UMP Sulsel 2022 Tertinggi ke-4 Nasional, Bagaimana UMR Makassar 2022?

Isi Artikel

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang menjadi incaran para pekerja, UMR Makassar 2022 sudah ditetapkan. Dasar penetapan ini sudah mengikuti regulasi dan mempertimbangkan keadaan ekonomi yang ada.

Seperti yang kita ketahui, Covid-19 sangat berdampak pada sektor usaha, termasuk sektor usaha pertanian yang menopang Sulawesi Selatan. Lalu, apakah ada kenaikan UMR Makassar? Mari simak penjelasannya di bawah ini!

Berapa UMR Makassar 2022?

Pemprov melalui PLT Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman telah mengumumkan UMP Sulawesi Selatan 2022.  Dalam pengumuman tersebut,  pemprov memutuskan untuk menaikan angka UMP Sulsel 2022 sebesar Rp876 dari UMP 2021 yang sebesar Rp3.165.000. Dengan kenaikan tersebut maka UMP Sulawesi Selatan 2022 sebesar Rp 3.165.876. 

Walau hanya naik tipis sekali, tidak sampai seribu, UMP Sulsel 2022, menjadi UMP tertinggi ke-4 di Indonesia.

Sementara itu, Ibu Kota Sulsel, Makassar juga sudah mengeluarkan keputusan UMR Makassar 2022. Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan UMR Makassar 2022 sebesar Rp3.294.467. Jumlah ini naik 1,2 persen atau Rp39.599 dari UMR Makassar 2021 yang sebesar Rp3.255.423. 

Dasar Penetapan UMR Makassar 2022

Keputusan UMR Makassar 2022 ini sebelumnya telah didiskusikan dalam rapat  dewan pengupahan pada Selasa, 23 November 2021. Dalam rapat itu turut hadir pengusaha dari APINDO, perwakilan buruh, dan juga pemerintah. 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan, kenaikan UMK ini berdasarkan hasil diskusi Disnaker bersama Dewan Pengupah yang cukup alot.

Kenaikan UMK  Makassar 2022 yang hanya Rp39 ribu ini sudah di tengah-tengah nilai ambang batas maksimal dan minimal dari pendapatan pemerintah kota.

Nielma menjelaskan, penetapan kenaikan UMR Makassar dilakukan tidak asal asalan. Sudah sesuai dengan mengikuti regulasi dan mempertimbangkan beberapa hal seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan melihat rata-rata jumlah konsumsi masyarakat. 

“Kita menetapkan kenaikan UMK 1, 2 persen. Kami tidak menetapkan serta merta tapi kita punya regulasi, formula. Ada data dari BPS, pertumbuhan ekonomi, inflasi, rata-rata konsumsi per kapita, rata-rata jumlah anggota rumah tangga, rata-rata jumlah anggota keluarga yang bekerja,” jelas Nielma.

Selain itu, pemerintahan  juga menambahkan satu item terkait survei monitoring kelayakan hidup di lima pasar tradisional di Makassar untuk menetapkan nilai UMK Makassar 2022  naik 1,2 persen. 

Penetapan kenaikan UMR ini juga sudah dilakukan sesuai dengan undang-undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, yang kemudian diturunkan melalui peraturan pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan.


BACA JUGA: Cek Daerah yang Mengalami Kenaikan UMP


Tuntutan Buruh Terhadap Kenaikan UMR Makassar 2022 

Kenaikan UMR yang menurut buruh terlalu kecil mendapat penentangan dari beberapa aliansi buruh. Buruh berharap bahwa UMR Makassar 2022 dapat naik sebesar 8 persen.

Menurut buruh kenaikan upah 2022 sangat jauh dari kata layak untuk pekerja buruh di Kota Makassar.

Penolakan ini disampaikan oleh salah satu perwakilan buruh, Mulyadi Arif mengaku menolak keputusan tersebut. Kenaikan 1,2 persen dinilai terlalu rendah dari usulan yang diajukan yakni sebesar 8 persen.

"Disnaker Makassar mewakili Pemerintah ngotot memaksakan kenaikan UMK di tahun 2022 hanya di angka 1,2 persen, sementara kami mengusulkan 8 persen dengan berbagai pertimbangan, tapi itu tidak diakomodir," ujar Mulyadi.

Dasar usulan kenaikan 8 persen yang diajukan buruh menurut Mulyadi sudah melalui  sejumlah pertimbangan. Di antaranya angka pertumbuhan ekonomi nasional dan Makassar, daya beli masyarakat dan harga bahan pokok serta bahan bakar minyak (BBM) yang mengalami peningkatan.

"Dengan kenaikan 8 persen, tentu dapat meningkatkan daya beli pekerja dan produktivitasnya. Saya yakin pertumbuhan ekonomi juga akan tinggi ini," jelas Mulyadi lebih lanjut.

Namun perlu diketahui bahwa kenaikan ini perlulah dilihat dari sisi positif.  Karena APINDO merasa UMR Makassar 2022 masih terlalu memberatkan, dan berharap tidak ada kenaikan lantaran kondisi bisnis yang belum benar-benar pulih karena pandemi Covid-19.

Jika UMK dipaksakan naik signifikan, perusahaan bakal kesulitan menggaji karyawan. Bisa saja berujung pengurangan atau PHK hingga berpindah ke daerah lain.

"Pengusaha sebenarnya meminta diturunkan supaya dekati formula yang baru, tapi kami pertahankan bahwa kita ambil maksimal yang tidak melanggar PP, tapi kita bisa maksimalkan upah," ujar Andi Sudirman, Plt Gubernur Makassar.

Tapi Pemprov merasa keputusan untuk menaikan UMR Makassar 2022 walau tipis ini adalah keputusan terbaik.  APINDO pun akhirnya mengikuti ketetapan tersebut. 

Ketua APINDO Sulsel La Tunreng mengatakan akan melaksanakan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Sulsel. Dia meyakini nilai UMP 2022 telah dipikirkan dengan matang.

"Apapun yang ditetapkan Pak Gub kami ikut, saya yakin Pak Gub tidak ingin lihat pengusahanya tidak bergerak maksimal. Hari ini saya akan rapat dengan pengusaha sampaikan apa kata keputusan Pak Gub," kata La Tunreng.

Kenaikan UMR Makassar 2022 akan mulai berlaku pada 1 Januari 2022


Jika kamu berminat untuk bekerja atau sedang mencari kerja di Makassar, KitaLulus bisa membantumu! Ada banyak sekali lowongan Makassar dan daerah Gowa di aplikasi KitaLulus. Kamu bisa langsung pilih, ingin melamar di perusahaan apa. Tenang! Semua lowongan sudah dijamin aman dari penipuan. Yuk, ajukan lamaran di KitaLulus sekarang dan raih pekerjaan impianmu!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
Close Pop up
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!