CPNS

Ingin Ikut CPNS Kemenkes di Tahun Ini? Sudah Tahu Hal-Hal Ini Belum?

cpns kemenkes
Apakah kamu ingin ikut CPNS Kemenkes tahun ini? Ayo, simak persyaratan pendaftarannya di artikel ini!

Apakah kamu tertarik untuk mengikuti seleksi CPNS Kemenkes di tahun ini? Sudah tahu belum apa saja syarat dan kriteria yang perlu kamu penuhi? Mengingat waktu pendaftaran yang semakin dekat, kami akan kasih informasi lengkap untuk Dik Lulus semua, di simak ya!

Formasi CPNS Kemenkes

Sedikit kilas balik pada CPNS Kemenkes 2019 lalu, Kemenkes membuka sebanyak 2.025 formasi yang diperuntukan untuk mengisi  40 posisi dan jabatan kesehatan dan 35 posisi dan jabatan non kesehatan  yang kosong sesuai dengan kebutuhan Kemenkes yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia.

Dan sesuai dengan pengumuman Kemenkes, lowongan formasi CPNS tersebut dapat dilamar oleh 4 kategori pendaftar, yaitu pendaftar umum, formasi khusus cumlaude, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, dan disabilitas. 

Khusus untuk kategori disabilitas, CPNS Kemenkes hanya menerima pelamar yang menyandang disabilitas fisik pada kaki/tungkai bawah (ekstremitas bawah). Kemenkes tidak menerima disabilitas fungsi indera, fungsi tubuh bagian atas, dan fungsi mental.

Selain itu, untuk pelamar disabilitas juga harus memenuhi syarat dapat berbicara, melihat, mendengar dengan baik, mempunyai kemampuan untuk mengerjakan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan pendapat dan berdiskusi, dan tentunya dapat mengerjakan tugas sesuai dengan jabatan yang dipilih.

Di tahun ini, untuk jumlah berapa formasi yang akan dibuka masih belum diumumkan, namun mengingat di tahun ini jumlah formasi CPNS yang dibuka hingga 1 jutaan lebih, bukan tidak mungkin CPNS Kemenkes akan berjumlah lebih besar daripada tahun lalu.

CPNS Kemenkes Tidak Boleh Perokok?

Dik Lulus pernah dengar gak, katanya kalau ingin ikut seleksi CPNS Kemenkes itu syaratnya bukan perokok? Yap, persyaratan tersebut bukan hoaks, itu benar adanya.

Persyaratan tersebut sengaja dikeluarkan Kementerian Kesehatan karena sebagai institusi yang mengurusi kesehatan bangsa, kamu harus memberikan contoh gaya hidup sehat kepada masyarakat. 

Selain itu, jika kamu nanti diterima menjadi bagian dari Kemenkes, semua kantor dan fasilitas kesehatan milik Kemenkes adalah kawasan bebas rokok, kamu tidak akan bisa merokok!

Lalu, bagaimana caranya pihak Kemenkes tahu bahwa kamu sebagai pelamar seorang perokok atau tidak? 

Pihak dari Kemenkes menyediakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa kamu bukanlah seorang perokok aktif. 

Persyaratan ini sudah ditetapkan sejak seleksi CPNS di tahun 2017 lalu. 

Syarat CPNS Kemenkes

Dalam seleksi CPNS Kemenkes menetapkan berbagai syarat bagi tiap-tiap kategori pendaftar baik umum maupun khusus yang harus kamu penuhi sebagai pelamar. Detail persyaratan tersebut seperti:

1. Persyaratan Umum CPNS Kemenkes

1. WNI, bertaqwa kepada Tuhan YME, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI;

2. Usia paling rendah 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran online 

3. Usia paling tinggi 40 tahun pada saat pendaftaran online, khusus untuk jabatan: 

    a. Dokter ahli pertama, dokter gigi ahli pertama, dan dokter pendidik klinis ahli pertama dengan kualifikasi pendidikan dokter spesialis/dokter gigi spesialis 

    b. Dosen (Lektor) dengan kualifikasi pendidikan Strata Tiga (S-3/ Doktor). 

4. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasar putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih 

5. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat, tidak atas permintaan sendiri, atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta 

6. Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI atau anggota Polri 

7. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis 

8. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan 

9. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar 

10. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obat terlarang atau sejenisnya 

11. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia 

12. Tidak merokok 

13. Tidak mengajukan pindah dari unit kerja penempatan selama 5 tahun sejak diangkat sebagai CPNS 

14. Tidak akan mengajukan pindah selama 10 tahun dari Kemenkes sejak diangkat sebagai PNS dengan alasan apapun 

15. Setiap pelamar mampu mengoperasikan komputer (MS Office, email dan browsing internet) 

16. Pelamar berasal dari Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi yang terakreditasi dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan/atau Pusdiknakes/Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) saat kelulusan 

17. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 (skala 4,00).

2. Persyaratan Khusus CPNS Kemenkes

1. Bagi formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat, IPK minimal 2,75 (skala 4,00). 

2. Bagi pelamar penyandang disabilitas bisa melamar formasi disabilitas, atau pada formasi umum dan formasi khusus selain formasi disabilitas, sesuai dengan jabatan dan unit penempatan yang telah ditentukan. Daftar jabatan dan unit penempatan tersebut diberikan tanda bintang (*) dan dapat dilihat di laman cpns.kemkes.go.id. Tata cara dan waktu pelaksanaan SKD dan SKB bagi penyandang disabilitas yang melamar di formasi umum dan formasi khusus selain formasi disabilitas, sama dengan formasi umum yaitu 90 menit. 

3. Bagi pelamar yang mendaftar pada formasi jabatan fungsional kesehatan yang mempersyaratkan Surat Tanda Registrasi (STR) harus melampirkan STR sesuai jabatan yang dilamar dan masih berlaku (STR internship tidak berlaku) pada saat pendaftaran (sesuai daftar terlampir). Apabila STR masih dalam proses perpanjangan, maka harus melampirkan STR sebelumnya dan bukti perpanjangan. Daftar formasi jabatan yang mensyaratkan STR bisa diakses melalui link di sini. 

4. Bagi pelamar jabatan dosen asisten ahli, dokter pendidik klinis, peneliti dan apoteker yang mempersyaratkan basic pendidikan pada kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan, maka harus memiliki basic pendidikan sesuai yang dipersyaratkan. 

5. Bagi pelamar jabatan dosen asisten ahli dengan penempatan di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di lingkungan Kementerian Kesehatan, harus bersedia ditempatkan di seluruh Poltekkes di lingkungan Kementerian Kesehatan. 

6. Bagi penempatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP): 

    a. Diutamakan laki-laki; 

    b. Bersedia bekerja dalam sistem shift (pembagian waktu kerja);

    c. Bersedia bekerja on call selama 24 jam (termasuk hari libur dan atau libur nasional); 

    d. Bersedia ditempatkan di wilayah kerja KKP dan mampu lakukan kegiatan kekarantinaan, antara lain: 

        1) Melakukan pemeriksaan kapal dalam karantina baik di dermaga maupun lepas pantai dengan menggunakan tangga tali atau tangga biasa; 

        2) Melakukan pemeriksaan kesehatan pesawat penumpang dan barang di bandar udara; 

        3) Melakukan pemeriksaan kendaraan darat dan orang lintas negara di Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN).

7. Pelamar dengan status Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS Sp 1/Sp 2)/Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) tidak dapat mengikuti seleksi CPNS Kemenkes. Peserta pasca PPDS/PPDGS yang terikat masa pengabdian pada instansi di luar Kementerian Kesehatan tidak dapat mengikuti seleksi CPNS Kemenkes.

8. Peserta pasca PPDS/PPDGS yang terikat masa pengabdian di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat mengikuti seleksi CPNS pada satuan kerja yang sama dengan satuan kerja pengusul. 

9. Peserta pasca PPDS/PPDGS yang terikat masa pengabdian di lingkungan Kementerian Kesehatan dapat mengikuti seleksi CPNS pada satuan kerja lain yang berbeda dengan satuan kerja pengusul di lingkungan Kementerian Kesehatan, sepanjang mendapatkan izin dari pimpinan satuan kerja pengusul. 

10. Pelamar yang berasal dari peserta program Nusantara Sehat minimal telah melaksanakan tugas selama 6 bulan, sejak Terhitung Mulai Tanggal (TMT) penugasan, dan melampirkan surat izin yang didapatkan secara online dari Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan (nusantarasehat.kemkes.go.id). 

11. Peserta pasca Nusantara Sehat yang mengikuti seleksi CPNS melampirkan rekomendasi yang diperoleh secara online dari Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan (nusantarasehat.kemkes.go.id). 

Cara Pendaftaran CPNS Kemenkes 

Di tahun ini, kamu bisa mendaftar secara online hanya lewat satu portal yang telah terintegrasi. Caranya juga cukup mudah, seperti berikut ini:

  1. Buatlah akun melalui laman sscasn.bkn.go.id.
  2. Setelah berhasil membuat akun, cobalah untuk login menggunakan NIK dan kata sandi yang kamu buat tadi.
  3. Lengkapi data diri dan dokumen sesuai ketentuan.
  4. Memilih satu lokasi ujian CPNS Kemenkes.
  5. Melanjutkan pendafataran di laman cpns.kemenkes.go.id (setelah 1x24 jam) dengan menggunakan akan SSCASN untuk melengkapi persyaratan.
  6. Mencetak serta menandatangani biodata pendukung pelamar di laman cpns.kemenkes.go.id.

Di pendaftaran CPNS Kemenkes ini kamu juga perlu memperhatikan kualifikasi pendidikan yang ditetapkan serta melakukan berbagai persiapan untuk tes. Tidak ada salahnya jika kamu mulai latihan mengerjakan soal atau juga mengikuti kelas online. Kamu cukup install aplikasi KitaLulus di handphone dan kamu bisa latihan soal dan ikut kelas online di mana pun. Yuk, download di PlayStore sekarang!

Bergabung Yuk !
Daftar
Belajar bersama BangLulus dan teman seperjuangan untuk bersama lulus dalam
seleksi tes CPNS!
Undah di Google Play

Ikuti BangLulus di sosial media

KitaLulus on FacebookTiktok

Belajar bersama dan download aplikasinya!

KitaLulus Andoid App available on Google Play