5 Ciri-Ciri Ambivert, Kelebihan, dan Cara Mengembangkannya

Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

Isi Artikel

Biasanya kita cuma kenal introvert dan juga extrovert. Tapi ternyata ada juga yang disebut ambivert. Ambivert adalah kepribadian yang bisa mengarah ke introvert atau juga extrovert. Pemilik kepribadian ini bisa sangat senang berada di keramaian, namun juga ada kalanya suka sendiri.

Lalu, jika berada antara extrovert dan introvert, bagaimana orang-orang ambivert menentukan jurusan dan juga pekerjaan yang sesuai untuk mereka? Nah, untuk mengetahuinya, kamu wajib baca pembahasannya di bawah ini!


Ambivert Adalah Kepribadian yang Seperti Apa?

Istilah kepribadian introvert dan extrovert pertama kali dikenalkan oleh psikiater Swiss Carl G. Jung pada tahun 1990-an. Seorang yang memiliki kepribadian introvert, cenderung lebih suka menyendiri. Sementara, orang extrovert suka bersosialisasi dengan banyak orang alias easygoing.

Nah, akan tetapi tidak semua orang dapat dikategorikan dalam extrovert maupun juga introvert. Kepribadian ini dikenal dengan ambivert.

Ambivert adalah kepribadian yang berada di tengah-tengah, ia bisa mengarah pada extrovert maupun introvert, tergantung dari situasi yang dihadapi. Seseorang dengan kepribadian ambivert biasanya mudah berbaur seperti seorang extrovert, tetapi juga pintar untuk menyendiri dan tidak berbicara banyak seperti introvert.

Menurut seorang psikolog, Carla Marie, seorang ambivert artinya seorang yang cenderung lebih fleksibel dalam hal bersosialisasi dengan orang lain. Kepribadian ini dapat menyesuaikan diri dengan cepat pada lingkungan baru. 

Contohnya, seorang ambivert bisa jadi orang yang outgoing seperti extrovert, tapi juga bisa menjadi seorang yang pendiam dan thoughtful seperti introvert.

Pengertian lainnya dari ambivert adalah bukanlah sebuah label dari kepribadian seseorang. Tapi sebuah spektrum level extrovert yang berbeda-beda pada setiap individu. Maksudnya, kamu bisa saja memiliki peringkat extrovert yang rendah, tinggi, atau medium. 

Orang yang berada pada spektrum medium inilah yang merupakan seorang ambivert. Jadi singkatnya, level introvert dan extrovert seseorang dapat kita lihat dari energi sosialnya. 


Ciri-Ciri Kamu Itu Ambivert

Banyak orang yang menyimpulkan bahwa seorang dengan kepribadian ambivert adalah orang yang plin-plan. Apakah benar seperti itu? Nah, daripada menebak-nebak, perhatikan ciri-ciri apakah kamu seorang ambivert!


1. Dapat bersosialisasi sekaligus penyendiri

Ciri dari seorang ambivert pertama adalah ia pandai bersosialisasi tapi juga suka menyendiri di situasi-situasi tertentu. Orang dengan kepribadian ini dapat leluasa berkomunikasi dengan orang di sekelilingnya, tapi juga suka menyendiri di waktu-waktu tertentu jika memang mereka ingin. 


2. Pendengar dan pembicara yang baik

Orang ambivert ternyata bisa menjadi pendengar sekaligus pembicara yang baik. Ia tahu kapan waktu yang tepat untuk berbicara atau mengeluarkan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain. Jika ia dimintai pendapat, ia tidak malu untuk mengatakannya. Disisi lain, ia juga bisa menjadi pendengar yang baik jika memang situasinya mengharuskan.



3. Mudah berempati kepada orang lain

Orang ambivert cenderung memiliki rasa empati yang sangat tinggi. Empati sendiri adalah dapat memahami apa yang dirasakan orang lain, melihat dari sudut pandang orang tersebut, sekaligus bisa membayangkan diri bila berada di posisi orang tersebut. Orang dengan empati tinggi biasanya peduli terhadap orang lain dan pandai memahami perasaan orang lain. 

Oleh karena itu orang ambivert sering menjadi tempat curhat para sahabatnya. Saat menjadi tempat curhat, ia akan mendengarkan masalah secara keseluruhan dan setelahnya akan mengajukan pertanyaan, lalu mencoba memberikan solusi.


4. Memiliki kemampuan mengatur perilaku di berbagai situasi

Seperti yang sudah disinggung di atas, orang ambivert adalah orang yang dapat mengarah ke introvert dan extrovert. Artinya mereka dapat menyesuaikan perilaku sesuai dengan orang atau situasi yang dihadapi. 

Selain itu, karena kepribadiannya yang fleksibel, seorang ambivert juga dapat menjadi penyeimbang dalam banyak situasi dan komunikasi. Ia dapat memecah keheningan dalam banyak situasi dan komunikasi sehingga membuat orang dengan kepribadian introvert tetap nyaman berada di sana.


5. Senang dengan keramaian namun cenderung pasif

Meski cenderung kurang menyukai situasi ramai seperti introvert, namun ambivert dapat menikmati suasana ketika sedang berada di keramaian seperti extrovert.  Akan tetapi, walau bisa menikmati ambivert cenderung diam dan hanya mengamati orang-orang di keramaian tersebut.


Kelebihan Seorang Ambivert

Karena ia berada di tengah-tengah, seorang ambivert memiliki sifat yang unik dan dapat mengambil keuntungan dari kepribadian tersebut. Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh ambivert antara lain.


1. Memiliki hubungan yang lebih sehat dan stabil

Hubungan yang sehat dan stabil ini baik antar teman maupun juga dengan pasangan. Hal ini karena ambivert dapat mendengarkan sekaligus bersosialisasi. Ini juga karena mereka fleksibel dan stabil secara emosional, sehingga ketika menghadapi sebuah masalah dalam hubungan, mereka bisa jadi penengah.


2. Mempunyai manajemen yang baik

Kelebihan ambivert adalah ia memiliki sistem manajemen yang baik. Bila menjadi atasan, seorang ambivert akan mengeluarkan sifat extrovert dan introvertnya berdasarkan kebutuhan karyawannya. Apakah mereka akan mengeluarkan sisi pengaruh seperti extrovert atau menjadi pendengar seperti introvert, semua itu tergantung pada kepribadian karyawan mereka.



3. Dapat membaca situasi dengan baik

Pada tahun 2013, penelitian dari jurnal Psychological Science melakukan pengamatan hubungan antara kepribadian extrovert dengan bakat menjual barang. Banyak yang menilai bahwa seorang extrovert sangat ahli dalam menawarkan barang, tapi kenyataannya orang ambivert lah yang justru lebih mahir. 

Hal ini karena orang ambivert dapat berbicara lebih baik dan sekaligus menjadi pendengar yang baik, karena itu, ketika dikaitkan dengan bidang penjualan, ambivert lebih bisa mendengarkan apa yang dibutuhkan pelanggan tanpa terlihat terlalu bersemangat.


4. Bijak dalam mengambil keputusan

Seorang ambivert tidak gegabah, ketika berada dalam situasi harus mengambil keputusan, ia akan memutuskan segala sesuatu setelah menimbang dari sisi baik dan buruknya serta mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi.


Apa Kekurangan Ambivert?

Orang yang punya kepribadian ambivert adalah pribadi yang fleksibel karena bisa menempatkan diri menjadi extrovert dan introvert. Akan tetapi, tanpa disadari menjadi ambivert juga memiliki tekanan ekstra dan ini menjadi kekurangan kepribadian ini. Tekanan ekstra ini ada karena mereka berusaha untuk menjaga keseimbangan dalam menempatkan diri pada semua situasi. Sehingga kadang hal ini membuat orang dengan kepribadian ini merasa "lelah". 


Tips Mengembangkan Kepribadian Ambivert

Jika kamu memiliki kepribadian ambivert, kamu masih bisa mengembangkannya lagi agar mampu mendapatkan kemampuan yang lebih menunjang kamu di dunia pekerjaan atau juga pendidikan. 


1. Fokus pada aktivitas atau hal yang disukai

Seseorang ambivert memang cenderung menyenangi berbagai jenis kegiatan sosial. Tapi terkadang kegiatan tersebut tidak memberikan mereka kebahagiaan, justru menguras energi dan menyebabkan kelemahan. 

Untuk mengembangkan kepribadianmu, cobalah mulai saat ini fokus pada aktivitas yang memang membuatmu bahagia dan bermakna bagi hidup. Misalnya berlibur dengan libur dengan teman terdekat, atau juga sekadar berkumpul untuk melepas penat.


2. Coba untuk lebih bebas mengomunikasikan perasaan

Mengomunikasikan perasaan atau pikiran dapat membantu kamu mengembangkan sifat ambivert.  Jika memang kamu sedang membutuhkan waktu untuk sendiri, jangan ragu untuk mengomunikasikan hal tersebut dengan orang sekitar. Berikan pengertian kepada orang-orang terdekat bahwa kamu sedang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.


3. Usahakan menjaga sifat fleksibilitas

Seorang ambivert memang terkenal dengan sifatnya yang fleksibel. Hal ini baik, teruslah pertahankan dan kembangkan sifat ini. Karena sifat ini sejujurnya begitu berguna apalagi untuk dunia kerja. Sifat ini memungkinkan kamu untuk diterima di lingkungan dan situasi apa pun. Dengan begitu, kamu dapat dengan cepat berbaur baik dengan atasan atau rekan kerja.



Jurusan yang Cocok untuk Ambivert

Dengan energi extrovert dan introvert yang ada, orang-orang ambivert bisa memilih jurusan yang cocok dengan dua kepribadian tersebut. Berikut ini referensi jurusan yang cocok untuk ambivert.


1. Psikologi

Jurusan yang cocok untuk ambivert pertama adalah psikologi. Kenapa? Dalam dunia psikologi, seorang ambivert dapat leluasa menjadi diri sendiri yang extrovert sekaligus introvert. Kamu akan langsung mempelajari tentang kepribadian manusia  dan mengamati perilaku maupun kepribadian manusia. 


2. Kedokteran

Jurusan kedokteran juga cocok untuk kamu yang ambivert. Karena di jurusan ini kamu akan banyak melakukan praktikum ataupun penelitian yang cocok untuk orang introvert. Sedangkan untuk extrovert, ketika sudah praktik mereka harus terbiasa berkomunikasi dengan pasien, jurusan ini sangat cocok untuk extrovert. Karena dua kepribadian ini ada dalam jurusan ini maka sebagai ambivert kamu akan cocok dengan jurusan ini.


3. Marketing

Seorang yang mengambil jurusan ini akan terjun dalam bidang marketing. Seperti yang diketahui karakter extrovert sangat pas dalam bidang pemasaran terutama ketika harus berbicara di depan publik. Selain keahlian berbicara di depan publik, bila sudah berkecimpung dalam bidang pemasaran, ia juga perlu memiliki banyak relasi dan sosial yang tinggi, di mana ini adalah sifat extrovert.

Namun sebenarnya, ada sisi introvert yang juga dibutuhkan dalam pemasaran yaitu mengobservasi market dan menentukan strategi yang tepat untuk memasarkan produk. Sehingga bila seorang ambivert mengambil jurusan ini bisa sangat cocok dan tidak salah jurusan.


4. Hukum

Sudah disebutkan bahwa ambivert sangat pandai dalam mengelola emosi. Hal ini akan sangat bermanfaat bila mereka mempelajari ilmu hukum dan berkarier di bidang hukum. Bagaimana tidak, ketika kamu menjadi hakim, jaksa, pengacara kamu akan menghadapi berbagai kasus dan bertemu dengan beragam tipe orang, tentunya ini memerlukan kestabilan emosi yang baik. 

Sisi extrovertmu akan dibutuhkan untuk berinteraksi dengan banyak orang. Sementara, sisi introvert akan mendominasi ketika harus membaca atau mempelajari kasus.


5. Farmasi

Jurusan farmasi bisa cocok dengan kepribadian ambivert. Karena di jurusan ini kamu tidak hanya dituntut untuk bisa berinteraksi dengan pasien, melainkan juga bisa mengobservasi obat apa yang mereka butuhkan.


6. Seni Musik

Jurusan seni musik identik dengan orang-orang kreatif yang introvert. Tapi, disatu sisi kita juga harus berinteraksi dengan orang-orang yang menikmati musik kita. Nah, bila kamu seorang ambivert, pilihan jurusan musik akan cocok untukmu.


BACA JUGA: Ketahui Kepribadian untuk Menentukan Karier Terbaik


Pekerjaan yang Cocok untuk Ambivert

Orang dengan kepribadian ambivert bisa beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi di lingkungan profesional oleh karena itu, sebenarnya tidak ada masalah dalam mencari pekerjaan. Berikut ini beberapa pilihan pekerjaan yang cocok untuk ambivert.


1. Human Resources Department (HRD)

Seperti yang mungkin sudah sama-sama kita ketahui, HRD punya tugas untuk merekrut karyawan. Sebagai seorang ambivert, kamu pandai membaca karakter seseorang, sekaligus mampu memancing mereka untuk bisa terbuka dan mengobrol denganmu, Kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh seorang HRD untuk bisa menemukan kandidat yang tepat.


2. Psikolog atau terapis

Dengan sifat empati tinggi yang kamu miliki, pekerjaan menjadi psikolog sangat cocok untukmu. Kamu bisa menjadi pendengar yang baik bagi pasienmu yang menceritakan keluh kesah mereka, sekaligus mampu memberikan solusi layaknya sahabat.


3. Jurnalis

Menjadi jurnalis juga cocok untuk ambivert. Dengan sifat yang fleksibel dan mampu mencairkan suasana kamu bisa mendapatkan banyak informasi dari narasumber. Selain itu, kamu juga bisa membaca dan menyesuaikan kepribadian, gaya bicara atau kondisi dalam sesi wawancara.


4. Sales

Sales bukanlah pekerjaan yang gampang, kamu wajib beradaptasi dan mengakrabkan diri dengan calon pembeli. Selain itu, kamu juga harus mendengarkan apa saja yang menjadi kebutuhan mereka agar bisa menjual barang yang kamu tawarkan. Nah, ini sangat cocok dengan seorang ambivert, yang mampu masuk mencairkan suasana serta mampu mengobservasi. 

Bahkan, sebuah studi dalam jurnal Psychological Science menerangkan bahwa orang ambivert cenderung lebih cocok bekerja di bidang penjualan atau sebagai sales dibandingkan orang introvert atau extrovert. 


5. Pengacara

Pengendalian emosi yang baik seorang ambivert membuatmu cocok untuk berkarier menjadi pengacara. Emosi yang tenang dan terkendali ini akan menjadi senjatamu dalam memenangkan argumen-argumen dari kasus yang kamu tangani.


6. Guru

Tidak hanya mampu mengajar di depan kelas, seorang guru harus bisa memahami kepribadian dari murid-muridnya. Hal ini untuk mengetahui bagaimana pendapat dan kesulitan yang mereka hadapi. Pekerjaan ini cocok untuk orang ambivert, ini karena ambivert memiliki kepribadian yang fleksibel dalam menghadapi beragam tipe murid dari berbagai kepribadian. 


7. Desainer interior

Seorang desainer interior haruslah mampu mempersuasif kliennya agar saran desain yang ditawarkan mampu diterima, tetapi ia juga harus mau mendengarkan apa yang diinginkan oleh klien. Nah, kedua hal ini bisa dilakukan oleh seseorang yang berkepribadian ambivert.

Itulah ulasan tentang apa itu kepribadian ambivert, karakteristik, dan pilihan kariernya. Apakah kamu juga seorang ambivert? Bagaimanapun kepribadianmu, tetap berjuang keras dan pantang menyerah untuk cari kerja, ya! Sambil menunggu panggilan HRD, manfaatkan waktumu dengan baik untuk meningkatkan tingkat keberhasilan lamaran ya, salah satunya dengan mengerjakan latihan soal-soal seleksi kerja.

Bingung di mana harus mencari daftar soal latihan seleksi kerja yang bisa dikerjakan? Instal aplikasi KitaLulus saja! Baru-baru ini, KitaLulus merilis fitur "Belajar", yang berisi ribuan soal latihan seleksi kerja, mulai dari psikotes, CPNS, sampai PPPK. Dijamin, kamu nggak akan kehabisan soal latihan!

Tidak sabar menguji kemampuanmu mengerjakan soal-soal seleksi kerja? Yuk, buka Play Store di ponselmu sekarang dan instal KitaLulus!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!