Sehat dan Menguntungkan, Ini 6 Cara Memulai Usaha Hidroponik dengan Modal Minim

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Peluang bisnis hidroponik
Isi Artikel

Usaha hidroponik– Dari hobi bisa membawa keberuntungan. Terutama bagi Anda yang hobi bercocok tanam. Jika Anda pandai melihat peluang, pasti sudah gatal ingin coba memulai usaha hidroponik yang lagi populer belakangan ini.

Usut punya usut, ternyata rincian modal usaha hidroponik ini tidak terlalu besar, lho. Bahkan dari modal minim ini Anda bisa meraup keuntungan yang banyak. Penasaran bagaimana cara memulai usaha ini?

Simak tips mengelola tanaman hidroponik agar bisa menjadi bisnis yang menguntungkan di bawah ini.

Cara Memulai Usaha Hidroponik

Cara memulai usaha hidroponik

Selain tren makanan dan minuman yang sedang viral, tren bercocok tanam juga tidak mau kalah. Salah satunya adalah usaha hidroponik yang merupakan bisnis tanaman, buah-buahan, atau sayuran yang dilakukan di lahan sempit.

Umumnya tanaman ini dibudidayakan di dalam ruangan, seperti di rumah kaca. Selain tidak memerlukan lahan luas, usaha hidroponik ini memiliki dianggap lebih efisien dibandingkan bercocok tanam dengan metode pertanian konvensional.

Nah, jika Anda tertarik dengan peluang usaha ini, pelajari dulu beberapa cara memulai usaha hidroponik di bawah ini:

1. Tentukan Jenis Tanamannya

Untuk memulai usaha hidroponik, cara pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan jenis tanamannya. Anda bisa menyesuaikan dengan luas lahan yang Anda miliki dan kebutuhan pasar.

Umumnya, tanaman yang sering dibudidayakan adalah sayuran hijau seperti sawi, selada air, timun, cabai, tomat, dan masih banyak lagi. Hal yang harus Anda perhatikan dalam usaha ini adalah memilih jenis tanaman yang sekiranya memang bisa dibudidayakan dengan cara hidroponik.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah tanaman hidroponik tidak hanya berpaku pada sayuran saja. Tetapi juga bisa buah, tanaman herba, hingga bunga sekalipun. Namun umumnya, orang-orang memilih tanaman sayuran untuk dibudidayakan secara hidroponik.

2. Siapkan Modal dan Rencana Bisnis

Cara memulai usaha hidroponik selanjutnya adalah menyiapkan modal dan rencana bisnis. Umumnya, budidaya tanaman hidroponik tumbuh dengan menggunakan pipa besar sebagai media pengganti pot.

Tentu Anda harus menyiapkan anggaran biaya yang harus dikeluarkan. Mulai dari bibit, pipa, media tanam, pupuk, dan lainnya. Jangan lupa juga untuk membuat rencana bisnis. Ketika tanaman sudah waktu panen, kemana Anda akan menjualnya?

Apakah akan dijual secara online? Bekerjasama dengan beberapa restoran atau supermarket. Atau menjualnya sendiri dengan membuka kios. Apapun caranya, pastikan Anda memiliki rencana bisnis yang matang.

3. Siapkan Lahan

Meskipun tidak membutuhkan lahan yang luas, usaha hidroponik tetap membutuhkan lahan. Anda bisa memanfaatkan lahan kosong di rumah Anda untuk dijadikan tempat khusus budidaya tanaman ini.

Jika Anda tidak memiliki lahan kosong, Anda bisa menyewa tempat. Namun hal ini artinya menambah anggaran modal yang harus dikeluarkan. Sebab, Anda harus membayar sewa tempat per bulannya.

4. Perdalam Ilmu Pertanian

Cara memulai usaha hidroponik selanjutnya adalah dengan memperdalam ilmu pertanian. Meskipun Anda memiliki hobi bercocok tanam, jika tidak ada ilmu untuk tanaman hidroponik maka akan menjadi sia-sia.

Ada banyak literatur yang bisa dibaca untuk menambah ilmu dan wawasan. Selain itu, Anda juga bisa bertanya pada petani hidroponik lainnya secara langsung.

5. Cari Bibit Terbaik

Kunci utama dari budidaya tanaman hidroponik adalah bibit yang berkualitas. Tanpa adanya bibit yang berkualitas, maka belum tentu hasil panen tanaman Anda berkualitas. Pilihlah supplier bibit terbaik dan berkualitas untuk menjadi pemasok usaha Anda.

6. Promosi

Satu lagi cara memulai tanaman hidroponik adalah melakukan promosi. Tujuannya adalah untuk membuat masyarakat atau target pelanggan Anda tahu keberadaan usaha tersebut dan juga sekaligus mengembangkan bisnis.

Anda bisa menggunakan promosi online maupun offline. Manfaatkan semua media yang ada agar banyak orang yang semakin aware dengan usaha yang sedang Anda jalani ini.

Rincian Modal Usaha Hidroponik

Rincian modal usaha hidroponik

Apakah Anda masih tertarik dengan peluang usaha hidroponik yang sedang populer ini? Jika masih, mari kita beberkan rincian modal usaha yang harus Anda keluarkan. Namun sebelumnya, tahukah Anda bahwa kini tanaman hasil panen budidaya hidroponik banyak dicari?

Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari usaha tanaman ini. Bahkan harga jualnya bisa lebih mahal dibandingkan dengan sayuran yang ditanaman dengan cara konvensional atau media tanah.

Berikut rincian modal usaha hidroponik yang harus Anda ketahui:

  • Rumah kaca: @Rp50 ribu per meternya x 40m= Rp2 juta
  • Tandon air 100 liter: Rp300 ribu
  • Bibit tanaman dan nutrisi untuk air: Rp30 ribu per kilo
  • Botol air bekas: Rp50 ribu
  • Media untuk menanam: Rp500 ribu
  • Selang air: Rp80 ribu per meter x 5 meter = Rp400 ribu

Dari rincian moda di atas, maka biaya yang harus Anda keluarkan adalah sebesar Rp3.280.000,00. Angka tersebut masih bisa berubah tergantung bagaimana Anda mengalokasikan biayanya.

Lalu bagaimana dengan omsetnya dalam sebulan? Perlu diketahui bahwa, setiap 1000 batang selada bisa mencapai 300 kg dalam sekali panen. Harga jual di pasaran untuk per kilonya adalah Rp20.000,00.

Jadi dalam sekali panen Anda bisa mendapatkan keuntungan sebesar:

Rp20.000,00 x 300 kg = Rp 6.000.000,00

Hal yang perlu Anda perhatikan dalam usaha hidroponik ini adalah keuntungan dihitung ketika tanaman bisa dipanen. Umumnya, setiap tanaman membutuhkan waktu 30-40 hari untuk bisa dipanen dengan kualitas terbaiknya.

Lalu harga setiap tanaman pun berbeda-beda, misalnya:

Pokcoy: Rp21.000,00 per kilo

Sawi: Rp35.000,00 per kilo

Kale: Rp120.000,00 per kilo

Dan masih banyak lagi. Selain itu, dalam satu kali panen jumlah kilogramnya pun berbeda-beda. Katakanlah setiap satu kali panen semua tanaman mencapai berat 300 kg. Maka keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah:

Pokcoy: Rp21.000,00 x 300 kg = Rp6.300.000,00

Sawi: Rp35.000,00 x 300 kg = Rp10.500.000,00

Kale: Rp120.000,00 x 300 kg = Rp36.000.000,00

Selada: Rp20.000,00 x 300 kg = Rp 6.000.000,00

Maka jika ditambahkan semuanya, Anda bisa mendapatkan omset sebesar Rp58.800.000,00. Angka yang fantastis untuk usaha tanaman, bukan? Bagaimana? Apakah Anda masih tertarik?

Tips Mengelola Tanaman Hidroponik Agar Menguntungkan

Tips berbisnis hidroponik

Salah satu kelebihan dari usaha tanaman hidroponik ini adalah kualitas hasil panennya. Umumnya, tanaman yang dibudidaya dengan cara ini memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan tanaman lainnya.

Namun untuk bisa mendapatkan kualitas tanaman terbaik, Anda harus mengetahui beberapa tips mengelola tanaman hidroponik agar menguntungkan, yaitu sebagai berikut:

1. Kualitas Air

Ciri khas dari tanaman hidroponik adalah menggunakan air sebagai media tanamnya. Akan tetapi air yang digunakan bukanlah air biasa. Melainkan air yang sudah diberi pupuk atau nutrisi agar tanaman bisa tumbuh dengan subur.

2. Cahaya Matahari

Meskipun dibudidayakan dalam ruangan tertutup, tanaman tetap membutuhkan sinar matahari yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik. Lamanya penyinaran yang didapatkan pun bisa mempengaruhi kualitas tanaman.

3. Pengaturan Suhu Rumah Kaca

Tips mengelola tanaman hidroponik agar menguntungkan selanjutnya adalah dengan mengatur suhu rumah kaca. Umumnya suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman itu berkisar antara 18-25 derajat celcius.

4. Nutrisi

Umumnya, tumbuhan membutuhkan unsur hara yang kompleks agar bisa tumbuh dengan subur. Maka dari itu, Anda harus menyediakan pupuk yang dibutuhkan agar bisa menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Manfaat Tanaman Hidroponik

Manfaat tanaman hidroponik

Membuka usaha hidroponik tidak hanya memberikan keuntungan yang besar. Tetapi juga memberikan banyak manfaat. Beberapa di antaranya adalah:

1. Menghemat Lahan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, hidroponik adalah salah satu cara bercocok tanam di lahan yang sempit. Anda bisa melakukan budidaya tanaman hidroponik di lahan kosong di rumah Anda. Tentu sangat praktis, bukan?

2. Sayur yang Berkualitas

Manfaat tanaman hidroponik selanjutnya adalah memberikan persediaan sayur yang berkualitas. Hal ini karena metode hidroponik tidak menggunakan pestisida sama sekali.

Agar tanaman bisa tumbuh subur, Anda hanya perlu memberikan pupuk organik, nutrisi, dan kualitas air yang bagus. Sehingga mutunya tetap terjaga.

3. Menghemat Pengeluaran

Selain menambah pundi-pundi pemasukan, Anda juga bisa menghemat pengeluaran belanja sayuran setiap bulannya. Bahkan hal ini bisa memudahkan Anda dalam urusan memasak. Tidak perlu pergi ke pasar untuk membeli sayur. Cukup petik dari kebun, dan siap untuk dimasak.

Demikianlah penjelasan mengenai cara memulai usaha hidroponik, rincian modal dan estimasi pendapatannya, tips mengelola tanaman hidroponik agar menguntungkan, hingga manfaat tanaman hidroponik yang perlu Anda ketahui.

Nah, jika Anda membutuhkan kurir untuk mengantar hasil panen ke beberapa tempat, Anda bisa memberikan informasi pekerjaan melalui KitaLulus. Sebagai salah satu komunitas pencari kerja terbesar, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Segera daftarkan diri Anda sekarang juga untuk memasang iklan lowongan kerja secara gratis di KitaLulus. Selanjutnya, dapatkan kurir yang pekerja keras dan bisa dipercaya dengan #LebihMudah, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok