COD (Cash On Delivery): Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Ada banyak metode pembayaran ketika and berbelanja secara online, COD adalah salah satunya. COD atau cash on delivery menjadi solusi terbaik bagi pelanggan yang tidak bisa melakukan pembayaran melalui ATM, m-banking, atau sejenisnya.

Nah, sudahkah Anda tahu seperti apa cara kerja COD? Lalu apa yang terjadi jika barang COD tidak diambil? Temukan jawaban selengkapnya dalam pembahasan berikut.

Apa Itu COD?

cash on delivery

Sederhananya, pengertian cash on delivery atau COD adalah transaksi yang melibatkan sistem pembayaran pada saat pengiriman, bukan ketika pemesanan. Istilah ini sudah ada sejak sebelum ecommerce terkenal, lho!

Pada awalnya, COD adalah sebuah transaksi pembayaran yang mempertemukan penjual dengan pembeli. Biasanya, penjual datang membawa barang yang akan dibeli di tempat dan waktu yang sudah disetujui.

Jika barang yang dijual sesuai dengan deskripsi yang diberikan, maka pembeli bisa langsung membayar secara tunai kepada penjual.

Sumber dari laman investopedia menyebutkan bahwa COD adalah jenis transaksi di mana penerima atau pembeli membayar barang pada saat pengiriman alih-alih menggunakan kredit.

Sistem pembayaran COD adalah menggunakan uang tunai sejumlah harga barang yang dibeli. Umumnya, ada syarat dan ketentuan pembayaran yang diatur dalam perjanjian pembelian.

Terlebih kini e-commerce sedang berkembang pesat dan menawarkan berbagai macam pilihan jenis pembayaran.

Hadirnya COD dalam e-commerce tentu memudahkan pelanggan untuk membayar. Terutama bagi mereka yang kurang paham mengenai jenis pembayaran online.

Baca juga: Paylater Adalah Fitur Bayar Nanti, Ini Untung Ruginya

Sistem Pembayaran dan Cara Kerja COD

Sebagian orang mungkin pernah melakukan COD namun belum benar-benar memahami seperti apa cara kerjanya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sistem pembayaran COD adalah menggunakan uang tunai.

Ketika produk yang dipesan sudah tiba, pembeli berkewajiban untuk membayar harga yang sudah disepakati.

Cara kerja COD dimulai ketika pelanggan tertarik dengan suatu produk di e-commerce. Karena mungkin mereka tidak menggunakan m-banking, e-wallet, atau malas pergi ke ATM, maka COD adalah jenis pembayaran yang dipilih.

Kemudian, penjual akan memproses pesanan tersebut dan menyerahkannya ke tim ekspedisi atau kurir untuk mengantarkan ke alamat pelanggan. Nantinya, setelah paket diserahkan, pembeli harus membayar sesuai dengan harga yang tertera.

Pembeli akan menyerahkan uangnya kepada kurir. Kemudian kurir akan memberikan uang tersebut ke kantor yang nantinya akan diteruskan ke pihak e-commerce.

Jika pembeli sudah mengonfirmasi paket yang diterima, maka uang tersebut akan diteruskan ke penjual.

Umumnya, kurir atau petugas ekspedisi diminta untuk mengumpulkan atau menerima uang tunai sejumlah yang harus dibayar sebelum menyelesaikan pengiriman.

Instruksi ini tertera pada label paket di mana bertujuan mencegah pengiriman barang dagangan yang belum dibayar tanpa kesalahan pengambilan.

Hal yang perlu dipahami dari sistem pembayaran COD adalah setiap e-commerce memiliki aturan tersendiri yang harus ditaati oleh penjual dan pembeli.

Bahkan, jika paket yang diterima pembeli tidak sesuai, mereka bisa mengajukan komplain melalui fitur yang tersedia.

Meskipun mudah, cara kerja COD cenderung berisiko. Sebab, terkadang ada pembeli yang tidak mau menerima atau bahkan tidak mau membayar paket tersebut. Hal ini tentu akan merugikan bisnis karena tidak jadi memperoleh pemasukan.

Bagaimana Apabila Barang COD Tidak Diambil?

kurir mengantar paket

Lalu bagaimana apabila barang COD tidak diambil? Perlu diketahui, biasanya ada beberapa alasan mengapa pembeli tidak mau menerima atau membayar paket tersebut.

Misalnya, pembeli tidak berada di tempat sehingga proses pengiriman tidak bisa diselesaikan. Atau ternyata produk yang dipesan tidak sesuai sehingga pembeli menolak untuk membayar.

Jika hal seperti itu sudah terjadi, maka mau tidak mau kurir atau pihak ekspedisi akan mengembalikan barang tersebut ke penjual.

Hal ini tentu membuat rugi pihak penjual dan kurir dari segi waktu, tenaga, serta biaya yang dikeluarkan.

Tahukah Anda, bahwa beberapa e-commerce dapat memasukkan pelanggan yang sering menolak paket COD ke daftar hitam, lho!

Umumnya, setiap e-commerce memiliki data tersendiri terkait pengembalian barang COD dengan alasan pembeli menolak melakukan pembayaran. Nah, bagi mereka yang masuk daftar hitam, maka tidak bisa lagi menikmati layanan COD ini.

Baca juga: Bisa Pake E-Wallet, Ini Cara Belanja di TikTok Shop Sekaligus Cara Bayarnya

Kelebihan COD

Bagi bisnis, manfaat COD adalah jangka waktu pembayarannya lebih singkat, serta tidak adanya keterlambatan dalam penerimaan uang tunai. Hal ini tentu bisa melindungi bisnis dari risiko pembeli yang telat melakukan pembayaran.

Sedangkan bagi pelanggan, kelebihan sistem COD adalah mereka dapat memiliki waktu tambahan untuk melakukan pembayaran penuh.

Selain itu, sistem pembayaran COD juga mempermudah pelanggan yang tidak mengerti tentang pembayaran online.

Kekurangan COD

Terlepas dari kemudahannya dalam bertransaksi, COD adalah sistem pembayaran yang juga memiliki kekurangan.

Bagi bisnis, kekurangan COD adalah berisiko barang yang dikirimkan akan ditolak oleh pelanggan. Belum lagi ditambah biaya pengembalian barang yang dikenakan dari pihak ekspedisi.

Sedangkan bagi pelanggan, kekurangan COD adalah mereka merasa sulit untuk mengembalikan barang ketika sudah membayarnya.

Dalam hal ini, penjual tidak berkewajiban untuk menerima pengembalian, meskipun pelanggan tidak merasa puas.

Itulah pembahasan mengenai sistem pembayaran cash on delivery atau COD, cara kerja, kebijakan terkait barang yang tidak diambil, serta kelebihan dan kekurangannya.

Sejatinya, COD adalah pilihan metode pembayaran yang bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak (penjual dan pembeli), jika pada prakteknya semua berjalan mulus tanpa adanya penolakan dan pengembalian barang.

Bisnis Anda membutuhkan seorang kurir untuk mengirim barang? Pasang saja info lokernya di KitaLulus. Sebagai salah satu situs pencari kerja terbesar dan teraman, KitaLulus telah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Anda dapat mendaftarkan diri dan langsung bisa memasang iklan lowongan pekerjaan secara gratis! Lalu temukan kandidat tenaga kerja kurir yang handal dan cekatan untuk kelangsungan bisnis Anda hanya dalam hitungan hari.

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd