CPNS

Cek Yuk Formasi CPNS Kejaksaan 2021, Ada 4.148 Formasi untuk Segala Lulusan

Formasi CPNS Kejaksaan 2021
Kejaksaan Agung secara terbuka mengumumkan jumlah formasi yang mereka buka pada seleksi CPNS 2021. Seperti apa formasi CPNS Kejaksaan 2021? Yuk cek info lengkapnya di artikel ini!

Kejaksaan akhirnya secara lengkap mengumumkan daftar formasi yang mereka buka pada CPNS tahun ini. Formasi CPNS Kejaksaan 2021 tertuang dalam surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 720 Tahun 2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kejaksaan Agung RI Tahun Anggaran 2021.

Dalam surat tersebut dijelaskan secara lebih rinci mengenai jumlah formasi, pembagian unit kerja, hingga tahapan seleksi, penasaran seperti apa informasi jelasnya? Mari simak dalam artikel ini, ya!


Formasi CPNS Kejaksaan 2021

Dari surat keterangan disebutkan bahwa formasi CPNS Kejaksaan 2021 sebanyak 4.148 formasi. Jumlah tersebut sendiri terdiri dari 26 jabatan dengan kualifikasi pendidikan mulai dari SMA hingga S2. Selain formasi umum, Kejaksaan Agung juga menerima formasi khusus dengan kriteria lulusan cumlaude, disabilitas, serta putra putri Papua dan Papua Barat.


Rincian Formasi CPNS Kejaksaan 2021

Kejaksaan mengumumkan rincian formasi yang mereka buka tahun ini secara resmi melalui akun Instagram Kejaksaan (@kejaksaan.ri). Pada seleksi CPNS 2021 ini, ada total 17 jabatan formasi yang dibuka. Berikut ini rinciannya untuk Dik Lulus semua, di simak, ya!


1. Ahli Pertama Jaksa

Jumlah formasi yang dibuka untuk formasi Jaksa adalah 1.000, dimana 671 formasi dibuka untuk umum, 325 lainnya untuk formasi khusus cumluade. Kualifikasi pendidikan untuk formasi ini adalah S1 Ilmu Hukum.

2. Analis Rancangan Naskah Perjanjian

Formasi satu ini terbuka untuk kamu dengan kualifikasi pendidikan S1 Hukum, S1 Ilmu Hukum. Analis rancangan naskah perjanjian tersedia 77 formasi, 25 formasi dibuka untuk lulusan terbaik (cumlaude), dan 52 untuk formasi umum.

3. Ahli Pertama Pranata Komputer

Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan S1 Komputer, S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi. Formasi ini berjumlah 179, dibagi untuk 20 formasi khusus cumlaude,10 khusus disabilitas, 149 untuk umum.

4. Ahli Forensik Digital

Jumlah formasi yang tersedia ada sebanyak 140,  dengan pembagian 115 formasi umum, 20 formasi cumlaude, 5 formasi disabilitas.

Bila kamu berminat mengikuti seleksi ini, kamu harus memenuhi kualifikasi pendidikan, yaitu:

  • S1 Teknologi Informasi
  • S1 Teknik Elektro 
  • S1 Komputer
  • S1 Teknik Informatika
  • D4 Teknologi Informasi
  • D4 Komputer
  • D4 Teknik Elektro

5. Ahli Pertama Penilai Pemerintah

Dibuka untuk kamu dengan kualifikasi pendidikan S1 Ekonomi, S1 Teknik Sipil, S1 Manajemen. Dengan jumlah formasi sebanyak 43 formasi, dibagi dalam 26 formasi umum, 12 formasi cumlaude, dan 5 formasi disabilitas. 

6. Ahli Pertama Perencanaan

Dibuka sebanyak 37 formasi yang terbagi atas 10 untuk cumlaude, 4 untuk disabilitas, dan 26 formasi umum. Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan S1 Ekonomi dan S1 Manajemen.

7. Ahli Pertama Peneliti

Hanya tersedia 3 formasi yang dibagi 1 untuk cumlaude, dan 2 untuk umum. Kualifikasi pendidikan untuk formasi ini adalah S1 Ilmu Hukum dan S1 Ilmu Sosial.

8. Ahli Pertama Penerjemah

Formasi yang tersedia ada sebanyak 5, dibagi untuk 2 cumlaude dan 3 lainnya untuk formasi umum. Kualifikasi pendidikan adalah S1 Bahasa Inggris, S1 Bahasa Mandarin.

9. Pranata Barang Bukti

Selain jaksa, ini adalah jabatan dengan jumlah formasi CPNS Kejaksaan 2021 terbanyak yaitu 527. Formasinya terbagi menjadi 523 untuk formasi umum, 4 untuk putra/putri Papua dan Papua Barat.

Latar belakang pendidikan untuk formasi ini adalah D3 Komputer, Administrasi, Perkantoran, Manajemen, Sekretaris.

10.  Pengolah Data Perkara dan Putusan

Dibuka sebanyak 492 formasi, di mana 472 formasi umum, 20 formasi khusus disabilitas, dan 3 formasi khusus putra/putri Papua dan Papua Barat.

Kualifikasi pendidikan yaitu D3 Administrasi Pemerintahan, D3 Teknik Informatika, D3 Manajemen Informatika, D3 Administrasi Perkantoran, D3 Manajemen.

11. Pengolah Data Intelejen

Ada 432 formasi tersedia, dimana 414 formasi umum, 15 formasi untuk disabilitas, 3 formasi putra/putri Papua dan Papua Barat. Untuk melamar formasi ini kamu harus memiliki kualifikasi pendidikan D3 Komputer, D3 Teknik Informatika, D3 Manajemen Informatika, D3 Administrasi Perkantoran

12. Pengelola Pengaduan Publik

Kualifikasi pendidikan untuk formasi ini adalah D3 Komunikasi, D3 Administrasi, D3 Teknik Informatika, dan D3 Teknik Komputer. Formasi yang dibuka 141, dibagi 139 untuk umum dan 2 untuk disabilitas.

13. Pelaksana Terampil Auditor

Jumlah formasi yang dibuka sebanyak 66 formasi, 60 dibuka untuk formasi umum, 6 diperuntukan untuk formasi putra/putri Papua dan Papua Barat. Kualifikasi untuk melamar jabatan ini adalah D3 Akuntansi, D3 Ekonomi dan Manajemen. 

14. Jurnalis

Dibuka untuk D3 Komunikasi dan D3 Sosial Politik, dengan jumlah formasi 2 untuk umum.

15. Pengadministrasi Penanganan Perkara

Formasi ini diperuntukan untuk para lulusan SMA dan sederajat. Jumlah yang disediakan sebanyak 496, 15 bagi formasi khusus disabilitas, 4 formasi putra/putri Papua dan Papua Barat, 477 formasi umum.

16. Pengawal Tahanan

Jumlah formasi yang dibuka ada 494 formasi, 490 bagi formasi umum, 4 formasi untuk putra/putri Papua dan Papua Barat.

Formasi ini diperuntukan untuk lulusan SMA dan sederajat.

17. Ahli Pertama Dokter Gigi

Kualifikasi untuk formasi ini adalah dokter gigi (profesi), dokter spesial gigi dan mulut. Tersedia 2 formasi untuk posisi ini.

18. Ahli Pertama Dokter Spesialis Anak

Hanya dibuka satu formasi umum, untuk kualifikasi dokter spesialis anak.

19. Ahli Pertama Dokter Spesialis Bedah

Kualifikasi dokter spesial bedah, tersedia 1 formasi.

20. Ahli Pertama Dokter Bedah Syaraf

Tersedia 1 formasi, dengan kualifikasi dokter ahli bedah syaraf.

21. Ahli Pertama Dokter Spesialis Forensik

Kualifikasi dokter spesialis forensik, jumlah formasi 1.

22. Ahli Pertama Dokter Spesial Mata

Jumlah formasi yang disediakan 1, kualifikasi adalah dokter spesial mata.

23. Ahli Pertama Dokter Spesial Kandungan

Formasi ini terbuka untuk kualifikasi dokter spesialis kandungan dengan jumlah formasi yang tersedia 1.

24. Ahli Pertama Dokter Spesial Radiologi

Untuk formasi ini tersedia 1 formasi umum, kualifikasi dokter spesial radiologi.

25. Ahli Pertama Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik

Formasi ini tersedia 1 untuk formasi umum, dan diperuntukan untuk kualifikasi dokter spesialis rehabilitasi medik.

26. Ahli Pertama Dokter Spesialis THT

Terbuka untuk kualifikasi dokter spesialis THT dengan jumlah formasi adalah 1.

Kriteria Pelamar Formasi CPNS Kejaksaan 2021

Kriteria peserta yang diizinkan untuk mendaftar formasi Kejaksaan Agung adalah formasi umum, formasi khusus yang terdiri dari cumlaude, disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat.

Persyaratan Pendaftaran Formasi CPNS Kejaksaan 2021

Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah syarat umum dan juga khusus yang diberlakukan untuk semua semua kategori pelamar, berikut sejumlah syaratnya:

1. Persyaratan Umum

1. Usia paling rendah 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat melamar; 

2. Tak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih; 

3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta; 

4. Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, atau anggota TNI/Polri;

5. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis; 

6. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan; 

7. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar; 

8. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah RI atau Negara lain yang ditentukan Instansi Pemerintah.

2. Persyaratan Formasi Ahli Pertama Jaksa

Untuk jabatan Ahli Pertama Jaksa, ada persyaratan khusus yang harus kamu penuhi, antara lain:

1. Formasi Umum:

a. Berusia setinggi-tingginya 28 tahun pada saat mengajukan lamaran; 

b. Belum menikah dan bersedia tidak akan menikah sampai diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil; 

c. Tidak buta warna baik parsial maupun total, tidak cacat fisik, tidak cacat mental, termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender), tidak bertato, tidak bertindik (khusus untuk laki-laki) dan memiliki postur badan ideal dengan standar Body Mass Index (BMI) antara 18-25, dengan rumus berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat, dengan tinggi badan untuk laki-laki minimal 160 cm dan perempuan 155 cm; 

d. Berijazah komputer minimal program Microsoft Office dan pengoperasian internet 

e. Menguasai bahasa inggris dibuktikan dengan nilai prediksi TOEFL minimal 450 atau nilai prediksi IELTS minimal 5 yang masih berlaku; 

f. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan Lulusan dari Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi dari BAN PT pada saat ijazah tersebut dikeluarkan serendah-rendahnya akreditasi B;

g. Telah memiliki ijazah sesuai dengan formasi yang dibutuhkan pada saat melamar dan mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serendah-rendahnya 2,75.

2. Formasi Khusus Cumlaude

a. Persyaratan sama dengan formasi umum

b.  Lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat kelulusan “dengan pujian”/cumlaude dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada Ijazah; 

c. Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar pada formasi “dengan pujian”/Cumlaude setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara “dengan pujian”/Cumlaude dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan Tinggi.

3. Formasi Khusus Putra/Putri Papua dan Papua Barat

a. Tujuh poin persyaratan khusus sama dengan yang berlaku bagi pelamar kategori formasi umum;

b. Merupakan keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak dan/atau ibu) asli papua/papua barat, dibuktikan dengan akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku.


3. Formasi Jabatan Rancangan Naskah Perjanjian

Jika kamu berminat melamar posisi ini, berikut ini persyaratan yang harus kamu penuhi:

1. Formasi Umum

a. Berusia setinggi-tingginya 28 tahun pada saat mengajukan lamaran; 

b. Belum menikah dan bersedia tidak akan menikah sampai diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil; 

c. Tidak buta warna baik parsial maupun total, tidak cacat fisik, tidak cacat mental, termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender), tidak bertato, tidak bertindik (khusus untuk laki-laki) dan memiliki postur badan ideal dengan standar Body Mass Index (BMI) antara 18-25, dengan rumus berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat, dengan tinggi badan untuk laki-laki minimal 160 cm dan perempuan 155 cm; 

d. Berijazah komputer minimal program Microsoft Office dan pengoperasian internet 

e. Menguasai bahasa inggris dibuktikan dengan nilai prediksi TOEFL minimal 450 atau nilai prediksi IELTS minimal 5 yang masih berlaku; 

f. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan Lulusan dari Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi dari BAN PT pada saat ijazah tersebut dikeluarkan serendah-rendahnya akreditasi B;

g. Telah memiliki ijazah sesuai dengan formasi yang dibutuhkan pada saat melamar dan mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serendah-rendahnya 2,75.

2. Formasi Khusus cumlaude

a. Enam poin pertama sama seperti formasi umum.

b. Lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat kelulusan “dengan pujian”/cumlaude dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada Ijazah; 

c. Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar pada formasi “dengan pujian”/Cumlaude setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara “dengan pujian”/Cumlaude dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan Tinggi.

3. Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat

a. Tujuh poin berturut-turut sama seperti formasi umum

b. Merupakan keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak dan/atau ibu) asli papua/papua barat, dibuktikan dengan akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku.


4. Persyaratan Jabatan Ahli Pertama Pranata Komputer, Forensik Digital, Ahli Pertama Penilai Pemerintah, Ahli Pertama Perencana

1. Formasi Umum

a. Berusia setinggi-tingginya 30 tahun pada saat pendaftaran;

b. Tidak buta warna baik parsial maupun total, tidak cacat fisik, tidak cacat mental, termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender), tidak bertato, tidak bertindik (khusus untuk laki-laki) dan memiliki postur badan ideal dengan standar Body Mass Index (BMI) antara 18-25, dengan rumus berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat, dengan tinggi badan untuk laki-laki minimal 160 cm dan perempuan 155 cm;

c. Menguasai bahasa inggris dibuktikan dengan nilai prediksi TOEFL minimal 450 atau nilai prediksi IELTS minimal 5 yang masih berlaku;

d. Tidak mengonsumsi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

e. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan Lulusan dari Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi dari BAN PT pada saat ijazah tersebut dikeluarkan;

f. Telah memiliki ijazah sesuai dengan formasi yang dibutuhkan pada saat melamar dan mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serendah-rendahnya 2,75.

2. Formasi Khusus Cumlaude

a. Lima poin berturut-turut sama seperti persyaratan formasi umum;

b. Lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat kelulusan “dengan pujian”/cumlaude dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada Ijazah; 

c. Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar pada formasi “dengan pujian”/Cumlaude setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara “dengan pujian”/Cumlaude dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan Tinggi.

3. Formasi Khusus Disabilitas

1. Berusia maksimal 30 tahun pada saat lamaran diajukan; 

2. Tidak bertato, tidak, tidak bertato, tidak bertindik (khusus laki-laki);

3. Menguasai bahasa Inggris dibuktikan dengan nilai prediksi TOEFL minimal 450 atau nilai prediksi IELTS minimal 5 yang masih berlaku;

4. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan, dari Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi dari BAN PT pada saat Ijazah tersebut dikeluarkan; 

5. Telah memiliki ijazah sesuai formasi yang dibutuhkan pada saat melamar dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serendah-rendahnya 2,75.

6. Penyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) memenuhi ketentuan: 

  • Mampu melihat, mendengar dan berbicara dengan baik;
  • Mampu melakukan tugas pengoperasian komputer, menggunakan program aplikasi, dan membuat program;
  • Mampu bergerak dengan menggunakan alat bantu berjalan selain kursi roda;
  • Melampirkan Surat Keterangan dokter pemerintah yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dan derajat kedisabilitasannya.

5. Jabatan Ahli Peneliti

1. Formasi Umum

a. Berusia setinggi-tingginya 35 tahun pada saat pendaftaran;

b. Tidak buta warna baik parsial maupun total, tidak cacat fisik, tidak cacat mental, termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender), tidak bertato, tidak bertindik (khusus untuk laki-laki) dan memiliki postur badan ideal dengan standar Body Mass Index (BMI) antara 18-25, dengan rumus berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat, dengan tinggi badan untuk laki-laki minimal 160 cm dan perempuan 155 cm;

c. Menguasai bahasa inggris dibuktikan dengan nilai prediksi TOEFL minimal 450 atau nilai prediksi IELTS minimal 5 yang masih berlaku;

d. Tidak mengonsumsi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

e. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan Lulusan dari Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi dari BAN PT pada saat ijazah tersebut dikeluarkan;

f. Telah memiliki ijazah sesuai dengan formasi yang dibutuhkan pada saat melamar dan mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serendah-rendahnya 3,00

2. Formasi Khusus Cumlaude

a. Lima poin berturut-turut sama dengan formasi umum;

b. .Lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat kelulusan “dengan pujian”/cumlaude dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada Ijazah; 

c. Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar pada formasi “dengan pujian”/Cumlaude setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara “dengan pujian”/Cumlaude dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan Tinggi.

3. Formasi Khusus Disabilitas

a. Berusia maksimal 35 tahun pada saat lamaran diajukan; 

b. Tidak bertato, tidak, tidak bertato, tidak bertindik (khusus laki-laki);

c. Tidak mengonsumsi zat-zat terlarang seperti narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

d. Penyandang disabilitas fisik pada gerak kaki (tungkai) dengan memenuhi ketentuan:

  1. Mampu melihat, mendengar dan berbicara dengan baik;
  2. Mampu melakukan tugas pengoperasian komputer, menggunakan program aplikasi, dan membuat program;
  3. Mampu bergerak dengan menggunakan alat bantu berjalan selain kursi roda;
  4. Melampirkan Surat Keterangan dokter pemerintah yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dan derajat kedisabilitasannya.

e. Menguasai bahasa inggris dibuktikan dengan nilai prediksi TOEFL minimal 450 atau nilai prediksi IELTS minimal 5 yang masih berlaku;

f.Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan, dari Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi dari BAN PT pada saat Ijazah tersebut dikeluarkan; 

g. Telah memiliki ijazah sesuai formasi yang dibutuhkan pada saat melamar dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serendah-rendahnya 2,75.

Untuk mengetahui persyaratan lebih lengkap, kamu bisa melihatnya di link berikut.


Tata Cara Pendaftaran

Proses pendaftaran sudah dibuka melalui satu portal www.sscasn.bkn.go.id terlebih dahulu kamu harus membuat akun dengan mengisi data diri, NIK, nomor KK, dan password. Semua langkah pendaftaran bisa kamu lihat di artikel ini ya Dik Lulus!

Jika kamu sudah berhasil memiliki akun, maka kamu harus lanjut mengisi data dan memilih instansi Kejaksaan Agung, dan formasi yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan. 

Dokumen Persyaratan Pendaftaran

Ada beberapa dokumen pendaftaran yang perlu kamu lengkapi dan unggah secara online saat proses pendaftaran, dokumen tersebut antara lain:

Kualifikasi Pendidikan Jenjang D3,S1,S2 dan Spesialis terdiri dari:

  1. Surat Lamaran ditujukan Kepada Kejaksaan Agung RI di Jakarta, diketik menggunakan komputer,- dan ditandatangani dengan pena bertinta warna biru ber bubuhkan materai 10.000 (format Surat Lamaran dapat diunduh di lama https://rekrutmen.kejaksaan.go.id ), lalu discan warna, bukan fotocopy;
  2. 3 surat pernyataan terdiri dari: (1) Surat Pernyataan sesuai Anak Lampiran 4 Peraturan Badan Kepegawaian Negeri Nomor 14 Tahun 2008, (2) Surat pernyataan mengabdi kepada kejaksaan RI, dan (3) Surat pernyataan siap menerima sanksi hukum (format surat bisa diunduh di laman rekrutmen.kejaksaan.go.id) yang masing-masing dokumen diketik dan ditandatangani dengan pena warna biru di atas materai 10.000. Setelah itu di scan, bukan di fotocopy.
  3. E- KTP atau surat tanda telah melakukan perekaman kependudukan di Disdukcapil. 
  4. Pasfoto terbaru 4x6 terbaru dengan background merah;
  5. Scan surat keterangan bebas narkoba yang ditandatangani oleh dokter dari Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah atau Pejabat yang berwenang/ lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan tes;
  6. Scan ijazah asli/legalisir;
  7. Scan transkrip nilai akademik asli dengan nilai IPK sesuai persyaratan. 
  8. Scan Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dengan ijazah profesi dalam satu file (khusus untuk formasi dokter).
  9. Scan Surat Akreditasi Perguruan Tinggi atau tangkapan layar dari BAN-PT. atau Pusdiknakes/Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan sesuai syarat;
  10. Scan Surat Akreditasi Program Studi  atau tangkapan layar dari BAN-PT. atau Pusdiknakes/Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan sesuai syarat;
  11. Scan sertifikat/Nilai prediksi TOEFL atau IELTS sesuai dengan persyaratan;
  12. Scan surat keterangan belum pernah menikah dari kelurahan desa (khusus jabatan Ahli Pertama Jaksa,  Analisi Perancang Naskah Perjanjian dan Pengawal Tahanan);
  13. Scan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah/swasta/daerah yang mencantumkan tinggi badan minimum 160 centimeter untuk pria dan 155 centimeter untuk wanita (khusus untuk pelamar Jabatan Ahli Pertama Jaksa, dan Analis Perancang Naskah Perjanjian); 
  14. Scan surat keterangan dokter pemerintah yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dan derajat kedisabilitasannya (khusus pelamar formasi khsusu disabilitas);
  15. Scan surat keterangan kepala desa/ kepala suku yang menyatakan keturunan Papua atau Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak/ibu) asli Papua atau Papua Barat (untuk pelamar formasi khusus putra/putri Papua dan Papua Barat).


Kualifikasi Pendidikan pada Jenjang D3 terdiri dari:

  1. Surat Lamaran ditujukan Kepada Kejaksaan Agung RI di Jakarta, diketik menggunakan komputer,- dan ditandatangani dengan pena bertinta warna biru ber bubuhkan materai 10.000 (format Surat Lamaran dapat diunduh di lama https://rekrutmen.kejaksaan.go.id ), lalu discan warna, bukan fotocopy;
  2. 3 surat pernyataan terdiri dari: (1) Surat Pernyataan sesuai Anak Lampiran 4 Peraturan Badan Kepegawaian Negeri Nomor 14 Tahun 2008, (2) Surat pernyataan mengabdi kepada kejaksaan RI, dan (3) Surat pernyataan siap menerima sanksi hukum (format surat bisa diunduh di laman rekrutmen.kejaksaan.go.id) yang masing-masing dokumen diketik dan ditandatangani dengan pena warna biru di atas materai 10.000. Setelah itu di scan, bukan di fotocopy.
  3. E- KTP atau surat tanda telah melakukan perekaman kependudukan di Disdukcapil. 
  4. Pasfoto terbaru 4x6 terbaru dengan background merah;
  5. Scan surat keterangan bebas narkoba yang ditandatangani oleh dokter dari Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah atau Pejabat yang berwenang/ lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan tes;
  6. Scan ijazah asli/legalisir;
  7. Scan transkrip nilai akademik asli dengan nilai IPK dengan IPK serendah-rendahnya 2,75;
  8. Scan Surat Keterangan Lulus (SKL) bagi yang ijazah aslinya belum keluar, dan melampirkan transkrip nilai pada kolom upload ijazah dengan mencantumkan IPK serendah-rendahnya 2,75 pada kolom upload transkrip. Dengan catatan, ketika dinyatakan lulus maka kamu harus menunjukan ijazah asli kamu ;
  9. Scan Surat Akreditasi Perguruan Tinggi atau tangkapan layar dari BAN-PT. atau Pusdiknakes/Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan sesuai syarat;
  10. Scan Surat Akreditasi Program Studi  atau tangkapan layar dari BAN-PT. atau Pusdiknakes/Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan sesuai syarat;
  1. Scan surat keterangan kepala desa/ kepala suku yang menyatakan keturunan Papua atau Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak/ibu) asli Papua atau Papua Barat (untuk pelamar formasi khusus putra/putri Papua dan Papua Barat).


Kualifikasi Pendidikan pada Jenjang SMA dan Sederajat, terdiri dari:

  1. Surat Lamaran ditujukan Kepada Kejaksaan Agung RI di Jakarta, diketik menggunakan komputer,- dan ditandatangani dengan pena bertinta warna biru ber bubuhkan materai 10.000 (format Surat Lamaran dapat diunduh di lama https://rekrutmen.kejaksaan.go.id ), lalu discan warna, bukan fotocopy;
  2. 3 surat pernyataan terdiri dari: (1) Surat Pernyataan sesuai Anak Lampiran 4 Peraturan Badan Kepegawaian Negeri Nomor 14 Tahun 2008, (2) Surat pernyataan mengabdi kepada kejaksaan RI, dan (3) Surat pernyataan siap menerima sanksi hukum (format surat bisa diunduh di laman rekrutmen.kejaksaan.go.id) yang masing-masing dokumen diketik dan ditandatangani dengan pena warna biru di atas materai 10.000. Setelah itu di scan, bukan di fotocopy.
  3. E- KTP atau surat tanda telah melakukan perekaman kependudukan di Disdukcapil. 
  4. Pasfoto terbaru 4x6 terbaru dengan background merah;
  5. Scan surat keterangan bebas narkoba yang ditandatangani oleh dokter dari Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah atau Pejabat yang berwenang/ lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan tes;
  6. Scan ijazah asli/STTB;
  7. Scan daftar nilai atau Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHUN) asli dengan nilai rata-rata 7,00 
  8. Scan ijazah/ sertifikat komputer minimal Ms.Office 
  9. Scan sertifikat beladiri/ satuan pengamanan (khusus pelamar jabatan pengawal tahanan);
  10. Scan asli SIM A dan SIM C (kecuali disabilitas, maka pada kolom upload SIM silakan mengupload surat keterangan disabilitas);
  11. Scan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah/swasta/daerah yang mencantumkan tinggi badan minimum 160 centimeter untuk pria dan 155 centimeter untuk wanita (khusus formasi pengawal tahanan/narapidana);
  12. Scan surat keterangan dokter pemerintah yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dan derajat kedisabilitasannya (khusus pelamar formasi khsusu disabilitas);
  13. Scan surat keterangan kepala desa/ kepala suku yang menyatakan keturunan Papua atau Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak/ibu) asli Papua atau Papua Barat (untuk pelamar formasi khusus putra/putri Papua dan Papua Barat).

Tahap Seleksi

Bagi kamu yang akan mengikuti seleksi CPNS Kejaksaan, pertama akan melalui tes seleksi administrasi, dimana panitia akan memverifikasi berkas yang kamu upload. Lalu bila lolos, kamu akan mengikuti Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) berbasis CAT dengan bobot 40 persen. Dan bila lolos akan lanjut ke Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) dengan bobot 60 persen. SKB terdiri dari substansi jabatan, wawancara, pemeriksaan fisik psikotes, tes kejiwaan. Tiap jabatan akan menjalankan tes yang berbeda.



Agar memperbesar peluang kamu untuk lolos, belajar soal SKD harus kamu giatkan lagi. Apalagi sekarang belajar tes CPNS gak pake sulit, karena sudah ada aplikasi KitaLulus. Di KitaLulus, kamu bisa menemukan ribuan latihan soal yang lengkap dengan pembahasannya, dan tidak ketinggalan try out berbasis CAT hingga kelas belajar online. Kamu bisa belajar kapanpun dan dimanapun!

Ikuti BangLulus di sosial media

KitaLulus on Facebookinstagram kitalulusTiktok

Belajar bersama dan download aplikasinya!

KitaLulus Andoid App available on Google Play