Rekrutmen Online: Kelebihan, Langkah, Bedanya dengan Rekrutmen Offline

Naura Agustina

Digital marketing enthusiast. Menekuni kepenulisan di bidang karir dan bisnis

hrd
Isi Artikel

Setiap perusahaan pasti menginginkan karyawan yang berkualitas. Untuk mendapatkannya, diperlukan metode perekrutan yang tepat. Ada dua metode yang dapat dilakukan oleh HR dalam merekrut karyawan baru, yakni rekrutmen online dan rekrutmen offline.

Metode mana yang lebih baik? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.

Pengertian Rekrutmen Online

Rekrutmen online merupakan sebuah solusi perekrutan dengan memberdayakan internet. Penggunaan internet untuk rekrutmen online tidak hanya diperuntukkan saat memasang iklan lowongan kerja. Lebih dari itu, online recruitment bisa digunakan untuk proses seleksi kandidat seperti menyaring, menilai, hingga wawancara calon kandidat.

Dengan bantuan teknologi, rekrutmen online dapat membantu perusahaan untuk melakukan background checking terhadap calon kandidat. Background checking ini sangat berguna bagi perusahaan guna mengetahui hal-hal seperti riwayat kriminal maupun keterlibatan calon kandidat terhadap utang.

Proses rekrutmen online dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat lunak sebagai alat bantu. Perangkat lunak yang digunakan dapat berupa ATS (Applicant Tracking System) maupun software HRIS (Human Resources Information System).

Perbedaan Rekrutmen Online dan Offline

Perbedaan Rekrutmen Online dan Offline

Sebelum era digitalisasi dan online recruitment ramai digunakan, perusahaan terbiasa melakukan rekrutmen dengan cara offline. Lalu, apa perbedaan antara keduanya?

1. Jangkauan

Dengan bantuan teknologi, online recruitment dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Bahkan, teknologi juga memungkinkan Anda untuk menargetkan iklan lowongan kerja hanya kepada orang-orang tertentu sehingga hanya calon kandidat yang paling mendekati kriteria yang dapat melihat iklan lowongan tersebut. Anda pun bisa memperluas dan mempersempit area pencarian calon kandidat sesuai dengan keinginan Anda.

Hal ini tentu berbeda dengan offline recruitment yang hanya bisa menjangkau orang dalam lokasi terbatas.

2. Efektivitas Waktu

Perbedaan berikutnya dapat dilihat dari segi efektivitas waktunya. Selain merekrut kandidat, seorang HR juga memiliki pekerjaan lain yang harus diselesaikan.

Jika sebuah perusahaan masih menggunakan rekrutmen secara offline, waktu HR akan banyak terkuras untuk mengurusi berbagai hal secara manual, seperti screening CV hingga penjadwalan wawancara offline.

Sedangkan manfaat rekrutmen online adalah proses perekrutan dapat dilakukan dengan cepat. Perusahaan bisa mendapatkan banyak lamaran masuk hanya dalam waktu singkat karena memposting informasi melalui media sosial maupun job portal sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelamar.

Apalagi kini sudah ada software rekrutmen yang bisa membantu memudahkan pekerjaan HR. Segala hal yang tadinya dilakukan secara manual dan menghabiskan banyak waktu, dapat dilakukan dengan cepat dan otomatis.

3. Efektifitas Biaya

Seperti yang kita ketahui, biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk proses rekrutmen tidak hanya saat memasang iklan lowongan kerja saja, melainkan juga sewa tempat tes, konsumsi kandidat, hingga onboarding dan training kandidat.

Nah, salah satu cara mengurangi anggaran rekrutmen adalah dengan memasang informasi lowongan kerja online alih-alih memasang informasi loker di koran maupun majalah yang membutuhkan biaya banyak.

Selain itu, pada online recruitment Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa tempat tes maupun konsumsi kandidat.

Menurut Nair, pada jurnalnya yang diterbitkan oleh IJSREM (International Journal of Scientific research in Engineering and Management), 65% dari HR professional meyakini bahwa proses rekrutmen online mampu mengurangi biaya rekrutmen.

Untuk itu, perusahaan perlu meninggalkan metode lama dan beralih menggunakan sistem online yang lebih hemat biaya. Pada online recruitment, Anda dapat memasang lowongan kerja secara gratis di berbagai platform job portal.

Baca juga: Cara Menghitung Anggaran Rekrutmen (Cost per Hire) & Tips Menghematnya

4. Komunikasi dan Pengalaman Kandidat

Tidak peduli sejauh apa proses rekrutmen yang dijalani oleh kandidat yang melamar di perusahaan Anda, Anda harus membangun komunikasi baik dan positif dengan para kandidat tersebut.

Hal ini lebih mudah dilakukan pada proses perekrutan online, karena Anda dapat menggunakan fitur SMS yang dipersonalisasi dan dikirimkan ke banyak orang dalam satu waktu.

Berbeda dengan rekrutmen offline di mana Anda harus menghubungi kandidat secara satu persatu yang akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Namun, di sini rekrutmen offline lebih unggul karena komunikasi dapat dilakukan secara langsung dan keterlibatan kandidat lebih baik.

Langkah Rekrutmen Online

Di bawah ini merupakan beberapa langkah rekrutmen online yang perlu Anda pahami.

1. Identifikasi Kebutuhan Perusahaan

Sebelum merekrut kandidat, hal paling mendasar yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan. Anda perlu bertanya secara mendetail kepada departemen yang membutuhkan karyawan baru mengenai kriteria dan tipe orang seperti apa yang dicari untuk mengisi posisi yang kosong.

Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengisi profil lengkap calon kandidat seperti keahlian, keterampilan, bahkan hingga kepribadian calon karyawan yang dibutuhkan.

2. Ciptakan Branding Perusahaan yang Kuat

Untuk melakukan online recruitment, perusahaan hendaknya menciptakan branding yang kuat. Branding adalah sebuah usaha yang dilakukan perusahaan untuk membuat gambaran diri mereka di mata publik.

Gambaran ini mencakup segala sesuatu seperti budaya, identitas, visi, dan misi perusahaan. Selain itu, branding juga perlu dilakukan untuk membedakan perusahaan Anda dengan perusahaan lain.

Semakin bagus branding maka akan membuat reputasi perusahaan Anda semakin meningkat. Dengan begitu, kemungkinan calon kandidat yang berkualitas tinggi untuk melamar di perusahaan Anda pun semakin besar.

3. Pasang Iklan Lowongan Kerja di Internet

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah memasang informasi lowongan kerja di internet. Anda bisa memasang lowongan kerja di website, media sosial perusahaan, maupun di job portal yang bisa meraih lebih banyak audiens.

Saat memasang lowongan kerja, pastikan untuk menulis kualifikasi dan jobdesk secara mendetail tapi tetap mudah dipahami.

Baca juga: Apa Itu Job Posting dan Job Description Serta Tips Membuatnya

4. Gunakan Software Rekrutmen

Dengan bantuan internet, iklan Anda akan menjangkau kandidat yang jauh lebih banyak. Hal ini baik karena membuka peluang lebih besar bagi kandidat yang cocok untuk melamar.

Namun di sisi lain, ini mungkin akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga bagi Anda untuk memilih dan menyeleksi calon kandidat satu persatu hingga mendapat yang paling cocok. Itulah mengapa diperlukan sebuah software rekrutmen.

Software rekrutmen dapat digunakan untuk menyaring kandidat yang sesuai kualifikasi hanya dalam hitungan menit. Tidak hanya itu, software ini juga membantu Anda menguji validitas proses. 

Saat ini telah tersedia layanan premium rekrutmen dari KitaLulus yang dapat membantu Anda mewujudkan proses rekrutmen yang efektif. Dengan menggunakan fitur KitaMatch di premium rekrutmen KitaLulus, Anda dapat melakukan screening kandidat 2 kali lebih cepat. Selain itu, Anda juga akan dibantu dalam melakukan background checking terhadap para kandidat.

Jadi tunggu apalagi? Segera daftarkan diri Anda dan temukan karyawan berkualitas sekarang!

cari karyawan
Berlangganan informasi tentang rekrutmen dan dapatkan penawaran terbaik kami
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd
Close Pop up