Apa Itu Ekspansi? Ini Jenis, Tujuan, dan Strategi Terbaiknya

Annissa Manystighosa

Penulis, pengajar, dan penerjemah yang sedang menekuni pengetahuan seputar bisnis.

hrd
Isi Artikel

Setiap perusahaan pasti punya mimpi untuk terus berkembang. Sering kali, bisnis yang saat ini berjalan secara efektif berencana memperluas operasinya. Hal tersebut dikenal dengan istilah ekspansi. Singkatnya, ekspansi adalah proses mengembangkan bisnis.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan berdampak baik bagi pertumbuhan perusahaan jika dilaksanakan dengan baik dan dengan persiapan matang. Untuk membuat strategi pengembangan usaha yang efektif, simak tahapannya berikut.

Apa itu Ekspansi?

Ekspansi adalah tindakan yang dilakukan dengan maksud untuk memperbesar atau memperluas. Kata 'ekspansi' dalam bahasa Indonesia merupakan naturalisasi dari kata bahasa Inggris 'expand', yang berasal dari kata Latin 'expandere', yang berarti 'menyebar'.

Pengertian Ekspansi Bisnis

Dalam bisnis, ekspansi adalah ketika suatu usaha memperluas atau memperbesar jaringan bisnisnya dalam rangka meningkatkan pendapatan perusahaan di masa yang akan datang. Biasanya, ekspansi di sektor korporasi melibatkan hal-hal berikut:

  • Perekrutan personel baru
  • Perluasan struktur
  • Formasi pasar baru

Jenis Ekspansi Bisnis

Jenis Ekspansi Bisnis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ekspansi adalah strategi memperbesar perusahaan. Strategi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Melalui perencanaan yang cermat, Anda dapat mengurangi risiko kegagalan ekspansi, termasuk kerugian finansial, manajemen yang tidak memadai, dan ketidakstabilan.

Nah, berikut macam-macam bentuk ekspansi bisnis yang perlu Anda pahami.

1. Merger

Merger adalah jenis ekspansi yang melibatkan kombinasi dua perusahaan atau lebih menjadi satu. Perusahaan yang mendominasi akan mempertahankan identitas korporatnya, sedangkan identitas perusahaan lain menjadi kurang jelas. Sebelum melakukan merger, kedua belah pihak menentukan reputasi perusahaan yang terlibat.

Merger dapat dikategorikan ke dalam tiga kategori, yaitu konglomerasi, merger horizontal, merger vertikal. Konglomerasi adalah akuisisi banyak bisnis atau perusahaan. Merger horizontal adalah ketika korporasi mengakuisisi tingkat atau level operasional perusahaan yang berbeda. Sedangkan merger vertikal mengacu pada korporasi yang beroperasi pada beberapa level operasional dalam industri yang sama.

2. Akuisisi

Jenis ekspansi selanjutnya yaitu akuisisi. Akuisisi adalah proses seorang atau sekelompok investor mengambil kendali atas saham atau aset perusahaan.

Tujuan akuisisi sebagai metode ekspansi adalah untuk meningkatkan pendapatan perusahaan atau pendapatan dari sektor lain. Sangat memungkinkan bagi perusahaan untuk membeli produsen bahan baku agar pasokan dapat dipertahankan.

3. Hostile takeover

Jenis lain dari ekspansi adalah hostile takeover, yaitu pembelian perusahaan secara paksa. Dengan kata lain, seorang pengusaha akan membeli saham di perusahaan lain ketika pemangku kepentingan menerima tawaran pembelian untuk bisnisnya.

Kemudian, saham tersebut akan dibeli dengan harga yang lebih mahal dibandingkan harga pasar saat ini. Dengan begitu, perusahaan akan langsung mengalami perubahan kepemilikan, yang biasanya mencakup pergantian manajemen dan keseluruhan tenaga kerja.

4. Akuisisi dengan Leverage

Akuisisi dengan leverage adalah upaya untuk membeli bisnis menggunakan dana pinjaman. Kerugian dari bentuk perluasan bisnis ini yaitu membutuhkan modal yang sangat besar. Karena nominalnya yang terlampau besar, modal atau uang ini sering kali datang dari pinjaman yang diberikan pihak lainnya.

Baca Juga: Cara Membuat Perencanaan Bisnis, Komponen, dan Contohnya

Tujuan Ekspansi Bisnis

Tujuan utama ekspansi adalah untuk mengembangkan perusahaan dan meningkatkan keuntungan. Selain itu, tujuan ekspansi lainnya meliputi:

  • Untuk mendapatkan pelanggan baru.
  • Meningkatkan keuntungan dengan menjual produk tambahan kepada konsumen.
  • Meningkatkan pangsa pasar Anda untuk mencapai dominasi pasar.
  • Meningkatkan daya saing dengan mengumpulkan lebih banyak sumber daya.
  • Memimpin market dan mempengaruhi arah pasar.
  • Meningkatkan kekuatan negosiasi pemangku kepentingan, seperti pemasok, konsumen, dan distributor.
  • Meningkatkan skala ekonomi dan dapat memperluas biaya untuk produksi yang lebih banyak, sehingga menurunkan biaya per unit.

Selain itu, nilai investor akan naik seiring dengan peningkatan laba. Secara potensial, investor dapat menerima dividen yang lebih tinggi dari laba bersih. Jika rencana tersebut diterapkan dengan benar, tujuan ekspansi tersebut dapat dicapai.

Contoh Ekspansi Bisnis

Banyak tindakan yang dapat dilakukan melalui pengembangan bisnis, antara lain membuka cabang baru, menjalin aliansi dengan bisnis lain, mengembangkan produk baru, memperluas pemasaran, dan lain-lain.

PT. Semen Gresik Tbk merupakan salah satu contoh perusahaan yang mengembangkan usahanya dengan mendirikan holding company untuk Semen Gresik dan mengembangkan cabang atau agensi baru di bawahnya.

Baca Juga: 4 Strategi Business Development Terbaik Agar Bisnis Berkembang Pesat 

Strategi Ekspansi Bisnis

strategi ekspansi

Proses atau strategi yang diperlukan untuk melakukan ekspansi bisnis adalah sebagai berikut.

1. Menyiapkan Rencana

Pertama, perusahaan harus memastikan bahwa dalam kurun waktu tertentu, mereka bisa menghasilkan produk yang dapat diproduksi secara mandiri. Sebelum bersiap untuk memperluas bisnis, bisnis harus berjalan stabil dulu, baik dalam hal distribusi maupun akuisisi konsumen reguler.

Agar penjualan menjadi lebih produktif, karyawan baru harus mengelola operasional perusahaan secara efektif, atau bahkan meningkatkan kuantitas produk untuk memenuhi permintaan konsumen.

Jika pasar yang luas dan permintaan yang signifikan sudah ada, bangun pasar baru untuk memfasilitasi penjualan serta kembangkan produk inovatif guna memberikan konsumen berbagai pilihan.

2. Menetapkan Model Bisnis

Menentukan model bisnis yang akan digunakan adalah fase penting dan krusial dalam strategi ekspansi bisnis. Ketika sebuah perusahaan mengalami pengembangan, model bisnisnya akan berubah dari iterasi sebelumnya. Oleh karena itu, Anda harus mengembangkan SOP (Standard Operating Procedure) baru.

Selain itu, perluasan perusahaan memerlukan penambahan sejumlah personel baru yang kemungkinan besar dan akan mempengaruhi sebagian besar kegiatan perusahaan serta prosedur.

3. Menyiapkan Modal

Modal merupakan elemen penting yang harus dimasukkan dalam strategi ekspansi bisnis. Selama fase ini, banyak item akan ditambahkan, seperti membuat dan menyewa kantor, menggaji karyawan, membangun gudang, dan menerapkan teknik pemasaran.

Keuntungan dapat digunakan untuk menambah modal perusahaan. Namun, aliran kas bisnis mungkin sedikit terganggu sebelum proses ekspansi selesai.

Demikian penjelasan tentang ekspansi bisnis dari definisi hingga strateginya. Sebelum mengembangkan usaha, Anda harus benar-benar melakukan riset terhadap kemampuan perusahaan. Apakah perusahaan Anda sedang mencari tim tambahan untuk mempersiapkan perluasan bisnis? Melalui platform Kitalulus, Anda bisa merekrut kandidat handal dengan mudah dan cepat.

KitaLulus adalah platform pencarian kerja paling aman di Indonesia dan telah dipercaya oleh lebih dari 50 ribu perusahaan. Prosesnya cepat, karena Anda hanya perlu mengisi formulir untuk memasang iklan lowongan kerja secara gratis. Selanjutnya Anda tinggal menunggu, dan kandidat terbaik akan menghubungi Anda. Yuk pasang loker Anda sekarang juga di KitaLulus!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd