Mengenal Exit Interview, Tujuan, & 7 Contoh Pertanyaannya

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Tujuan exit interviewSetiap karyawan memiliki alasan kenapa mengajukan resign, termasuk karyawan perusahaan Anda. Sebagai HRD, melakukan exit interview adalah salah satu treatment yang bisa Anda berikan pada karyawan mengundurkan diri. Tapi sebenarnya, apa tujuan exit interview?

Dalam bahasan kali ini, KitaLulus akan membahas lebih dalam tentang apa itu exit interview, tujuan, manfaat, dan tentu saja beberapa contoh pertanyaan untuk Anda gunakan saat melakukan exit interview. Scroll ke bawah untuk pembahasan lengkapnya.

BACA JUGA: Evaluasi Kerja: Tujuan dan Manfaatnya

Apa Itu Exit Interview?

Apa itu exit interview

Pada praktiknya, exit interview adalah sebuah wawancara yang dilakukan HRD perusahaan sebelum karyawan mengundurkan diri. Exit interview berbeda dengan proses interview saat rekrutmen.

Saat rekrutmen, tujuan interview adalah untuk mengetahui seberapa cocok kandidat karyawan dengan kebutuhan perusahaan. Sebaliknya, tujuan exit interview adalah guna mengetahui apa yang membuat karyawan merasa tidak cocok dengan perusahaan, sehingga mengundurkan diri.

Selama ini, banyak perusahaan berpikir exit interview adalah ajang mempertahankan karyawan agar tidak jadi resign. Padahal, tujuan exit interview lebih cenderung untuk mengumpulkan ulasan jujur karyawan kenapa mereka memutuskan resign, dan mengambil keputusan perbaikan manajemen SDM dari sana.

Tujuan Exit Interview

Tujuan exit interview

Tujuan exit interview adalah untuk memberikan beberapa pertanyaan terkait alasan keluarnya karyawan dari perusahaan. Tujuan exit interview juga harus diperhatikan oleh perusahaan.

Sebab pada saat proses exit interview berlangsung, Anda bisa mendapatkan saran dan masukan dari karyawan yang akan keluar. Berikut poin-poin penting yang bisa Anda cantumkan dalam draft exit interview:

  1. Masukan untuk perusahaan secara general, misalnya dari segi visi misi, pencapaian, target kerja, dan sebagainya.
  2. Masukan dari karyawan terkait model pengelolaan HRD, mulai dari sistem kerja, manajemen, lingkungan kerja, dan elemen kompensasi di perusahaan.
  3. Masukan untuk program-program HRD yang sudah dilakukan dan/atau saran untuk program mendatang.
  4. Masukan terkait job deskripsi dan spesifikasi untuk rekrutmen di masa yang akan datang.

Dari hasil exit interview yang dilakukan, Anda mungkin saja mendapatkan atau mendengar informasi yang selama ini mungkin tidak diketahui pihak HRD. Sebagian besar karyawan akan berkata jujur terkait pengalaman kerjanya di perusahaan.

Maka dari itu, sebaiknya hasil exit interview dapat didokumentasikan dengan baik oleh HRD, baik dalam bentuk catatan atau recording selama interview.

Seberapa Pentingkah Exit interview Bagi Perusahaan?

Pentingnya exit interview bagi perusahaan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tujuan exit interview adalah untuk membantu Anda menemukan kekurangan di dalam perusahaan berdasarkan penilaian karyawan yang mengundurkan diri.

Tapi selain tujuan-tujuan yang tadi sudah dijelaskan, ada beberapa alasan kenapa exit interview krusial bagi perusahaan, yaitu:

1. HRD Mengetahui Masalah yang Berkaitan dengan SDM

Alasan pertama mengapa exit interview sangat penting bagi perusahaan adalah untuk mengetahui masalah yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Pada umumnya, masalah pada SDM selalu menjadi tujuan exit interview.

Namun, kebanyakan HRD hanya berfokus pada gaji dan tunjangan. Meskipun pada kenyataannya, uang bisa jadi faktor kesekian alasan mengapa karyawan mengundurkan diri.

2. Mengerti Persepsi Karyawan Terkait Beban Kerjanya

Masih ada banyak hal mengapa karyawan ingin mengundurkan diri dari perusahaan. Tujuan exit interview adalah untuk mengetahui hal tersebut. Apakah karena budaya perusahaan, lingkungan kerja, masalah dengan karyawan lainnya, dan lain-lain.

Dengan dilakukannya exit interview dapat membantu HRD perusahaan untuk meningkatkan motivasi, efisiensi, koordinasi, hingga efektivitas karyawan. Bahkan hasilnya bisa Anda gunakan untuk dijadikan bahan analisis beban pekerjaan karyawan.

3. Menjadi Tahu Gaya Kepemimpinan Manajer

Alasan penting lainnya untuk melakukan exit interview adalah Anda menjadi tahu bagaimana gaya kepemimpinan manajer yang berurusan langsung dengan karyawan yang mengundurkan diri.

Salah satu tujuan exit interview adalah untuk membangun dan membuat manajemen yang lebih baik dan lebih positif. Hasil dari exit interview juga bisa Anda jadikan sebagai bahan pelatihan dan pengembangan manajemen agar dapat menjadi pemimpin lebih baik di masa mendatang.

4. Menjadi Tahu Kelebihan Pesaing

Biasanya, karyawan yang mengundurkan diri sudah memiliki pekerjaan baru di perusahaan lain. Maka dari itu, alasan penting menerapkan exit interview adalah Anda bisa mengetahui kelebihan perusahaan pesaing.

Misalnya dari segi benefit yang diberikan, upah dan tunjangan, waktu kerja, dan lain-lainnya. Tujuan exit interview ini juga untuk mengevaluasi kekurangan perusahaan di mata karyawan dan masukan pengembangan ke depannya.

7 Contoh Pertanyaan Exit interview yang Bisa HRD Tanyakan

Contoh pertanyaan exit interview

Setelah mengetahui tujuan exit interview, Anda bisa mendapatkan hasil wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Berikut beberapa contoh pertanyaan exit interview yang terkait dengan karyawan yang mengundurkan diri:

1. Mengapa Anda Memilih untuk Keluar?

Pertanyaan pertama, mengapa Anda memilih untuk keluar, adalah inti dari proses exit interview. Anda bisa menanyakan alasan mengapa karyawan ingin mengundurkan diri.

Tujuan pertanyaan exit interview ini adalah untuk mengidentifikasi apakah ada peristiwa tertentu yang membuat karyawan merasa tidak betah di perusahaan. Atau mengetahui apakah pekerjaan yang dilakukan sudah selesai sebelum ada orang yang menggantikan posisinya.

2. Apakah Perusahaan Memberikan Fasilitas Terbaik?

Pertanyaan kedua adalah tentang fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui tentang perasaan karyawan terkait fasilitas yang disediakan.

Dari pertanyaan ini, Anda akan mengetahui jawabannya. Karyawan akan menjawab pertanyaan ini dengan jujur, sehingga Anda mendapatkan masukan untuk perkembangan perusahaan untuk kedepannya.

3. Seperti apa Hubungan Anda dengan Manajer dan Karyawan Lainnya?

Pada umumnya, hubungan yang renggang dengan rekan kerja atau manajer adalah salah satu alasan yang paling umum mengapa karyawan ingin mengundurkan diri. Sebab, sehari-harinya mereka bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Namun jika hubungan di antara mereka sudah renggang, ada kemungkinan karyawan merasa canggung untuk bekerja sama dengan mereka. HRD bisa meminta saran tentang apa saja yang perlu diperbaiki agar proses komunikasi antar rekan kerja lebih baik.

BACA JUGA: Masih Bingung Cara Menilai Karyawan yang Benar? Cek Di Sini Aja!

4. Apakah Ada Faktor Tertentu yang Membuat Anda Pindah ke Tempat Baru?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dari proses exit interview, Anda bisa mengetahui kelebihan perusahaan pesaing. Anda bisa menanyakan faktor apa yang membuat karyawan tersebut pindah ke tempat baru.

Tujuan pertanyaan exit interview ini adalah untuk mendapatkan gambarannya. Apakah dari sisi gaji dan tunjangan, atau budaya dan lingkungan kerjanya, dan hal lainnya. Hasil dari pertanyaan ini nantinya bisa menjadi bahan evaluasi perusahaan.

5. Apa yang Paling Anda Suka dan Tidak Suka dari Pekerjaan?

Pertanyaan selanjutnya terkait hal yang disuka dan tidak disukai dari pekerjaan akan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengutarakan kelebihan dan kekurangan perusahaan.

Pertanyaan exit interview ini bertujuan mengetahui apa yang membuat karyawan merasa semangat dan kendala yang dialami oleh karyawan. Pertanyaan ini juga bisa menjadi bahan evaluasi untuk proses rekrutmen selanjutnya.

6. Bagaimana Anda Menggambarkan Budaya Perusahaan?

Pertanyaan terkait budaya perusahaan bisa membantu Anda untuk mengidentifikasi tren yang ada. Anda juga jadi mengetahui sudut pandang karyawan terkait budaya perusahaan. Harapannya, pertanyaan ini bisa membantu Anda sebagai HR untuk membentuk budaya perusahaan seperti apa yang paling nyaman bagi karyawan.

7. Apa yang Harus Ditingkatkan Perusahaan?

Satu lagi pertanyaan yang bisa Anda tanyakan saat proses exit interview adalah terkait improvement yang bisa dilakukan perusahaan. Baik dari segi manajemen atau development.

Pertanyaan ini bertujuan mengumpulkan masukan dari karyawan sebanyak-banyaknya dan mengetahui kekurangan perusahaan yang dirasa butuh ditingkatkan. Hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi terkait kebijakan perusahaan.

Demikianlah penjelasan terkait exit interview, pentingnya exit interview bagi perusahaan, tujuan exit interview, dan pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada saat proses wawancara berlangsung.

Meski melelahkan, exit interview adalah salah satu cara terbaik mengenal sudut pandang karyawan pada perusahaan. Selain itu, hasil exit interview yang diterapkan dengan baik juga akan menimbulkan banyak hal positif di masa mendatang, seperti meningkatnya produktivitas dan turunnya tingkat turnover.

Anda baru saja kehilangan anggota tim karena resign? Jangan khawatir! Yuk mulai cari kandidat penggantinya sekarang juga bersama KitaLulus! Di KitaLulus, Anda bebas memasang lowongan kerja dengan aman, mudah, dan tanpa biaya.

Selain itu, komunitas jobseeker KitaLulus juga sudah aktif di berbagai kota, mulai dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Kalimantan, hingga Gowa! Jadi, di manapun Anda berada, KitaLulus siap jadi partner rekrutmen perusahaan Anda.

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd