi resmi juga penting untuk meningkatkan keahlian dan kredibilitas, terlebih proyek besar seringkali membutuhkan sertifikasi sebagai salah satu persyaratannya.
2. Skill Teknis Konstruksi dan Software Desain
Kemampuan teknis penting untuk membantu kontraktor bekerja lebih efektif dan efisien. Beberapa kemampuan yang perlu dimiliki adalah pemahaman mengenai gambar teknik, metode konstruksi, dan material bangunan. Sedangkan untuk software, aplikasi yang sering digunakan adalah AutoCAD, SketchUp, dan software manajemen proyek lain.
3. Skill Manajerial dan Komunikasi di Lapangan
Selain kemampuan teknis, kontraktor juga harus memiliki keahlian manajerial dan komunikasi. Hal ini digunakan dalam koordinasi dengan pekerja, mandor, dan klien demi mencegah konflik dan salah paham.
Gaji Kontraktor dan Faktor yang Mempengaruhinya
Secara umum, gaji kerja kontraktor bervariasi tergantung pada posisi dan pengalamannya. Untuk entry level, gajinya dimulai dari kisaran UMR hingga menengah, sedangkan level senior atau manajer proyek penghasilannya bisa jauh lebih tinggi.
Nominal gaji ini juga dipengaruhi oleh lokasi proyek, jenis pekerjaan, dan skala perusahaan. Selain itu, terdapat sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi pendapatan seorang kontraktor, diantaranya:
Komponen Gaji Kontraktor
Tak hanya gaji pokok, kontraktor juga umumnya mendapatkan sejumlah tunjangan pekerjaan. Mulai dari tunjangan proyek, uang makan, transportasi, hingga uang lembur yang sering menjadi penghasilan tambahan mereka. Selain itu, beberapa perusahaan juga memberikan bonus berdasarkan performa proyek dan pencapaian target.
Faktor yang Mempengaruhi Gaji Kerja Kontraktor
Adapun untuk nilai gaji, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi besaran penghasilan kontraktor, antara lain:
Cara kerja kontraktor secara umum terdiri dari berbagai tahapan yang saling berkaitan satu sama lain. Setiap tahapan ini membutuhkan koordinasi dan pengawasan rutin agar pekerjaan berjalan lancar. Adapun proses dan alur kerjanya adalah sebagai berikut:
1. Tahap Tender dan Kontrak
Tahapan pekerjaan kontraktor dimulai dari mengikuti proses tender proyek. Perusahaan mengajukan penawaran harga dan metode kerja kepada pemilik proyek. Jika terpilih, mereka akan menandatangani kontrak kerja sama yang kemudian menjadi dasar hukum pelaksanaan pekerjaan lapangan.
2. Tahap Perencanaan dan Mobilisasi
Setelah kontrak diteken, kontraktor harus menyusun rencana kerja secara mendetail, meliputi jadwal, kebutuhan material, dan tenaga kerja. Mobilisasi alat dan pekerja ke lokasi proyek juga sudah mulai dilakukan. Tahap ini penting karena akan menentukan kelancaran pelaksanaan proyek.
3. Tahap Pelaksanaan, Pengawasan, dan Serah Terima Proyek
Kontraktor kemudian melaksanakan pekerjaan sesuai rencana, sambil melakukan pengawasan demi memastikan kualitas dan keselamatan kerja. Setelah seluruh pekerjaan selesai, hasil proyek diserahkan kepada pemilik yang turut menandai berakhirnya tanggung jawab kontraktor.
Cara Bekerja jadi Kontraktor
Bagi kamu yang tertarik menjadi kontraktor atau bekerja di bidang konstruksi, terdapat beberapa langkah yang bisa ditempuh menuju jalur karier ini. Antara lain:
1. Menyiapkan Pendidikan dan Pengalaman Lapangan
Pastikan kamu memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan bidang ini. Setelah itu, bangun pengalaman lapangan dari posisi atau proyek kecil untuk membantumu memahami kondisi nyata di lapangan. Pengalaman ini penting agar bisa terus berkembang dan relevan di industri.
2. Mengurus Sertifikasi dan Memperkuat Kualifikasi
Tingkatkan kualifikasi dengan mengikuti sertifikasi. Hal ini akan membantumu meningkatkan peluang kerja karena sertifikasi kerap menjadi syarat utama untuk mengikuti proyek tertentu. Semakin lengkap kualifikasi yang dimiliki, semakin besar kepercayaan klien dan perusahaan.
3. Membangun Reputasi dan Jejak Karier di Kontraktor
Dalam konteks membangun reputasi, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan oleh kontraktor, diantaranya:
Menunjukkan kinerja yang baik di proyek, mulai dari disiplin, komunikatif, dan mampu bekerja sama dengan tim lapangan maupun manajemen.
Membuat portofolio proyek sebagai pendukung CV, mencakup foto, jenis pekerjaan, dan peran yang diemban di proyek.
Melamar pekerjaan di bidang konstruksi melalui platform yang tepat seperti KitaLulus.
Membangun jaringan profesional dengan rekan kerja, atasan, dan klien.
Mengembangkan usaha sendiri dengan mengurus perizinan usaha kontraktor.
Contoh Perusahaan Kontraktor di Indonesia
Terdapat sejumlah perusahaan kontraktor di Indonesia yang sudah dikenal memiliki sepak terjang dan pengalaman yang baik di bidang konstruksi. Mereka telah menangani berbagai proyek dengan skala nasional. Daftar perusahaan tersebut adalah:
1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Ini merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi dan infrastruktur, Perusahaan dengan kode emiten ADHI ini kerap terlibat dalam berbagai proyek pembangunan nasional, seperti gedung hunian, jalan tol, transportasi publik, hingga sumber daya air/lingkungan.
2. PT Hutama Karya (Persero)
Perusahaan konstruksi ini dikenal melalui pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatra yang masif. Mereka berfokus pada pembangunan infrastruktur strategis nasional, seperti bendungan, rumah sakit, dan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN).
3. PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (Indopora)
Indopora berfokus pada pekerjaan pondasi dan konstruksi khusus. Perusahaan ini banyak terlibat dalam proyek gedung tinggi dan infrastruktur, seperti underpass, perumahan, hotel, mall, hingga fasilitas umum seperti perpustakaan dan rumah sakit.
4. PT PP (Persero) Tbk
PT Pembangunan Perumahan (PT PP) adalah perusahaan konstruksi terkemuka dengan jangkauan proyek nasional hingga internasional. Perusahaan ini terkenal dengan proyek gedung, infrastruktur, dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
5. PT Total Bangun Persada Tbk
Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang konstruksi gedung kelas atas dan properti komersial, seperti hotel, mall, apartemen, gedung perkantoran, dan sejumlah fasilitas umum. Proyek mereka juga berfokus pada data center, hotel, dan kawasan industri.
Bangun Karier di Bidang Konstruksi bersama KitaLulus
Bidang konstruksi menawarkan peluang kerja yang luas, menantang, dan berpenghasilan besar. Untuk kamu yang akan terjun ke industri ini, gunakan platform KitaLulus untuk mencari lowongan pekerjaan kontraktor sesuai dengan minat dan kualifikasi.
Di platform ini, kamu bisa mencari berbagai lowongan pekerjaan, mulai dari posisi lapangan hingga manajerial dari perusahaan besar dan ternama. Bangun karier konstruksi yang stabil dan berkelanjutan di KitaLulus sekarang!