Kliring Adalah: Definisi, Jenis, Sistem, Mekanisme, Contoh

Annissa Manystighosa

Penulis, pengajar, dan penerjemah yang sedang menekuni pengetahuan seputar bisnis.

hrd
Isi Artikel

Kliring merupakan salah satu layanan yang sering kita jumpai dalam melakukan aktivitas transaksi di bank. Tujuan kliring adalah untuk mempercepat transaksi melalui perbankan dan memungkinkan transaksi pembayaran yang aman.

Dengan adanya kliring, maka bisa memudahkan perhitungan utang piutang yang terjadi. Ingin tahu lebih mengenai apa itu kliring bank? Yuk simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Kliring

Menurut KBBI, clearing atau kliring adalah jenis penyelesaian transaksi dan pembukuan yang melibatkan transfer sejumlah saldo kepada orang yang berhak menerimanya.

Secara umum, pengertian kliring adalah cara menghitung utang piutang berupa surat berharga atau surat dagang dari bank nasabah yang sudah digelar oleh Bank Indonesia maupun pihak resmi lainnya.

Agar mudah dipahami, kliring ini dapat diartikan sebagai proses transfer yang sedikit berbeda dari proses transfer biasa melalui mesin ATM atau m-banking. Sebab proses transfer kliring membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 2 sampai 3 hari.

Jenis Kliring

jenis kliring

Sebagai salah satu mekanisme transfer, clearing ternyata memiliki beberapa jenis. Adapun jenis kliring adalah sebagai berikut.

1. Kliring Umum

Salah satu jenis kliring adalah kliring umum. Jenis ini biasanya digunakan dalam perhitungan warkat perbankan. Sebagai otoritas yang berwenang, Bank Indonesia secara langsung mengawasi proses pembentukan dan pengendalian sistem tersebut.

2. Kliring Lokal

Untuk kliring lokal, perhitungan warkatnya dilakukan antar bank. Pembedanya adalah ketentuan yang berlaku diatur oleh daerah, sebagaimana telah ditentukan sebelumnya.

3. Kliring Antar Cabang

Kliring antar cabang adalah metode penghitungan utang piutang atau transfer uang yang khusus untuk bank dalam satu wilayah tertentu. Metode pelaksanaannya adalah dengan mengumpulkan semua perhitungan dari kantor cabang bank.

Baca Juga: 5 Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

Menurut peraturan Bank Indonesia nomor 7/18/PBI/2005, terdapat dua bentuk penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI):

1. Kliring Debet

Kliring debet merupakan kegiatan transfer debet dalam SKNBI. Transfer debet dimulai dengan Warkat Debet atau Warkat Kliring, yang meliputi hal berikut:

  • Warkat debet yang dikeluarkan oleh nasabah yang terdaftar di area kliring
  • Warkat Debet berupa giro dan cek antar daerah

2. Kliring Kredit

Kliring kredit adalah kegiatan transfer kredit dalam SKNBI. Kliring kredit nasional dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Transfer kredit yang berasal dari nasabah di wilayah kliring dan ditujukan untuk nasabah lain di Indonesia dapat dikliringkan
  • Penyelesaian transfer kredit yang disebutkan di atas menggunakan Data Keuangan Elektronik Kredit (DKE) dalam mata uang rupiah
  • Perhitungan kliring kredit nasional dilakukan oleh Penyelenggara Kliring Nasional (PKN)

Sistem dalam Warkat Kliring

Ada banyak sistem warkat kliring, antara lain:

1. Sistem Manual

Sistem manual dalam warkat kliring adalah pelaksanaan kliring lokal di mana setiap nasabah melakukan proses secara manual, baik dalam pembuatan slip saldo kliring maupun pengambilan hasil kliring.

2. Sistem Semi Otomasi

Salah satu sistem kliring lokal adalah sistem semi otomatis. Setiap nasabah akan bertanggung jawab untuk menghitung dan menyiapkan saldo kliring secara manual.

3. Sistem Otomasi

Sistem otomasi juga merupakan salah satu komponen pelaksanaan kliring lokal yang meliputi perhitungan saldo kliring dan pemilahan warkat.

4. Sistem Kliring Elektronik

Sistem kliring elektronik adalah administrasi kliring dan sistem pembuatan kartu saldo kliring. Seluruh prosedur dilakukan secara elektronik bersama dengan teknik otomatis untuk memberikan warkat nasabah kepada penyelenggara.

Dalam sistem ini, semua hasil perhitungan akan disesuaikan untuk mencerminkan hasil perhitungan elektronik.

Baca juga: Apa Itu Customer Service? Ini Tugas, Peran, Skill, dan Gajinya

Mekanisme Kliring Manual

Setiap peserta harus melewati setidaknya dua tahapan untuk melakukan metode kliring manual. Yang pertama adalah kliring penyerahan, kedua adalah kliring pengembalian.

Dalam hal ini, setiap peserta harus menyelesaikan kedua tahapan tersebut hingga penyelenggara menyatakan kliring selesai. Berikut penjelasan tentang kliring penyerahan dan kliring pengembalian.

1. Kliring Penyerahan

Dalam mekanisme awal ini, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan di kantor atau lokasi penyelenggaraan. Setiap peserta akan mengajukan warkat berupa warkat debet keluar dan warkat kredit keluar.

Warkat debet keluar adalah warkat yang diberikan oleh nasabah bank untuk kepentingan rekeningnya sendiri, sedangkan warkat kredit keluar memindahkan keuntungan dan kepentingan nasabah lain ke rekening nasabah yang menyetor.

2. Kliring Pengembalian

Prosedur kliring ini melibatkan warkat debet masuk dan warkat debet keluar. Peserta menerima kedua warkat ini. Peserta mengumpulkan warkat debet masuk atas biaya nasabah bank yang menerima warkat tersebut.

Sebaliknya, warkat kredit masuk diajukan oleh peserta lain untuk keuntungan nasabah bank yang menerima warkat tersebut.

Contoh Kliring

Setelah Anda mengetahui apa itu kliring dan sistemnya, sekarang saatnya untuk melihat contoh kliring. Seringkali, warkat kliring atau warkat debet adalah istilah yang merujuk pada transfer dana ke rekening lain melalui kliring.

Warkat kliring atau warkat debet adalah pembayaran non tunai yang ditentukan dengan kliring debet atas beban nasabah atau bank. Warkat debet ini terdiri dari:

  • Wesel
  • Cek
  • Bilyet giro
  • Nota debet
  • Warkat debet lain yang disetujui BI

Sesuai ketentuan, warkat debet wajib dinyatakan dalam Rupiah. Selain itu, warkat kliring harus memenuhi spesifikasi yang diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia. 

Itulah penjelasan tentang apa itu kliring hingga contohnya. Dalam perbankan, kliring adalah metode yang perlu dijelaskan rinci agar nasabah tidak salah paham.

Apakah Anda sedang mencari tim customer service untuk menjelaskan sistem perbankan pada nasabah? Sekarang Anda bisa merekrut calon karyawan sesuai kualifikasi dengan cepat di KitaLulus.

Anda cukup mengisi formulir dan menunggu kandidat terbaik melamar pada perusahaan Anda. Tak usah ragu, segera pasang loker Anda secara gratis di KitaLulus!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd