Cuan Terus, Ini 6 Cara Memulai Usaha Mebel dan Rincian Modalnya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Tips membuka bisnis mebel
Isi Artikel

Usaha mebel– Salah satu peluang usaha yang bisa memberikan omset banyak adalah usaha mebel atau furniture. Meskipun modal yang dikeluarkan tidak sedikit, target pasar usaha ini bisa mencapai pasar internasional.

Belum lagi kebutuhan masyarakat akan furniture yang terus bertambah, menjadikan usaha mebel sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Apakah Anda tertarik untuk membuka usaha ini?

Pelajari selengkapnya terkait cara memulai usaha mebel, rincian modal yang dikeluarkan, kelebihan dan kekurangannya, hingga kendala dan solusi yang harus Anda hadapi di bawah ini.

Cara Memulai Usaha Mebel

Cara memulai usaha mebel

Semua bisnis perlu memiliki perencanaan yang tepat dan matang. Mengapa? Tujuannya adalah untuk menghindari dan meminimalisir segala bentuk kerugian yang terjadi di masa depan.

Begitu juga dengan usaha mebel ini. Jika Anda memulai tanpa mengetahui caranya, bisa-bisa bisnis Anda berhenti di tengah jalan. Maka dari itu, ada baiknya untuk mempelajari beberapa cara memulai bisnis furniture ini, diantaranya:

1. Tentukan Target Pasar Usaha Mebel

Cara yang pertama dan paling awal adalah dengan menentukan target pasar usaha mebel yang ingin dituju. Jika dijabarkan, ada banyak kelompok yang membutuhkan furniture. Mulai dari rumah tangga, kantor, hotel, restoran, dan lainnya.

Ketika Anda sudah mengetahui dan menentukan target yang diinginkan, maka persiapan untuk bisnis Anda selanjutnya akan lebih mudah. Sebab Anda sudah tahu siapa yang dituju dan apa yang dibutuhkan.

2. Lokasi Usaha

Lokasi usaha yang strategis juga bisa menjadi kunci memulai toko furniture ini. Kira-kira hal apa saja yang dibutuhkan untuk menentukan lokasi yang strategis? Pertama, perhatikan kepadatan di sekitar lokasi yang diinginkan.

Namun hal yang harus Anda perhatikan di sini adalah lokasi yang padat dengan masyarakat belum tentu menjamin usaha mebel Anda akan dilihat. Sebaiknya pilih lokasi dimana target pasar Anda berada. Jika Anda memilih target pasar hotel, maka Anda bisa memilih lokasi sekitar hotel tersebut.

Kedua, perhatikan kompetitor sejenis di lokasi yang dipilih. Semakin sedikit kompetitor, maka semakin baik peluang bisnis Anda untuk berkembang. Jika bisa, Anda harus menjadi toko mebel pertama yang ada di lokasi tersebut.

3. Siapkan Modal

Modal merupakan kunci utama dari menjalankan bisnis. Seperti yang disebutkan sebelumnya, untuk memulai usaha mebel ini dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Bahkan bisa mencapai ratusan juta.

Nah, karena modal yang dibutuhkan tidak sedikit, ada baiknya jika Anda melakukan survey harga terhadap bahan baku, peralatan yang dibutuhkan, hingga biaya tak terduga lainnya untuk menghitung berapa rincian modal usaha mebel ini.

Tentunya dengan modal yang cukup, bisnis Anda akan bisa berjalan tanpa memiliki kendala uang di kemudian hari.

4. Siapkan Strategi Promosi Usaha Mebel

Cara memulai usaha mebel selanjutnya adalah dengan menyiapkan strategi promosinya. Anda bisa menggunakan sosial media untuk mengoptimalkan promosi online. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan promosi offline.

Misalnya langsung mendatangi target pasar Anda dan menawarkan surat penawaran barang dan kerjasama. Jangan lupa berikan informasi kontak yang bisa dihubungi atau kartu nama jika ada.

5. Berikan Konsep yang Menarik

Pelanggan juga bisa merasa jenuh dengan bentuk furniture yang itu-itu saja. Maka dari itu ada baiknya jika Anda bisa memberikan contoh konsep usaha mebel yang menarik.

Mulai dari konsep klasik atau vintage, konsep tradisional, konsep modern, konsep minimalis, hingga konsep kontemporer yang bisa Anda terapkan pada produk furniture Anda.

6. Tentukan Harga dan Kualitas Produk

Satu lagi cara memulai usaha mebel yang bisa Anda lakukan adalah menentukan harga dan kualitas produk. Jika Anda mematok harga tinggi untuk furniture yang dijual, maka pastikan juga kualitasnya sesuai.

Dengan begitu, pelanggan akan merasa puas dan akan ada kemungkinan untuk membeli lagi di masa mendatang. Jika hal itu terjadi, jangan lupa untuk selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Rincian Modal Usaha Mebel

Modal usaha mebel atau furnitur

Seperti yang disebutkan sebelumnya, modal yang harus dikeluarkan untuk menjalankan usaha ini tidaklah sedikit. Bahkan mencapai ratusan juta. Namun jika tekad Anda untuk membangun bisnis ini sudah kuat, maka modal besar bukanlah penghalang.

Berikut rincian modal usaha mebel yang harus Anda keluarkan, yaitu:

  • Serkel meja: Rp3 juta
  • Mesin bobok: Rp1.5 juta
  • Kompresor: Rp6.5 juta
  • Mesin asah mata pasha atau mesin serut: Rp1 juta
  • Mesin amplas: Rp750 ribu
  • Bor duduk: Rp1.8 juta
  • Sensor: Rp4 juta
  • Bor tangan: @Rp750 ribu x 2 = Rp1.5 juta
  • Generator: Rp11 juta
  • Propel kayu: @Rp1.750 juta x 2 = Rp3.5 juta
  • Mesin skap kayu: Rp1.5 juta
  • Bahan baku (kayu, cat, paku, lem): Rp170 juta

Dari rincian modal diatas, maka biaya yang harus Anda keluarkan untuk membuka usaha mebel adalah sebesar Rp206.050.000,00. Angka tersebut belum termasuk biaya karyawan, listrik, dan biaya tak terduga lainnya.

Lalu bagaimana dengan omset yang didapatkan dari bisnis furniture ini? Perlu diketahui bahwa, setiap produk memiliki harganya masing-masing. Mulai dari lemari, meja makan, meja belajar, kursi, dan lain-lain.

Katakanlah dalam satu bulan Anda berhasil mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan beberapa produk sebesar Rp150.000.000,00. Maka dalam satu tahun Anda akan mendapatkan keuntungan kotor sebesar:

Rp150.000.000,00 x 12 = Rp1.800.000.000,00

Dari estimasi perhitungan di atas, Anda bisa balik modal dalam jangka waktu dua bulan, dengan catatan pendapatan per bulannya stabil di atas angka Rp100 juta. Angka yang fantastis untuk keuntungan kotor dari usaha mebel, bukan?

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Mebel

Kelebihan dan kekurangan bisnis mebel

Bagaimana? Apakah Anda masih berminat untuk memulai bisnis furniture ini? Jika masih, sebaiknya ketahui dulu beberapa kelebihan dan kekurangan bisnis mebel yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

Berikut beberapa kekurangan dan kelebihan yang bisa Anda pertimbangkan:

Kekurangan dalam Bisnis Mebel

1. Persaingan yang Tinggi

Kekurangan dalam bisnis mebel yang pertama adalah adanya persaingan yang tinggi dalam industri ini. Hal ini bisa saja terjadi karena kebutuhan akan furniture secara terus menerus. Sehingga membuat banyak orang yang melihat adanya peluang di bisnis ini.

Selain itu, umumnya orang-orang akan lebih memilih toko furniture yang sudah memiliki nama dan reputasi dibandingkan dengan yang baru buka. Maka dari itu, Anda harus gencar dalam melakukan promosi agar brand Anda bisa dikenal masyarakat luas.

2. Kesulitan Menemukan Lokasi

Lokasi yang strategis juga bisa menjadi kekurangan dalam bisnis mebel yang harus Anda pertimbangkan. Terutama jika Anda memilih untuk membuka usaha ini di daerah kota-kota besar.

Selain tempat yang tersedia kurang, harga sewa yang dipatok juga tinggi. Hal inilah mengapa Anda lebih sering melihat usaha mebel mandiri berada di tempat yang jauh dari keramaian dibandingkan dengan toko furniture yang sudah memiliki nama.

Kelebihan Membuka Bisnis Mebel

1. Omset Besar

Seperti estimasi perhitungan omset per tahun di atas, dengan membuka usaha mebel Anda bisa mendapatkan keuntungan besar dalam satu tahun. Tentu hal ini sangat menguntungkan karena Anda tidak perlu repot dan pusing memikirkan perputaran uang.

Bahkan dengan omset sebesar itu, Anda bisa mencoba menargetkan pasar internasional. Sehingga keuntungan yang didapatkan pun bisa bertambah.

2. Kebutuhan Furniture Meningkat

Satu lagi kelebihan dalam bisnis mebel adalah keutuhan furniture terus meningkat. Seiring dengan berkembangnya zaman, tren, dan selera, membuat furniture juga mengalami perubahan dalam bentuknya.

Ada yang menyukai gaya klasik, gaya modern, hingga gaya kontemporer. Semua ini bisa diterapkan di dalam furniture. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa kebutuhan akan furniture meningkat terus.

Kendala yang Umum Dialami Bisnis Mebel dan Solusinya

Lalu bagaimana dengan kendala dan solusi pada usaha mebel? Di setiap usaha pasti akan selalu ada kendala yang harus siap dihadapi apapun itu. Nah, berikut beberapa kendala yang mungkin terjadi di bisnis furniture Anda, di antaranya adalah:

  1. Modal usaha yang besar
  2. Kemampuan khusus untuk membuat produk terbaik dan berkualitas
  3. Salah menentukan lokasi bisnis
  4. Kejenuhan masyarakat terhadap jenis furniture yang itu-itu saja.

Lalu bagaimana dengan solusi untuk mengatasi semua kendala tersebut? Simak beberapa poin berikut ini:

  • Anda bisa mengajukan pinjaman ke berbagai pihak untuk membantu mengumpulkan modal yang besar itu. Mulai dari kerabat, keluarga, hingga pihak bank.
  • Kemampuan khusus akan selalu bisa dipelajari kapan pun. Jadi Anda hanya perlu mempelajari dan menguasai bagaimana cara memilih, mengolah, dan membuat furniture dari beragam jenis kayu.
  • Sedangkan untuk lokasi bisnis, Anda mungkin akan mempertimbangkan lokasi yang mudah dijangkau dan bisa mendapatkan pelanggan.
  • Lalu untuk menghilangkan rasa jenuh pelanggan, Anda bisa melakukan inovasi atau variasi terhadap produk yang Anda jual.

Strategi Promosi Usaha Mebel

Strategi promosi usaha mebel

Dikarenakan ketatnya persaingan di industri ini, Anda harus menyiapkan strategi promosi usaha mebel yang efektif dan optimal. Apa saja?

1. Produksi Furniture Sendiri

Strategi promosi usaha mebel yang pertama adalah dengan memproduksi furniture sendiri. Artinya, Anda membuat produk tersebut secara mandiri. Kelebihannya adalah Anda jadi bisa memberikan keunikan sendiri terhadap produk yang Anda buat.

Terutama jika Anda memiliki keterampilan yang mumpuni dalam membuat furniture. Strategi ini layak untuk dicoba. Sebab umumnya orang-orang mulai mencari furniture yang berbeda dan memiliki keunikan tersendiri.

2. Berikan Desain yang Menarik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Anda bisa memberikan contoh konsep usaha mebel yang menarik. Mulai dari konsep klasik atau vintage, konsep tradisional, konsep modern, konsep minimalis, hingga konsep kontemporer yang bisa Anda terapkan pada produk furniture Anda.

3. Kerjasama dengan Pihak Ketiga

Pihak ketiga yang dimaksud adalah mereka yang memang sedang membutuhkan furniture. Misalnya seperti hotel, restoran, developer rumah, kantor, dan masih banyak lagi. Anda bisa memberikan surat penawaran barang untuk mengajukan kerjasama dalam jangka waktu yang panjang.

4. Bergabung dengan Komunitas

Menjalin koneksi sebanyak mungkin adalah salah satu strategi promosi usaha mebel yang bisa Anda lakukan. Jika Anda bergabung dengan komunitas sejenis, maka Anda akan mendapatkan koneksi yang luas untuk kelangsungan bisnis Anda.

5. Promosi yang Optimal

Satu lagi strategi promosi usaha mebel adalah melakukan promosi dengan optimal. Artinya, Anda bisa menggunakan cara offline maupun online. Selain memberikan surat penawaran barang kepada target pelanggan dan pihak ketiga, Anda bisa memanfaatkan sosial media, website, dan ecommerce.

Jangan lupa juga untuk memberikan penawaran menarik untuk pelanggan baru dan sebagainya untuk menarik perhatian mereka. Tujuannya adalah agar kegiatan promosi brand Anda bisa efektif dan optimal.

Demikianlah penjelasan terkait cara memulai bisnis furniture, rincian modal usaha mebel yang harus Anda keluarkan, kelebihan dan kekurangan, kendala dan solusi, hingga strategi promosi usaha mebel yang perlu Anda ketahui.

Jika bisnis furniture Anda membutuhkan karyawan untuk membantu kegiatan operasional, Anda bisa memasang iklan lokernya di KitaLulus. Saat ini, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Daftarkan diri Anda sekarang untuk memasang iklan lowongan pekerjaan di KitaLulus secara gratis. Dapatkan kandidat terbaik dengan #LebihMudah, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok