Mudah, Ini 6 Cara Membuka Usaha Warung Sembako dan Estimasi Modalnya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Cara membuka bisnis warung sembako
Isi Artikel

Usaha warung sembako– Salah satu usaha yang tidak lekang oleh waktu adalah usaha warung sembako. Mengapa? Sebab kebutuhan yang dijual di toko ini selalu dicari dan dibutuhkan setiap harinya.

Apakah Anda tertarik untuk membuka peluang di usaha warung sembako ini? Jika iya, pelajari selengkapnya terkait cara memulai, rincian modal yang dikeluarkan, hingga kekurangan dan kelebihan yang bisa menjadi pertimbangan Anda di bawah ini.

6 Cara Memulai Usaha Warung Sembako Rumahan

Cara membuka usaha sembako rumahan

Membuka usaha warung sembako bisa menghasilkan omset yang banyak jika dijalani dengan tekun. Pasalnya, di warung ini menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Mulai dari beras, mie instan, garam, gula, kecap, sayuran, gas, dan lain sebagainya.

Berikut beberapa cara memulai usaha warung sembako rumahan yang bisa Anda ikuti:

1. Lokasi Usaha yang Strategis

Cara memulai usaha warung sembako yang pertama adalah lokasi usaha yang strategis. Umumnya, warung ini bisa dibuka dimana saja, bahkan di rumah Anda sendiri. Namun pastikan bahwa di sekeliling rumah Anda ramai dengan warga, ya.

Selain di rumah, Anda juga bisa menyewa tempat di ruko-ruko yang ramai atau di pinggir jalan. intinya, pastikan lokasi usaha Anda dilalui banyak orang agar bisa dengan mudah menarik perhatian mereka.

2. Survey Harga

Melakukan survey harga juga termasuk salah satu cara memulai usaha warung sembako rumahan. Tujuannya adalah untuk bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Anda bisa menggunakan patokan harga mereka sebagai harga jual.

Hal yang harus diperhatikan dalam membuka usaha warung sembako rumahan ini adalah untuk tidak mematok harga jauh lebih rendah dibandingkan kompetitor atau harga jual di pasar untuk menghindari kerugian.

3. Cari Supplier Terpercaya dan Harga Terjangkau

Cara selanjutnya adalah dengan mencari supplier yang terpercaya dan menawarkan harga terjangkau. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga stok barang di warung sembako Anda.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih supplier untuk usaha warung sembako Anda adalah harga, kelengkapan barang, kualitas produk, pelayanan, dan layanan pengiriman.

4. Jual Produk Lainnya

Agar usaha warung sembako Anda laris manis, Anda bisa menjual produk lainnya. Cara ini digunakan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Hal ini bisa mendatangkan banyak pelanggan ke warung Anda.

Misalnya, menjual makanan ringan, es krim, minuman, frozen food, buah, daging, dan masih banyak lagi. Dengan catatan, produknya masih sesuai dengan barang jualan Anda yang lainnya.

5. Tentukan Konsep

Meskipun hanya membuka warung sembako, Anda juga harus menentukan konsepnya. Ada banyak konsep warung sembako kekinian yang bisa Anda terapkan. Mulai dari membuat warung Anda seperti di minimarket, warung sembako sekaligus tempat nongkrong, warung sembako di teras rumah, dan lainnya.

6. Jaga Kualitas Produk dan Stok Barang

Satu lagi cara memulai usaha warung sembako rumahan adalah dengan menjaga kualitas produk dan stok barang. Hal yang harus diperhatikan adalah perhatikan kualitas produk dengan harga yang diberikan. Jangan sampai Anda memberikan harga tinggi untuk kualitas barang yang tidak seberapa.

Selanjutnya Anda juga harus memperhatikan stok barang. Jangan lupa catat jumlah stok barang dalam pembukuan. Termasuk total transaksi dalam sehari, jumlah barang yang terjual, pendapatan bersih, uang yang dibelanjakan, dan lainnya.

Rincian Modal Usaha Warung Sembako Rumahan

Rincian modal usaha warung sembako

Apakah Anda masih tertarik untuk membuka usaha warung sembako ini? Jika masih, mari kita pelajari rincian modal usaha yang harus Anda keluarkan. Dalam setiap usaha, modal menjadi pondasi penting agar bisa berjalan dengan lancar.

Berikut rincian modal usaha warung sembako rumahan yang perlu Anda ketahui:

  • Beras 10 sak: Rp2 juta
  • Gula pasir dan garam: Rp500 ribu
  • Minyak goreng: Rp1 juta
  • Telur: Rp1 juta
  • Susu: Rp500 ribu
  • Sayuran: Rp 800 ribu
  • Mie instan: Rp1 juta
  • Makanan ringan dan minuman: Rp1 juta
  • Rokok: Rp1 juta

Maka total modal usaha yang harus Anda keluarkan adalah sebesar Rp8.800.000,00. Estimasi modal diatas belum termasuk biaya sewa tempat, listrik, gaji karyawan, produk tambahan lainnya, dan biaya tak terduga lainnya.

Lalu berapa estimasi omset yang didapatkan sebulannya? Katakanlah dalam sehari Anda bisa mendapatkan untung sebesar Rp1.000.000,00 dari hasil penjualan beberapa produk. Maka dalam sebulan Anda bisa mendapatkan omset sebesar:

Rp1.000.000,00 x 30 hari = Rp Rp30.000.000,00

Lalu jika dikalikan dalam satu tahun, maka Anda akan mendapatkan omset sebesar:

Rp30.000.000,00 x 12 bulan = Rp360.000.000,00

Dalam jangka waktu satu tahun, Anda sudah bisa balik modal. Estimasi omset tersebut bisa berubah sewaktu-waktu tergantung jumlah pendapatan per harinya.

Seiring waktu, jangan lupa untuk terus menambah variasi dan jenis produk Anda. Dengan adanya banyak pilihan produk, maka pelanggan akan datang mengunjungi warung Anda.

Berikut beberapa jenis barang sembako yang banyak dicari oleh pelanggan:

  • Beras
  • Minyak goreng
  • Telur
  • Mie instan
  • Tepung terigu
  • Makanan ringan
  • Air minum atau minuman dingin
  • Bumbu masak instan
  • Makanan kalengan
  • Sabun dan sampo
  • Pasta gigi dan sikat gigi
  • Pembalut
  • Rokok
  • Kopi dan teh
  • Gas
  • Pulsa
  • Detergent
  • dll.

Kekurangan dan Kelebihan Membuka Usaha Warung Sembako

Kekurangan dan kelebihan membuka usaha warung sembako

Apakah sampai di tahap ini Anda masih tertarik untuk membuka usaha warung sembako? Jika iya, maka ketahui dulu beberapa kekurangan dan kelebihan yang harus Anda pertimbangkan dari usaha ini, berikut penjelasannya.

Kekurangan Membuka Usaha Warung Sembako Rumahan

1. Pendapatan yang Tidak Stabil di Awal Pembukaan

Sama seperti saat membuka usaha lainnya, pada awal pembukaan warung sembako Anda bisa saja mendapatkan pendapatan lebih sedikit dari yang diharapkan. Hal ini dikarenakan warga sekitar masih menyesuaikan dengan adanya warung baru.

Terutama jika Anda membuka usaha warung sembako ini di rumah. Umumnya, pelanggan yang datang hanya beberapa warga yang tinggal di sekitar daerah itu. Hal ini tentu menjadi kekurangan yang harus Anda pertimbangkan kembali.

2. Pesaing Online

Kekurangan lainnya dalam membuka usaha warung sembako rumahan adalah adanya pesaing online. Kini, ada banyak jasa toko online yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Tentu hal ini menjadi lebih praktis karena tidak perlu keluar rumah.

Cukup pesan dari ponsel, dan barang akan dikirimkan ke rumah. Namun, banyak dari toko online ini yang membuka kesempatan kerjasama sebagai mitra. Jadi, Anda bisa menjual produk warung sembako Anda di toko tersebut dan secara online.

3. Mengganggu Kenyamanan di Rumah

Satu lagi kekurangan dalam membuka usaha warung sembako rumahan adalah mengganggu kenyamanan di rumah. Ibaratnya rumah adalah ranah privasi kita. Tapi jika Anda memutuskan untuk membuka usaha ini di rumah, bisa-bisa kenyamanan Anda sekeluarga terganggu.

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam membuka usaha warung sembako rumahan adalah berdiskusi dengan keluarga. Apakah mereka merasa keberatan atau tidak. Hargai pendapat anggota keluarga Anda.

Kelebihan Membuka Usaha Warung Sembako Rumahan

1. Mengurangi Biaya Sewa Tempat

Kelebihan pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah bisa mengurangi biaya sewa tempat. Anda bisa memanfaatkan teras rumah atau lahan kosong di rumah Anda untuk dijadikan tempat berjualan.

2. Kebutuhan yang Terus Menerus

Seperti yang disebutkan sebelumnya, warung sembako menjadi tempat yang dicari masyarakat karena menjual kebutuhan sehari-hari. Tentu hal ini menjadi suatu kelebihan dalam membuka usaha warung sembako rumahan.

Mereka akan selalu mencari kebutuhan pokok di warung Anda. Mulai dari beras, minyak goreng, telur, mie instan, dan lainnya. Jadi kebutuhan ini akan selalu ada dan bersifat terus menerus.

3. Modal Kecil

Seperti yang sudah disebutkan diatas, modal usaha yang Anda keluarkan di bawah Rp10 juta. Tentu hal ini menjadi salah satu kelebihan yang harus dipertimbangkan. Belum lagi, ada beberapa produk yang memang bisa awet lama, sehingga Anda bisa mengurangi biaya untuk stok produk.

Demikian penjelasan mengenai cara memulai usaha warung sembako rumahan, rincian modal yang harus dikeluarkan, hingga kekurangan dan kelebihan yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

Nah, jika Anda membutuhkan karyawan untuk membantu kegiatan operasional, Anda bisa menaruh informasi pekerjaannya di KitaLulus. Sebagai salah satu komunitas pencari kerja terbesar, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Cukup dengan mendaftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja di KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik dan pekerja keras untuk usaha warung sembako Anda dengan #LebihMudah bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok