4 Cara Memulai Usaha Percetakan, Perhitungan Modal, dan Omsetnya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Cara membuka bisnis percetakan
Isi Artikel

Usaha percetakan– Jika Anda sedang mencari peluang bisnis yang stabil, Anda bisa melirik usaha percetakan. Tidak hanya bisa memberikan keuntungan yang besar dan menjanjikan, usaha satu ini tidak mengenal musim.

Terlebih jika Anda membuka usaha percetakan ini dekat dengan kampus atau daerah perkantoran. Sudah pasti Anda bisa mendapatkan omset besar setiap bulannya. Tertarik untuk mencoba peruntungan Anda di usaha ini?

Jika ya, simak selengkapnya cara memulai usaha percetakan, rincian modal, peralatan, estimasi omset, serta kekurangan dan kelebihannya.

Cara Memulai Usaha Percetakan

Cara memulai usaha percetakan

Seperti yang disebutkan di atas, usaha percetakan tidak mengenal musim sehingga menjadikan bisnis ini stabil. Selain itu, ada banyak ide untuk memulai bisnis ini, misalnya:

  1. Cutting sticker
  2. Percetakan undangan
  3. Percetakan media promosi seperti banner, pamphlet, dan lainnya
  4. Printing dan/atau sablon baju
  5. Custom printed
  6. Dan masih banyak lagi

Nah, apakah Anda sudah ada ide untuk mencoba peruntungan dimana? Jika sudah, simak cara memulai usaha percetakan yang harus Anda pahami, di bawah ini.

1. Tentukan Fokus Bidang Percetakan

Dari banyak pilihan di atas, Anda bisa pilih satu bidang percetakan untuk ditekuni. Cara memulai usaha percetakan adalah dengan menentukan fokus bidangnya. Usaha ini memiliki cakupan yang sangat luas.

Setelah Anda sudah menentukan fokus bidangnya, maka Anda bisa dengan mudah menentukan target pasarnya. Misalnya, Anda ingin membuka usaha percetakan di bidang fotocopy dan jilid, maka target pelanggan Anda adalah pelajar atau mahasiswa.

2. Tentukan Lokasi Usaha

Setelah Anda menentukan fokus bidang dan target pasar, maka selanjutnya menentukan lokasi usaha. Hal yang harus diperhatikan dalam membuka usaha percetakan adalah menentukan target pasarnya.

Jika Anda memutuskan target pasarnya adalah pelajar atau mahasiswa, maka cara memulai usaha percetakan selanjutnya adalah menentukan lokasi usaha. Anda bisa membuka usaha di sekitar area kampus atau sekolah.

3. Siapkan Modal dan Tentukan Harga Jual

Cara memulai usaha percetakan selanjutnya adalah dengan menyiapkan modal dan menentukan harga jualnya. Umumnya, modal yang harus Anda keluarkan untuk membuka usaha ini minimal Rp10 juta hingga Rp200 juta lebih.

Estimasi angka ini bisa saja berubah tergantung pada jenis dan kualitas barang yang Anda gunakan. Umumnya, paket usaha percetakan rumahan bisa lebih murah. Namun harga tersebut belum termasuk peralatan yang dibutuhkan.

Kemudian jangan lupa menentukan harga jualnya. Hal yang harus diperhatikan dalam membuka usaha percetakan adalah mengetahui harga jual kompetitor. Artinya, jika kompetitor mematok harga untuk selembar fotocopy Rp200, maka Anda bisa memberikan harga lebih rendah. Misalnya Rp180 per lembarnya.

Hal ini tentunya bisa disesuaikan dengan kebijakan Anda dalam menjalankan usaha. Bisa memberikan harga lebih tinggi atau lebih rendah. Namun tetap perhatikan kebutuhan pelanggan.

4. Promosi

Satu lagi cara memulai usaha percetakan adalah promosi. Ketika Anda sudah melakukan cara-cara di atas, Anda harus tetap mempromosikan usaha ini. Bisa dengan menggunakan cara online atau offline.

Hal yang harus diperhatikan dalam membuka usaha percetakan adalah penyampaian informasinya. Terlepas dari cara promosi yang Anda gunakan, pastikan informasi mengenai usaha Anda sampai atau diketahui oleh target pelanggan Anda.

Rincian Modal Usaha Percetakan dan Estimasi Omset

Modal usaha percetakan dan omsetnya

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa, minimal modal usaha percetakan yang harus dikeluarkan adalah Rp10 juta hingga Rp200 juta. Angka tersebut berlaku jika Anda membuka usaha sendiri.

Berikut rincian modal usaha percetakan yang harus Anda keluarkan:

  • Mesin fotocopy: Rp3 juta
  • Etalase untuk menaruh barang jualan lainnya: Rp2 juta
  • Alat pemotong kertas: Rp500 ribu
  • Alat jilid press: Rp2 juta
  • Stok barang selama satu bulan: Rp5 juta
  • Sewa tempat: Rp800 ribu
  • Listrik dan lain-lain: Rp250 ribu
  • Komputer: Rp5 juta
  • Printer: Rp800 ribu
  • Mesin laminating: Rp1.5 juta
  • Tinta untuk fotocopy selama satu bulan: Rp1 juta

Dari rincian biaya di atas, maka modal usaha percetakan yang harus Anda keluarkan adalah sebesar Rp21.850.000,00. Angka tersebut bisa berkurang dan bertambah tergantung kualitas produk yang Anda gunakan.

Dari estimasi biaya diatas, belum termasuk dengan gaji karyawan jika Anda memerlukannya, CD software untuk desain dan lainnya, hingga biaya tak terduga lainnya.

Jika Anda menginginkan modal yang lebih rendah, Anda bisa memilih beberapa paket usaha percetakan rumahan. Umumnya, modal yang dikeluarkan berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Namun belum termasuk dengan mesin dan biaya operasional lainnya.

Selain rincian di atas, Anda juga harus menyiapkan beberapa alat yang dibutuhkan dalam usaha percetakan, yaitu:

  • Printer
  • Komputer
  • Alat pemotong kertas
  • Mesin fotocopy
  • Alat laminating
  • Gunting
  • Staples
  • Penggaris
  • Lakban hitam untuk menjilid dengan berbagai ukuran

Lalu bagaimana keuntungannya? Salah satu kelebihan membuka usaha percetakan apalagi fotocopy adalah Anda bisa menjual berbagai macam ATK (alat tulis kantor), dan menerima jasa lainnya.

Sehingga bisa menambah pendapatan Anda selama satu bulan. Meskipun harga jualnya tidak terlalu tinggi, Anda bisa tetap balik modal dalam beberapa bulan.

Katakanlah, dalam sehari Anda berhasil meraup keuntungan Rp300.000,00 dari hasil fotocopy, jasa print, penjualan ATK, dan lainnya. Maka dalam sebulan Anda bisa mendapatkan omset sebesar:

Rp300.000,00 x 30 hari = Rp9.000.000,00

Jika dikalikan dalam satu tahun, maka Anda akan mendapatkan omset sebesar:

Rp9.000.000,00 x 12 bulan = Rp108.000.000,00

Dalam jangka waktu satu tahun Anda sudah bisa mendapatkan omset senilai Rp108.000.000,00. Estimasi angka tersebut berlaku jika pemasukan yang didapatkan setiap harinya stabil dan tidak berkurang.

Bahkan dalam jangka waktu tiga bulan, Anda sudah bisa balik modal. Bagaimana? Apakah Anda masih tertarik untuk menekuni usaha percetakan ini?

Kekurangan dan Kelebihan Membuka Usaha Percetakan

Kekurangan dan kelebihan usaha percetakan

Jika Anda masih tertarik, pelajari dulu apa saja kekurangan dan kelebihan membuka usaha percetakan. Adalah hal yang wajar dalam sebuah usaha ada plus dan minusnya. Tentunya dari beberapa hal tersebut harus menjadi bahan pertimbangan Anda dalam membuka usaha.

Berikut beberapa kekurangan dan kelebihan yang harus Anda pertimbangkan:

Kekurangan Membuka Usaha Percetakan

1. Modal Usaha yang Tidak Sedikit

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa, estimasi modal yang harus Anda keluarkan berkisar Rp10 juta hingga Rp200 juta. Angka tersebut tergantung pada jenis dan kualitas mesin yang Anda gunakan.

Namun umumnya, harga mesin untuk usaha percetakan cenderung mahal dan bisa mencapai puluhan juta. Belum lagi ditambah dengan biaya operasional lainnya. Hal ini menjadi salah satu kekurangan yang harus Anda perhatikan.

2. Kesulitan Mendapatkan Pelanggan

Kekurangan dalam membuka usaha percetakan selanjutnya adalah kesulitan mendapatkan pelanggan. Hal ini bisa saja terjadi jika Anda membuka usaha di lokasi yang salah.

Maka dari itu, salah satu hal yang harus diperhatikan dalam membuka usaha percetakan adalah lokasi strategis. Lokasi dengan padat penduduk belum tentu bisa mendatangkan pelanggan.

Mengapa? Hal ini bisa saja terjadi karena sebagian besar masyarakat di lokasi tersebut tidak membutuhkan adanya jasa percetakan. Ada baiknya jika Anda melakukan analisis terlebih dulu sebelum menentukan lokasi usaha.

3. Kerusakan Alat

Kekurangan lainnya yang harus Anda pertimbangkan adalah kerusakan alat. Ada kalanya dimana saat kita terlalu memaksa mesin untuk bekerja keras tanpa istirahat bisa menyebabkan overheating. Hal ini bisa saja pemicu kerusakan pada alat jika tidak diperhatikan.

Jika alat yang Anda gunakan sudah rusak, maka hal ini bisa memberikan efek domino. Kegiatan operasional Anda terganggu, sehingga berkurangnya pemasukan. Bahkan Anda bisa mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan alat percetakan tersebut.

Kelebihan Membuka Usaha Percetakan

1. Kebutuhan yang Terus Menerus

Kelebihan dalam membuka usaha percetakan yang harus dipertimbangkan adalah kebutuhan yang terus menerus. Terutama untuk para pengusaha atau pebisnis yang masih menggunakan media cetak untuk menyebarkan informasi.

Mulai dari brosur, flyer, spanduk, poster, baliho, dan masih banyak lagi. Apalagi jika Anda membuka usaha percetakan undangan pernikahan. Dalam sekali pesan bisa mencapai ratusan bahkan ribuan undangan.

2. Efisien

Salah satu tujuan dari adanya usaha percetakan adalah memudahkan pekerjaan manual sehingga menjadi lebih efisien. Kelebihan ini harus Anda pertimbangkan sebab usaha ini masih banyak dicari dan dibutuhkan.

3. Tidak Sepi Pengunjung

Satu lagi kelebihan dalam membuka usaha percetakan yang bisa Anda pertimbangkan adalah tidak sepi pengunjung. Terutama jika Anda membuka usaha di lokasi strategis. Umumnya, percetakan akan selalu dicari pada event tertentu. Terutama bagi mereka yang mengadakan event besar-besaran.

Demikianlah penjelasan terkait cara memulai usaha percetakan, modal yang dikeluarkan, alat yang dibutuhkan, hingga kekurangan dan kelebihan dalam membuka usaha ini.

Jika Anda membutuhkan karyawan untuk membantu kegiatan operasional usaha, Anda bisa menaruh informasi pekerjaannya di platform KitaLulus. Saat ini KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya, dan Gowa.

Cukup dengan mendaftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja di KitaLulus secara gratis. Dapatkan kandidat terbaik dan berpotensi untuk usaha percetakan Anda dengan #LebihMudah, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok