Apa Itu ROI (Return on Investment)? Ini Pengertian, Rumus, & Cara Hitungnya

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

ROI adalah— Setiap kita melakukan investasi, akan ada potensi keuntungan dan juga resiko kerugian yang dihadapi. Oleh karena itu, perhitungan ROI adalah salah satu hal terpenting yang harus Anda lakukan sebelum berinvestasi.

Di dunia bisnis, ROI singkatan dari Return on Investment, atau tingkat pengembalian investasi secara keseluruhan dalam bisnis yang dijalankan. Banyak orang menyebut ROI adalah laba atau profit, padahal fokus ROI bukanlah nominal keuntungan, melainkan persentase keuntungan dibanding modal awal.

Dengan mempelajari apa itu ROI, Anda bisa mengetahui tingkat pengembalian investasi, hingga melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan operasional. Hasil perhitungan Return on Investment selanjutnya dapat Anda gunakan untuk menyenangkan pemegang saham sampai mendatangkan investor baru.

Ingin tahu selengkapnya tentang pengertian ROI, rumus, dan cara menghitung Return on Investment yang benar? Simak bahasan ini sampai habis, ya!

BACA JUGA: 5 Rumus Rasio Solvabilitas, Pengertian, Tujuan, Jenis, & Cara Menghitungnya


Apa Itu ROI (Return on Investment)?

Apa itu roi

Beberapa orang menyebut, ROI adalah bentuk uang atau aset yang diperoleh atau hilang dalam proses investasi sebuah bisnis. Hal ini meliputi pembelian aset, modal, dan anggaran yang dikeluarkan sebagai biaya investasi.

Secara definisi, Return on Investment atau ROI adalah sebuah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva yang digunakan perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.

Pada umumnya, rasio yang ditunjukkan pada ROI adalah hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan perusahaan dengan mengabaikan sumber pendanaan dan diukur dengan ukuran persentase.

Tujuan penggunaan ROI adalah untuk menghitung berapa nilai suatu investasi. Seperti ketika investor ingin mengetahui potensi ROI dari suatu investasi sebelum memberikan dana sepeserpun kepada perusahaan.

Dengan kata lain, ROI adalah alat ukur efisiensi dari suatu investasi. Dengan melakukan hal ini, maka setiap investasi yang dilakukan bisa memiliki peluang resiko yang rendah serta dapat memperkirakan peluang keuntungan yang didapatkan.

Salah satu tujuan dari perhitungan ROI adalah untuk membantu Anda dalam mempertimbangkan kembali rencana investasi suatu aset. Jika nilai yang dihasilkan adalah positif, maka hal itu adalah pertanda baik.

Semakin tinggi nilai hasil perhitungan yang didapatkan, maka semakin baik. Namun, jika hasil menunjukkan kebalikannya, lebih baik Anda memikirkan ulang atau tidak sama sekali meneruskan investasi, sebab hal ini hanya menimbulkan kerugian.


Faktor yang Dapat Mempengaruhi Return on Investment

Faktor yang mempengaruhi ROI

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perhitungan ROI, dua di antaranya adalah sebagai berikut:

a. Turnover dari perputaran aktiva: hal ini mengacu pada tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk kegiatan operasional dalam suatu periode waktu tertentu.

b. Profit Margin: hal ini mengacu pada besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam bentuk persentase dan jumlah dari penjualan bersih. Hal ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan perusahaan dan dihubungkan dengan penjualannya.

ROI adalah sebuah bentuk teknik analisa rasio profitabilitas yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Dengan perhitungan ROI, pengusaha bisa mengetahui seberapa efisienkah perusahaan dalam memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional hingga dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas perusahaan.

BACA JUGA: Pengertian Rasio Profitabilitas, 8 Jenis, Rumus, & Cara Menghitungnya


Kelebihan dan Kelemahan Return on Investment

Kelebihan ROI

Hingga saat ini, ROI adalah salah satu metriks utama guna mengukur keberhasilan perusahaan memenuhi ekspektasi stakeholder. Meski demikian, ini bukan berarti Return on Investment adalah metriks yang tidak punya kelemahan. Jika tidak diimbangi metriks lain seperti Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA), perhitungan ROI berpotensi menimbulkan masalah.

Selengkapnya tentang kelebihan dan kelemahan ROI adalah sebagai berikut:

Kelebihan ROI

  • Perusahaan bisa mengukur efisiensi berbagai aspek. Hal ini dikarenakan sifat ROI adalah menyeluruh. Kelebihan ini bisa digunakan secara maksimal jika akuntansi sebuah perusahaan sudah dijalankan dengan baik dan benar.
  • ROI adalah metriks utama yang dapat dijadikan tolak ukur perbandingan dengan perusahaan lain sejenis jika rasio industrinya sudah diketahui. Hal ini bisa diperoleh jika perusahaan memiliki data industri.
  • Return on Investment bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi, baik dalam bentuk pembelian atau pendanaan.
  • ROI bisa digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan.


Kelemahan ROI

  • Tidak mudah untuk membandingkan rate of return antar perusahaan yang memiliki praktek akuntansi berbeda meskipun berada di sektor sejenis. Perbedaan ini bisa menyebabkan kesalahan dalam melakukan perbandingan.
  • Fluktuasi nilai uang yang bisa mempengaruhi perhitungan profit margin. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan atas pembelian yang dilakukan saat inflasi dan tidak.
  • ROI tidak turut menghitung biaya modal, jadi belum bisa dipastikan efektivitasnya. Padahal dalam sebuah perusahaan, biaya modal merupakan hal yang cukup penting untuk melihat tingkat penggunaan modal.


Rumus ROI dan Cara Menghitungnya

rumus ROI

Jika dijabarkan, cara menghitung ROI adalah dengan mengurangkan laba dengan biaya investasi, setelah itu dibagi dengan biaya dan dikalikan 100 persen. Akan tetapi secara matematis, rumus ROI adalah sebagai berikut:

ROI = (Pendapatan Investasi – Biaya Investasi) / Biaya Investasi x 100%

Misalkan, jika perusahaan Anda melakukan investasi sebesar Rp10 juta, dan menghasilkan penjualan sebesar Rp15 juta, berarti perusahaan Anda memperoleh laba sebesar Rp5 juta.

Jadi, penghitungan return on investment atau ROI adalah sebagai berikut:

= (Rp15.000.000,00 – Rp10.000.000,00) / Rp10.000.000,00 x 100%

= 50%

Maka angka hasil dari perhitungan ROI adalah 50%, yang artinya rasio profit dan biaya investasi perusahaan Anda adalah surplus

Kemudahan dalam melakukan penghitungan ROI adalah tidak memerlukan banyak variabel. Namun, hal yang harus Anda perhatikan adalah tidak mengabaikan faktor-faktor lain yang bisa saja memberikan pertimbangan dalam menilai kelayakan investasi perusahaan Anda.

Hal tersebut juga akan berpengaruh pada profit yang akan didapatkan. Jika profitnya memuaskan, maka perusahaan akan semakin maju. Tidak hanya sebagai bahan evaluasi perusahaan saja, perhitungan ROI adalah tolak ukur bagi orang yang ingin berinvestasi secara individu di perusahaan Anda.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu ROI, plus minus, rumus ROI, dan cara menghitungnya! Butuh seorang akuntan atau staff keuangan untuk membantu Anda menganalisa Return on Investment perusahaan? Yuk, cari kandidat terbaik bagi perusahaan Anda di KitaLulus!

Daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai employer dan dapatkan tim keuangan profesional terbaik untuk perusahaan!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd