HR Perusahaan Wajib Tahu Contoh Surat Kontrak Kerja dan Jenis-jenisnya!

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

contoh surat kontrak kerja
Isi Artikel

Sebagai pemilik bisnis atau usaha, Anda wajib untuk memberikan surat perjanjian kerja atau surat kontrak kerja kepada karyawan yang direkrut sebelum mulai bekerja. Contoh surat kontrak kerja yang benar harus memiliki; syarat, kewajiban, hak masing-masing, dan muatan hukum.

Surat kontrak kerja ini merupakan dokumen penting bagi perusahaan dan karyawannya. Sebuah contoh surat kontrak kerja yang benar harus dibuat berdasarkan landasan hukum yang mengatur.

Selain itu, pada surat kontrak kerja juga terdapat beberapa komponen yang harus diperhatikan agar tidak ada kesalahpahaman dari kedua belah pihak. Lalu, bagaimana contoh surat kontrak kerja yang benar? Apa pengertian dari surat kontrak kerja? Ada berapa jenis contoh surat kontrak kerja? Berikut penjelasannya yang sudah dirangkum KitaLulus.

BACA JUGA: Rekruter, Coba Perhatikan Hal Ini Ketika Melakukan Screening CV

Memahami Surat Kontrak Kerja

Pada dasarnya, surat kontrak kerja bisa diartikan sebagai perjanjian antara pekerja dan orang yang memberi pekerjaan. Umumnya, surat kontrak kerja adalah hitam di atas putih yang berisi syarat-syarat dalam bekerja, hak, dan kewajiban dalam bekerja.

Selain itu, surat kontrak kerja juga merupakan perjanjian antara pekerja dengan pengusaha secara lisan dan/atau tulisan untuk batas waktu yang telah ditentukan maupun untuk waktu yang tidak tertentu yang mencakup syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban pekerja dan juga perusahaan.

Surat kontrak kerja ini tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Hal ini dikarenakan didalamnya terkandung undang-undang hukum sebagai pedoman. Jika surat kontrak kerja sudah ditandatangani kedua belah pihak, maka peraturan dalam surat tersebut sudah mengikat dan harus diikuti sampai masa kontrak kerja selesai.

Sebaiknya sebelum meminta tanda tangan karyawan baru, Anda bisa menanyakan apakah ia sudah mengerti dan paham dengan maksud dari isi di surat kontrak kerja tersebut. Lalu, bagaimana dengan contoh surat kontrak kerja yang benar? Apa saja komponen dalam contoh surat kerja yang benar?

Komponen yang Harus Ada di Dalam Surat Kontrak Kerja

Surat kontrak kerja yang sudah disepakati dan ditandatangani kedua belah pihak nantinya akan menjadi landasan pelaksanaan hubungan kerja. Untuk membuat contoh surat kontrak kerja yang baik dan benar, Anda harus memperhatikan beberapa komponen yang harus ada di dalam surat kontrak kerja.

Menurut pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, ada sembilan unsur yang harus dimuat dalam surat kontrak kerja. Yaitu:

  1. Nama, alamat perusahaan, dan jenis usaha
  2. Nama, jenis kelamin, umur, dan alamat pekerja/buruh
  3. Jabatan atau jenis pekerjaan
  4. Tempat pekerjaan
  5. Besarnya upah dan cara pembayarannya
  6. Berbagai syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja/buruh
  7. Jangka waktu berlakunya perjanjian kerja
  8. Tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat
  9. Tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja

Sembilan unsur tersebut merupakan hal dasar yang harus ada di dalam setiap contoh surat kontrak kerja. Adapun dalam membuatnya, HR perusahaan sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut agar tidak ada kesalahpahaman dalam hubungan kerja:

1. Jabatan dan Lingkup Pekerjaan

Setiap jabatan dan posisi di perusahaan memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda. Oleh karena itu, HR perusahaan harus memasukkan jabatan yang sesuai dan benar untuk tiap pekerja, lengkap dengan rincian tugas dan tanggung jawabnya dalam contoh surat kontrak kerja.

Walaupun pada saat melakukan interview, HR perusahaan sudah menjelaskan mengenai tugas dan tanggung jawab calon karyawan. Hal ini dilakukan agar calon karyawan bisa mempertimbangkan dan/atau memikirkan matang-matang sebelum menandatangani surat kontrak kerja tersebut.

2. Upah dan Tunjangan

Hal penting berikutnya yang harus ada dalam contoh surat kontrak kerja yang baik adalah upah dan tunjangan yang diterima oleh calon pekerja. Gaji harus dituliskan pada surat kontrak kerja karena menjadi landasan untuk penghitungan THR dan tunjangan yang akan diterima.

Anda harus memastikan bahwa gaji yang diterima sudah tertulis dengan jelas dan terinci. Mulai dari gaji kotor (gaji pokok) dan/atau gaji bersih (take home pay). Selain itu, hak-hak yang diterima di luar gaji seperti bonus, tunjangan kesehatan, hingga tunjangan hari raya (THR) juga harus dicantumkan dengan jelas.

3. Masa Kontrak dan Pemutusan Hubungan Kerja

Poin ini menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat contoh surat kontrak kerja. Terutama untuk pekerja dengan kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

HR perusahaan harus mencantumkan tanggal dimulainya dan berakhirnya masa kerja secara jelas di surat kontrak kerja. Selain itu, kebijakan terkait pemutusan hubungan kerja juga harus dicantumkan. Dalam membuat contoh surat kontrak kerja, prosedur, hak dan kewajiban kedua belah pihak mengenai pemutusan kontrak juga perlu dicantumkan secara rinci.

4. Pelanggaran dan Sanksi

Dalam membuat contoh surat kontrak kerja, tidak hanya berisikan tentang hak pekerja saja. Tetapi juga kewajiban yang harus dilakukan dan dipenuhi oleh pekerja. Apabila pekerja tidak sanggup untuk memenuhinya, maka ia bisa mendapatkan sanksi yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Hal ini juga menjadi poin penting yang harus dicantumkan dalam membuat contoh surat kontrak kerja yang benar untuk meminimalisir kesalahpahaman di waktu mendatang. Jangan lupa untuk menjelaskan berbagai sanksi yang diberikan kepada pekerja jika mereka tidak bisa memenuhi kewajibannya.

5. Status Kepegawaian, Jam Kerja, dan Pengambilan Cuti

Hal penting berikutnya dalam membuat contoh surat kontrak kerja adalah status kepegawaian, jam kerja, dan pengambilan cuti. Pastikan Anda menuliskan status calon pekerja, apakah sebagai karyawan kontrak atau probation. Dan juga jangan lupa cantumkan masa kontrak kerjanya dan prosedur untuk perpanjangan atau pengangkatan sebagai karyawan tetap.

Selain itu, Anda juga perlu menjelaskan jam kerja agar calon pekerja bisa disiplin. Pastikan Anda memasukkan penjelasan terkait jam kerja, prosedur pengambilan cuti, jumlah cuti yang bisa diambil, serta bentuk cuti lainnya.

BACA JUGA: Langkah-langkah yang Tepat dalam Strategi Merekrut Karyawan

Jenis-jenis Surat Kontrak Kerja

Setelah mengetahui poin-poin penting yang harus dimasukkan dalam pembuatan contoh surat kontrak kerja, Anda juga harus mengetahui jenis-jenis surat kontrak kerja yang dibuat.

1. Kontrak Magang

Hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat kontrak magang adalah, jam kerja pekerja magang dapat disesuaikan dengan jam kerja perusahaan. Namun apabila perusahaan menggunakan sistem shift, maka untuk shift malam hanya diperbolehkan untuk pekerja magang minimal 18 tahun.

Selain itu, perusahaan juga perlu menyediakan transportasi untuk antar jemput, memberi makan, dan pekerjaan yang dibebankan sesuai dengan jenis kompetensi yang dibutuhkan. Hari libur nasional atau akhir pekan tidak boleh digunakan untuk bekerja.

Sama dengan contoh surat kontrak kerja pada umumnya, kontrak magang juga memiliki perjanjian. Biasanya perjanjian ini hanya berlangsung selama pekerja melakukan kegiatan magang di perusahaan, yang berkisar antara tiga sampai enam bulan. Dalam membuat kontrak magang, harus ada poin-poin penting seperti:

  • Hak dan kewajiban peserta magang
  • Hak dan kewajiban penyelenggara magang
  • Program magang
  • Jangka waktu magang
  • Besaran uang saku

Berikut contoh surat kontrak kerja untuk membuat kontrak magang:

2. Surat Kontrak Pekerja Paruh Waktu

Pada umumnya, pekerja paruh waktu memiliki jam kerja dan penghitungan upah yang berbeda dengan pekerja tetap. Waktu kerja mereka cenderung lebih sedikit dan fleksibel. Kurang dari 40 jam per minggu.

Pada dasarnya, contoh surat kontrak kerja untuk pekerja paruh waktu sama dengan pekerja tetap. Hal yang menjadi perbedaannya adalah jumlah jam kerja dalam kontrak. Landasan hukum yang dibuat untuk membuat surat kontrak kerja pun sama. Mulai dari hak dan kewajiban, upah dan tunjangan, sampai prosedur pengambilan cuti atau hari libur.

Berikut contoh surat kontrak kerja untuk pekerja paruh waktu:

3. Surat Kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Pada umumnya, pekerja kontrak memiliki hak yang berbeda dengan pekerja tetap. Hal ini meliputi hak cuti atau fasilitas yang diterimanya. Oleh karena itu dalam contoh perjanjian kerja waktu tertentu, Anda harus pastikan hak dan kewajiban calon pekerja sudah sesuai dan benar.

Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja Kontrak, contoh perjanjian kerja waktu tertentu hanya memiliki tenggat waktu maksimal dua tahun. Bisa diperpanjang, dengan catatan dilakukan seminggu atau tujuh hari sebelum kontrak berakhir.

Selain itu, ada beberapa jenis pekerjaan yang memang memerlukan contoh perjanjian kerja waktu tertentu, yaitu:

  1. Pekerjaan musiman: pekerjaan yang dilakukan pada saat musim tertentu saja. Biasanya dalam contoh perjanjian kerja waktu tertentu, masa kontrak kerjanya paling lama dua tahun dan hanya bisa diperpanjang sebanyak satu kali saja.
  2. Pekerjaan lepas (freelance): pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja lepas. Biasanya dalam contoh perjanjian kerja waktu tertentu diterapkan pada jenis pekerjaan tidak terlalu mengikat dan bersifat fleksibel.
  3. Pekerjaan yang berkaitan dengan produk: pekerjaan khusus yang dilakukan bila ada produk atau kegiatan baru dari perusahaan. Biasanya dalam contoh perjanjian kerja waktu tertentu, pekerjaan ini melibatkan produk tambahan yang masih dalam tahap percobaan.
  4. Pekerjaan yang penyelesaiannya dalam waktu tiga tahun: pekerjaan dalam waktu jangka pendek antara satu sampai tiga tahun. Dalam contoh perjanjian kerja waktu tertentu, pekerjaan dengan jenis ini bisa memperpanjang masa kerja jika pekerjaan belum selesai.

Berikut contoh perjanjian kerja waktu tertentu:

4. Surat Kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)

Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja yang bersifat tetap, namun tanpa batasan waktu. Batasan waktu yang dimaksud adalah sampai usia pensiun atau apabila pekerja meninggal dunia.

Dalam praktiknya, pada contoh perjanjian kerja waktu tidak tertentu akan dilakukan masa percobaan dengan perusahaan yang membuat kontrak kerja dengan waktu masa percobaan selama tiga bulan. Jika perusahaan ingin mengubah status menjadi pekerja tetap, maka perusahaan wajib untuk memperbaharui kontrak kerja.

Pada contoh surat kontrak kerja, contoh perjanjian kerja waktu tidak tertentu memiliki status kerja yang lebih baik dibandingkan dengan status pekerja pada contoh perjanjian kerja waktu tertentu.

Selain itu, pada contoh perjanjian kerja waktu tidak tertentu bisa diaplikasikan ke dalam segala jenis pekerjaan. Jika terjadi pemutusan hubungan kerja, perusahaan harus membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan/atau uang pisah (tergantung pada alasan PHK).

Berikut contoh perjanjian kerja waktu tidak tertentu:

Itulah, penjelasan mengenai contoh surat kontrak kerja, kontrak magang, contoh perjanjian kerja waktu tertentu, dan contoh perjanjian kerja waktu tidak tertentu. Sebagai pemilik usaha, Anda harus benar-benar dalam membuat surat kontrak kerja. Hal ini dikarenakan adanya aturan hukum yang mengikat.

Bila Anda sedang mencari seorang HR untuk membantu membuat contoh surat kontrak kerja, bisa menaruh lowongan pekerjaan di KitaLulus. Saat ini, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Surabaya, Medan, Semarang, dan Gowa.

Daftarkan diri Anda untuk memasang lowongan pekerjaan di KitaLulus. Dapatkan karyawan HR terbaik bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok