Mengenal Profesi Data Analyst: Tugas, Skill, Gaji, dan Bedanya dengan Data Scientist

Nisa Maulan Shofa

Penulis profesional sejak tahun 2017. Berspesialisasi dalam penulisan di bidang karir dan seputar dunia kerja.

Isi Artikel

Data analyst– Saat ini, banyak perusahaan mulai membuka lowongan di bidang data science besar-besaran. Data analyst adalah salah satu profesi yang saat ini banyak lowongannya. Tapi sebenarnya, apa itu data analyst?

BACA JUGA: Gajinya Tinggi, Ini Tugas Web Developer, Jenis, dan Skill yang Wajib Dikuasai

 

Apa Itu Data Analyst?

Data analyst adalah seseorang yang akan menafsirkan data menjadi informasi yang berguna. Data yang sudah dianalisis akan digunakan oleh perusahaan untuk menunjang perkembangan produk yang sedang dibuat.

Data analyst tergolong profesi yang menjanjikan karena saat ini, data jadi salah satu kunci kemajuan perusahaan. Data yang diperoleh dari data researcher tentu saja tidak bisa langsung dipakai begitu saja, tetapi butuh ditafsirkan terlebih dahulu oleh data analyst.

Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist

Perbedaan data analyst dan data scientist

Karena sama-sama berasal dari rumpun data science, banyak orang menganggap data analyst dan data scientist adalah profesi yang sama. Padahal, keduanya punya perbedaan signifikan, lho!

Perbedaan data analyst dan data scientist yang pertama adalah dari segi asal data yang dikerjakan. Umumnya, seorang data analyst melakukan penarikan data berdasarkan tools atau bahasa pemrograman yang dipakainya, misalnya R, Tableau, atau PHP.

Sementara itu, data scientist cenderung bekerja tanpa bantuan tools untuk melakukan penyimpulan data. Lebih kompleks dari tugas data analyst, seorang data scientist perlu bekerja dengan algoritma-algoritma khusus untuk bisa menemukan asal data.

Perbedaan data analyst dan data scientist yang kedua adalah dari segi kesulitannya. Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa data scientist lebih sulit dan kompleks tugasnya dibanding data analyst. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan setelah jadi data analyst, kamu bisa jadi data scientist juga.

Jenjang Pendidikan untuk Menjadi Data Analyst

Jenjang pendidikan data analyst

Jika ingin menjadi seorang data analyst andal, kamu harus menempuh jurusan tertentu. Dalam jurusan tersebut kamu akan mendapatkan pembelajaran terkait pembacaan hingga pengolahan data. Mulai dari pengolahan secara kuantitatif hingga kualitatif.

Berikut adalah jurusan yang bisa kamu ambil untuk menjadi data analyst:

  • Ilmu Komputer
  • Ilmu Ekonomi
  • Statistika
  • Matematika

Meskipun jurusan tertentu bisa langsung menjadi data analyst setelah lulus, jika kamu tidak menempuh 4 jurusan tersebut, kamu juga bisa membidik profesi ini. Namun, kamu tentu saja harus memiliki pengalaman sebelumnya sehingga perusahaan yakin bahwa kamu bisa mengerjakan tanggung jawab seorang data analyst.

BACA JUGA: Job Desk Digital Marketing, Prospek Karir, Jenis Tugas, dan Kisaran Gajinya 2022

Tugas/Job Desk Data Analyst

Sebelum melamar pekerjaan data analyst, tentunya kamu perlu memahami dulu apa saja tugas atau job desk data analyst, yaitu antara lain:

  • Memahami dengan baik sistem database produk-produk perusahaan.
  • Memelihara sistem database perusahaan.
  • Berkolaborasi dengan data researcher untuk memperoleh data yang dibutuhkan perusahaan.
  • Mengatur data yang diperoleh untuk dikelola sesuai jenis datanya.
  • Menganalisis data yang telah dikelompokan dengan alat statistik.
  • Mempresentasikan data yang telah diolah dalam sebuah rapat untuk dijelaskan kepada semua tim tentang data yang ada sehingga bisa digunakan sesuai kebutuhan.
  • Berkolaborasi dengan programmer, engineer, hingga manager tim lainnya untuk pengolahan dan penggunaan data

Jenis Analisis yang Dikerjakan Data Analyst

Metode penelitian data analyst

Seorang data analyst harus mengenal 4 jenis analisis. Jenis-jenis analisis ini nantinya akan digunakan data analyst memetakan analisis data yang harus dilakukan agar hasilnya akurat. Keempat analisis yang harus dilakukan data analyst adalah sebagai berikut:

1. Analisis Deskriptif

Biasanya metode analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang berkaitan dengan data yang sudah dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, data analyst harus menganalisis sebuah data pengunjung website yang terjadi selama tahun 2021.

Nantinya data bisa digunakan untuk mengetahui kebiasaan customer: apa yang paling digemari, produk apa yang paling banyak disukai, hingga apakah website susah dioperasikan.

2. Analisis Prediktif

Analisis prediktif berkebalikan dari analisis deskriptif. Nantinya metode ini akan menjadi metode analisis lanjutan dari deskriptif dan diagnostik. Dana analyst akan memetakan hal apa yang terjadi dari data yang sudah diperoleh.

Contohnya adalah ketika data pengunjung selama tahun 2021 dalam website menunjukan kecenderungan customer untuk membeli produk A, tetapi produk D kurang diminati. Nah, data analyst bisa memberikan data tersebut ke bagian marketing hingga produk manager untuk mencari solusi supaya produk D menjadi diminati.

3. Analisis Diagnostik

Analisis diagnostik akan dilakukan data analyst untuk mengetahui alasan munculnya suatu data. Ketika pengunjung website lebih sering berkunjung ke channel tertentu, berarti hal-hal di channel tersebut lebih menarik daripada channel lain.

Alasan ketertarikan ini juga akan dianalisis data analyst agar mendapatkan data yang komprehensif.

4. Analisis Preskriptif

Metode analisis preskriptif merupakan analisis lanjutan dari analisis prediktif. Nantinya data analyst akan memberikan rekomendasi apa yang harus dilakukan oleh divisi terkait.

BACA JUGA: Apa Itu SEO? Ini Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Jenjang Kariernya

Skill yang Harus Dimiliki Data Analyst

Nominal gaji data analyst di Indonesia

Untuk bisa mengerjakan semua tanggung jawab di atas, seorang data analyst tentunya harus menguasai berbagai skill atau kemampuan. Minimal, skill yang harus dimiliki data analyst adalah sebagai berikut:

  • Menguasai bahasa pemrograman seperti SQL, XML, Javascript, hingga kerangka ETL untuk nantinya menjadi bekal saat berkolaborasi dengan programmer.
  • Mengetahui bagaimana mengelola model data hingga pengembangan database.
  • Memahami tren dan segmentasi pasar.
  • Memiliki pengetahuan tentang proyeksi bisnis dengan baik.
  • Terampil dalam pengolahan data statistik.
  • Memiliki kemampuan analisis yang kuat.
  • Memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan baik.
  • Detail dan disiplin.
  • Mampu berkomunikasi dengan baik.
  • Memiliki kemampuan kolaborasi yang tinggi.

Jenjang Karier dan Kisaran Gaji Data Analyst

Di Indonesia, pekerjaan data analyst adalah salah satu yang proyeksi kariernya paling menjanjikan. Semakin tinggi kemampuanmu, biasanya gaji yang akan kamu terima juga akan meningkat.

Saat ini, rata-rata gaji data analyst level junior ada di angka 1.5 sampai 2 kali lipat UMR setempat. Angka tersebut tentu akan meningkat tergantung seberapa prestise tempatmu bekerja. Bahkan, di perusahaan yang tepat, gaji data analyst yang kamu terima bisa mencapai Rp15 juta sampai Rp25 juta.

Sementara itu, jenjang karier data analyst juga bervariasi, ada yang linier maupun naik pangkat. Untuk jenjang karier linier, seorang junior data analyst bisa menjadi data researcher atau data engineer. Sementara itu, jenjang karier data analyst vertikal biasanya senior data analyst, data scientist, setelah itu data/IT infrastructure manager.

BACA JUGA: Mengenal Pialang: Pengertian, Tugas, Jenis, dan Cara Kerjanya

Cara Menjadi Data Analyst untuk Pemula

Cara menjadi data analyst pemula

Jika kamu tertarik untuk menjadi data analyst, tetapi sama sekali tidak memiliki latar belakang peran ini, kamu bisa mencoba cara di bawah ini.

Namun, kamu harus ingat ya bahwa untuk menjalani suatu profesi tidak bisa dilakukan secara instan. Kamu harus siap melalui proses belajar dari 0 dan terus update perkembangan teknologi.

Berikut adalah cara menjadi data analyst untuk pemula:

  • Melanjutkan studi di jurusan yang sesuai dengan kualifikasi data analyst.
  • Mengambil kursus sehingga mendapatkan materi yang lebih compact bahkan bisa melakukan praktik langsung.
  • Mempelajari tugas-tugas data analyst dari berbagai media: buku, video pembelajaran di Youtube, hingga mengikuti seminar.
  • Mulai coba lakukan tugas data analyst secara mandiri untuk membangun portofolio.

BACA JUGA: 10 Jenis Tes Psikotes Kepribadian Paling Umum Digunakan Saat Seleksi Kerja

Itulah beberapa informasi tentang data analyst yang bisa kamu pelajari untuk mendalami peran ini. Jika kamu sekarang sedang menjadi lowongan pekerjaan data analyst, yuk cari di KitaLulus!

Kamu bisa mengintal aplikasi KitaLulus melalui Playstore. Nantinya kamu cukup mendaftar dengan cara log in ke akun Google kamu sehingga tidak perlu ribet deh. Tenang saja, semua lowongan kerja di KitaLulus terpercaya semua kok. Jadi kamu tidak akan bertemu perusahaan bodong yang sering melakukan penipuan loker.

Di aplikasi KitaLulus juga memiliki fasilitas soal psikotes yang bisa kamu kerjakan untuk latihan. Dengan begitu, kamu akan terbiasa mengerjakan variasi soal psikotes sehingga membantu kamu dalam proses seleksi kerja nantinya.

Yuk, segera instal aplikasi KitaLulus di smartphone kamu. Dengan KitaLulus, pengalaman mencari kerja menjadi #LebihMudah dan terpercaya!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!