Ketahui Yuk, Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Tiap Bulannya

Close Pop up

Isi Artikel

BPJS Ketenagakerjaan adalah hak kamu sebagai seorang pekerja. Iuran BPJS Ketenagakerjaan sendiri sebagian biayanya dibayarkan perusahaan, dan sebagian lagi ditanggung oleh kamu sebagai peserta. Berapa besar jumlahnya?

Penjelasan di bawah ini akan membantu kamu mengetahui secara lengkap mengenai iuran BPJS Ketenagakerjaan.


Apa itu Iuran BPJS Ketenagakerjaan?

Iuran BPJS Ketenagakerjaan adalah iuran bulanan yang dibayarkan oleh perusahaan selaku pemberi kerja dan  karyawan sebagai peserta.

Biasanya gaji bulanan karyawan akan otomatis dipotong untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan . Nominalnya sendiri tergantung dari jenis keanggotaan yang didaftarkan perusahaan.

Ketika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, kamu akan mendapatkan berbagai manfaat berupa  perlindungan risiko kecelakaan kerja, PHK, kematian, atau juga pensiun.

Kamu bisa mencairkan iuran BPJS Ketenagakerjaan saat tidak lagi berstatus sebagai karyawan atau sudah berhenti bekerja.


Apakah Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan Wajib?

Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2011, seluruh tenaga kerja Indonesia baik pekerja formal maupun pekerja nonformal wajib terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Pemerintah juga mengatur sanksi bagi pihak yang belum mendaftarkan perusahaan atau tenaga kerjanya dalam BPJS Ketenagakerjaan. 

Sanksi tersebut sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 86 tahun 2013, mulai dari sanksi tertulis, denda, sampai tidak mendapatkan izin usaha. 


Mengenal Jenis Iuran BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki 4 jenis jaminan berbeda yaitu:

1. Jaminan Kematian (JKM), 

2. Jaminan Hari Tua (JHT), 

3. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan 

4. Jaminan Pensiun (JP).

Terdapat manfaat dari iuran BPJS Ketenagakerjaan berupa pencairan dana yang berbeda tergantung jenis jaminannya. Berikut ini cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan:

1. Jaminan Kematian (JKM)

Program ini diberikan dalam bentuk uang tunai kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia yang bukan disebabkan karena kecelakaan kerja.

Dikutip dari website resmi BPJS Ketenagakerjaan, berikut ini manfaat yang akan diperoleh ahli waris dari program JKM:

  1. Mendapatkan biaya pemakaman senilai Rp3 juta.
  2. Bantuan dana selama 24 bulan senilai Rp4,8 juta yang diberikan sekaligus.
  3. Ahli waris akan mendapat uang tunai senilai Rp36 juta.
  4. Satu orang anak dari ahli waris akan mendapat beasiswa senilai Rp12 juta.
  5. Mendapat santunan sekaligus senilai Rp16,2 juta.

Rincian iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Kematian antara lain:

- Penerima upah: Jumlah iuran yang harus dibayar adalah 0,3% dari upah yang dilaporkan dan dibayarkan oleh pemberi kerja/ perusahaan.

- Bukan penerima upah: Rp6.800 per bulan

- Pekerja migran Indonesia: Rp370 ribu 

- Jasa konstruksi: 0,21% berdasarkan nilai proyek

Berikut simulasi menghitung BPJS Ketenagakerjaan program JKM

Rini memperoleh penghasilan setiap bulan sebesar Rp6 juta. Iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah:

1. Jika Rini pekerja penerima upah

Iuran JKM yang dibayar = 0,3% x Rp6 juta = Rp18 ribu per bulan

2. Jika Rini bekerja di jasa konstruksi dengan nilai proyek Rp2 miliar

3. Jasa konstruksi harus membayarkan= 0,21% x Rp2 miliar = Rp4,2 juta per bulan

2. Jaminan Hari Tua (JHT)

Manfaat ini diberikan kepada peserta yang sudah tidak aktif lagi bekerja. Peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan uang tunai yang berasal dari akumulasi iuran BPJS Ketenagakerjaan disertai bunga hasil pengembangan dana.

Untuk bisa mencairkan dana ini kamu harus memenuhi sejumlah syarat yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 60 Tahun 2015, berikut ini beberapa ketentuan dan syarat pencairan dana:

1.  Pencairan Jaminan Hari Tua  10% dan 30% hanya bisa dilakukan untuk peserta yang masih bekerja, dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun. 10% untuk dana persiapan pensiun, sedangkan 30% untuk biaya perumahan.

2. Pencairan JHT sampai 100% hanya diperuntukan bagi peserta yang sudah tidak lagi bekerja (resign atau PHK) dengan memenuhi 5 hal berikut ini:

  • Peserta harus menunggu minimal 1 bulan sejak keluar dari pekerjaan.
  • Kartu BPJSTK harus memiliki paklaring.
  • Memiliki kartu BPJS ketenagakerjaan.
  • Kepesertaan harus dalam keadaan nonaktif.
  • Membawa dokumen persyaratan pencairan.

Rincian iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk Jaminan Hari Tua sebagai berikut:

- Penerima upah: Jumlah iuran yang harus dibayar 5,7% per bulan dari upah yang dilaporkan  (2% dari upah pekerja dan 3,7% dari perusahaan).

- Bukan penerima upah: 2% per bulan dari penghasilan yang dilaporkan.

- Pekerja migran Indonesia: Rp105 ribu – Rp600 ribu per bulan.


Berikut simulasi menghitung BPJS Ketenagakerjaan program JHT

Ruri  memperoleh penghasilan setiap bulan sebesar Rp6 juta. Iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah:
1. Jika Ruri pekerja penerima upah

Iuran JHT yang dibayar = 0,3% x Rp6 juta = Rp18 ribu per bulan

2. Jika Ruri bekerja di jasa konstruksi dengan nilai proyek Rp2 miliar

Jasa konstruksi harus membayarkan= 0,21% x Rp2 miliar = Rp4,2 juta per bulan.



3. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program ini memberikan manfaat untuk peserta ketika mengalami risiko kecelakaan  yang berhubungan dengan pekerjaan, baik di tempat kerja, maupun kecelakaan menuju tempat kerja.

Manfaat yang dirasakan jika menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Kecelakaan Kerja juga sangat banyak yang berfungsi meringankan kamu jika suatu saat mengalami hal yang tidak diinginkan. 

Sebagai anggota, kamu akan mendapatkan bantuan perawatan tanpa batas biaya sesuai dengan kebutuhan medis, bantuan  santunan kematian sebanyak 48 kali dari upah yang dilaporkan karena kecelakaan kerja, dan juga bantuan berupa beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp12 juta.


Rincian iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk kategori JKK antara lain:

- Penerima upah: 0,24% – 1,74% dari upah tergantung besarnya resiko pekerjaan.

- Bukan penerima upah: 1% dari penghasilan yang dilaporkan 

- Pekerja migran Indonesia: Rp370 ribu 

- Jasa konstruksi: 0,21% berdasarkan nilai proyek.


Berikut simulasi menghitung BPJS Ketenagakerjaan program JKK

Setiap bulannya Rendy memperoleh penghasilan sebesar Rp6 juta. Pekerjaan yang dijalankan oleh Rendy terhitung risiko rendah. Artinya iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah:

1. Jika Rendy pekerja penerima upah

Iuran JHT yang dibayarkan = 0,54% x Rp6 juta = Rp32.400 per bulan

2. Jika Rendy pekerja bukan penerima upah

Iuran JHT yang dibayar = 1% x Rp6 juta = Rp60 ribu per bulan

3. Jika Rendy bekerja di jasa konstruksi dengan nilai proyek Rp2 miliar

Jasa konstruksi harus membayarkan= 0,21% x Rp2 miliar = Rp4,2 juta per bulan


4. Jaminan Pensiun (JP)

Dengan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan peserta bisa mendapatkan masa pensiun yang terjamin.  Bukan hanya untuk kamu sebagai peserta, tapi juga ahli waris yang didaftarkan dalam program ini.

Bila kamu menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun, kamu akan mendapat uang tunai bulanan jika kamu sudah memenuhi iuran minimum 15 tahun atau 180 bulan, saat memasuki usia pensiun sampai meninggal dunia. 

Uang tunai bulanan akan didapatkan juga jika kamu mengalami kecelakaan kerja hingga menyebabkan cacat total, meskipun baru satu bulan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Anak yang didaftarkan dalam program pensiun akan mendapatkan bantuan uang tunai bulanan hingga usia mencapai 23 tahun.

Iuran yang harus dibayarkan untuk program JP adalah masing-masing 1% oleh pekerja dan 2% oleh perusahaan. Namun iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk JP setiap tahunnya mengalami perubahan.

Agar tidak bingung, berikut simulasi menghitung BPJS Ketenagakerjaan program JP.

Aan mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp6 juta. Cara menghitung jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan untuk iurannya  adalah:

  1. Iuran JHT yang dibayarkan perusahaan= 2% x Rp6 juta = Rp120 ribu per bulan
  2. Iuran JHT yang dibayar Aan= 1% x Rp6 juta = Rp60 ribu per bulan

Iuran BPJS Ketenagakerjaan wajib dibayarkan tiap bulannya paling lama tanggal 15 setiap bulan. Bila terlambat, maka pembayaran akan dikenakan denda 2% untuk setiap bulan keterlambatan.


Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan 

Bagi kamu yang mungkin baru saja mendapatkan pekerjaan, dan ingin mengetahui apakah sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau belum. Tenang saja, kamu bisa cek BPJS Ketenagakerjaan aktif atau tidak,  ada tiga cara yang bisa kamu lakukan berikut ini: 


1. Via Aplikasi BPJSTK Mobile

Kamu bisa cek BPJS Ketenagakerjaan aktif atau tidak dengan aplikasi BPJSTK Mobile. Aplikasi ini sudah tersedia di PlayStore dan juga AppStore.

Untuk menggunakannya juga mudah, berikut ini langkah-langkahnya.

1. Unduh aplikasi BPJSTK Mobile di HP-mu;

2. Setelah itu, lakukanlah registrasi untuk mendapatkan pin;

3. Untuk melakukan registrasi kamu perlu mengisi Nomor KPJ (ada di kartu BPJS Ketenagakerjaan), NIK e-KTP, dan tanggal lahir, dan nama.

4. Bila kamu sudah berhasil melakukan registrasi, dapat mengetahui status kepesertaan BPJAMSOSTEK;

5. Pilih “Kartu Digital”;

6. Setelah muncul tampilan kartu digital BPJS Ketenagakerjaan, klik di tampilan tersebut, bagian bawah akan terlihat status kepesertaan cek BPJS Ketenagakerjaan aktif atau tidak.


2. Via Website

Bila kamu tidak ingin melalui aplikasi, cara lainnya yang bisa kamu lakukan untuk cek BPJS Ketenagakerjaan aktif atau tidak, bisa dilakukan melalui website dengan mengunjungi laman https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/.

Selain bisa mengetahui status aktif atau tidak, kamu juga bisa mengetahui saldo BPJS Ketenagakerjaan.

1. Buka laman  https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/;

2. Masukkan alamat e-mail di kolom user. 

3. Masukkan kata sandi. 

4. Setelah masuk, pilih menu layanan.


3. Via Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Masih ada cara lain bila kamu ingin mengetahui BPJS Ketenagakerjaan kamu aktif atau tidak, yaitu dengan mendatangi secara langsung kantor BPJS Ketenagakerjaan. 


Cara Cetak Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sebaiknya kamu juga menyimpan kartu peserta cetak. Ini bisa membantu kamu memudahkan segala urusan yang berkaitan dengan BPJS Ketenagakerjaan. 

Kartu BPJS Ketenagakerjaan bisa kamu cetak secara mandiri dengan beberapa cara berikut ini:


1. Cara Cetak Kartu BPJS Ketenagakerjaan Melalui Aplikasi

Kamu bisa mencetak kartu BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi BPJSTKU. Jika sudah memiliki akun, login dengan e-mail dan password yang didaftarkan untuk BPJSTKU. 

Kamu harus download aplikasi BPJSTKU di gadget kamu, kemudian buka aplikasi tersebut saat sudah selesai terpasang. Jika belum punya, buatlah akun pengguna tersebut dan isi form yang terdapat di layar dengan lengkap. 

Jika sudah terdaftar, masuklah ke aplikasi dengan menggunakan e-mail atau nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan. Setelah login, pilih Kartu Digital dan klik kartu sehingga muncul informasi kepesertaan. Lihat di menu yang terdapat di layar dan pilih "Simpan Kartu ke Galeri" atau "Kirim Kartu ke e-mail"

Setelah memiliki soft file kartu BPJS Ketenagakerjaan, cetaklah kartu tersebut untuk urusan administratif di kemudian hari.


2. Cetak Kartu BPJS Melalui Website

Selain melalui aplikasi, kamu juga bisa mencetak kartu BPJS Ketenagakerjaan melalui website BPJS Ketenagakerjaan. Caranya juga tidak jauh berbeda dengan menggunakan aplikasi BPJSTKU yaitu:

1. Buka halaman sso.bpjsketenagakerjaan.go.id dan login dengan menggunakan e-mail dan password BPJS Ketenagakerjaan Anda.

2. Jika belum memiliki akun, klik Buat Akun Baru dan ikuti langkah-langkah yang tersedia

3. Pilih menu Kartu Digital, lalu pada gambar kartu yang tersedia di layar klik kanan dan pilih "Save Image As" dan pilih tempat penyimpanan.

4. Buka gambar kartu tersebut melalui perangkat kamu dan cetaklah menggunakan printer.


Apabila kamu mengalami kesulitan melakukan cara-cara cetak kartu BPJS Ketenagakerjaan secara online, kamu dapat menghubungi BPJS Ketenagakerjaan melalui nomor contact center 175 atau langsung mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Buat kamu yang sedang cari kerja, coba download aplikasi KitaLulus untuk dapat pekerjaan sesuai passion kamu! Dengan begitu, kamu akan mudah untuk klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Ikuti BangLulus di sosial media

KitaLulus on Facebookinstagram kitalulusTiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!

KitaLulus Andoid App available on Google Play