Dijamin Dapat Izin, Ini 7 Alasan Tidak Masuk Kerja Masuk Akal untuk Dipakai

Nisa Maulan Shofa

Penulis profesional sejak tahun 2017. Berspesialisasi dalam penulisan di bidang karir dan seputar dunia kerja.

Isi Artikel

Alasan tidak masuk kerja– Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003, Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia mengatur setiap karyawan memiliki hak cuti dan waktu istirahat. Tapi, supaya proses pengajuan izinmu makin mulus, kamu bisa menyiapkan alasan tidak masuk kerja sebaik dan se-masuk akal mungkin. 

Ingin tahu selengkapnya tentang alasan izin kerja yang bisa kamu pakai tanpa memancing emosi HRD atau atasan? Ssst…KitaLulus punya daftarnya di bawah ini, catat baik-baik, ya!

BACA JUGA: Rekomendasi Kursi Ergonomis Harga Ekonomis | Anti Pegal untuk Perlengkapan WFH

7 Alasan Tidak Masuk Kerja sebagai Cuti Darurat

Dalam mengerjakan suatu pekerjaan, tentu saja kita harus dalam keadaan yang tenang sehingga tidak bisa fokus 100% pada job desk yang sedang kita lakukan, bukan? Namun, jika ternyata ada hal-hal yang membuat kita tidak fokus, bukannya produktif, justru malah menjadi hal yang tidak baik, seperti kena tegur bos atau mengganggu kinerja rekan lainnya.

Nah, jika kamu merasa harus melakukan kegiatan urgent dan membuat kamu harus mengajukan cuti, langsung bicarakan saja ya dengan atasan atau HRD perusahaan kamu. Biasanya, alasan tidak masuk kerja yang logis bisa langsung di-accept, seperti beberapa alasan tidak masuk kerja berikut ini.

1. Alasan Tidak Masuk Kerja karena Sakit atau Kecelakaan

Alasan tidak masuk kerja masuk akal untuk dipakai

Tidak ada yang tahu kapan musibah itu datang, kan? Meskipun kita sudah berhati-hati, bisa saja satu hari ini mengalami kemalangan dan terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Jika demikian, kamu bisa langsung menghubungi pihak perusahaan dan menjelaskan bahwa kamu mengalami kecelakaan dan tidak bisa masuk kerja.

Seperti halnya jika kamu merasakan tidak enak badan, seperti demam tinggi hingga sakit parah lainnya. Perusahaan tidak memiliki hak untuk memaksa kamu tetap masuk dan memberikan risiko pada kesehatanmu. Cutilah dengan memberikan bukti surat dokter bahwa kamu harus beristirahat selama beberapa hari.

2. Sakit Haid yang Parah

Dasar hukum tidak masuk kerja karena cuti haid

Alasan tidak masuk kerja yang satu ini mungkin masih belum banyak perusahaan menerapkannya, bahkan beberapa karyawan tidak tahu bisa mengajukan cuti ini karena kurangnya pemberitahuan dari perusahaan. Namun, UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 81 mengatur dengan jelas perihal ini loh.

Kamu yang ketika haid mengalami nyeri perut bahkan seluruh badan merasa sakit, bisa loh mengajukan cuti selama dua hari. Perusahaan seharusnya tidak menghalangi alasan ini jika kamu mengajukannya.

3. Jadwal Pemeriksaan Kesehatan

Alasan izin kerja masuk akal

Melakukan penjadwalan untuk pemeriksaan kesehatan dengan dokter tentu saja tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu kecuali memang sudah begitu dekat dengan dokter tersebut. Bahkan, jika kenal pun, jadwal dokter tentu saja padat dan tidak bisa melayani secara spesial dengan mengubah jadwal periksa semau kita.

Nah, ketika kamu memiliki janji temu dengan dokter, mungkin untuk pemeriksaan kesehatan atau melakukan medical check up rutin karena suatu penyakit, perusahaan harus memberikan approval untuk alasan ini.

Alasan tidak masuk kerja yang satu ini seharusnya cukup darurat dan sangat logis jika memang perusahaan mematuhi aturan untuk memberikan karyawan waktu cuti sesuai prosedur. Kamu juga bisa memberikan surat dokter sebagai bukti tambahan untuk mengajukan cuti ya.

4. Keguguran atau Melahirkan

Mengalami kehilangan tentu saja menjadi momen yang tidak bisa membuat kita fokus bekerja. Jangankan fokus mengerjakan suatu tugas, untuk berpikir logis saja sudah. Keguguran adalah hal yang menjadi alasan tidak masuk kerja dan perusahaan wajib memberikan cuti panjang kepada karyawan tersebut.

Dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 82 Ayat (2) diatur dengan jelas bahwa karyawan yang mengalami keguguran berhak mendapatkan cuti selama 1,5 bulan atau sesuai anjuran dokter. Jadi, jika perusahaan tidak memberikan hak tersebut ke karyawan yang mengalami keguguran, wah red flag nih.

Berbeda dengan ketika seseorang melahirkan, ia berhak mendapatkan cuti yang lebih lama, yaitu 1,5 bulan sebelum hari kelahiran dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Aturan ini tertuang di ayat (1) dengan pasal yang sama.

5. Bencana Alam

Seperti halnya mengalami kecelakaan, bencana alam juga tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Gempa bumi dan banjir adalah bencana alam yang bisa kapan saja terjadi di Indonesia, apalagi ketika musim hujan dan tinggal di daerah yang rawan terkena banjir.

Nah, jika ternyata tempat tinggal kamu menjadi daerah yang mudah terkena aliran arus banjir, kamu berhak mengajukan cuti kok sebagai alasan tidak masuk kerja secara darurat. 

6. Umrah atau Haji

Menurut UU Ketenagakerjaan Pasal 93 Ayat (2), ketika karyawan melaksanakan ibadah umrah atau haji, perusahaan wajib membayar upah karyawan secara penuh dengan memberikan cuti maksimal selama 50 hari atau sesuai kesepakatan bersama.

Hal tersebut selaras dengan hak karyawan yang dijamin untuk mendapatkan momen pelaksanaan ibadah sesuai dengan agamanya.

7. Berkaitan dengan Keluarga

Alasan cuti tidak masuk kerja yang masuk akal untuk dipakai

Alasan tidak masuk kerja lainnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan keluarga dekat, seperti berikut ini.

  • Karyawan menikah, mendapatkan cuti 3 hari
  • Menikahkan anak, mendapatkan cuti 2 hari
  • Menghitankan anak, mendapatkan cuti 2 hari
  • Membaptis anak, mendapatkan cuti 2 hari
  • Istri melahirkan atau keguguran, mendapatkan cuti 2 hari
  • Suami/istri, orang tua/mertua, anak, atau menantu meninggal dunia, mendapatkan cuti 2 hari
  • Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal, mendapatkan cuti selama 1 hari

BACA JUGA: Mau Resign? Ini 5 Alasan Pindah Kerja dan Pertimbangan yang Bisa Kamu Sampaikan ke HRD

Ketujuh alasan tidak masuk kerja di atas sudah diatur dalam undang-undang dan seharusnya setiap perusahaan mematuhi aturan tersebut. Jika kamu ternyata memiliki waktu yang sulit ketika pengajuan cuti, kamu bisa loh berdiskusi dengan HRD mengenai hak karyawan yang sudah disesuaikan dengan prosedur yang ada.

Atau jika memang perusahaan tersebut tidak memberikan hak yang sesuai untuk karyawan, kamu bisa mulai hunting lowongan lain di perusahaan yang menghargai hak karyawan dengan baik. KitaLulus memberikan akses penuh untuk kamu yang ingin mencari peluang baru di perusahaan baru.

Kamu tinggal unduh aplikasi KitaLulus di playstore lalu lakukan registrasi untuk kemudian login dan mulai mencari loker yang kamu inginkan. Di KitaLulus, mencari loker #LebihMudah dan terpercaya sehingga tidak perlu khawatir terjadi penipuan dari perusahaan bodong ya!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!