Cara Menghitung Laba Bersih Perusahaan Beserta Contohnya

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Dalam teori ekonomi, istilah laba dikenal sebagai peningkatan dari kekayaan perusahaan. Itulah mengapa laba menjadi salah satu ukuran kesuksesan suatu bisnis. Dari beberapa jenis laba yang ada, cara menghitung laba bersih adalah satu yang penting dipahami oleh para pengusaha.

Pasalnya dengan mengetahui pendapatan bersih perusahaan, Anda bisa menilai keuntungan saat ini dan keuntungan di periode tahun sebelumnya, sehingga dapat memahami pertumbuhan bisnis.

Lantas, apa itu laba bersih? Mari pahami penjelasannya melalui artikel berikut.

Pengertian Laba Bersih

Net income atau net profit atau yang disebut laba bersih adalah laba yang didapatkan dari penjualan setelah dikurangi oleh harga pokok penjualan, biaya overhead, beban operasional, penyusutan, bunga, pajak, dan beban biaya lainnya.

Sederhananya, laba bersih adalah laba yang didapatkan setelah dikurangi oleh semua biaya yang digunakan untuk kegiatan produksi, kegiatan penjualan, dan kegiatan pemasaran.

Net profit atau pendapatan bersih dapat berguna bagi investor sebab mereka bisa menggunakan informasi ini guna menentukan seberapa baik perusahaan yang dikelola.

Dengan kata lain, pendapatan bersih turut mencerminkan perkembangan suatu perusahaan. Setiap pengusaha tentunya ingin mendapatkan laba bersih secara konsisten.

Hal tersebut menunjukkan jika usahanya mampu terus bertumbuh di masa depan. Angka dari pendapatan bersih juga bisa digunakan sebagai dasar keputusan kapan dan bagaimana Anda ingin mengembangkan bisnis serta kapan saat yang tepat untuk mengurangi pengeluaran yang bisa mengoptimalkan keuntungan.

Baca juga: 6 Cara Meningkatkan Keuntungan Perusahaan, Mudah dan Manjur!

Bagaimana Cara Mendapatkan Laba Bersih?

cara mendapatkan laba bersih

Pernahkah Anda terpikirkan bagaimana cara mendapatkan laba bersih? Sebelumnya, perlu diketahui bahwa pendapatan bersih juga dikenal sebagai bottom line atau garis bawah karena terletak pada baris terakhir di laporan laba rugi setelah melakukan pengurangan semua biaya.

Angka pendapatan bersih bisa didapatkan dari hasil pengurangan beberapa biaya seperti:

  1. Biaya operasional
  2. Bunga atas hutang dan pinjaman
  3. Biaya overhead
  4. Pajak penghasilan atau PPh
  5. Penyusutan atau depresiasi

Selain dari pengurangan biaya di atas, Anda juga harus meninjau beberapa variabel yang bisa mempengaruhi pendapatan bersih yang akan Anda dapatkan. Umumnya, setiap industri memiliki variabelnya masing-masing.

Dengan kata lain, laba bersih adalah gabungan dari biaya tetap dan biaya variabel. Namun pada prakteknya, semua angka ini bisa berubah tergantung faktor yang terjadi di lapangan.

Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi net profit adalah meliputi proses produksi (awal produksi, pengemasan, pengiriman, mesin produksi, dan upah tenaga kerja), serta ada penyusutan dari peralatan yang digunakan.

Jangan lupakan biaya pemasaran untuk mempromosikan produk Anda ke pasaran dan biaya tidak terduga lainnya.

Baca juga: Pengertian Biaya Tetap dan Bedanya dengan Biaya Variabel

Cara Menghitung Laba Bersih

Setelah mengulas cara mendapatkan pendapatan bersih, selanjutnya kita akan membahas rumus dan cara menghitungnya. Adapun cara menghitung laba bersih adalah sebagai berikut.

Net profit = total pendapatan - total pengeluaran

atau

Net profit = laba kotor - beban

atau

Margin net profit = (laba bersih / total pendapatan) x 100

Berikut contoh perhitungannya:

Perusahaan Anda memiliki total pendapatan di tahun 2021 sebesar Rp350 juta. Lalu total pengeluaran perusahaan mencapai Rp175 juta. Maka penghitungan net profit dan margin perusahaan Anda adalah:

Net profit = Rp350.000.000 - Rp175.000.000

Net profit = Rp175.000.000

Penghitungan margin pendapatan bersih:

Margin pendapatan bersih = (Rp175.000.000,00 / Rp350.000.000,00) x 100

Margin pendapatan bersih = Rp50.000.000

Jadi, perusahaan Anda mendapatkan pendapatan bersih sebesar Rp175.000.000 dan margin pendapatan bersih sebesar Rp50.000.000.

Perbedaan Laba Kotor dengan Laba Bersih

perbedaan laba kotor dengan laba bersih

Di samping pendapatan bersih, ada pula laba kotor. Jika diperhatikan, perbedaan kedua jenis laba ini bisa terlihat langsung dari pengertian dan juga cara hitungnya.

Laba kotor merupakan hasil dari keseluruhan penjualan bersih dikurangi oleh harga pokok penjualan atau HPP. Artinya, laba kotor adalah laba atau pendapatan yang tersisa dari keseluruhan biaya produksi.

Umumnya, laba kotor digunakan untuk menghitung pendapatan yang tersisa sehingga bisa membayar biaya produksi dan biaya lainnya.

Sementara net profit seperti yang disebutkan pada penjelasan di atas adalah laba atau pendapatan yang didapatkan dari penjualan setelah dikurangi seluruh biaya atau anggaran pengeluaran lainnya di luar harga pokok penjualan.

Rumus untuk menghitung laba kotor pun berbeda dengan rumus laba bersih. Penghitungan laba kotor menggunakan rumus:

Laba kotor = penjualan bersih - HPP

Baca juga: Pengertian Rasio Profitabilitas, 8 Jenis, Rumus, & Cara Menghitungnya

Demikianlah penjelasan terkait pengertian pendapatan bersih, rumus dan cara menghitungnya, hingga perbedaannya dengan laba kotor yang perlu Anda ketahui.

Pada dasarnya, laba kotor dan laba bersih adalah angka yang bisa digunakan untuk mengetahui seberapa sehat kondisi finansial perusahaan Anda. Maka dari itu perhitungannya harus dilakukan secara benar dan akurat.

Untuk melakukan tugas tersebut, tentunya Anda membutuhkan seorang staff akuntan yang bisa melakukan penghitungan dengan cermat dan teliti. Oleh karenanya Anda bisa memasang informasi lokernya di KitaLulus.

Daftarkan diri Anda sekarang untuk pasang iklan lowongan kerja di KitaLulus secara gratis dan dapatkan staff akuntan terbaik hanya dalam hitungan hari!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd