PPPK

Contoh Soal PPPK Guru SD 2021 Plus Pembahasan Mendalam Sesuai Kisi-Kisi

Close Pop up
Contoh Soal PPPK Guru SD 2021
Yuk, simak contoh soal PPPK Guru SD 2021 berikut ini! Sudah termasuk pembahasan lengkap yang sesuai kisi-kisi. Dijamin, dapat memaksimalkan persiapan belajarmu!

PPPK guru SD termasuk yang mendapatkan jumlah formasi yang cukup banyak. Artinya, akan banyak juga pesaing kamu untuk bisa lolos seleksi. Sudah latihan contoh soal PPPK Guru SD 2021? 

Jangan sampai kamu belum mempelajari contoh soalnya padahal ujian seleksi sudah di depan mata. Nah, buat kamu yang kesana kemari mencari contoh soal, kamu membuka artikel yang tepat!  Artikel ini berisikan contoh latihan soal yang bisa jadi bahan pembelajaran kamu, disimak, ya!


Contoh Soal PPPK Guru SD 2021

Kesempatan para tenaga guru honorer SD untuk menjadi PPPK guru SD terbuka lebar di penerimaan PPPK 2021, dengan jumlah formasi yang begitu banyak, tentunya kamu tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Untuk itu, yuk kita belajar contoh soal PPPK guru SD 2021 yang sudah lengkap dengan pembahasan serta jawabannya. 

Berikut ini contoh soal PPPK guru SD 2021 sesuai dengan kisi-kisi Kemenpan RB, untuk bahan belajar kamu:


SOAL 1

Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam mengembangkan pembelajaran seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan sistem penilaian. Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran. Dalam pengembangan silabus perlu dipertimbangakan beberapa prinsip. Terdapat beberapa prinsip yang harus dijadikan dasar dalam pengembangan silabus, diantaranya ialah: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, aktual, memadai, fleksibel, dan menyeluruh. Prinsip ilmiah dalam pengembangan silabus maksudnya...

A. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik

B. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara KD, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, serta teknik dan instrumen penilaian 

C. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi 

D. Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan 

E. Cakupan indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar 


Pembahasan:

Dalam pengembangan silabus perlu dipertimbangakan beberapa prinsip. Prinsip tersebut merupakan kaidah yang akan menjiwai proses pembelajaran. Terdapat beberapa prinsip yang harus dijadikan dasar dalam pengembangan silabus, di antaranya ialah: 

1. Ilmiah 

Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. 

2. Relevan 

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik. 

3. Sistematis 

Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. 

4. Konsisten

Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian. 

5. Memadai 

Cakupan indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. 

6. Aktual dan Kontekstual 

Cakupan indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. 

7. Fleksibel 

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 

8. Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

Jawaban: D


SOAL 2

Dalam merancang silabus, alokasi waktu perlu diperhatikan. Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu kompetensi dasar tertentu. Untuk menentukan alokasi waktu tiap kompetensi dasar, hal yang tidak perlu diperhatikan adalah... 

A. Minggu efektif tiap semester 

B. Alokasi waktu mata pelajaran 

C. Pemilihan metode pembelajaran 

D. Jumlah standar kompetensi – kompetensi dasar per semester 

E. Tingkat kerumitan dan keluasan materi 


Pembahasan: 

Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu kompetensi dasar tertentu, dengan memperhatikan:

a) Minggu efektif per semester;

b) Alokasi waktu mata pelajaran;

c) Jumlah standar kompetensi-kompetensi dasar per semester;

d) Membagi alokasi waktu per jumlah SK-KD dengan memperhatikan tingkat kerumitan dan keluasan materi.

Jawaban: C


SOAL 3

Berikut data komponen dalam pembelajaran: 

1) Identitas Sekolah 

2) Kompetensi Dasar 

3) Materi Pembelajaran 

4) Metode Pembelajaran 

5) Teori Pembelajaran 

6) Indikator Pencapaian Kompetensi 

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tepat adalah .... 

A. 1, 2, 3, 4, 5 

B. 1, 2, 3, 4, 6 

C. 1, 3, 4, 5, 6 

D. 1, 2, 3, 5, 6 

E. 2, 3, 4, 5, 6


Pembahasan:

RPP disusun berdasarkan KD atau sub tema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Komponen RPP terdiri atas: 

  1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; 
  2.  Identitas mata pelajaran atau tema/ sub tema; 
  3.  Kelas/ semester; 
  4.  Materi pokok; 
  5. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; 
  6. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 
  7. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; 
  8. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; 
  9. Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; 
  10. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; 
  11. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan; 
  12. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan 
  13.  Penilaian hasil pembelajaran. 

Jawaban: B


SOAL 4

Waktu yang tepat bagi guru untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah...

A. Awal tahun pelajaran 

B. Sebelum memulai pembelajaran dalam satu kompetensi dasar 

C. Akhir tahun pelajaran 

D. Sebelum ulangan akhir semester 

E. Setelah melaksanakan pembelajaran 


Pembahasan:

Waktu yang tepat menyusun RPP adalah awal tahun pelajaran atau awal semester sebagai persiapan dalam mengajar.

Jawaban: A


SOAL 5

Dilihat dari kegiatan penilaian pembelajaran dapat merujuk pada dua macam acuan yakni penilaian acuan norma (norm reference test) dan penilaian acuan kriteria/patokan (criterion reference test). Pernyataan yang tepat mengenai penilaian tersebut di bawah ini adalah... 

A. Pada penilaian acuan norma, hasil penilaian peserta didik, baik formatif maupun sumatif, tidak dibandingkan dengan hasil peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang diputuskan yaitu dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM). 

B. Tujuan penilaian acuan patokan adalah untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilannya. 

C. Pada penilaian acuan norma, kualitas peserta tes sangat tergantung kepada atau sangat ditentukan oleh kompetensi dasar yang ditetapkan guru 

D. Penilaian acuan norma disebut juga dengan penilaian beracuan kompetensi dalam penentuan nilai menggunakan standar relatif 

E. Pada penilaian acuan patokan, perlu menghitung standar deviasi (simpangan baku).


Pembahasan:

Dilihat dari kegiatan penilaian pembelajaran dapat merujuk pada dua macam acuan yakni penilaian acuan norma (norm reference test) dan penilaian acuan kriteria/patokan (criterion reference test). Artinya, setelah memperoleh skor mentah dari setiap peserta didik, maka langkah selanjutnya adalah mengubah skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan acuan: 


1) Penilaian Acuan Patokan (PAP) 

✔ Penilaian acuan patokan dalam penentuan nilai menggunakan standar mutlak atau standar absolut atau mengacu pada kriteria atau patokan, berarti jika menggunakan acuan tersebut maka anda harus membandingkan hasil yang diperoleh peserta didik dengan sebuah patokan atau kriteria yang secara absolut atau mutlak telah ditetapkan oleh guru. 

✔ Hasil penilaian peserta didik, baik formatif maupun sumatif, tidak dibandingkan dengan hasil peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang diputuskan yaitu dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM). 

✔ Tujuan penilaian acuan patokan adalah untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilannya. Penilaian acuan patokan sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar, sebab peserta didik diusahakan untuk mencapai standar yang telah ditentukan, dan hasil belajar peserta didik dapat diketahui derajat pencapaiannya 


2) Penilaian Acuan Norma (PAN) 

✔ Penilaian acuan norma atau dikenal dengan penilaian beracuan kelompok dalam penentuan nilai menggunakan standar relatif. 

✔ Dalam penentuan nilai hasil tes, skor mentah hasil tes peserta didik dibandingkan dengan skor mentah yang dicapai oleh peserta didik lainnya dalam satu kelompok. Berarti kualitas peserta tes sangat tergantung kepada atau sangat ditentukan oleh kualitas kelompoknya, maka akan dapat terjadi testee (peserta tes) yang sebenarnya pada kelompok 1 tergolong “hebat” (karena berhasil meraih skor tes yang tinggi sehingga ia tergolong dalam kategori testee yang pandai), jika dimasukan dalam kelompok 2 ternyata hanya termasuk kelompok sedang atau cukup kualitasnya. Jadi kedudukan testee dimaksud bersifat relatif. 

✔ Langkah-langkah pengubahan skor mentah menjadi nilai: 

a) Diketahui skor mentah siswa 

b) Hitung mean 

c) Hitung standar deviasi (simpangan baku) 

d) Mengubah skor mentah menjadi nilai 

✔ Berbagai Jenis Nilai Standar, dapat dipilih sesuai kebutuhan: 

a) Nilai standar berskala 5 

b) Nilai standar berskala 9 

c) Nilai standar berskala 11 

d) Nilai standar Z 

Dipergunakan untuk mengubah skor-skor mentah yang diperoleh dari berbagai jenis pengukuran yang berbeda-beda. 

e) Nilai standar T

 

Jawaban: B


SOAL 6

Penilaian yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang di dalamnya terdapat lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah dapat berpindah dari satu unit ke unit berikutnya disebut dengan...

A. Penilaian formatif 

B. Penilaian sumatif 

C. Penilaian diagnostik 

D. Penilaian authentic 

E. Penilaian kognitif 


Pembahasan: 

  1. Penilaian formatif: Penilaian hasil belajar yang bertujuan mengetahui sudah sejauh mana peserta didik “telah terbentuk” (sesuai dengan pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam satu pokok bahasan. 
  2. Penilaian sumatif: Penilaian yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang di dalamnya terdapat lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah dapat berpindah dari satu unit ke unit berikutnya. 
  3. Penilaian diagnostik: Penilaian yang bertujuan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa serta faktor-faktor penyebabnya

Jawaban: B


SOAL 7

Berikut tahapan dalam penilaian: 

1) menentukan materi pengajaran 

2) menyusun soal ujian 

3) membentuk jadwal penyusunan ujian 

4) mengaitkan komponen-komponen materi pengajaran 

5) menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut 

6) mengidentifikasi kompetensi dasar yang belum tercapai ketuntasannya 

7) menentukan aspek dan tahapan penguasaan 

Prosedur yang dilakukan untuk memastikan bahwa penilaian formatif berjalan efektif adalah…

A. 1 – 4 – 3 – 6 – 2 

B. 3 – 1 – 7 – 4 – 6 

C. 1 – 7 – 4 – 2 – 5 

D. 6 – 1 – 5 – 3 – 2 

E. 3 – 6 – 2 – 7 – 4 


Pembahasan: 

Prosedur yang dilakukan untuk memastikan bahwa penilaian formatif berjalan efektif 

  1. Menentukan materi pengajaran 
  2. Menentukan aspek dan tahapan penguasaan 
  3. Mengaitkan komponen-komponen materi pengajaran 
  4. Menyusun soal ujian 
  5. Menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut 

Jawaban: C


SOAL 8

Dalam kurikulum 2013, menggunakan penilaian autentik dalam mengukur perkembangan belajar atau hasil belajar siswa. Selanjutnya ada proses reformasi atau penyempurnaan dalam penilaian yaitu penilaian berorientasi HOTS. HOTS harus dimiliki oleh peserta didik dalam rangka mempersiapkan perkembangan peserta didik yang mampu memenuhi tantangan dan kebutuhan abad 21 yaitu dengan terbentuknya pribadi yang kreatif, inovatif dan mempunyai daya saing yang tinggi. Semua hal positif yang diharapkan ada pada peserta didik dapat diwujudkan dengan treatment yang tepat dalam pembelajaran yang dilakukan yang terdapat didalamnya tersebut tentang bagaimana penilaian yang dilakukan. Berikut ini pernyataan yang tidak tepat mengenai penilaian autentik adalah...

A. Bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran saat di dalam kelas 

B. Penilaian autentik dilakukan secara komprehensif untuk menilai dari masukan, proses dan keluaran, yang mengukur hasil belajar peserta didik meliputi ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan 

C. Teknik dan instrumen penilaian kompetensi keterampilan, pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja 

D. Teknik dan instrumen penilaian kompetensi pengetahuan, pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan 

E. Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap antara lain observasi, penilaian diri, penilaian antar peserta didik, jurnal, dan wawancara 


Pembahasan: 

✔ Penilaian Autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya. 

✔ Penilaian autentik dilakukan secara komprehensif untuk menilai dari masukan, proses dan keluaran, yang mengukur hasil belajar peserta didik meliputi ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. 

✔ Makna authentik adalah kondisi nyata atau keadaan sesungguhnya yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik. Peserta didik diberi kesempatan dalam menilai kemampuan atau prestasi mereka sendiri. Berati, pada penilaian autentik lebih ditekankan pada proses belajar yang disesuaikan dengan situasi dan keadaan sesungguhnya, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. 


Macam-Macam Penilaian Autentik 

Kurikulum 2013 menerapkan penilaian autentik untuk menilai kemajuan belajar peserta didik yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, teknik dan instrumen yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : 

1) Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap: 

a. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. 

b. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. 

c. Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta didik. 

d. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.

Jawaban: A


SOAL 9

Penilaian yang dilakukan oleh seorang guru harus didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. Hal ini sesuai dengan prinsip .... 

A. Terbuka 

B. Menyeluruh. 

C. Bermakna 

D. Adil 

E. Obyektif 


Pembahasan: 

Prinsip Penilaian 

  1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. 
  2.  Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. 
  3. Adil. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi. dan gender.
  4. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. 
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. 
  6. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. 
  7. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. 
  8. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

Jawaban: E


SOAL 10

Pak Bejo adalah guru PKn di sekolah “mekar Indah”. Dia tinggal di desa Mangunharjo. Siska adalah tetangga dari Pak Bejo. Setiap pembagian hasil evaluasi siska selalu diberi nilai 85 oleh pak Bejo. Sementara Rudi siswa yang paling pintar di kelasnya hanya mendapat 80. Dari kasus di atas artinya Pak Bejo tidak melaksanakan prinsip penilaian...

A. Adil 

B. Obyektif 

C. Menyeluruh 

D. Sistematis 

E. Beracuan kriteria 


Pembahasan: 

Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. 

Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

Jawaban: B



Masih ingin contoh soal PPPK guru SD 2021? Gampang, kamu cukup instal aplikasi KitaLulus. Dapatkan ribuan soal PPPK lengkap dengan pembahasan mendalam di tiap soalnya. Tidak hanya latihan soal, kamu juga bisa mengikuti kelas online untuk belajar lebih intensif. Tunggu apalagi, install sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media

KitaLulus on Facebookinstagram kitalulusTiktok

Belajar bersama dan download aplikasinya!

KitaLulus Andoid App available on Google Play