Apa Itu Employer Branding, Manfaat, Strategi, Cara Membangun

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Di masa ini, employer branding adalah salah satu strategi terampuh yang bisa HRD manfaatkan untuk mempercepat proses perekrutan. Selain itu, strategi ini juga terbukti mampu membantu HRD memperbesar talent pool, membuat perusahaan punya data karyawan potensial lebih banyak.

Perusahaan dengan employer branding yang kuat berpotensi besar untuk memenangkan persaingan dalam memilih dan mendapatkan calon kandidat terbaik. Semakin bagus strategi yang diterapkan, maka akan semakin banyak pula kandidat berkualitas tertarik ke perusahaan Anda.

Jika Anda ingin menerapkan cara membangun employer branding, ini adalah saat yang tepat. Selengkapnya tentang pengertian, strategi, dan KPI employer branding adalah sebagai berikut.

Apa Itu Employer Branding?

Employer branding adalah

Di era modern saat ini, banyak generasi muda (mayoritas gen Z dan milenial) mencari kerja. Selain memperhatikan work-life balance, mereka juga akan melihat dan membandingkan employer branding satu perusahaan dengan yang lainnya.

Namun, apa itu employer branding? Pada dasarnya, employer branding adalah sebuah bentuk usaha dari suatu perusahaan untuk membuat para karyawannya merasa nyaman dan berpikir bahwa perusahaan tersebut adalah tempat terbaik untuk bekerja.

Perusahaan melakukan employer branding untuk menarik perhatian para calon kandidat agar melamar di perusahaan tersebut. Dengan kata lain, cara suatu perusahaan untuk memasarkan perusahaannya kepada para calon pelamar kerja.

Pada praktiknya, employer branding dilakukan oleh HRD, CEO, tim marketing atau tim brand advocates. Mereka semua akan membahas strategi yang nantinya akan digunakan untuk membangun dan mengelola reputasi perusahaan sebagai pemberi kerja pada calon pelamar.

Strategi employer branding juga bisa digunakan ketika perusahaan Anda merasa kesulitan dalam menjaring karyawan baru. Tentunya di era persaingan yang semakin ketat saat ini, Anda juga harus mampu mempromosikan perusahaan kepada para kandidat bertalenta di luar sana.

Baca juga: Memperdalam Strategi Employer Branding dan Rekrutmen

Manfaat Employer Branding Bagi Perusahaan

Manfaat employer branding

Perusahaan dengan citra dan reputasi yang baik merupakan salah satu hal wajib jika Anda ingin perusahaan terus berkembang. Maka dari itu penerapan employer branding strategy sangatlah penting. Mengapa demikian? Ini beberapa alasannya.

1. Membantu Perekrutan Karyawan Baru

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tujuan employer branding adalah untuk menarik perhatian para pelamar kerja. Pada umumnya, sebelum melamar kerja di sebuah perusahaan, para pelamar akan mencari tahu terkait perusahaan tersebut selengkap mungkin.

Jika perusahaan Anda memiliki citra dan reputasi yang baik, maka kemungkinan besar kandidat tidak akan berpikir dua kali untuk mengajukan lamaran. Selain itu, penerapan strategi employer branding juga bermanfaat bagi para karyawan lama. Hal ini diperlukan untuk menjaga loyalitas mereka di perusahaan.

2. Meminimalisir Biaya Iklan

Melakukan promosi iklan perusahaan adalah salah satu dari cara membangun employer branding. Namun, jika Anda bisa melakukan branding perusahaan dengan baik, maka Anda bisa menghemat biaya iklan.

Tidak hanya menghemat biaya iklan saja, penerapan strategi employer branding yang baik bisa menghemat waktu perusahaan. Hal ini berkaitan dengan lamanya proses mencari karyawan baru. Jika perusahaan Anda sudah cukup baik, maka para pelamar kerja tersebutlah yang akan mendatangi perusahaan Anda.

3. Jadikan Karyawan Lama Sebagai Promotor

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, komunikasi internal yang baik bisa membuat perusahaan Anda mendapatkan rekomendasi kandidat tanpa harus mengeluarkan tenaga. Maka dari itu, Anda bisa menjadikan karyawan di perusahaan sebagai promotor employer branding kepada calon kandidat.

Jika karyawan di perusahaan Anda sering menceritakan hal positif, maka semakin besar peluang perusahaan akan mendapatkan calon karyawan baru. Maka dari itu, bangun komunikasi internal yang baik sebagai salah satu cara membangun employer branding perusahaan Anda.

4. Karyawan Ikut Terlibat

Salah satu manfaat dari employer branding adalah membuat karyawan ikut terlibat. Hal ini tentunya akan berimbas pada peningkatan produktivitas kerja para karyawan.

Tahukah Anda bahwa, karyawan yang produktif bisa memberikan dampak positif bagi kelangsungan pertumbuhan perusahaan? Penerapan strategi employer branding ini juga akan mempengaruhi kondisi finansial perusahaan yang meningkat dan stabil. Sehingga akan ada banyak calon karyawan yang tertarik pada perusahaan Anda.

Baca juga: Cara Menerapkan Budaya Kerja yang Cocok di Kantor Anda

Strategi Employer Branding

Contoh penerapan strategi employer branding

Cara membangun employer branding sebuah perusahaan bisa dibilang susah susah gampang. Hal ini menjadi gampang bagi perusahaan yang memang sudah membangun atau memiliki citra yang baik di mata para pencari kerja.

Namun, bagi perusahaan yang baru merintis atau belum membangun citranya sama sekali, maka penerapan strategi employer branding bisa dikatakan sedikit susah. Pihak HRD akan mendapatkan banyak PR mengenai KPI employer branding ini.

Lalu, apa yang harus dilakukan pihak HRD untuk memulai employer branding perusahaan? Berikut beberapa strategi yang bisa Anda lakukan.

1. Identifikasi

Strategi employer branding pertama yang bisa dilakukan pihak HRD adalah dengan melakukan identifikasi. Anda bisa bertanya langsung kepada pelamar kerja mengenai hal apa saja yang membuat mereka bahagia dengan pekerjaannya dan perusahaannya.

Selain menanyakan hal-hal yang disukai, Anda juga bisa bertanya mengenai hal yang tidak disukai. Penerapan strategi ini juga bisa dilakukan saat Anda melakukan observasi di luar perusahaan agar bisa mendapatkan calon kandidat yang berpotensi.

2. Atur Rencana

Salah satu KPI employer branding HRD adalah mempertahankan citra perusahaan yang sudah baik dan membuang yang buruk. Strategi selanjutnya adalah mengatur rencana untuk mempertahankan hal tersebut. ROI employer branding adalah dengan memoles "Mengapa harus bekerja dengan kita?"

Anda bisa menanyakan bagaimana pendapat para pelamar kerja terkait perusahaan. Apakah mereka menilai perusahaan dengan baik, atau sebaliknya. Tahukah Anda bahwa, masalah internal juga bisa mempengaruhi citra perusahaan. Hal ini berkaitan dengan rekomendasi kandidat dari para karyawan.

Jika dari internal menilai perusahaan dengan buruk, maka kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkan rekomendasi kandidat dari para karyawan.

3. Bangun Komunikasi yang Baik

Strategi employer branding selanjutnya adalah dengan membangun komunikasi yang baik. Tahukah Anda bahwa, komunikasi internal dan eksternal sangatlah penting bagi kelangsungan citra perusahaan? Komunikasi internal meliputi hubungan antar karyawan.

Sedangkan komunikasi eksternal adalah bagaimana Anda berkomunikasi dengan para calon pelamar kerja. Anda bisa membangun employer branding mulai dari sosial media perusahaan, LinkedIn, website perusahaan, hingga iklan-iklan yang dipublikasikan secara online. Hal ini tentukan akan membuat kedua belah pihak (internal dan eksternal) merasa dianggap dan senang.

4. Melakukan Analisa

Satu lagi cara membangun employer branding yang bisa Anda gunakan, yaitu melakukan analisa. Anda bisa memberikan survey kepada karyawan terkait kepuasan mereka dalam bekerja. Jangan lupa untuk meminta kritik dan saran dari mereka untuk kelangsungan perkembangan dan kemajuan perusahaan.

Strategi ini nantinya bisa menjadi penilaian dan rencana selanjutnya untuk meningkatkan kepuasan karyawan. Sehingga tidak ada hal yang akan mempengaruhi proses rekrutmen karyawan baru.

Baca juga: Apa Itu Headhunter? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Bedanya dengan HR

Penerapan Employer Branding untuk Menarik Kandidat

Employer branding yang kuat perlu dibangun dengan prosedur tertentu untuk menarik pelamar. Perusahaan tidak dapat mencapai ini hanya dengan satu karyawan. Untuk mempromosikan branding perusahaan secara efektif, diperlukan kolaborasi. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat digunakan untuk membangun brand recognition.

1. Situs Web Karir

Channel utama dalam employer branding adalah situs web karir perusahaan. Dari halaman tersebut, calon pelamar dapat menemukan lebih banyak informasi tentang perusahaan. Oleh karenanya, Anda harus memilih situs web yang ramah pengguna.

Tulislah informasi yang jelas dan menarik agar calon karyawan tertarik. Misalnya, dengan memasukkan penghargaan karyawan, program kerja, dan tunjangan perusahaan. Selain itu, berikan rincian lengkap kepada calon karyawan tentang deskripsi pekerjaan. Calon karyawan dapat mempelajari tentang jabatannya dengan membaca jobdesk ini.

Sertakan testimoni dan kesan dari karyawan saat ini untuk membangkitkan minat calon karyawan. Hal ini akan meningkatkan reputasi dan citra positif perusahaan.

2. Permudah Cara Melamar

Untuk menjaring calon pelamar, HR harus memperhatikan kemudahan proses pendaftaran. Banyak calon peminat yang mengurungkan niat karena merasa proses pendaftaran sangat rumit. Dengan demikian, Anda bisa kehilangan calon pelamar yang mungkin sebenarnya memiliki kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

3. Media Sosial

Saat ini, media sosial memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga berlaku untuk branding perusahaan. Tidak mengherankan jika para jobseeker beralih ke media sosial untuk mencari lowongan kerja.

Faktanya, jejaring sosial adalah sumber pekerjaan bagi beberapa individu. Oleh karena itu, perusahaan perlu aktif mempromosikan diri di media sosial. Hal ini dirasa penting untuk menarik perhatian calon karyawan.

4. Pembuatan Konten 

Konten adalah sarana untuk mengembangkan hubungan dengan calon karyawan dalam Employer Branding. Konten berperan penting sebagai perwujudan citra perusahaan di platform foto dan video.

5. Testimoni dari Karyawan

Komentar dan kesaksian dari karyawan yang bekerja saat ini juga dapat membantu membangun branding perusahaan. Calon karyawan biasanya menilai perusahaan dengan melihat seberapa baik karyawannya diperlakukan.

Calon karyawan lebih tertarik untuk bekerja di perusahaan dengan karyawan yang terlihat bahagia. Sederhananya, calon karyawan akan meneliti setiap detail dari kehidupan karyawan di tempat kerja.

Baca juga: 10 Ide Team Building Berbentuk Games untuk Karyawan, Dijamin Seru!

KPI Employer Branding Perusahaan

KPI employer branding

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa pihak HRD mengambil peran dalam perencanaan strategi employer branding di sebuah perusahaan. Maka ada beberapa KPI employer branding yang harus dipenuhi.

Berikut beberapa KPI employer branding pada umumnya:

  • Perekrutan karyawan baru
  • Jumlah pelamar dalam kurun waktu satu tahun
  • Jumlah pelamar per posisi yang dibutuhkan
  • Jumlah pelamar berkualitas per posisi yang dibutuhkan
  • Jumlah klik dalam iklan lowongan kerja
  • Jumlah klik dalam tombol 'LAMAR'
  • Jumlah pelamar yang membatalkan melamar kerja
  • Jumlah pelamar yang tidak memenuhi kualifikasi untuk ke tahap selanjutnya

Cara Menghitung ROI Employer Branding

Setelah Anda tahu apa itu employer branding, manfaat, dan cara menerapkan strateginya, di subtopik terakhir ini, kita akan membahas tentang ROI employer branding.

Seperti namanya, ROI employer branding adalah tingkat pengembalian modal yang terjadi setelah perusahaan mengeluarkan biaya perekrutan. Dikarenakan objek employer branding adalah manusia dan sebagian besar hasilnya baru bisa diketahui dalam jangka panjang, banyak orang meragukan ROI employer branding dapat diukur.

Kenyataannya, sebagai HRD Anda tetap bisa mengukur tingkat ROI employer branding Anda, dengan beberapa metriks sebagai berikut:

1. Jumlah Pelamar yang Masuk

ROI employer branding yang pertama dapat diukur melalui berapa banyak jumlah pelamar yang masuk. Seperti tebakan Anda, semakin banyak jumlah pelamar, itu tandanya eksekusi strategi employer branding perusahaan semakin baik.

Cara mengukur keberhasilan employer branding melalui jumlah pelamar tidak susah, kok. Cukup bandingkan jumlah pelamar di bidang sama dari periode ini versus periode sebelumnya (dengan catatan media promosi lowongan dan biaya rekrutmennya sama).

2. Biaya Mengiklankan Lowongan Pekerjaan

Selain jumlah pelamar, Anda juga bisa menghitung ROI employer branding melalui biaya iklan lowongan. Semakin sedikit biaya yang dikeluarkan untuk merekrut karyawan, maka semakin berhasil pula strategi employer branding-nya.

3. Tingkat Terjadinya Perekrutan Jalur Referral

Kata siapa perekrutan jalur “orang dalam” tidak efektif? Nyatanya, berdasarkan riset Career Builder, 82% perusahaan sepakat kalau perekrutan jalur referral atau saran dari karyawan menghasilkan ROI lebih baik. Hal ini dikarenakan karyawan referrer umumnya akan memastikan kandidat yang dibawanya berkualitas.

Selain itu, perekrutan jalur referral juga bisa menjadi tolok ukur ROI employer branding perusahaan. Semakin banyak karyawan bersedia membantu proses perekrutan, maka itu artinya engagement atau loyalitas mereka ke perusahaan juga meningkat.

Demikianlah penjelasan mengenai employer branding, strategi employer branding, KPI employer branding, dan ROI employer branding. Setelah mengatur strategi yang akan digunakan, jangan lupa untuk memilih channel yang tepat. Hal ini nantinya akan berimbas pada sejauh apa perusahaan Anda menjangkau pasar pencari kerja dan masyarakat.

Apakah perusahaan Anda membutuhkan seorang HRD yang berpengalaman dan berkualitas untuk menyusun strategi employer branding terbaik? Pasang lowongan Anda di KitaLulus sekarang juga!


cari karyawan
Berlangganan informasi tentang rekrutmen dan dapatkan penawaran terbaik kami
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd
Close Pop up