Pengertian Biaya Tetap dan Bedanya dengan Biaya Variabel

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Biaya tetap adalah– Ketika Anda ingin menghasilkan suatu produk dan/atau jasa yang akan dijual, pasti ada perhitungan biayanya. Nah, biaya tetap adalah salah satu perhitungan yang tidak boleh Anda lewatkan.

Biaya tetap adalah bagian dari akuntansi biaya yang bisa menentukan dan menghitung beban (biaya) yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda sudah mengetahui apa saja jenis biaya tetap dan perbedaannya dengan biaya variabel. Berikut penjelasan lengkapnya.

BACA JUGA: Tahapan Siklus Akuntansi untuk Membuat Laporan Keuangan

Pengertian Biaya Tetap

pengertian biaya tetap

Apa itu biaya tetap? Dilansir dari laman Investopedia, pengertian biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dengan peningkatan atau penurunan jumlah unit produk dan/atau jasa yang diproduksi atau dijual.

Artinya, meskipun perusahaan sedang tidak melakukan kegiatan produksi sekalipun, biaya tetap adalah biaya yang harus dibayarkan. Mengapa? Agar Anda bisa mendapatkan titik break even point dan menentukan harga jual produk dan/atau jasa.

Secara sederhana, pengertian biaya tetap adalah jenis biaya yang tidak berubah atau bersifat statis dan akan tetap dikeluarkan atau dibayarkan baik ada kegiatan produksi atau tidak sekalipun.

Pada dasarnya, adanya biaya tetap bisa memudahkan Anda dalam melakukan pencatatan dan melakukan penyusunan laporan keuangan. Dengan begitu Anda bisa membuat pembukuan yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Dalam dunia bisnis, biaya variabel dan biaya tetap adalah dua jenis biaya yang tidak terpisahkan alias saling berkaitan. Terutama untuk hal-hal yang menyangkut kegiatan produksi.

Jenis Biaya Tetap dan Contohnya

jenis biaya tetap dan contohnya

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa, biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah-ubah. Hal ini merupakan biaya dasar yang harus diperhitungkan ketika menjalankan bisnis. Setelah Anda menetapkannya, maka biaya ini tidak bisa diubah-ubah.

Lalu, apa saja yang termasuk jenis biaya tetap? Berikut penjelasan singkatnya.

1. Biaya Tetap yang Sudah Ditentukan

Jenis biaya tetap yang pertama adalah biaya tetap yang sudah ditentukan. Umumnya, jenis biaya ini berkaitan dengan investasi fasilitas, peralatan, hingga struktur organisasi dalam perusahaan.

Ciri-cirinya adalah bersifat jangka panjang dan tidak dapat diubah secara tiba-tiba. Artinya, jika biaya tetap ini diubah maka bisa mempengaruhi kegiatan perusahaan lainnya.

Sebab, jenis biaya tetap ini sudah ditentukan agar perusahaan bisa tetap berjalan dengan memanfaatkan dana yang sudah ditentukan. Menentukan biaya inipun harus dilakukan dengan matang dan banyak pertimbangan. Sehingga nantinya kegiatan operasional perusahaan bisa menyesuaikan biaya agar lebih efektif dan efisien.

2. Biaya Tetap Kebijakan

Jenis yang kedua dari biaya tetap adalah biaya tetap kebijakan yang biasanya ditetapkan oleh manajemen perusahaan dalam jangka waktu periode tahunan untuk menutupi biaya tetap tertentu.

Ciri-cirinya adalah bersifat jangka pendek dan dapat diubah sewaktu-waktu disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi perusahaan itu sendiri. Bahkan perubahan jenis biaya tetap ini tidak akan mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan.

Ada banyak contoh biaya tetap yang sering Anda temukan. Diantaranya penyusutan, asuransi, beban bunga, pajak properti, biaya sewa, utilitas, hingga gaji karyawan. Biaya promosi iklan, riset dan pengembangan, hubungan masyarakat, hingga program magang juga termasuk biaya kebijakan.

BACA JUGA: Apa Itu Akuntansi Biaya? Ini Pengertian, Tujuan, & Perhitungannya

Perbedaan Biaya Tetap dan Variabel

perbedaan biaya tetap dan biaya variabel

Meskipun sebelumnya disebutkan bahwa, biaya variabel dan biaya tetap adalah dua jenis komponen biaya yang tidak terpisahkan, ada perbedaan dari keduanya yang signifikan.

Biaya variabel sendiri adalah biaya yang berubah-ubah sesuai dengan hasil atau output yang diproduksi. Artinya, ketika volume produksi meningkat, maka biaya variabel pun ikut meningkat. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

Selain itu, perhitungan biaya variabel cenderung dinamis mengikuti jumlah unit yang diproduksi. Sementara perhitungan biaya tetap adalah statis. Lalu, waktu mengeluarkan kedua biaya ini juga berbeda.

Jika perusahaan harus selalu membayar jumlah biaya tetap, meskipun ada atau tidaknya kegiatan produksi. Maka untuk biaya variabel hanya akan dikeluarkan jika perusahaan melakukan kegiatan produksi saja.

Perbedaan biaya tetap dan biaya variabel lainnya bisa dilihat dari jenisnya. Jenis biaya variabel mencakup biaya bahan produksi, beban produksi, biaya bahan baku material, tenaga kerja, biaya penjualan, dan distribusi yang tidak tetap.

Demikianlah penjelasan singkat terkait pengertian biaya tetap, jenis-jenisnya, contoh, hingga perbedaannya dengan biaya variabel yang perlu Anda ketahui.

Biaya tetap dan biaya variabel tetap harus dipertimbangkan dengan matang ketika Anda ingin menjalankan sebuah usaha. Tanpa keduanya, maka Anda tidak dapat memperhitungkan atau memprediksi biaya produksi yang harus dikeluarkan terkait pengembangan bisnis Anda kedepannya.

Apakah perusahaan Anda membutuhkan seorang akuntan? Anda bisa menaruh informasinya di KitaLulus. Sebagai komunitas pencari kerja terbesar dan nomor satu, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Surabaya, Medan, Semarang, dan Gowa.

Segera daftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan pekerjaan di KitaLulus dengan gratis. Dapatkan seorang akuntan yang memenuhi kualifikasi perusahaan dengan #LebihMudah bersama KitaLulus!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd