Apa Itu Akuntansi Biaya? Ini Pengertian, Tujuan, & Perhitungannya

Close Pop up
Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

Pengertian akuntansi biaya
Isi Artikel

Saat menjalani sebuah bisnis atau usaha, akuntansi biaya dibutuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak investor atau kreditur dan pihak manajemen perusahaan.

Setiap perusahaan membutuhkan akuntansi biaya untuk melihat kembali pencatatan finansial perusahaan sebelumnya. Hal ini tentunya sangat membantu manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan atau kebijakan untuk masa mendatang.

Akuntansi biaya adalah salah satu istilah dari akuntansi yang harus diketahui oleh para pelaku bisnis dan profesional keuangan. Tapi apa itu sebenarnya akuntansi biaya? Apa fungsinya? Dan bagaimana penerapannya di dalam perusahaan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

BACA JUGA: Pengertian Rasio Likuiditas, Rumus, & Cara Menghitungnya


Apa itu Akuntansi Biaya?

Apa itu akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah sebuah kegiatan pencatatan, pengklasifikasian, pembuatan, hingga pelaporan semua transaksi atau biaya yang terjadi dari proses produksi hingga distribusi dalam penjualan produk atau jasa.

Selain itu, akuntansi biaya juga bisa diartikan sebagai sebuah alat untuk mengidentifikasi, mengukur, melaporkan, hingga menganalisis seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan secara langsung atau tidak langsung untuk keperluan produksi dan pemasaran produk.

Secara sederhana, akuntansi biaya adalah sumber informasi mengenai seluruh pengeluaran perusahaan selama beroperasi. Akuntansi biaya juga bisa dijadikan acuan untuk menentukan harga pokok barang atau jasa yang diproduksi.


Fungsi Akuntansi Biaya dalam Perusahaan

Fungsi akuntansi biaya

Setelah mengetahui pengertian akuntansi biaya, hal selanjutnya yang perlu kita pahami adalah apa fungsi akuntansi biaya bagi perusahaan, yaitu diantaranya sebagai berikut:

1. Menentukan Harga Pokok

Fungsi pertama dari biaya akuntansi adalah untuk menentukan harga pokok atas produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah jangan sampai memberikan harga yang terlalu rendah apalagi terlalu tinggi kepada pelanggan.

Penentuan harga pokok dari akuntansi biaya dihasilkan dari pencatatan, penggolongan, memonitor, dan meringkas seluruh variabel biaya yang berkaitan dengan proses produksi dari acuan data sebelumnya.


2. Perencanaan & Pengendalian Biaya

Fungsi selanjutnya dari akuntansi biaya adalah perencanaan dan pengendalian biaya. Anda bisa menentukan estimasi biaya dengan menjadikan data histori sebagai acuan pertimbangan disertai faktor-faktor lain yang kemungkinan akan mempengaruhi biaya.

Dalam akuntansi biaya, perencanaan dan pengendalian biaya akan dimonitor oleh manajemen. Mereka akan mengawasi apakah ada penyimpangan seperti selisih antara biaya sesungguhnya dengan perencanaan biaya atau tidak.

Jika ada, maka manajemen harus melakukan analisis terkait penyebab selisih tersebut. Tidak hanya itu, manajemen juga nantinya akan mempertimbangkan tindakan koreksi yang diperlukan dalam pencatatan akuntansi biaya.


3. Data Proses Penyusunan Anggaran

Akuntansi biaya dibuat untuk sebagai bahan acuan data yang nantinya akan digunakan dalam proses penyusunan anggaran. Jika tidak ada pencatatan biaya yang rinci dan benar, maka anggaran tidak bisa dibuat.

Maka dari itu, perhitungan akuntansi biaya haruslah berdasarkan pencatatan yang rinci, lengkap, dan benar. Pastikan semua alur transaksi tercatat dengan benar. Sebab, data yang tidak lengkap tidak bisa dijadikan bahan acuan untuk pengambilan keputusan.

BACA JUGA: Apa Itu Cashflow? Ini Pengertian, Cara Hitung, & Contoh Laporannya


Tujuan Akuntansi Biaya Perusahaan

Tujuan akuntansi biaya

Perhitungan akuntansi biaya dilakukan untuk memenuhi berbagai tujuan perusahaan, misalnya:

1. Menentukan Perhitungan Biaya Produksi dengan Tepat

Tujuan dari akuntansi biaya adalah untuk menentukan besaran harga pokok barang, harga jual barang yang sudah diproduksi, hingga besaran laba yang diperoleh perusahaan.

Cara perhitungan akuntansi biaya seperti di atas bisa Anda aplikasikan untuk bisnis di era modern seperti saat ini. Sehingga nantinya Anda bisa menentukan harga produk yang cocok dan pas.

2. Pengendalian Biaya

Dengan adanya proses akuntansi biaya, perusahaan bisa melakukan pengendalian biaya selama proses produksi berlangsung agar bisa sesuai dengan standar perusahaan yang sudah ditetapkan.

Sebab nantinya hal ini akan berkaitan pada margin keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan. Jika tidak sesuai, maka margin keuntungan perusahaan akan berkurang dan tentunya akan berimbas pada pendapatan yang diterima.


Siklus dan Penerapan Akuntansi Biaya dalam Perusahaan

Penerapan akuntansi biaya dalam perusahaan

Pada umumnya, setiap perusahaan memiliki siklus akuntansi biaya yang terstruktur. Mulai dari pengolahan bahan baku, hingga penyerahan produk untuk dijual. Siklus akuntansi biaya ini bisa diterapkan untuk bisnis di era modern seperti saat ini.

Berikut siklus akuntansi biaya yang bisa Anda terapkan di perusahaan:

  • Pencatatan semua harga bahan baku
  • Pencatatan semua biaya tenaga kerja tidak langsung
  • Pencatatan semua biaya tenaga kerja langsung
  • Biaya overhead pabrik atau biaya yang mendukung proses produksi tapi tidak meliputi biaya bahan baku, dan tenaga kerja langsung dan/atau tidak langsung
  • Penentuan harga pokok dengan melakukan kalkulasi semua biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk

Akuntansi biaya memiliki peranan penting dalam proses pencatatan saat proses produksi hingga produk itu dihasilkan. Selain itu, perhitungan akuntansi biaya juga bisa dijadikan acuan manajemen untuk melakukan perencanaan, pertimbangan, pengawasan, hingga penilaian terhadap kegiatan yang berlangsung di perusahaan.

Di era modern seperti saat ini, semua perusahaan dari berbagai sektor haruslah menerapkan akuntansi biaya. Sebab, hal ini sangat berperang penting untuk perusahaan memutuskan langkah yang tepat.

Setiap jenis perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya perusahaan manufaktur melakukan penjualan produk. Semenatara perusahaan jasa memberikan jasa atau pelayanan kepada pelanggannya.

Maka dari itu, perhitungan akuntansi biaya pun berbeda-beda di setiap perusahan. Contoh akuntansi biaya perusahaan jasa dimulai dari persiapan pemberian jasa hingga pemberian harga pokok jasa yang diberikan.

Sedangkan pada perusahaan manufaktur, contoh akuntansi biayanya dimulai dari pra produksi hingga pasca produksi. Meliputi biaya bahan baku, produksi produk, hingga pemasaran produk.

Nanti, data dari siklus akuntansi biaya tersebut akan digunakan untuk menentukan langkah atau keputusan yang akan diambil oleh manajemen. Begitulah penerapan perhitungan akuntansi biaya di perusahaan.


Jenis-jenis Akuntansi Biaya

Jenis akuntansi biaya

Ada beberapa jenis akuntansi biaya yang harus Anda ketahui, yaitu antara lain:

1. Standard Cost Accounting

Jenis yang pertama dari akuntansi biaya adalah standard cost accounting. Jenis ini adalah jenis akuntansi biaya yang berfokus untuk mengukur efisiensi sumber daya manusia, alat produksi, hingga bahan baku produk yang akan digunakan.

Selain itu, pembuatan contoh akuntansi biaya yang satu ini adalah dengan mencatat segala biaya kebutuhan yang terkait dengan proses pembuatan produk secara langsung.


2. Activity Based Accounting

Jenis selanjutnya dari akuntansi biaya adalah activity based accounting. Contoh akuntansi biaya yang satu ini memiliki fungsi untuk mengukur biaya produksi dengan biaya hasil produksi untuk menemukan keuntungan dari produk yang sudah dihasilkan.

Selain itu, fungsi dari jenis akuntansi biaya yang satu ini akan berfokus pada pencatatan biaya yang berkaitan dengan aktivitas produksi. Meliputi biaya yang dikeluarkan untuk menggaji karyawan, desain produk, hingga operasional mesin yang digunakan.


3. Cost Volume Profit

Jenis lainnya dari akuntansi biaya adalah cost volume profit yang berfungsi untuk membantu menentukan besaran pembiayaan jika diselaraskan dengan volume produk yang dibuat.

Asumsi yang digunakan dalam contoh akuntansi biaya yang satu ini adalah besaran biaya pokok produksi tidak akan berubah, namun volume produk yang dihasilkan bisa berubah. Sehingga kemungkinan akan terjadi pendapatan dari perubahan tersebut.


4. Contribution Margin

Satu lagi jenis dari akuntansi biaya adalah contribution margin. Jenis yang satu ini berfungsi untuk menganalisis break even point atau untuk menganalisa di poin mana perusahaan bisa mendapatkan laba dari produk yang dihasilkan.

Dalam contoh akuntansi biaya contribution margin akan terlihat berapa besar keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan dari produk yang dibuat. Nantinya, dari pencatatan yang ada, perusahaan bisa melakukan evaluasi terkait peningkatan produksi atau sebaliknya.


Perhitungan Akuntansi Biaya

Perhitungan akuntansi biaya

Untuk membuat contoh akuntansi biaya, diperlukan perhitungan akuntansi biaya yang tepat dan sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Pada dasarnya, rumus perhitungan akuntansi biaya untuk biaya produksi adalah:

Biaya produksi = biaya material langsung + biaya tenaga kerja langsung + biaya tenaga kerja tidak langsung + biaya overhead pabrik

Misalkan perusahaan XYZ yang bergerak di sektor manufaktur menjual barang-barang furniture. Selama satu bulan perusahaan XYZ berhasil memproduksi 2.000 pasang meja dan kursi. Berikut rincian biaya produksinya:

  • Rp12.000.000,00 untuk bahan baku kayu
  • Rp4.000.000,00 untuk upah tukang kayu
  • Rp1.000.000,00 untuk upah security yang menjaga selama proses pengerjaan produk berlangsung
  • Rp1.000.000,00 untuk biaya sewa pabrik dan peralatan lainnya

Maka perhitungan akuntansi biaya untuk biaya produksinya adalah:

Rp12.000.000,00 + Rp4.000.000,00 + Rp1.000.000,00 + Rp1.000.000,00

= Rp18.000.000,00

Sedangkan biaya produksi untuk membuat satu pasang meja dan kursi adalah:

Rp18.000.000,00 / 2.000 pasang meja dan kursi

= Rp9.000,00


Demikianlah penjelasan mengenai akuntansi biaya, fungsi dan tujuannya, jenis-jenis, penerapannya dalam perusahaan, hingga perhitungan akuntansi biaya untuk biaya produksi.

Jika proses akuntansi biaya dilakukan secara benar, maka bisa dipastikan perusahaan Anda tidak akan pusing saat bersaing dengan bisnis sejenis yang juga sedang berkembang.

Butuh tenaga akuntan tangguh untuk melakukan perhitungan akuntansi biaya dengan efisien untuk perusahaan? Ayo pasang lowongan kerja akuntan Anda di KitaLulus! Caranya mudah, cukup daftarkan diri Anda sebagai pemasang lowongan kerja dan dapatkan kandidat tim berkualitas mulai dari sekarang!


Dapatkan konten Kitalulus

Terima Kasih telah berlanggan pada newsletter Kitalulus!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok