Mengenal Nepotisme, Ciri, Jenis, dan Solusi Menghadapinya

Putri Prima
Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

Isi Artikel

Nepotisme adalah– Tidak cuma di dunia politik saja, praktik nepotisme juga bisa jumpai dalam dunia kerja. Secara sederhana, nepotisme adalah sikap suka berlebihan dengan kerabat dekat. Contohnya dalam dunia kerja seperti bos membawa anggota keluarganya atau orang terdekatnya untuk bekerja di kantor. Istilah yang akrab juga disebut “orang dalam

Padahal, sama halnya di dunia politik, nepotisme di dunia kerja juga bisa mendatangkan dampak buruk. Nah, untuk lebih mengenal apa itu nepotisme, ciri-cirinya serta bagaimana solusi menghadapinya.  Mari simak dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Nepotisme?

Apa itu nepotisme

Nepotisme adalah suatu tindakan seseorang yang memanfaatkan posisi dan jabatannya untuk mengutamakan kepentingan keluarga atau orang terdekatnya di atas kepentingan umum.

Praktik yang sering ditemukan adalah memilih orang untuk masuk dan duduk di posisi tertentu bukan berdasarkan kepada kemampuannya tetapi atas dasar hubungan darah atau kekerabatan.

Pendapat lain mengatakan, nepotisme adalah praktik yang dilakukan oleh mereka yang memiliki kuasa atau pengaruh untuk mengutamakan keluarga atau kerabat dan teman akrab. 

Secara etimologi sendiri, istilah nepotisme berasal dari bahasa Latin, yaitu "Nepos" yang berarti keponakan atau cucu. Sehingga, dapat didefinisikan bahwa nepotisme adalah tindakan memilih orang bukan berdasarkan kemampuannya, tetapi atas dasar hubungan kekeluargaan atau kedekatan.

Di Indonesia, pengertian nepotisme diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dan Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Dalam undang-undang nepotisme diartikan sebagai setiap perbuatan penyelenggaraan negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Ciri-ciri Nepotisme

Praktik nepotisme di dunia kerja sendiri bisa dikenali secara mudah. Asalkan kamu sudah tahu apa saja ciri-cirinya.

Nah, berikut ini ciri-ciri nepotisme:

  • Pelaksanaan jabatan dilakukan secara otoriter
  • Pemberian posisi tertentu tidak didasari kemampuan atau keahlian, tetapi karena adanya hubungan keluarga atau kedekatan.
  • Kurang atau tidak adanya kejujuran dalam menjalankan amanat yang diberikan kepadanya
  • Adanya kesenjangan dan ketidakadilan dalam pelaksanaan pekerjaan maupun pemberian fasilitas

Jenis-jenis Nepotisme

Jenis jenis nepotisme

Dalam praktiknya, nepotisme juga memiliki beberapa jenis, seperti berikut ini:

1. Nepotisme Ikatan Keluarga

Nepotisme jenis ini adalah suatu jenis nepotisme yang paling banyak terjadi dan paling mudah dikenali. Contohnya, dalam posisi jajaran staf, banyak diisi oleh satu keluarga. Hal ini bisa diketahui dengan mudah dengan melihat nama belakang atau kemiripan wajah.

2. Nepotisme College Tribalism

Jenis nepotisme ini dilakukan berdasarkan asal kampus atau jurusan kampus yang sama.

Contohnya, di suatu perusahaan yang dipimpin oleh bos dari kampus Z, saat ada kandidat yang berasal dari kampus yang sama dengannya, maka pelamar tersebut lebih diprioritaskan.

3. Organizational Tribalism

Nepotisme ini adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan berdasarkan organisasi tertentu saja, seperti organisasi partai politik, profesi, dan lainnya.

Contohnya, Contohnya, menempatkan orang yang berasal dari partai yang sama untuk mengisi posisi penting.

4. Institutional Tribalism

Jenis nepotisme ini dilakukan oleh orang yang berasal dari instansi yang sama di luar instansinya saat ini. Contohnya seorang pemimpin perusahaan yang pindah kerja, kemudian ia membawa serta karyawan terbaiknya untuk ikut pindah ke tempat baru bersamanya.

Dampak Nepotisme

Tentunya, praktik nepotisme di dunia kerja memiliki dampak yang buruk. Selain proses rekrutmen yang tidak adil dan tidak memerhatikan keahlian dan kompetensi orang tersebut, nepotisme juga bisa menyebabkan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Selain itu, ada beberapa dampak lainnya seperti:

1. Menghambat Retensi Karyawan

Bila nepotisme terjadi di suatu perusahaan atau divisi dalam perusahaan maka ada kemungkinan perusahaan bisa kehilangan karyawan terbaiknya.

Hal ini terjadi karena jajaran kepemimpinan telah diisi oleh keluarga atau kerabat dari bos, sehingga peran tim HRD untuk membangun keterampilan akan terhambat.

Dampaknya, karyawan yang produktif sekalipun bisa kehilangan minat bekerja di perusahaan tersebut dan memilih mengajukan resign.

2. Adanya Diskriminasi

Lingkungan kerja yang mempraktikan nepotisme sering menimbulkan diskriminasi. Ini terjadi karena atasan akan mendahulukan kepentingan keluarga atau kerabatnya daripada karyawan biasa.

3. Risiko Konflik Keluarga

Saat ada keluarga atau teman yang bekerja di perusahaan yang sama maka ada kemungkinan mudah terjadi konflik. Ini terjadi karena mereka akan mudah membawa permasalahan pribadi ke dalam pekerjaan.

Konflik inilah yang bisa mengganggu suasana lingkungan kerja.

BACA JUGA: Membayar Calo Pabrik untuk Dapat Kerja, Apakah Boleh?

Solusi Menghadapi Nepotisme

Berada di lingkungan kerja yang mempraktikan nepotisme mungkin sangat tidak nyaman. Jika kamu menghadapinya, cobalah ikuti beberapa solusi berikut ini.

1. Lakukan Observasi

Cobalah lakukan observasi pada karyawan lainnya yang mempunyai anggota keluarga atau kerabat yang bekerja di dalam departemen, area bisnis, atau divisi yang sama.

Kamu juga bisa mengamati pasangan suami istri yang bekerja dalam perusahaan yang sama. Bila kamu melihat ada hal janggal, kamu bisa mencatatnya. Dengan cara ini, kamu bisa mengobservasi dan memperoleh indikasi siapa saja karyawan yang melakukan nepotisme.

2. Coba Evaluasi Kompetensi

Bila kamu menemukan kandidat karyawan yang mempunyai hubungan kerabat dengan karyawan yang sudah bekerja di perusahaan, maka kamu bisa melakukan evaluasi dan mengklasifikasikan kompetensinya. Apakah ia bisa menempati posisi tersebut atau tidak.

Sebenarnya, merekrut orang yang memiliki kekerabatan bukanlah hal yang sepenuhnya salahmu tapi mereka harus benar-benar mempunyai kemampuan yang memang sesuai.

3. Tetap Profesional

Bila kamu menemukan praktik nepotisme di perusahaan mu, cobalah tetap kendalikan diri. Jangan tunjukkan bila kamu cemburu kepada pelaku nepotisme, walaupun kamu dalam keadaan terpojok. Sebaliknya, tunjukkan kalau kamu memiliki emosi yang matang yang mengisyaratkan jika kamu tidak terpengaruh dengan hal tersebut.

4. Keluar dari Situasi Tersebut

Jika praktik nepotisme sudah amat sangat mengganggu, hingga membuat kamu tidak bisa produktif dan memengaruhi kualitas hidup dan pikiranmu. Ada baiknya kamu segera keluar dari situasi tersebut. Jangan memaksakan bertahan di keadaan buruk tersebut sementara kamu melewati banyak kesempatan emas untuk berkembang.

Itulah hal mengenai nepotisme di lingkungan kerja yang perlu kamu ketahui.  Mungkin setelah kamu membaca ini, kamu sadar kalau ternyata praktik ini begitu dekat dengan keseharianmu di lingkungan kerja. Jika praktik tersebut merugikan kamu, ada baiknya kamu melakukan tindakan.

Bekerja di lingkungan yang suportif adalah sebuah keharusan. Kamu dapat menemukan lingkungan kerja yang suportif dan kondusif di aplikasi KitaLulus. Di sana ada ribuaan perusahaan yang menunggu lamaran kamu. Yuk, download aplikasi KitaLulus sekarang dan cari kerja #LebihMudah tanpa nepotisme!

Close Pop up