Seputar Kerja

Pekerjaan Logistik: Pengertian, Tugas, Gaji, dan Contoh Profesi

Terakhir diupdate: 28 Jan 2026

Ditulis oleh: Raden Ginanjar Raden Ginanjar
Key Takeaways
  • Pekerjaan logistik adalah peran yang sangat penting dalam pengelolaan alur barang dari pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi agar operasional bisnis berjalan lancar.
  • Tugas logistik mencakup pengelolaan gudang, pengendalian inventaris, perencanaan pengiriman, serta koordinasi dengan supplier dan mitra transportasi.
  • Gaji kerja logistik bervariasi tergantung posisi, tanggung jawab, dan skill yang dimiliki, mulai dari level admin hingga supervisor atau manajerial.
  • Ada banyak contoh pekerjaan di bidang logistik, seperti admin logistik, staf gudang, inventory control, hingga warehouse supervisor, dengan jalur karier yang luas.

Di balik pengiriman barang yang cepat dan stok produk yang selalu ada, terdapat banyak peran penting di balik layar yang bertugas memastikan semua itu berjalan lancar. Pekerjaan logistik adalah pekerjaan yang tanggung jawab utamanya mengelola alur barang, mulai dari pengadaan hingga distribusi.

Banyak orang masih belum mengetahui detail pekerjaan di bidang ini, termasuk apa saja tugas dan bagaimana jalur kariernya. Padahal, logistik merupakan tulang punggung operasional bisnis modern yang menawarkan peluang karier menarik.

Artikel berikut akan mengulas lebih jauh mengenai pekerjaan di bidang logistik. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Pekerjaan Logistik?

Pekerjaan logistik adalah peran yang mengelola dan memfasilitasi pergerakan barang dan informasi dari sumber hingga ke pengguna terakhir. Area kerja bidang ini meliputi beberapa fungsi utama, yakni:

  • Pengadaan: Bertugas mencari dan mendapatkan bahan baku atau produk jadi yang diperlukan perusahaan.
  • Persediaan: Menjaga stok barang agar cukup tersedia untuk permintaan produksi atau penjualan.
  • Pergudangan: Melibatkan penyimpanan, pengemasan, dan persiapan pengiriman barang.
  • Transportasi: Mencakup pemindahan barang dari satu titik ke titik lain, baik ke pusat produksi maupun langsung ke pelanggan.
  • Layanan pelanggan: Memberikan dukungan sepanjang siklus pergerakan barang atau layanan, termasuk pengaturan pengiriman dan penanganan masalah pengiriman.

Pekerjaan logistik juga merupakan bagian penting dari manajemen rantai pasok atau supply chain management (SCM). Ini adalah proses terintegrasi antara pemasok, pabrik, gudang, dan distribusi untuk mencapai efisiensi operasional.

Secara umum, gaji kerja logistik berbeda-beda, tergantung pada peran dan pengalaman seseorang. Pada posisi operasi dasar seperti staf gudang, biasanya gajinya lebih rendah dibanding dengan peran manajerial atau spesialis, seperti planner atau supervisor.

Pekerjaan logistik adalah

Tugas dan Tanggung Jawab Divisi Logistik

Tugas utama dari divisi logistik adalah mengelola alur barang dari penerimaan hingga distribusi. Berikut beberapa tugas utama yang sering ditemukan di bidang pekerjaan ini:

1. Receiving dan Pengadaan Barang

Tanggung jawab pertama divisi logistik adalah memastikan proses penerimaan barang berjalan sesuai spesifikasi, jumlah, dan jadwal yang telah ditentukan perusahaan. Mereka harus berkoordinasi dengan vendor dan supplier dalam pengadaan bahan baku dan produk, sekaligus memantau proses pengiriman agar sesuai standar.

2. Manajemen Penyimpanan dan Operasional Gudang

Setelah barang diterima, tim logistik juga harus mengelola proses penyimpanan barang di gudang agar tersusun rapi, aman, dan mudah diakses. Aktivitas ini mencakup penentuan sistem kerja, tata letak penyimpanan, hingga pencatatan keluar dan masuk barang.

3. Pengendalian dan Pengawasan Inventaris

Pekerjaan staff logistik juga mengawasi ketersediaan stok guna memastikan persediaan barang selalu seimbang dengan kebutuhan operasional. Hal ini penting untuk mencegah kelebihan atau kekurangan stok yang bisa menghambat proses produksi dan distribusi.

4. Perencanaan dan Koordinasi Distribusi

Selanjutnya, tugas mereka juga mencakup perencanaan pengiriman barang agar proses distribusi berjalan efisien dan tepat waktu. Tugas ini meliputi penentuan moda transportasi, rute pengiriman, jadwal distribusi, serta koordinasi dengan mitra transportasi hingga barang sampai di tujuan.

5. Pengelolaan Biaya dan Risiko Logistik

Untuk menjaga efisiensi operasional, divisi logistik turut mengelola anggaran pengadaan, penyimpanan, dan pengiriman agar tetap optimal tanpa menurunkan kualitas layanan. Mereka juga mengidentifikasi potensi risiko dalam proses logistik dan menyampaikannya kepada manajemen sebagai bahan evaluasi.

6. Penyusunan Laporan dan Evaluasi Kinerja

Divisi ini juga menyusun laporan operasional, mulai dari data inventaris, pengiriman, hingga strategi efisiensi biaya. Laporan ini nantinya akan digunakan untuk menganalisis kinerja logistik serta menjadi dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Skill Wajib untuk Pekerjaan di Bidang Logistik

Bidang logistik bukan hanya soal kerja fisik, tapi juga tentang kemampuan mengelola data dan koordinasi. Berikut adalah beberapa skill yang wajib dimiliki jika kamu ingin bekerja di sektor ini:

1. Administrasi

Kemampuan administrasi penting untuk memahami pengelolaan dokumen barang masuk-keluar dan memastikan data konsisten antara fisik dan sistemnya.

Contoh penerapan: 

  • Melengkapi dokumen penerimaan & pengeluaran barang
  • Mendokumentasikan data barang
  • Membuat laporan administrasi pergudangan.

2. Inventory Management

Memahami alur barang, mulai dari receiving, putaway, storage, picking, packing, shipping, dan menjaga akurasi stok.

Contoh penerapan: 

  • Update stok barang masuk/keluar
  • Bantu stock opname/cycle count
  • Cek selisih stok dan koordinasi perbaikan data.

3. Warehouse Operations

Ini adalah keterampilan memahami proses kerja di gudang secara menyeluruh:

Contoh penerapan: 

  • Receiving barang dan menyimpan/menatanya di area penyimpanan.
  • Menjalankan picking order dan packing.
  • Menggunakan scanner untuk update inventory.

4. Penggunaan Tools

Kemampuan menggunakan Excel, scanner/barcode, serta sistem manajemen seperti WMS atau ERP untuk membantu pekerjaan yang berbasis data.

Contoh penerapan: 

  • Mengolah data pengiriman, selisih stok, dan laporan harian atau mingguan di Excel 
  • Input data di WMS/ERP
  • Scan barcode saat receiving atau picking.

5. Dasar Transportasi & Distribusi

Mengatur rute dan jadwal pengiriman agar efisien, baik dari segi waktu maupun biaya.

Contoh penerapan: 

  • Menyusun jadwal kirim
  • Monitoring status pengiriman
  • Koordinasi dengan kurir/vendor serta mengatasi kendala last-mile.

6. Safety & Compliance (K3)

Pekerjaan logistik, khususnya bagian gudang, memiliki banyak risiko keselamatan kerja. Karena itu, pemahaman tentang K3 penting untuk mencegah kecelakaan kerja.

Contoh penerapan: 

  • Pemahaman SOP K3 di gudang, 
  • Teknik angkat barang yang benar
  • Menghindari risiko ergonomi untuk mencegah cedera kerja.
Pekerjaan logistik adalah

7 Contoh Pekerjaan di Bidang Logistik

Terdapat banyak contoh pekerjaan di bidang logistik, mulai dari peran operasional hingga spesialis. Adapun beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

1. Admin Logistik

Admin logistik kerjanya apa saja yang berhubungan dengan dokumen, termasuk memastikan semua berkas dan data barang tercatat dengan benar.

Tugas:

  • Membuat laporan keluar-masuk barang
  • Mengatur dokumen pengiriman
  • Koordinasi dengan tim gudang

Skill yang dibutuhkan: Administrasi, Excel, komunikasi

Gaji rata-rata: Rp 3-5 juta/bulan

Loker: Dapatkan lowongan kerja Admin Logistik terbaru di KitaLulus

2. Staf Logistik / Warehouse Staff (Staf Gudang)

Bertanggung jawab untuk menjalankan operasional harian gudang termasuk menerima dan menata barang yang datang.

Tugas:

  • Menerima barang
  • Menata penyimpanan
  • Picking dan packing

Skill yang dibutuhkan: Warehouse operations, barcode scanning

Gaji rata-rata: Rp 2,8-4,5 juta/bulan

Loker: Dapatkan lowongan kerja Staf Gudang terbaru di KitaLulus

3. Inventory / Stock Control

Tugas utama posisi adalah mengontrol stok barang agar sesuai dengan catatan sistem dan mencegah selisih stok.

Tugas:

  • Monitoring stok harian
  • Stock opname
  • Update system inventory

Skill yang dibutuhkan: Inventory management, berorientasi pada detail

Gaji rata-rata: Rp 3,5-6 juta/bulan

Loker: Temukan lowongan kerja Stock Control terbaru di KitaLulus

4. Procurement Staff

Tanggung jawab seorang staf procurement adalah membeli barang atau bahan baku produksi sesuai kebutuhan perusahaan.

Tugas:

  • Riset vendor
  • Negosiasi harga
  • Buat purchase order

Skill yang dibutuhkan: Negosiasi, administrasi

Gaji rata-rata: Rp 4-7 juta/bulan

Loker: Temukan lowongan kerja Procurement Staff terbaru di KitaLulus

5. Dispatcher / Transport Planner

Dispatcher bekerja untuk mengatur jadwal dan rute pengiriman barang berupa transportasinya.

Tugas:

  • Menyusun routing
  • Koordinasi sopir atau driver logistik
  • Monitor pengiriman barang

Skill yang dibutuhkan: Transport & distribution, komunikasi

Gaji rata-rata: Rp 4-7 juta/bulan

Loker: Temukan lowongan kerja Transport Planner terbaru di KitaLulus

6. Operator Forklift

Fokus pekerjaannya adalah mengoperasikan forklift untuk memindahkan barang berat di gudang.

Tugas: 

  • Bongkar muat barang
  • Menata barang tinggi
  • Menjaga keamanan operasional forklift

Skill yang dibutuhkan: Sertifikasi forklift, safety compliance

Gaji rata-rata: Rp 3,5-6 juta/bulan

Loker: Temukan lowongan kerja Operator Forklift terbaru di KitaLulus

7. Warehouse Supervisor (Kepala Gudang)

Seorang warehouse supervisor bertugas untuk memimpin operasional gudang dan tim logistik agar pekerjaan berjalan lancar.

Tugas: 

  • Pengawasan operasional
  • Koordinasi tim
  • Laporan performance

Skill yang dibutuhkan: Leadership, inventory management

Gaji rata-rata: Rp 6-10 juta/bulan

Loker: Temukan lowongan kerja Warehouse Supervisor terbaru di KitaLulus

Tips Memulai Karier Logistik untuk Fresh Graduate

Berkarier di bidang logistik bisa menjadi pilihan menarik, terutama karena ada banyak posisi entry level yang tersedia. Berikut adalah beberapa tips untuk fresh graduate yang mau terjun ke bidang ini:

  1. Pilih pintu masuk: Untuk memulai, fokuslah pada role dasar seperti admin logistik, staf gudang, atau dispatcher support. Sesuaikan dengan minat kariermu, apakah di bagian administrasi atau operasional.
  2. Tunjukkan pengalaman relevan: Perlihatkan bahwa kamu memiliki skill seperti ketelitian, koordinasi, laporan, dan timeline dari pengalaman non-profesional, seperti organisasi atau magang.
  3. Checklist kelengkapan berkas: Buat Curriculum Vitae (CV) yang ATS friendly, highlight skill pada keterampilan spreadsheet dan administrasi.
  4. Cari lowongan kerja di platform yang tepat: temukan lowongan pekerjaan di bidang logistik yang terverifikasi dan terpercaya di KitaLulus sekarang juga.
Bagikan Artikel Ini: Facebook Twitter LinkedIn
Tags: Jobseeker

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikasi secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha.

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!